BAB 1: SAKIT SEBAGAI PENGHAPUS DOSA


1949[Bukhari 5641,5642] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Tidak ada kepayahan, sakit, kesedihan, kesengsaraan dan musibah yang menimpa seorang muslim , bahkan sekalipun tertusuk duri, melainkan Allah menjadikan semua itu sebagai penghapus dosanya (jika dia bersabar)".

1950[Bukhari 5644] Diriwyatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Perumpamaan orang mukmin adalah seperti pohon besar yang kokoh yang tidak terpatahkan oleh terpaan angin dari arah manapun (meskipun sedikit melentur), namun ketika angin reda, pohon tersebut tegak lurus kembali. Perumpamaan orang kafir adalah seperti pohon yang tegak namun sangat keras (mudah patah) sehingga Allah menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya".

1951[Bukhari 5645] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Siapa yang diinginakn oleh Allah akan memperoleh kebaikan, Allah akan memberinya musibah sebagai ujian".



BAB 2: PENDERITAAN KARENA SAKIT


1952[Bukhari 5646] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Saya tidak pernah melihat orang yang lebih menderita daripada Rasulullah Saw karena sakit.

1953[Bukhari 5647] Diriwayatkan dari Abdullah ra, dia berkata: Saya menjenguk Rasulullah Saw ketika beliau sakit parah. Saya berkata, "Anda mendapat pahala ganda karena sakit parah ini?" Rasulullah Saw bersabda, "Benar. Tidak ada seorang muslim yang tertimpa penderitaan melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya seperti gugurnya dedaunan dari pohon".



BAB 3: KEUTAMAAN PENDERITA AYAN/EPILEPSI


1954[Bukhari 5652] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra bahwa dia berkata kepada seorang sahabatnya: "Maukah kamu saya tunjukkan seorang perempuan penghuni surga?" dia menjawab: "Ya". Abdullah bin Abbas berkata: "Perempuan berkulit hitam itu pernah datang kepada Nabi Saw lalu dia berkata, "Saya terserang penyakit epilepsi sehingga saya menjadi telanjang, karena itu berdoalah kepada Allah untuk saya". Rasulullah Saw bersabda, "Jika kamu mau bersabar kamu memperoleh surga, dan jika kamu mau, saya akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu". Perempuan itu berkata, "Saya akan bersabar". Perempuan itu berkata lagi, "Saya menjadi telanjang (ketika penyakit saya menyerang), karena itu berdoalah kepada Allah agar saya tidak menjadi telanjang". Maka Rasulullah Saw berdoa untuknya".



BAB 4: KEUTAMAAN ORANG YANG HILANG PENGLIHATANNYA


1955[Bukhari 5653] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan menghilangkan penglihatannya kemudian dia bersabar, maka Aku memberinya surga sebagai pengganti"".



BAB 5: MENJENGUK ORANG SAKIT


1956[Bukhari 5664] Diriwayatkan dari Jabir ra, dia berkata: Ketika saya sakit, saya dijenguk oleh Nabi Saw tanpa naik bighal ataupun kuda.



BAB 6: ORANG YANG SAKIT BOLEH MENGUCAPKAN "AKU SAKIT" ATAU "ADUH KEPALAKU" ATAU "SAKITKU PARAH", DAN UCAPAN NABI AYYUB AS DI DALAM AL-QURAN: "SESUNGGUHNYA AKU TELAH DITIMPA PENYAKIT, DAN ENGKAU ADALAH TUHAN YANG MAHA PENYAYANG DI ANTARA SEMUA PENYAYANG". (AL-QURAN, SURAH AL-ANBIYAA:83)


1957[Bukhari 5665] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa ketika kepalanya sakit dia mengucapkan: "Aduh kepalaku!" Maka Rasulullah Saw bersabda: "Aku berharap hal itu terjadi ketika aku masih hidup, lalu aku memohonkan ampunan dan berdoa untukmu". Aisyah mengatakan: "Waa tsukliyaah, demi Allah, aku kira anda senang jika aku mati, dan jika itu terjadi maka anda akan menghabiskan waktu anda untuk istri-istri anda yang lain". Nabi Saw bersabda: "Bukan begitu, tetapi aku harus mengucapkan "Aduh, kepalaku!" sungguh aku ingin mengutus seseorang menemui Abu Bakr dan anaknya, kemudian aku menunjuknya sebagai pengganti saya, namun sejumlah orang akan setuju atau menghendaki selain itu, lalu aku akan berkata terhadap diriku sendiri, "Allah tidak akan berkenan dan orang-orang mukmin pun akan menolak hal itu"".



BAB 7: ORANG SAKIT YANG INGIN MATI


1958[Bukhari 5671] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Janganlan seseorang mengharapkan kematian karena menderita sakit. Jika menurutnya itu yang harus dilakukan, maka hendaklah dia mengatakan, "Ya Allah, biarkan aku tetap hidup jika kehidupan yang terbaik bagiku, dan wafatkan aku jika kematian memang yang terbaik bagiku"".

1959[Bukhari 5672] Diriwayatkan dari Khabbab ra bahwa tujuh bagian tubuhnya terluka bakar, lalu dia berkata: Para sahabat kami telah mendahului kami tanpa dikurangi pahala mereka oleh kenikmatan dunia, sedangkan kami telah memperoleh kekayaan yang tidak bisa kami temukan penggunaannya kecuali untuk mendirikan bangunan di atas tanah. Seandainya Nabi Saw tidak pernah emlarang kami berdoa minta mati, niscaya kami akan berdoa minta mati.

1960[Bukhari 5673] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Amal baik seseorang tidak akan bisa membuatnya masuk surga". Para sahabat bertanya, "Termasuk anda juga, ya Rasulullah?" Rasulullah Saw menjawab, "Ya, saya juga, kecuali atas kemurahan dan rahmat Allah yang diberikan kepada saya. Karena itu, jalanilah hidup dengan benar dan beribadahlah dengan mengharapkan ridha Allah, namun jangan menginginkan kematian, karena jika seseorang tergolong baik ia akan semakin banyak kebaikannya, dan jika jahat mungkin ia akan bertaubat".



BAB 8: DOA KETIKA MENJENGUK ORANG SAKIT


1961[Bukhari 5675] Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa ketika Rasulullah Saw menjenguk orang sakit atau ada orang sakit dibawa kepada Rasulullah Saw, beliau berdoa: "Adzhib....laa yughaadiru saqamaa (ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah, karena Engkau-lah yang memberi kesembuhan, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan tanpa meninggalkan rasa sakit)".