<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454</id><updated>2011-04-21T13:13:20.273-07:00</updated><title type='text'>Al - Bukhari</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hadit-s.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-447454584168030812</id><published>2008-03-21T12:15:00.000-07:00</published><updated>2008-03-21T13:19:38.482-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Dzikrullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PlRHow9r3UM/R-QKhubqAtI/AAAAAAAAAFs/BeLOe8wy6Bw/s1600-h/quran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 500px; height: 297px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PlRHow9r3UM/R-QKhubqAtI/AAAAAAAAAFs/BeLOe8wy6Bw/s400/quran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180277045898904274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(192, 192, 192);"&gt;zikir yang sebanyak-banyaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;. ( QS.Al Ahzab, 33:41 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. ( QS.Al A'raaf,7:205 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram ( QS.13. Ar Ra'd,13:28 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.   ( QS. Al 'Ankabuut 29:45 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;bahwa mengeraskan suara dalam berdzikir seusai orang-orang melaksanakan solat wajib dengan berjamaah sudah menjadi kebiasaan pada masa Nabi Saw. kata Abdullah bin Abbas: Ketika saya mendengar zikir tersebut saya tahu bahwa orang-orang sudah selesai melaksanakan solat jamaah. ( HR.Bukhari 841 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dia berkata: Muawiyah ra melewati suatu halaqah di masjid,lalu dia bertanya, "Majelis apa ini?" Mereka menjawab, "Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla". Muawiyah bertanya lagi,"Demi Allah, benarkah kalian duduk hanya untuk itu?" Mereka menjawab, "Demi Allah, kami duduk hanya untuk itu". Kata Muawiyah selanjutnya,"Sungguh, aku tidak menyuruh kalian bersumpah karena mencurigai kalian, karena tidak ada orang yang menerima hadis dari Rasulullah Sawlebih sedikit daripada aku". Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah melewati halaqah para sahabatnya lalu Rasulullah Saw bertanya,"Majelis apa ini?" Mereka menjawab, "Kami duduk untuk berzikir kepada Allah dan memujiNya atas hidayahNya berupa Islam dan atasanugerahnya kepada kami". Rasulullah Saw bertanya lagi, "Apakah demi Allah kalian duduk hanya untuk itu?" Mereka menjawab,"Demi Allah kami duduk hanya untuk itu". Kata Rasulullah Saw selanjutnya, "Sungguh, aku menyuruh kalian bersumpah bukan karena mencurigai kalian tetapi karena aku didatangi oleh Jibril as kemudian dia memberitahuku bahwa Allah Azza wa Jalla membanggakan kalian di depan para malaikat"" ( HR.muslim 6521 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakanperjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasamencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka ( HR. Bukhari 6408 &amp;amp; Muslim 4854 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Diriwayatkan dari Abu Musa ra :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Perumpamaan orang yang bedrzikir/ mengingat Allah dan orang yang tidak mengingat Allah adalah seperti orang hidup dan orang mati".&lt;br /&gt;( HR.Bukhari 6407 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-447454584168030812?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/447454584168030812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/447454584168030812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/tasbih.html' title='Keutamaan Dzikrullah'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PlRHow9r3UM/R-QKhubqAtI/AAAAAAAAAFs/BeLOe8wy6Bw/s72-c/quran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-945876695236994117</id><published>2008-03-21T11:53:00.000-07:00</published><updated>2008-03-21T11:54:58.773-07:00</updated><title type='text'>Kitab Berpegang Teguh Pada Al-quran &amp; Hadits</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: MENGIKUTI AJARAN RASULULLAH SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2212[Bukhari ] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw pernah bersabda: "Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang membangkang". Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, siapa orang yang membangkang?" Rasulullah Saw bersabda: "Siapa yang mematuhiku akan masuk surga, dan siapa yang tidak mematuhiku dialah orang yang membangkang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2213[Bukhari 7281] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Beberapa malaikat mendatangi Nabi Saw ketika beliau sedang tidur. Salah satu malaikat berkata, "Dia sedang tidur". Malaikat yang lain mengatakan, "Matanya tidur tetapi hatinya terjaga (tidak tidur)". Mereka berkata, "Ada perumpamaan untuk teman kalian ini (yakni Nabi Saw), buatlah perumpamaannya". Salah satu malaikat berkata, "Dia sedang tidur". Malaikat yang lain berkata, "Matanya tidur tetapi hatinya tidak tidur". Mereka berkata, "Perumpamaannya adalah seperti orang yang membangun rumah, kemudian dia menyiapkan hidangan makanan, lalu dia mengutus penyeru. Orang yang mematuhi penyeru itu akan masuk ke rumah tersebut dan memakan hidangan itu, sedangkan orang yang tidak mematuhi penyeru itu tidak mau memasuki rumah tersebut dan tidak memakan hidangan itu". Mereka berkata kepada sesama mereka, "Tafsirkan perumpamaan itu agar dia memahaminya". Salah satu malaikat berkata, "Dia tidur". Malaikat yang lain berkata, "Matanya tidur, tetapi hatinya tidak tidur". Mereka berkata, "Rumah tersebut adalah surga, penyeru itu adalah Muhammad Saw. Siapa yang mematuhi Muhammad Saw, dia benar-benar mematuhi Allah dan siapa yang mendurhakai Muhammad Saw, dia benar-benar mendurhakai Allah. (KeRasulan) Muhammad Saw membedakan antara orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: LARANGAN BANYAK BERTANYA DAN MEMBEBANI DIRI (MENYIBUKKAN DIRI) DENGAN HAL-HAL YANG TIDAK BERGUNA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2214[Bukhari 7296] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Manusia cenderung selalu bertanya sampai mereka menanyakan, "Jika Allah telah menciptakan semua makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: FATWA YANG HANYA BERDASAR RASIO DAN ANALOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2215[Bukhari 7307] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu yang telah diberikanNya kepada kalian dengan seketika, tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan mewafatkan ulama, maka ilmunya juga turut hilang, sehingga hanya tinggal orang-orang bodoh yang ketika dimintai fatwa mereka akan memberkan fatwa berdasar rasio mereka, maka mereka akan menyesatkan orang lain dan mereka sendiri juga sesat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: SABDA NABI SAW: "KALIAN AKAN MENGIKUTI AJARAN ORANG-ORANG SEBELUM KALIAN"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2216[Bukhari 7319] Diriwayatkan dari Abu Huirairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sebelum umatku mengikuti ajaran orang-orang yang sesat sebelum mereka sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta". Seseorang bertanya, "Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud itu orang-orang Persi dan Romawi (sebelum Islam)?" Rasulullah Saw bersabda, "Siapa lagi kalau bukan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: HUKUM RAJAM BAGI PEZINA YANG SUDAH MENIKAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2217[Bukhari 7323] Diriwayatkan dari Umar ra, dia berkata: Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad Saw dengan kebenaran dan menurunkan Al-Quran kepadanya, yang antara lain berisi ayat rajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: PAHALA BAGI HAKIM YANG MENGAMBIL KEPUTUSAN DENGAN BERIJTIHAD, BAIK BENAR ATAUPUN KELIRU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2218[Bukhari 7352] Diriwayatkan dari Amr bin Al-Ash ra bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Apabila hakim memutuskan perkara dengan berijtihad, maka dia akan mendapat dua pahala apabila ijtihadnya benar. Jika ijtihadnya salah, maka dia akan memperoleh satu pahala".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: DIAMNYA NABI SAW KETIKA MENYAKSIKAN PERBUATAN SESEORANG BISA MENJADI HUJJAH BAGI ORANG TERTENTU, NAMUN BAGI ORANG LAIN TIDAK BISA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2219[Bukhari 7355] Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Munkadir bahwa Jabir bin Abdullah ra bersumpah dengan nama Allah bahwa Ibnu Ash-Shayyad adalah Dajjal. Muhammad bin Al-Munkadir bertanya: "Kau bersumpah dengan nama Allah?" Jabir bin Abdullah menjawab: "Saya mendengar Umar ra bersumpah dengan nama Allah di sisi Nabi Saw kemudian beliau tidak menegurnya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-945876695236994117?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/945876695236994117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/945876695236994117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-berpegang-teguh-pada-al-quran.html' title='Kitab Berpegang Teguh Pada Al-quran &amp; Hadits'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-5421404727015616104</id><published>2008-03-13T10:08:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T10:13:34.393-07:00</updated><title type='text'>Kitab Hewan Buruan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: MEMBACA BASMALAH KETIKA BERBURU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1915[Bukhari 5475] Diriwayatkan dari Adiy bin Hatim ra, dia berkata: Saya bertanya kepada Nabi Saw tentang binatang buruan yang dibunuh dengan mi'radh (tombak kayu yang ujungnya ada besi tajam). Nabi Saw bersabda, "Jika binatang buruan tersebut terbunuh dengan bagian tombak yang tajam maka makanlah, jika terbunuh dengan bagian sampingnya yang tidak tajam maka haram dimakan". Kata Adiy: Saya juga pernah bertanya kepada Nabi Saw mengenai hewan buruan yang dibunuh dengan menggunakan anjing pemburu. Nabi Saw bersabda, "Jika anjing pemburumu menangkap dan membunuh hewan buruan untukmu (bukan untuk ia makan sendiri) maka makanlah hewan buruan itu, karena membunuh hewan buruan dengan menggunakan anjing pemburu sama dengan menyembelih. Jika kau dapatkan anjing lain menyertai anjing pemburumu dan kamu khawatir anjing tersebut turut ambil bagian menyertai anjing pemburumu dalam membunuh hewan buruan maka janganlah kamu memakan hasil buruan tersebut, karena kamu membaca Basmalah hanya atas pelepasan anjing pemburumu (ketika mengawali berburu), bukan atas anjing yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: BERBURU DENGAN ANAK PANAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1916[Bukhari 5478] Diriwayatkan dari Abu Tsa'labah Al-Khusyayni ra, dia berkata: Saya bertanya kepada Nabi Saw, "Wahai Nabi, kami berada di wilayah masyarakat Ahli Kitab, bolehkah kami makan dengan menggunakan bejana mereka? Kami juga berada di daerah yang banyak terdapat hewan buruan. Saya berburu dengan anak panah, dengan anjing yang terlatih untuk berburu dan dengan anjing yang tidak terlatih untuk berburu, maka sebaiknya saya harus bagaimana?" Rasulullah Saw bersabda, "Mengenai Ahli Kitab yang kau sebutkan tadi, jika kamu bisa mendapatkan bejana lain janganlah kamu makan dengan bejana Ahli Kitab, tetapi jika kamu tidak bisa menemukan bejana lain maka cucilah bejana Ahli Kitab itu lalu gunakan untuk makan. Hewan buruan yang kamu bunuh dengan anak panah dengan menyebut nama Allah maka makanlah, begitu pula binarang buruan yang dibunuh oleh anjing pemburumu yang terlatih untuk berburu dengan kau sebut nama Allah maka makanlah, sedangkan hewan buruan yang kau tangkap dengan anjingmu yang tidak terlatih untuk berburu yang kamu masih sempat menyembelihnya maka makanlah (jika kamu tidak sempat menyembelihnya maka haram dimakan)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: KHADZF (MELEMPAR BATU DENGAN ALAT PELANTING/KETAPEL) DAN BUNDUQAH (MELEMPAR BATU DENGAN GALAH/KAYU PELANTING)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1917[Bukhari 5479] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal ra bahwa dia melihat seorang laki-laki menggunakan khadzf, lalu dia berkata: Janganlah kamu menggunakan khadzf, karena Rasulullah Saw melarang penggunaan khadzf. Rasulullah Saw bersabda, "Khadzf tidak akan bisa membunuh binatang buruan (yang bernilai sebagai penyembelihan karena tidak tajam) dan tidak bisa membunuh musuh, tetapi hanya bisa mematahkan gigi dan mencongkel mata". Di kemudian hari Abdullah bin Mughaffal melihat laki-laki itu menggunakan khadzf lagi, kemudian dia berkata kepadanya: Saya telah memberitahukan kepadamu sabda Rasulullah Saw yang melarang penggunaan khadzf atau beliau tidak menyukai penggunaan khadzf, tetapi kamu tetap saja menggunakannya. Saya tidak akan berbicara denganmu sampai batas waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MEMELIHARA ANJING TIDAK UNTUK BERBURU ATAU UNTUK PENJAGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1918[Bukhari 5480] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang memeilhara anjing bukan untuk penjaga atau untuk berburu, maka pahala amal baiknya setiap hari dikurangi dua qirath".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB5: PEMBURU MELUKAI HEWAN BURUAN, KEMUDIAN IA MENEMUKANNYA SUDAH MATI SETELAH DUA ATAU TIGA HARI BERIKUTNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1918[Bukhari 5484] Diriwayatkan dari Adiy bin Hatim ra, sebagaimana hadis terdahulu (nomor:1915) dengan tambahan sebagai berikut: "Apabila kamu melukai hewan buruanmu, kemudian kamu menemukannya dalam keadaan mati baru satu atau dua hari berikutnya tanpa ada luka lain di tubuhnya kecuali luka bekas anak panahmu maka makanlah. Jika hewan buruan tersebut mati di dalam air maka janganlah kamu memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: MAKAN BELALANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1920[Bukhari 5494] Diriwayatkan dari Abdullah bin Aufa ra, dia berkata: Kami pernah berperang menyertai Nabi Saw dalam tujuh atau enam kali peperangan, ketika itu kami makan belalang bersama Nabi Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: NAHR DAN DZABH [FOOTNOTE 1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Nahr = menyembelih kurban onta (makna asal), kemudian berlaku untuk penyembelihan hewan-hewan lain sebagai kurban.&lt;br /&gt;Dzabh = penyembelihan hewan kurban selain onta (makna asal), kemudian bermakna penyembelihan hewan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1921[Bukhari 5511] Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakr ra, dia berkata: Pada masa Rasulullah Saw ketika kami berada di Madinah, kami pernah menyembelih kuda untuk kurban, kemudian kami memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: LARANGAN MUTSLAH, MASHBURAH, DAN MUJATSTAMAH (JENIS-JENIS PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN HEWAN SEBAGAI SASARAN LEMPARAN ATAU BIDIKAN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1922[Bukhari 5515] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa pada suatu ketika dia lewat di depan orang-orang yang mengikat seekor ayam dan mereka membidiknya dengan panah. Ketika mereka melihat Abdullah bin Umar mereka bubar. Abdullah bin Umar berkata: "Siapa yang melakukan ini? Sesungguhnya Nabi Saw melaknat orang yang berbuat seperti ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1923[Bukhari 5515] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, melalui jalur lain, dia berkata: Nabi Saw melaknat orang yang menggunakan hewan sebagai mutslah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: DAGING AYAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1924[Bukhari 5517] Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy ari ra, dia berkata: Saya pernah melihat Nabi Saw makan daging ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: MAKAN HEWAN BUAS YANG BERTARING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1925[Bukhari 5530] Diriwayatkan dari Abu Tsa'labah ra bahw Rasulullah Saw melarang makan daging binatang buas yang bertaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: MINYAK MISK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1926[Bukhari 5534] Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Perumpamaan teman yang saleh dan teman yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi yang menghembus tungku perapian. Penjual minyak wangi akan mengoleskan minyak wangi kepadamu atau kamu akan membeli minyak wanginya atau kamu akan memperoleh bau harum darinya, sedangkan pandai besi akan menyebabkan terbakarnya pakaianmu atau kamu akan memperoleh bau yang tidak enak darinya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: MENGHANTAM DAN MELUKAI WAJAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1927[Bukhari 5541] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Nabi Saw melarang menghantam wajah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-5421404727015616104?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/5421404727015616104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/5421404727015616104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-hewan-buruan.html' title='Kitab Hewan Buruan'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-312680442435307452</id><published>2008-03-08T22:48:00.000-08:00</published><updated>2008-03-08T22:51:05.110-08:00</updated><title type='text'>Kitab Sumpah &amp; Nazar</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: SUMPAH DAN NAZAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2142[Bukhari 6622] Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda kepada saya, "Hai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, karena jika kamu diberi jabatan atas permintaanmu, maka kamu akan memikul beban yang berat, tetapi jika kamu diberi jabatan tanpa kau minta, maka kamu akan diberi pertolongan. Apabila kamu mengucapkan sumpah akan melaksanakan sesuatu, kemudian kamu menegtahui ssuatu yang lain yang lebih baik, maka bayarkan kaffarah untuk menebus pembatalan sumpahmu, lalu laksanakan sesuatu yang lain yang lebih baik tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2143[Bukhari 6625] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Kita (umat Islam) adalah manusia terakhir di dunia tetapi paling terdepan pada hari kiamat". Rasulullah Saw juga bersabda: "Demi Allah, orang yang bersikeras melaksanakan sumpahnya yang membuat keluarganya sengsara, dosanya di sisi Allah sungguh lebih besar daripada dia membayar kaffarah yang telah ditetapkan oleh Allah (untuk membatalkan sumpah yang menyengsarakan tersebut)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: BAGAIMANA SUMPAH NABI SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2144[Bukhari 6632] Diriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam ra, dia berkata: Kami pernah bersama Nabi Saw ketika beliau memegang tangan Umar bin Al-Khattab. Umar berkata kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, anda lebih aku cintai daripada segalanya, kecuali diriku". Nabi Saw bersabda, "Tidak! Demi Dzat Yang Menggenggam jiwaku! Imanmu belum sempurna hingga aku lebih kau cintai daripada dirimu sendiri". Maka Umar berkata kepada Rasulullah Saw, "Demi Allah, sekarang anda lebih aku cintai daripada diriku sendiri". Rasulullah Saw bersabda, "Hai Umar, sekarang kamu benar-benar beriman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2145[Bukhari 6638] Diriwayatkan dari Abu Dzarr ra, dia berkata: Saya mendekati Rasulullah Saw ketika beliau bersabda di bawah naungan Ka'bah, "Merekalah orang-orang yang paling merugi". Saya berkata kepada diri saya sendiri, "Apa kesalahan saya? Apakah Rasulullah Saw mendapati kesalahan pada diri saya?" Ketika Rasulullah Saw masih mengulangi kata-kata itu saya duduk di dekat beliau, saya tidak kuasa untuk diam dengan menahan kegelisahan, maka sayapun bertanya, "Ya Rasulullah, izinkan saya bertanya, "Mereka yang paling merugi itu siapa?" Rasululah Saw bersabda, "Orang-orang yang kaya harta, kecuali mereka yang begini dan begini (yang mempergunakan harta mereka di jalan Allah)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: FIRMAN ALLAH SWT: "DAN MEREKA BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH, DENGAN SEKUAT-KUAT SUMPAH". (AL-QURAN, SURAH AN-NUUR:53)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2146[Bukhari 6656] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Setiap muslim yang tiga orang anaknya meninggal (sebelum usia baligh, kemudian dia bersabar untuk mengharap ridha Allah), maka dia tidak akan tersentuh oleh api neraka, kecuali jika dia melanggar sumpah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MELANGGAR SUMPAH KARENA LUPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2147[Bukhari 6664] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah mengampuni umatku yang berniat jelek atau hatinya berkata jelek selama tidak diwujudkannya dalam perbuatan atau ucapan lisan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: NAZAR DALAM BINGKAI KEPATUHAN KEPAD ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2148[Bukhari 6696] Diriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang bernazar untuk mematuhi Allah maka laksanakanlah, dan siapa yang bernazar untuk berbuat maksiat kepada Allah maka janganlah melaksanakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: ORANG YANG MENINGGAL SEBELUM MELAKSANAKAN NAZARNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2149[Bukhari 6698] Diriwayatkan dari Sa'd bin Ubadah ra bahwa dia meminta fatwa kepada Nabi Saw menegnai nazar ibunya yang meninggal sebelum melaksanakan nazar tersebut. Rasulullah Saw memberikan fatwa agar Sa'd bin Ubadah melaksanakan nazar tersebut atas nama ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: NAZAR UNTUK MELAKSANAKAN SESUATU YANG TIDAK DIMILIKI (TIDAK MAMPU DILAKSANAKAN) DAN NAZAR UNTUK BERBUAT MAKSIA&lt;/span&gt;T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2150[Bukhari 6704] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw berkhotbah, beliau melihat seorang laki-laki berdiri, lalu beliau menanyakannya. Para sahabat menjawab, "Dia itu Abu Israil yang bernazar untuk berdiri tanpa duduk, tanpa berteduh dan tanpa berbicara, sambil berpuasa". Maka Nabi Saw bersabda, "Suruh dia berbicara, berteduh, dan duduk dengan menyempurnakan puasanya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-312680442435307452?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/312680442435307452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/312680442435307452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-sumpah-nazar.html' title='Kitab Sumpah &amp; Nazar'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-9044152486587537820</id><published>2008-03-08T22:41:00.000-08:00</published><updated>2008-03-08T22:45:08.760-08:00</updated><title type='text'>Kitab Hukum Waris</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: HAK WARIS ANAK TERHADAP PENINGGALAN AYAH DAN IBUNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2153[Bukhari 6732] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Berikan harta waris kepada orang-orang yang berhak menerimanya (sesuai dengan jatah yang ditetapkan oleh Allah), sedangkan sisanya adalah untuk ahli waris laki-laki yang terdekat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: HAK WARIS  BAGI CUCU PEREMPUAN DARI JALUR LAKI-LAKI (IBNATU IBNIN) BESERTA CUCU LAKI-LAKI DARI JALUR LAKI-LAKI (IBNU IBNIN)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2154[Bukhari 6736] Diriwayatkan dari Abu Musa ra bahwa dia ditanya mengenai jatah harta waris bagi seorang anak perempuan beserta seorang cucu perempuan dari jalur laki-laki dan seorang saudara perempuan. Abu Musa menjawab: "Anak perempuan mendapat separuh dan saudara perempuan mendapat separuh. Temuilah Abdullah bin Mas'ud, pasti dia akan berpendapat seperti saya". Maka masalah itu ditanyakan kepada Abdullah bin Mas'ud dan pendapat Abu Musa tersebut diberitahukan kepadanya. Abdullah bin Mas'ud mengatakan: "Saya benar-benar tersesat dan tidak mendapat petunjuk jika saya mengikuti pendapat Abu Musa. Dalam masalah ini saya akan memberikan keputusan seperti yang pernah diputuskan oleh Nabi Saw, "Anak perempuan mendapat 1/2, cucu perempuan dari jalur laki-laki mendapat 1/6, maka jatah keduanya mencapai 2/3 (1/2+1/6=3/6+1/6=4/6+2/3), sedangka sisanya untuk saudara perempuan". Abu Musa diberitahu mengenai pendapat Abdullah bin Mas'ud itu, kemudian Abu Musa berkata: "Kalian jangan bertanya kepada saya selama orang pandai itu (Abdullah bin Mas'ud) berada di tengah kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: BUDAK YANG DIMERDEKAKAN ADALAH BAGIAN DARI KAUM YANG MEMERDEKAKANNYA, DAN ANAK LAKI-LAKI DARI SAUDARA PEREMPUAN SUATU KAUM ADALAH BAGIAN DARI DIRI MEREKA PULA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2155[Bukhari 6761] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Budak yang dimerdekakan oleh suatu kaum menjadi bagian dari diri mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2156[Bukhari 6762] Diriwayatkan dari Anas bin malik ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Anak laki-laki dari saudara perempuan suatu kaum menjadi bagian dari diri mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MENGAKUI ORANG YANG BUKAN AYAHNYA SEBAGAI AYAHNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2157[Bukhari 6766,6767] Diriwayatkan dari Sa'd ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Siapa yang mengakui oran lain sebagai ayahnya sedangkan dia tahu bahwa orang lain tersebut memang bukan ayahnya, maka surga terlarang untuknya". Sabda Nabi Saw tersebut disampaikan kepada Abu Bakrah, kemudian dia berkata, "Saya sudah mendengarnya dengan telinga saya sendiri langsung dari Rasulullah Saw dan mengingatnya di dalam hati saya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2158[Bukhari 6768] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Janganlah kamu membenci ayahmu. Siapa yang membenci ayahnya sungguh ia kafir".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-9044152486587537820?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/9044152486587537820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/9044152486587537820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-hukum-waris.html' title='Kitab Hukum Waris'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-3295142967021007471</id><published>2008-03-04T08:10:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T11:15:16.444-08:00</updated><title type='text'>Kitab Turunya Wahyu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: BAGAIMANA MULA-MULA WAHYU DITURUNKAN KEPADA RASULULLAH SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           1[Bukhari 1] Diriwayatkan dari Umar bin Khattab ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya. Barangsiapa berhijrah dengan niat untuk kepentingan duniawi atau untuk mencari perempuan yang akan dikawininya, maka balasan hijrahnya sesuai dengan niatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           2[Bukhari 2] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Al-Harits bin Hisyam pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, bagaimana sampainya wahyu kepada anda?" Rasulullah Saw menjawab, "Kadng-kadang wahyu diturunkan kepadaku seperti bunyi lonceng dan inilah yang aku rasakan paling berat, kemudian bunyi lonceng tersebut menghilang setelah aku menghapal wahyu yang diturunkan itu. Kadang-kadang malaikat (Jibril) mendatangiku dengan berwujud seorang laki-laki, lalu dia menyampaikan wahyu kepadaku, kemudian aku menghapa apa yang disampaikannya". Kata Aisyah ra: "Saya pernah melihat Rasulullah Saw ketika beliau sedang menerima wahyu pada hari yang sangat dingin, keringat beliau bertetesan dari dahi beliau seusai menerima wahyu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           3[Bukhari 3] Diriwayatkan dari Aisyah, Ummul Mukminin ra, dia berkata: Awal mula wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah Saw berupa mimpi yang benar. Ketika itu Rasulullah Saw mendapatkan mimpi yang benar seterang cahaya pagi, kemudian beliau senang berkhalwat[footnote 1]. Beliau berkhalwat di gua Hira' untuk beribadah selama beberapa malam sebelum beliau kembali kepada keluarganya. Rasulullah Saw membawa perbekalan makanan untuk berkhalwat, lalu beliau pulang menemui Khadijah untuk mengambil perbekalan lagi, sehingga ketika berada di dalam gua hira', beliau tiba-tiba mendapat wahyu. Beliau didatangi malaikat yang mengatakan, "Bacalah!" Rasulullah Saw menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Kata Rasulullah Saw: "Lalu malaikat itu memelukku keras-keras sehingga nafasku terasa sesak, kemudian dia melepaskanku, lalu dia katakan lagi, "Bacalah!" Aku menjawb, "Aku tidak bisa membaca". Dia memelukku lagi (kedua kalinya) dengan keras sehingga nafasku terasa sesak, lalu dia melepaskanku, kemudian dia katakan lagi, "Bacalah!" "Aku tidak bisa membaca". Dia memelukku lagi (ketiga kalinya) dengan keras sehingga nafasku terasa sesak, lalu dia melepaskanku, kemudian dia membacakan, "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Pemurah", (Al-Quran, surah Al-alaq: 1-3). Kemudian Rasulullah Saw pulang membawa wahyu dengan hati penuh ketakutan. Beliau menemui Khadijah binti Khuwailid ra. Kata beliau, "Selimutilah aku! Selimutilah aku!" Maka keluarga Nabi Saw menyelimuti beliau sehingga rasa takut beliau hilang. Beliau ceritakan kepada Khadijah peristiwa yang telah beliau alami. Kata beliau, "Aku takut akan terjadi sesuatu pada diriku". Khadijah menjawab, "Demi Allah, tidak akan terjadi apa-apa. Allah tidak akan membuatmu hina, karena engkau selalu menyambung sanak kerabat, menolong fakir miskin, menghormati tamu dan membantu orang-orang yang tertimpa musibah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Khadijah mengajak Nabi Saw pergi untuk menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul 'Uzza, sepupu Khadijah. Waraqah adalah orang yang beragama Nasrani pada masa Jahiliyah dan pernah menulis kitab Injil dalam bahasa Ibrani sebanyak yang dikehendaki oleh Allah. Ketika itu Waraqah sudah tua dan buta. Kata Khadijah, "Hai sepupuku! Dengarlah kata sepupumu (Muhammad) ini!" Waraqah bertanya kepada Nabi Saw, "Hai sepupuku! Apa yang kamu alami?" Rasulullah Saw menuturkan kepada Waraqah apa yang telah beliau alami, lalu Waraqah mengatakan kepada beliau, "Dia itu An-Namus (Jibril) yang juga telah diutus oleh Allah kepada Nabi Musa. Betapa seandainya aku masih muda dan masih hidup ketika nanti kaummu mengusirmu!" Rasulullah Saw bertanya, "Apakah mereka akan mngusirku?" Waraqah menjawab, "Ya. Tidak ada laki-laki yang menyampaikan wahyu seperti yang kamu bawa ini melainkan akan dimusuhi. Seandainya aku masih hidup ketika nanti kamu diusir niscaya aku akan membelamu dengan segenap kemampuanku". Tidak lama kemudian Waraqah wafat dan wahyu pun tidak turun dalam beberapa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1] : Menyepi untuk beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           4[Bukhari 4] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra, mengenai terhentinya wahyu untuk sementara waktu. Jabir menuturkan hadis Nabi Saw: "Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit, kemudian aku mendongakkan kepalaku ke atas, tiba-tiba ada malaikat - yang pernah mendatangiku di gua Hira' - duduk di atas kursi antara langit dan bumi, sehingga aku merasa takut, lalu aku pulang, kemudian aku katakan kepada keluargaku, "Selimutilah kau, selimutilah aku!" Kemudian Allah Swt menurunkan ayat-ayat berikut (yang artinya), "Hai orang yang berselimut, bangunlah dan sampaikanlah peringatan. Tuhanmu, agungkanlah. Pakaianmu, bersihkanlah. Dan segala yang keji, tinggalkanlah. (Al-Quran, surah Al-Muddatsir ayat 1-5). Setelah itu wahyu sering turun silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           5[Bukhari 5] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, tentang firman Allah Swt dalam surah Al Qiyamah, ayat 16. Kata Ibnu Abbas ra: Semula Rasulullah Saw ingin segera menirukan wahyu yang ditirukan kata demi kata karena khawatir tidak bisa menghafalnya, dan beliau menggerakkan kedua bibirnya. Kata ibnu abbas: aku menggerakkan kedua bibirku sebagaimana Rasulullah Saw menggerakkan kedua bibirnya, lalu Allah Swt menurunkan ayat (yang artinya): Janganlah kamu gerakkan lidahmu hai Muhammad karena hendak cepat-cepat menguasai bacaan Al-Quran. Sesungguhnya tanggungan Kami-lah untuk menghimpunnya dalam dadamu dan memberimu kemampuan untuk membacanya", (Al-Quran, surah Al-Qiyamah: 16-17). Kata Ibnu Abbas, 'Allah akan menghimpun Al-Quran di dalam dada Nabi Saw dan memberi beliau kemampuan untuk membacanya'. "Maka apabila Kami telah membacakannya kepadamu (melalui Jibril) ikutilah pembacaannya" (Al-Quran, surah Al-Qiyamah: 18). Kata Ibnu Abbas ra, 'Maksudnya: Dengarkan dulu dan diamlah, "Kemudian Kami-lah yang akan menjelaskannya", (Al-Quran, surah Al-Qiyamah: 19), yakni: Kami-lah yang akan membuatmu bisa membacanya. Setelah ayat-ayat itu diterima oleh Nabi Saw, maka apabila beliau didatangi oleh Jibril, beliau mendengarkannya, kemudian setelah Jibril pergi Nabi Saw menirukan bacaan Jibril tersebut'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           6[Bukhari 6] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Rasulullah Saw adalah orang yang paling dermawan. Puncak kemurahan hati beliau adalah pada bulan Ramadhan, ketika beliau ditemui oleh Jibril as. Jibril menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Quran dengan beliau. Sungguh kemurahan hati Rasulullah Saw melebihi kemurahan angin yang diutus untuk menurunkan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           7[Bukhari 7] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Abu Sufyan bin Harb pernah memberitahukan kepadanya bahwa Heraclius pernah mengirim utusan kepadanya ketika dia memimpin suatu kafilah suku Quraisy. Ketika itu mereka berniaga di Syam pada saat gencatan senjata antara Rasulullah Saw dengan Abu Sufyan dan orang-orang kafir Quraisy. Abu Sufyan dan rombongannya menemui Heraclius ketika mereka berada di Ilya (Yerusalem). Heraclius yang didampingi oleh para pembesar Romawi memanggil Abu Sufyan dan rombongannya melalui seorang penerjemah. Heraclius bertanya: "Siapa diantara kalian yang paling dekat hubungan kerabatnya dengan orang yang mengaku dirinya menjadi Nabi itu?"[footnote 1]. Abu Sufyan menjawab: "Saya". Kata Heraclius: "Suruh dia mendekat kemari dan suruh teman-temannya berada di belakangnya". Kata Heraclius kepada penerjemahnya: "Katakan kepada mereka bahwa aku akan bertanya mengenai orang yang mengaku menjadi Nabi itu dan jika dia (Abu Sufyan) berdusta, katakan bahwa dia (Abu Sufyan) berdusta". Kata Abu Sufyan: "Demi Allah jika ketika itu saya tidak merasa malu dan takut dituduh bohong oleh teman-teman saya, niscaya saya akan memberikan jawaban dusta kepada Heraclius tentang Nabi. Peranyaan pertama yang ditanyakan Heraclius kepada saya adalah, "Bagaimana nenek moyang laki-laki yang mengaku menjadi Nabi itu?' Saya menjawab, 'Dia keturunan orang-orang terhormat'. Tanya Heraclius selanjutnya, 'Apakah ada orang lain sebelum dia dari sukumu yang mengaku menjadi Nabi?' saya menjawab, 'tidak ada'. Heraclius bertanya lagi, 'Apakah nenek moyangnya ada yang menjadi raja?' saya menjawab: 'tidak ada'. Tanya Heraclius selanjutnya, 'Apakah pengikutnya kaum bangSawan ataukah rakyat biasa?' saya menjawab, 'Rakyat biasa'. Tanya Heraclius lagi, "Pengikutnya terus bertambah ataukah berkurang?' saya menjawab, 'terus bertambah'. Heraclius bertanya lagi, 'Apakah ada salah seorang pengikutnya yang keluar dari agamanya karena tidak suka setelah memeluknya?' saya menjawab, 'tidak ada', Heraclius bertanya lagi, 'apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum dia mengaku menjadi Nabi?' saya menjawab, 'tidak pernah'. Tanya Heraclius selanjutnya, 'pernahkah dia ingkar janji?' saya menjawab, 'tidak pernah. Sekarang kami ini sedang mengadakan gencatan senjata dengannya dan kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat dalam gencatan senjata ini'. Kata Abu Sufyan: "Tidak saya temukan satu katapun untuk menyangkal Heraclius kecuali kata yang terakhir tadi. "heraclius bertanya lagi, 'Apakah kalian pernah berperang dengannya?' saya menjawab, 'pernah'. Tanya Heraclius lagi, 'Bagaimana peperangan tersebut?' saya menjawab, 'Dia pernah menang dan kami juga pernah menang'. Heraclius bertanya lagi, 'Apa yang dia serukan kepada kalian?' saya menjawab, 'Dia menyeru kami menyembah Allah satu-satu-Nya tanpa mempersekutukan sesuatu dengan-Nya dan menyeru kami meninggalkan tuhan-tuhan yang disembah oleh nenek moyang kami. Dia juga menyuruh kami mengerjakan sholat, berkata dan berlaku jujur, menjaga kesucian diri dan menyambung sanak famili'. Kata Heraclius kepada penerjemahnya: "Katakan kepadanya (Abu Sofyan), 'Aku tanyakan kepadamu tentang nasab laki-laki yang mengaku menjadi Nabi itu lalu kamu menjawab bahwa dia keturunan orang-orang terhormat, memang begitulah para Rasul selalu diutus dari nasab yang mulia. Aku tanyakan kepadamu, 'Apakah ada orang lain sebelum dia yang mengaku menjadi Nabi', lalu kamu menjawab, 'tidak ada'. Kalau ada orang lain sebelum dia mengaku menjadi Nabi, maka dia hanya meniru ucapan orang lain tersebut. Aku tanyakan kepadamu, 'apakah ada salah seorang nenek moyangnya yang menjadi raja, lalu kamu menjawab, 'tidak ada'. Kalau ada salah seorang nenek moyangnya yang menjadi raja berarti dia menuntut kembali kerajaan nenek-moyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`           Aku bertanya kepadamu, 'Apakah kamu pernah menuduhnya berdusta sebelum dia mengatakan bahwa dia seorang Nabi, lalu kamu menjawab, 'tidak'. Aku yakin bahwa dia yang tidak pernah berkata dusta kepada semua orang itu tidak akan berdusta tentang Allah. Aku bertanya kepadamu, 'apakah para pengikutnya orang-orang bangSawan ataukah rakyat biasa, kemudian kamu menjawab,  'rakyat biasa'. Memang pengikut para Rasul itu kebanyakan rakyat biasa. Aku bertanya kepadamu, 'apakah pengikutnya terus bertambah atau berkurang, lalu kamu menjawab, 'terus bertambah', memang demikianlah iman yang benar kalau sudah mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Aku bertanya kepadamu, 'apakah ada salah seorang pengikutnya yang keluar karena tidak senang setelah memeluk agamanya, lalu kamu menjawab, 'tidak ada'. Memang begitulah iman kalau sudah meresap ke dalam hati. Aku bertanya kepadamu, 'apakah dia pernah ingkar janji', lalu kamu menjawab 'tidak pernah'. Memang para Rasul tidak ada yang ingkar janji. Aku bertanya kepada, 'apa yang dia serukan kepadamu', lalu kamu menjawab 'Bahwa dia menyeru kamu menyembah Allah satu-satu-Nya tanpa kamu sekutukan sesuatu dengan-Nya dan dia melarang kamu menyembah berhala, menyuruh kamu mengerjakan salat, berkata dan berlaku jujur, serta menjaga kesucian diri. Jika apa yang kamu katakan itu benar, maka tidak lama lagi dia akan menduduki tempat kedua kakiku ini. Aku tahu (dari Kitab Injil) bahwa wilayah kekuasaannya akan meluas. Tapi aku tidak yakin kalau dia berasal dari kaummu. Seandainya aku tahu bahwa aku bisa bertemu dengannya tentu aku akan segera menemuinya. Kalau aku berada di sisinya tentu akan aku basuh kedua telapak kakinya'. Kata Abu Sufyan: "Setelah itu Heraclius meminta surat yang dikirimkan oleh Rasulullah Saw melalui Dihyah kepada gubernur Bushra. Kemudian surat tersebut diserahkan kepadanya dan dibacanya, yang isinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya, ditujukan kepada Heraclius, penguasa Byzantium. Kedamaian bagi orang yang mengikuti jalan kebenaran. Selanjutnya aku mengajak anda dengan seruan Islam. Masuk Islamlah, maka anda akan selamat lalu Allah akan memberi anda pahala dua kali lipat, tetapi jika anda menolak seruan masuk Islam ini, maka anda akan menanggung dosa kaum Arisiyyin. Aku tuliskan di dalam surah ini firman Allah Swt (yang artinya): "Hai abli kitab, marilah kita bersatu dalam kata yang sama antara kami dengan kalian bahwa kita tidak menyembah selain Allah, dan bahwa kita tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, serta sebagian kita tidak menjadikan sebagian yang lain sebagai sembahan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah, 'Saksikanlah bahwa kami orang-orang yang berserah diri kepada Allah". (Al-Quran, surah Ali Imran ayat 64). Kata Abu Sufyan, 'Begitu Heraclius selesai berbicara dan membaca surat itu, ruangan pertemuan tersebut menjadi gaduh dan suara-suara keraspun bersahutan sehingga kami disuruh keluar'. Saya katakan kepada teman-teman saya, 'Sungguh hebat putra Abu Kabsyah (julukan yang diberikan oleh Abu Sufyan untuk memperolok Nabi Saw), sehingga dia ditakuti oleh raja Bani Ashfar dan saya selalu percaya bahwa dia akan menjadi penakluk, sehingga akhirnya Allah membuatku menjadi pemeluk Islam.[footnote2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ketika itu Ibnu An-Nathur menjadi gubernur Ilya', sedangkan Heraclius adalah pemimpin orang-orang Nasrani Syam. Ibnu An-Nathur menceritakan bahwa, ketika Heraclius mengunjungi Ilya' (Yerusalem), dia bangun tidur di pagi hari dengan wajah murung, kemudian dia ditanya oleh para pendetanya, 'Apa yang membuat anda murung?' kata Ibnu An-Nathur, 'Heraclius adalah seorang astrolog/peramal yang berpedoman pada bintang-bintang'. Heraclius menjawab, 'semalam ketika aku melihat bintang-bintang, aku melihat bahwa pempin orang-orng yang berkhitan telah muncul, lalu bangsa manakah yang berkhitan?' Mereka menjawab, 'tidak ada yang berkhitan kecuali orang-orang Yahudi. Jangan cemas dengan orang-orang Yahudi! Tulis saja surat kepada semua penguasa di seluruh pelosok negeri anda untuk membunuh semua orang Yahudi yang ada di wilayah masing-masing'. Ketika mereka sedang membicarakan hal itu, ada seorang utusan penguasa Ghassan menghadap Heraclius untuk menyampaikan surat dari Rasulullah Saw kepadanya. Setelah Heraclius membaca surat itu, dia mengatakan kepada anak buahnya, 'Periksalah pembawa surat ini, apakah dia berkhitan atau tidak?' Mereka memeriksanya, lalu mereka beritahukan kepada Heraclius bahwa dia berkhitan. Heraclius bertanya kepada pembawa surat tersebut mengenai orang-orang Arab, lalu pembawa surat tersebut menjawab bahwa orang-orang Arab juga berkhitan. Kata Heraclius, 'Penguasa Arab yang berdaulat[footnote 3] telah muncul'. Setelah itu Heraclius menulis surat kepada temannya di Roma yang ilmunya setingkat dengannya. Kemudian Heraclius pergi ke kota Himsh (di Syiria) dan dia tidak beranjak dari kota itu, sehingga dia mendapat surat balasan dari temannya yang sependapat bahwa telah muncul seorang Nabi, yaitu Muhammad yang mengirimkan surat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Heraclius mengundang para pejabat Romawi untuk berkumpul di istananya di kota Himsh, lalu dia memerinahkan agar semua pintu istana dikunci, kemudian dia menemui para pejabat tersebut, lalu berkata, 'Hai seluruh bangsa Romawi, jika kalian menginginkan kemenangan dan jalan yang benar, serta menginginkan agar kekuasaan kalian tetap abadi, maka berbaiatlah kepada Nabi Muhammad (masuklah Islam)'. Mendengar itu, para undangan berlarian hiruk pikuk bagai keledai liar menuju pintu-pintu keluar, tetapi mereka dapati semua pintu telah terkunci. Setelah Heraclius mengerti bahwa mereka tidak menyukai Islam dan tidak mungkin mereka beriman (dengan mengikuti Nabi Muhammad Saw), maka dia berkata, 'Suruh mereka kembali kepadaku' Lalu dia berkata lagi, 'Sesungguhnya aku berkata seperti itu tadi hanya untuk menguji seberapa kokoh agama kalian dan aku sudah membuktikannya'. Mendengar itu, mereka bersujud kepada Heraclius dan merasa lega kembali. Demikianlah akhir kisah Heraclius".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1] : Maksudnya adalah Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Footnote 2] : Abu Sufyan ketika itu belum masuk Islam. Dia masuk Islam ketika penaklukan Mekkah (yaium al-fath), yang kemudian menjadi mertua Nabi Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 3] : Yaitu Rasulullah Saw yang mengirimkan surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-3295142967021007471?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3295142967021007471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3295142967021007471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-permulaan-turunya-wahyu_04.html' title='Kitab Turunya Wahyu'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-8868474130136662264</id><published>2008-03-04T08:06:00.000-08:00</published><updated>2008-04-18T23:28:43.053-07:00</updated><title type='text'>Kitab Iman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I: SABDA NABI SAW: "ISLAM DITEGAKKAN DI ATAS LIMA PONDASI"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8[Bukhari 8] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Islam ditegakkan di atas lima pondasi: 1) Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. 2) Mendirikan salat. 3) Menunaikan zakat. 4) Berhaji. 5) Berpuasa pada bulan Ramadhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 2: PERIHAL IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9[Bukhari 9] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Iman itu bercabang menjadi enam puluh lebih, dan rasa malu (untuk berbuat maksiat) adalah satu cabang iman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 3: SEORANG MUSLIM ADALAH ORANG YANG LIDAH DAN TANGANNYA TIDAK MENYAKITI MUSLIM LAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   10[Bukhari 10] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: Seorang muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak menyakiti muslim lain, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan semua larangan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 4: SIAPA MUSLIM YANG TERBAIK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   11[Bukhari 11] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, siapa muslim yang terbaik?" Beliau menjawab, "Muslim yang lidah dan tangannya tidak menyakiti muslim lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 5: MEMBERI MAKAN ORANG LAIN ADALAH BAGIAN DARI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   12[Bukhari 12] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru ra, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw: "Bagaimana menjadi muslim yang baik?" Rasulullah Saw menjawab: "Berikan makanan pada orang lain, ucapkan salam (berikan kedamaian) kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 6: DI ANTARA KEIMANAN ADALAH MENYAYANGI MUKMIN LAIN SEPERTI MENYAYANGI DIRI SENDIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   13[Bukhari 13] Diriwayatkan dari Anas ra, dari Nabi Saw beliau bersabda: "Demi Allah yang menguasai diriku, seseorang di antara kalian tidak dianggap beriman kecuali jika dia menyayangi saudaranya sesama mukmin sama seperti dia menyayangi dirinya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 7: MENCINTAI RASULULLAH SAW ADALAH BAGIAN DARI IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   14[Bukhari 14] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Demi Allah yang menguasai diriku, seseorang di antara kalian tidak dianggap beriman kecuali jika aku lebih dicintai olehnya daripada orang tua dan anaknya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   15[Bukhari 15] Diriwayatkan dari Anas ra, ....... (sama dengan hadis sebelumnya dengan tambahan di bagian akhir sebagai berikut): "..... serta semua umat manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 8: NIKMATNYA IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   16[Bukhari 16] Diriwayatkan dari Anas ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Ada tiga hal yang barangsiapa mencapainya, maka dia akan merasakan nikmatnya iman: 1. Allah dan Rasul-Nya dicintai olehnya melebihi segala-galanya. 2. Mencintai orang lain hanya karena Allah. 3. Membenci kekafiran sebagaimana kebenciannya dimasukkan api neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 9: TANDA IMAN ANTARA LAIN MENCINTAI KAUM ANSHAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   17[Bukhari 17] Diriwayatkan dari Anas ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Tanda iman adalah mencintai orang-orang Anshar, dan tanda kemunafikan adalah membenci orang-orang Anshar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   18[Bukhari 18] Diriwayatkan dari 'Ubadahbin Ash Shamit ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda ketika sedang dikerumuni oleh para sahabat beliau: "Berbaiatlah, Ucapkan janji setia kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak berkata dusta/memfitnah, dan tidak berhenti menganjurkan kebaikan. Barangsiapa di antara kalian memenuhi janjinya dalam hal tersebut, maka Allah-lah yang menanggung pahalanya, dan barangsiapa berdosa (dengan melanggar janji tersebut), lalu dia disiksa di dunia, maka siksanya itu sebagai pelebur dosanya, dan barangsiap berdosa (dengan melanggar janji tersebut), kemudian Allah menutupi dosanya di dunia, maka kelak di akhirat terserah kepada Allah. Jika Allah mau, maka Allah akan memaafkannya dan jika Allah mau, maka Allah akan menyiksanya". Kata 'Ubadah: "Maka kamupun membaiat Rasulullah Saw dalam hal tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 10: MENGHINDARI FITNAH(FOOTNOTE 1) ADALAH BAGIAN DARI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   19[Bukhari 19] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudriy ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Akan tiba suatu masa di mana harta yang terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang dia gembalakan di puncak-puncak gunung dan di lembah-lembah tempat hujan turun, yang dengan itu dia menyelamatkan agamanya dari berbagai fitnah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 1]: Fitnah bisa bermakna bencana, ujian, perang saudara, kekacauan dan lain sebagianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 11: SABDA NABI SAW: "AKU ORANG YANG PALING MENGENAL ALLAH"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   20[Bukhari 20] Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, dia berkata: Rasulullah Saw senantiasa memberikan perintah kepada kaum muslimin menurut kemampuan mereka, lalu suatu ketika mereka mengatakan: "Kami tidak seperti anda, ya Rasulullah, karena Allah telah mengampuni dosa anda yang lalu dan yang akan datang". Maka Rasulullah Saw marah sehingga kemarahan tersebut tampak di wajah beliau, kemudian beliau bersabda: ""Seungguhnya orang yang paling bertakwa dan paling mengenal Allah adalah aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 12: TINGGI RENDAHNYA IMAN TERGANTUNG PADA AMAL BAIK YANG DIKERJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   21[Bukhari 22] Diriwaatkan dari Abu Sa'id Al-Khudriy ra, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: "Ketika penghuni surga masuk ke dalam surga dan penghuni neraka masu ke dalam neraka, Allah Swt berfirman, 'Keluarkanlah penghuni neraka yang di dalam hatinya terdapat iman meskipun seberata biji Sawi'. Maka mereka dikeluarkan dari neraka dengan tubuh yang hitam kelam, lalu mereka dimasukkan ke dalam sungai Al-Haya atau Al-Hayat"[footnote 1]. Malik ragu-ragu, apakah Al-Haya atau Al-Hayat. "Kemudian mereka tumbuh bagai butir padi di dekat aliran air. Tidakkah kamu tahu bahwa padi tersebut tumbuh agak menguning dan melambai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 1]: Sungai Al-Haya atau Al-Hayat artinya sungai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   22[Bukhari 23] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudriy ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi ada oarng-orang yang berpakaian diperlihatkan kepadaku, mereka ada yang berpakaian sampai ke dada, ada yang berpakaian lebih pendek lagi dan Umar bin Al-Khattab diperlihatkan kepadaku dalam mimpi itu dengan mengenakan pakaian panjang sampai menyentuh tanah". Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana anda menafsirkan mimpi tersebut?" Beliau menjawab: "Pakaian tersebut adalah agama"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 13: RASA MALU (UNTUK BERBUAT DOSA) ADALAH BAGIAN DARI IMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   23[Bukhari 24] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw melewati seorang laki-laki Anshar yang sedang menasehati saudara laki-lakinya agar jangan malu-malu, kemudian Rasulullah Saw bersabda: "Biarkanlah saudara laki-lakimu itu, karena rasa malu adalah bagian dari iman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 14: FIRMAN ALLAH 'AZZA WA JALLA (YANG ARTINYA): ".... TETAPI JIKA MEREKA BERTOBAT, MENDIRIKAN SALAT DAN MEMBAYAR ZAKAT MAKA BERILAH MEREKA KEBEBASAN" (AL-QURAN, SURAH AT-TAUBAH: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   24[Bukhari 25] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang kafir, kecuali jika mereka sudi bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian mereka mendirikan salat dan membayar zakat. Apabila mereka sudah menjalankan semua itu, maka jiwa dan harta mereka aku lindungi, kecuali yang dipungut untuk kepentingan Islam maka Allah-lah yang menenentukan perhitungannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 15: IMAN ADALAH PERBUATAN BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   25[Bukhari 26] Diriwayatkan dari Abu Huraira ra, bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya: "Apakah amal (perbuatan) yang paling utama?" Beliau menjawab: "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya". Ditanyakan lagi: "Lalu apa?" Beliau menjawab: "Berjihad membela agama Allah". Ditanyakan lagi: "Kemudian apa?" Beliau menjawab: "Haji mabrur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 16: JIKA ISLAM DIPELUK TIDAK SEBENARNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6[Bukhari 27] Diriwayatkan dari Sa'ad bin Abu Waqqash ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw membagi-bagikan sesuatu kepada sekelompok orang ketika Sa'd sedang duduk, kemudian Rasulullah Saw tidak memberikan jatah kepada seseorang yang saya anggap paling baik di antara mereka, lalu saya bertanya: "Ya Rasulullah, mengapa anda tidak memberi orang itu? Demi Allah, saya tahu dia seorang mukmin". Rasulullah Saw menyahut: "Atau dia hanya seorang muslim". Saya terdiam sejenak, tetapi saya tidak kuasa bertahan karena saya mengenal orang tersebut, sehingga saya mengulangi pertanyaan saya lagi: "Mengapa anda tidak memberi bagian kepada orang itu? Demi Allah saya tahu dia seorang mukmin". Rasulullah Saw menjawab: "Atau dia hanya seorang muslim". Saya terdiam sejenak, tetapi saya tidak kuasa bertahan karena saya mengenal orang tersebut, sehingga saya mengulangi pertanyaan saya lagi dan Rasulullah Saw pun mengulangi jawbannya, lalu dia bersabda: "Hai sa'd, aku memberi seseorang, sedangkan yang lain lebih aku cintai karena aku khawatir Allah akan melemparkannya ke dalam neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 17: ISTRI YANG TIDAK BERSYUKUR KEPADA SUAMI DAN TINGKATAN KEKAFIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   27[Bukhari 28] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita-wanita yang kafir". Ditanyakan kepada Rasulullah Saw, "Apakah mereka kafir kepada Allah?" Rasulullah Saw menjawab, "Mereka kafir (tidak berterima kasih) kepada suami dan tidak berterima kasih atas kebaikan suami. Seandainya kamu berbuat baik kepada salah seorang dari para wanita tersebut dalam waktu yang lama lalu dia melihat sesuatu dalam dirimu yang tidak disenanginya niscaya dia akan mengatakan, 'Aku tidak pernah kamu perlakukan dengan baik'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 18: MAKSIAT ADALAH PERBUATAN JAHILIYAH DAN PELAKU DOSA TIDAK MENJADI KAFIR KECUALI DOSA SYIRIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   28[Bukhari 30] Diriwayatkan dari Abu Dzarr ra, dia berkata: Saya pernah mencaci seseorang dengan menyebut panggilan ibunya yang jelek, kemudian Nabi Saw menegur saya, "Hai Abu Dzarr, apakah kamu telah mencacinya dengan menyebut panggilan ibunya yang jelek? Sungguh di dalam dirimu masih terdapat sifat-sifat Jahiliyah. Para pembantumu adalah saudara-saudaramu (sesama muslim) yang dijadikan oleh Allah untuk menuruti perintahmu. Barangsiapa memiliki pembantu, maka berilah makan seperti apa yang kamu makan, berilah pakaian seperti apa yang kamu pakai, dan janganlah kamu membebani pembantumu di luar kemampuannya. Jika kamu membebaninya maka bantulah dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 19: FIRMAN ALLAH (YANG ARTINYA): "DAN JIKA DUA GOLONGAN ORANG-ORANG MUKMIN BERSETERU, MAKA DAMAIKANLAH ANTARA KEDUANYA" (AL-QURAN, SURAH AL-HUJARAT:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   29[Bukhari 31] Diriwayatkan dari Abu Bakrah ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Apabila dua orang muslim bertikai dengan masing-masing membawa pedang, maka yang membunuh dan yang terbunuh akan masuk neraka". Lalu saya bertanya, "Ya Rasulullah, yang membunuh masuk neraka, memang jelas, tapi mengapa yang terbunuh juga masuk neraka?" Rasulullah Saw menjawab, "Karena yang terbunuh itu juga ingin membunuh lawannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 20: KEZALIMAN YANG PALING BESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   30[Bukhari 32] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dari Nabi Saw, kata Abdullah bin Mas'ud: Ketika ayat berikut ini turun (yang artinya): ".... Yaitu orang-orang yang beriman dengan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman". (Al-Quran, surah Al-An'am:82), para sahabat Rasulullah Saw bertanya, "Apa ada diantara kami orang yang tidak berbuat zalim?" lalu Allah Swt menurunkan ayat (yang artinya): "Sungguh, syirik adalah kezaliman yang besar". (Al-Quran, surah Luqman:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 21: TANDA-TANDA ORANG MUNAFIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   31[Bukhari 33] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Tanda orang munafik ada tiga, 1) Apabila berkata dia berdusta. 2) Jika berjanjia dia ingkari. 3) Apabila diberi amanat dia berkhianat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   32[Bukhari 34] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Ada empat sifat yang bila dimiliki oleh siapapun maka dia adalah seorang munafik yang jelas, dan siapapun yang memiliki salah satu dari sifat-sifat tersebut maka dia memiliki satu sifat kemunafikan sampai dia meninggalkannya, yaitu, 1) Jika diberi amanat dia berkhianat. 2) Apabila berbicara dia berdusta. 3) Jika membuat perjanjian dia langgar. 4) Apabila berselisih dia berbuat jahat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 22: MELAKUKAN SALAT SUNAT PADA MALAM AL-QADR ADALAH BAGIAN DARI IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   33[Bukhari 35] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasululah Saw pernah bersabda, "Siapapun yang melakukan salat sunat pada malam Al-Qadr karena dorongan iman dan mencari ridha Allah, akan diampuni dosanya yang telah lalu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 23: JIHAD ADALAH BAGIAN DARI IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   34[Bukhari 36] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla menjanjikan balasan bagi orang yang berjihad di jalan-Nya yang terdorong oleh keimanan kepada-Nya dan keapda Rasul-Nya, bahwa Aku (Allah) akan membalasnya dengan pahala atau rampasan perang[footnote 1] atau Aku akan memasukkannya ke surga".[footnote 2] Sabda Nabi Saw selanjutnya: "Kalau aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, niscaya aku tidak ingin tertinggal dari pasukan muslim yang pergi bertempur di jalan Allah, dan aku ingin terbunuh sebagai syahid di jalan Allah, lalu aku dihidupkan lagi, kemudian aku terbunuh sebagai syahid lagi, lalu aku dihidupkan lagi, kemudian aku terbunuh sebagai syahid lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 1]: jika menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 2]: jika gugur lalu menjadi syahid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 24: SALAT SUNAT PADA BULAN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   35[Bukhari 37] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Siapa yang mendirikan salat sunat pada malam-malam bulan ramadan karena iman dan mengharap ridha Allah (dengan berpuasa pada siang harinya), dosanya pada masa lalu diampuni oleh Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 25: BERPUASA PADA BULAN RAMADAN KARENA IMAN DAN MENGHARAP RIDHA ALLAH ADALAH BAGIAN DARI IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   36[Bukhari 38] Diriwayatkan dari Abu Huarirah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Siapapun yang berpuasa pada bulan Ramadhan karen dorongan iman dan mengharap ridha Allah, dosanya pada masa lalu diampuni oleh Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 26: AGAMA ITU MUDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   37[Bukhari 39] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Sesungguhnya agama itu mudah (ringan), siapa yang memperberat dirinya dalam beragama, maka dia tidak akan bisa melaksanakannya, karen itu amalkanlah agama sesuai tuntunannya, berusahalah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bergembiralah dengan pahala yang akan kamu terima, dan kerjakanlah salat pada pagi hari, siang, dan penghujung malam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 27: MENGERJAKAN SALAT ADALAH BAGIAN DARI IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   38[Bukhari 40] Diriwayatkan dari Al-Barra' ra, bahwa ketika Nabi Saw datang ke Madinah, pada awalnya beliau tinggal bersama kakek-kakenya atau para saudara laki-laki ibunya dari kaum Anshar. Semula Rasulullah Saw melakukan salat dengan menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Beliau ingin agar Baitullah dijadikan sebagai Kiblat salat. Salat pertama yang beliau kerjakan dengan menghadap Baitullah adalah salat Ashar dengan berjamaah. Seusai salat ada seorang makmum keluar, kemudian dia melewati orang-orang yang sedang salat di sebuah masjid, lalu dia berkata: "Aku bersumpah, demi Allah, aku telah mengerjakan salat diimami oleh Rasulullah Saw dengan menghadap ke Mekkah". Mendengar itu orang-orang tersebut berputar untuk beralih menghadap ke Baitullah. Semula orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab merasa senang karena Rasulullah Saw salat dengan menghadap ke Baitul Maqdis, tetapi mereka kemudian kecewa setelah Rasulullah Saw beralih menghadap ke Baitullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 28: KEBAIKAN ORANG YANG MASUK ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   39[Bukhari 41] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudriy ra, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Apabila seseorang masuk Islam kemudian mengamalkan Islam dengan sebaik-baiknya, niscaya Allah menghapus semua kejelekan yang telah dilakukannya, setelah itu barulah dibuat perhitungan; satu kebaikan di balas dengan sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat, sedangkan satu kejelekan dibalas setimpal (anpa kelipatan), kecuali jika Allah mengampuninya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 29: AMAL BAIK YANG PALING DISUKAI OLEH ALLAH ADALAH YANG DIKERJAKAN PALING RUTIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   40[Bukhari 43] Diriwayatkan dari 'Aisyah ra, bahwa Nabi Saw datang kepadanya ketika ada seorang perempuan bersamanya, lalu Nabi Saw bertanya: "Siapa dia?" Aisyah menjawab: "Dia ini si Fulanah". 'Aisyah kemudian menceritakan kepada Nabi Saw mengenai banyaknya salah yang dikerjakan oleh perempuan tersebut, lalu Nabi Saw bersabda: "Jangan begitu, beribadahlah menurut kemampuanmu. Demi Allah, Allah tidak akan bosan memberi pahala sampai kamu sendiri yang bosan beribadah dan amal baik yang paling disukai Allah adalah yang dikerjakna secara rutin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 30: BERTAMBAH DAN BERKURANGNYA IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   41[Bukhari 44] Diriwayatkan dari Anas ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Akan dikeluarkan dari neraka orang yang bersaksi "Tiada tuhan selain Allah" dan di dalam hatinya terdapat iman walaupun seberat biji gandum. Akan dikeluarkan dari neraka orang yang bersaksi "Tiada tuhan selain Allah" dan di dalam hatinya terdapat iman walaupun seberat biji padi. Akan dikeluarkan dari neraka orang yang bersaksi "Tiada tuhan selain Allah' dan di dalam hatinya terdapat iman walaupun seberat atom".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   42[Bukhari 45] Diriwayatkan dari Umar bin Khatthab ra, bahwa ada seorang Yahudi berkata kepadanya: "Hai Amirul mukminin, ada satu ayat di dalam kitab suci anda yang anda baca, yang seandainya ayat tersebut diturunkan kepada kami (orang-orang Yahudi) niscaya kami akan menjadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya". Umar bertanya: "Ayat yang mana?" Orang Yahudi itu menjawab: "Yaitu ayat (yang artinya): Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, serta Aku ridhai Islam sebagai agamamu. (Al-Quran, surah Al-Maidah: 3). Umar menjawab: "Sungguh kami tahu hai dan tempat turunnya ayat tersebut kepada Nabi Saw, ketika itu beliau berada di Arafah pada hari jumat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 31: MEMBAYAR ZAKAT ADALAH ABGIAN DARI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   43[Bukhari 46] Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaydillah ra, dia berkata: Seorang laki-laki dari Nejd denga nrambut tidak rapi datang kepada Rasulullah Saw. Kami bisa mendengar suaranya yang lantang, namun kami tidak memahami isi pembicaraannya. Setelah mendekat, dia bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah Saw menjawab, "Kerjakanlah salat lima waktu dalam sehari semalam". Orang itu bertanya lagi, "Apakah ada salat lain yang harus saya kerjakan?" Rasulullah Saw menjawab, "Tidak ada, kecuali jika kamu mengerjakan salat sunat". Sabda Rasulullah Saw selanjutnya, "Kerjakanlah puasa Ramadhan". Orang itu bertanya lagi, "Apakah ada puasa lain yang harus saya lakukan?" Rasulullah Saw menjawab, "Tidak ada, kecuali jika kamu ingin mengerjakan puasa sunat". Kata Thalhah: Rasulullah Saw juga menuturkan perintah zakat kepada orang itu, lalu dia bertanya, "Apakah ada pembayaran lain yang wajib saya bayar?" Rasulullah Saw menjawab, "tidak ada, kecuali jika kamu ingin bersedekah sunat". Kata Thalhah: Kemudian laki-laki itu mohon pamit, lalu dia pergi sambil berkata, "Demi Allah, saya tidak akan menambah atau mengurangi kewajiban ini". Rasulullah Saw bersabda, "Jika dia tidak berdusta, dia akan masuk surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 32: MENGIRINGKAN JENAZAH ADALAH BAGIAN DARI IMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   44[Bukhari 47] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Barangsiapa melayat jenazah seorang muslim dan dia tidak pulang sebelum turut menyalatkannya, kemudian dia turut mengiringkan hingga selesai pemakamannya, maka dia mendapat pahala dua qirath, masing-masing qirath sebesar gunung Uhud. Barangsiapa menyalatkan jenazah seorang muslim, lalu dia pulang sebelum jenazah itu dimakamkan maka dia mendapat pahala satu qirath".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 33: KEKHAWATIRAN ORANG MUKMIN ADALAH GUGURNYA AMAL BAIKNYA TANPA DISADARINYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   45[Bukhari 48] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Mencaci seorang muslim adalah fasik, dan membunuh seorang muslim adalah kufur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   46[Bukhari 49] Diriwayatkan dari 'Ubadah bin Ash Shamit ra, bahwa Rasulullah Saw pernah keluar untu memberitahu para sahabatnya tentang tanggal malam Al-Qadr, kemudian di situ ada dua orang muslim sedang berselisih, lalu Rasulullah Saw bersabda: "Aku keluar ke sini untuk memberitahu kalian tentang malam Al-Qadr, tetapi di sini si Fulan dan si Fulan berselisih, sehingga aku lupa. Mungkin demikian ini lebih baik bagi kalian. Carilah malam Al-Qadr pada tanggal 7 atau 9 atau 5 pada sepuluh terakhir malam-malam Ramadhan (yakni tanggal 27 atau 29 atau 25)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 34: PERTANYAAN JIBRIL KEPADA NABI SAW MENGENAI IMAN, ISLAM DAN IHSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   47[Bukhari 50] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Suatu hari Rasulullah Saw bersama orang banyak, kemudian beliau didatangi oleh seorang laki-laki lalu dia bertanya, "Apa iman itu?" Rasulullah Saw menjawab, "Iman adalah percaya kepada Allah, para malaikat-Nya dan pertemuan dengan-Nya, percaya kepada Rasul-Rasul-Nya dan hari kebangkitan". Laki-laki itu bertanya lagi, "Apa Islam itu?" Rasulullah Saw menjawab, "Islam ialah menyembah Allah tanpa menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, membayar zakat, dan berpuasa pada bulan Ramadhan". Laki-laki itu bertanya lagi, "Apa Ihsan itu?" Rasulullah Saw menjawab, "Ihsan ialah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kamu tidak mampu seperti itu, maka mantapkan hatimu bahwa Allah melihatmu". Laki-laki itu bertanya lagi, "Kapan kiamat?" Rasulullah Saw menjawab, "Orang yang ditanya tentang kiamat tidak lebih tahu daripada penanya dan saya akan memberitahukan kepadamu tentang tanda-tanda kiamat: 1) Apabila budak perempuan melahirkan majikannya. 2)Apabila para penggembala onta hitam berlomba mendirikan gedung-gedung yang megah. Hari kiamat adalah salah satu dari lima hal yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah". Setelah itu Nabi Saw membaca ayat (yang artinya): "Sesungguhnya hanya Allah-lah yang mengetahui tentang kiamat. Dialah yang menurunkan hujan dan yang mengetahui apa yang ada di dalam kandungan. Tiada seorangpun tahu apa yang bakal diperolehnya esok hari, dan tidak seorangpun tahu di negeri mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (Al-Quran, surah Luqman: 34). Kemudian laki-laki itu pergi, lalu Nabi Saw meminta para sahabat agar memanggil kembali laki-laki itu, namun mereka tidak melihatnya lagi, kemudian Nabi Saw bersabda, "Laki-laki itu tadi adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kepada umat manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 35: KEUTAMAAN ORANG YANG MENJAUHI SYUBHAT DEMI AGAMANYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   48[Bukhari 52] Diriwayatkan dari An-Nu'man bin Basyir ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Apa yang halal telah jelas dan apa yang haram pun telah jelas, namun di antara keduanya terdapat hal-hal yang syubhat[footnote 1] yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Siapa yang menghindari syubhat berarti dia menyelamatkan agamanya dan kehormatan dirinya. Siapa yang terjerumus ke dalam syubhat adalah bagai penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar hima[footnote 2] yang sebentar lagi dia akan masuk ke dalam hima itu. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki hima, dan ketahuilah bahwa hima Allah di bumi adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa didalam tubuh ada segumpal darah padat. Apabila gumpalan tersebut baik maka seluruh tubuh menjadi baik, dan apabila gumpalan tersebut jelek maka seluruh tubuh menjadi jelek. Segumpal darah padat itu adalah hati".[footnote 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 1]: Tidak jelas halal dan haramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 2]: Padang rumput atau ladang yang terlarang untuk dimasuki ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 3]: Bukan hati sebagai materi, tetapi hati sebagai simbol rohani. Jadi, maksudnya adalah jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 36: MENYERAHKAN SEPERLIMA RAMPASAN PERANG ADALAH BAGIAN DARI IMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   49[Bukhari 53] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Ketika delegasi dari suku Abdul Qays menemui Nabi Saw, beliau bertanya, "Kalian delegasi dari suku apa?" Mereka menjawab, "Kami dari suku Rabi'ah". Rasulullah Saw bersabda, "Selamat datang dan semuanya aku terima dengan senang hati". Mereka berkata, "Ya Rasulullah, kami tidak bisa menemui Anda kecuali pada bulan haram[footnote 1], karena di antara tempat kami dengan tempat anda terdapat perkampunyan orang-orang kafir dari suku Mudhar yang menghalangi kedatangan kami kepad aanda. Sekarang perintahkan kepada kami untuk berbuat baik yang kemudian akan kami beritahukan kepada warga kami yang tidak turut datang kemari dan perbuatan baik tersebut akan menyebabkan kami masuk surga". Mereka bertanya kepada Rasulullah Saw tentang minuman, lalu Rasulullah Saw memerintahkan kepada mereka empat hal dan melarang mereka empat hal pula. Rasulullah Saw memerintahkan mereka beriman kepada Allah Yang Maha Esa. Rasulullah Saw bertanya, "Apa iman itu?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu". Rasulullah Saw bersabda, "Yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tanpa sekutu bagi-Nya dan bersaksi bahw Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menyerahkan seperlima harta rampasan perang". Rasulullah Saw melarang mereka empat hal, yaitu: Al-Hantam[footnote 2], al-dubba', an-naqir, dan al-muzaffat atau al-muqayyar. "ingat-ingatlah apa yang aku sampaikan ini, lalu sampaikanlah nanti kepada warga kalian yang tidak ikut hadir kemari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [footnote 1]: Bulan yang dianggap mulia atau suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   [Footnote 2]: Semuanya itu adalah nama-nama bejana untuk menyimpan minuman keras saat itu. Jadi, maksudnya adalah laragan meminum minuan keras yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 37: HADIS NABI SAW BAHWA SEMUA AMAL PERBUATAN ITU TERGANTUNG PADA NIAT PELAKUNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   50[Bukhari 54] Diriwayatkan dari Umar ra, mengenai hadis bahwa "Semua amal perbuatan itu tergantung pada niat pelakunya" adalah sudah tercantum di bagian awal kitab ini, hanya saja setelah, "dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya" ditambah sebagai berikut: "Siapa yang berhijrah untuk meraih rida Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan memperoleh ridha Allah dan Rasul-Nya", kemudian lanjutan hadis sama dengan apa yang telah tercantum di depan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   51[Bukhari 55] Diriwayatkan dari Abu Mas'ud ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Apabila seorang laki-laki memberi nafkah keluarganya karena mengharap ridha Allah, maka dia sama dengan memberi sedekah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB 38: SABDA NABI SAW, "AGAMA ADALAH NASEHAT".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   52[Bukhari 57] Diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah Al-Bajily ra, dia berkata: Saya berbaiat&lt;br /&gt;   kepada Rasulullah Saw untuk mendirikan salat, membayar zakat, dan memberikan nasehat (menganjurkan perbuatan baik dan mencegah perbuatan mungkar) kepada setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   53[Bukhari 58] Diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah Al-Bajaly ra, dia berkata: Saya datang kepada Nabi Saw, lalu saya katakan, "Saya membaiat anda (berjanji) setia kepada anda) untuk mengamalkan ajaran Islam". Kemudian Nabi Saw memberi saya syarat agar saya memberikan nasehat (amar ma'ruf nahi mungkar) kepada semua muslim, maka saya pun berjanji setia kepada beliau untuk memberikan nasehat tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-8868474130136662264?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/8868474130136662264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/8868474130136662264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-iman_04.html' title='Kitab Iman'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-3012733113571356863</id><published>2008-03-04T08:00:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T08:06:07.153-08:00</updated><title type='text'>kitab Ilmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB I: KEUTAMAAN ILMU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           54[Bukhari 59] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika Rasulullah Saw sedang menyampaikan nasehat kepada orang banyak di sebuah majelis, tiba-tiba seorang Arab pedalaman datang, lalu dia bertanya, "Kapan Kiamat?" Rasulullah Saw terus saja berbicara, sehingga sebagian orang mengatakan, "Rasulullah Saw mendengar peranyaan orang Arab pedalaman itu namun beliau tidak menyukainya", sementara sebagian yang lain mengatakan, Rasulullah Saw tidak mendengar pertanyaan tersebut". Setelah Rasulullah Saw selesai menyampaikan nasehat, beliau bertanya, "Mana tadi orang yang bertanya tentang kiamat?" orang tersebut menjawab, "saya, ya Rasulullah". Rasulullah Saw bersabda, "Apabila amanat telah diabaikan, maka tunggulah kiamat". Tanya orang tersebut, "Bagaimana mengabaikan amanat itu?" Rasulullah Saw menjawab, "Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: As-saa'ah yang sering diterjemahkan kiamat bisa bermakna kehancuran terbatas pada hal-hal tertentu dan bisa bermakna kehancuran total seluruh jagad seisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: ORANG YANG MENGERASKAN SUARANYA UNTUK MENYAMPAIKAN ILMU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           55[Bukhari 60] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru ra, dia berkata: suatu ketika Nabi Saw tertinggal di belakang kami dalam suatu perjalanan, kemudian beliau menyusul kami ketika kami sedang berwudhu hendak mengerjakan solat. Kami --- dalam berwudu --- hanya mengusap kaki kami tanpa membasuhnya, lalu Rasulullah Saw berseru dengan suara keras beliau sekeras mungkin, "Hindarkan tumit kalian dari api neraka". Beliau berseru seperti itu dua kali atau tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: PEMIMPIN BERTANYA KEPADA PARA PENGIKUTNYA UNTUK MENGETAHU SEJAUH MANA ILMU MEREKA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           56[Bukhari 61] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Di antara pepohonan ada sebuah pohon yang daun-daunnya tidak rontok dan pohon tersebut bagaikan seorang muslim, katakan pohon apa itu?" Orang-orang pun berpikir tentang pepohonan yang ada di padang pasir. Kata Abdullah bin Umar (Ibnu Umar), "Saya berpikir bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma, namun saya malu mengucapkannya. "Kemudian orang-orang mengatakan, "Ya Rasulullah, beritahukan kepada kami pohon tersebut". Rasulullah Saw bersabda, "Yaitu pohon kurma".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MELIBATKAN DIRI ATAU MENGHINDAR KETIKA ADA PENGAJIAN/SERUAN AGAMA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           57[Bukhari 63] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika kami sedang duduk bersama Nabi Saw di dalam masjid, seorang laki-laki datang dengan menunggang onta, kemudian dia hentikan ontanya dengan berlutu di halaman masjid, lalu dia mengikatnya. Setelah itu dia bertanya, "Mana orang yang bernama Muhammad?" Ketika itu Nabi Saw sedang duduk bersandar bersama kami, lalu kami menjawab, "Itu dia, laki-laki yang berkulit putih yang sedang duduk bersandar". Orang itu melihat Nabi Saw sambil berkata, "Hai putra Abdul Muthalib". Nabi Saw menjawab, "Aku telah siap menjawab pertanyaanmu". Kata orang itu, "Aku akan menyampaikan pertanyaan kepada anda yang membuat anda tersinggung, karena itu jangan marah". Nabi Saw menjawab, "Tanyakan apa saja yang ingin kamu tanyakan". Kata orang itu, "Aku bertanya kepada anda dengan nama Tuhan anda dan Tuhan orang-orang sebelum anda, apakah Allah telah mengutus anda sebagai Rasul kepada semua manusia?" Nabi Saw menjawab, "Demi Allah, benar". Orang itu bertanya lagi, "Dengan nama Allah, apakah Allah telah memerintahkan anda mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari semalam?" Nabi Saw menjawab, "Demi Allah, benar". Orang itu bertanya lagi, "Dengan nama Allah, apakah Allah telah menyuruh anda berpuasa selama sebulna (dalam bulan Ramadhan) setiap tahun?" Rasulullah Saw menjawab, "Demi Allah, benar". Orang itu bertanya lagi, "Dengan nama Allah, apakah Allah menyuruh anda memungut zaka dari orang-orang kaya untuk anda bagikan kepada orang-oarng miskin?" Nabi Saw menjawab, "Demi Allah, benar". Kata orang itu, "Aku beriman dengan apa yang anda ajarkan dan aku adalah utusan yang mewakili warga sukuku. Namaku Dhimam bin Tsa'labah, keluarga Bani Sa'd bin Bakr".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           58[Bukhari 64] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah Saw pernah mengutus seseorang untuk menyampaikan surat beliau kepada gubernur Bahrain agar selanjutnya oleh gubernur itu diserahkan kepada Kisra (Raja Persi). Setelah Kisra membaca surat itu, dirobek-robeknyalah surat tersebut. Kata perawi: Maka Rasulullah Saw berdoa agar Allah menghancurkan kerajaan Kisra Persi itu hingga berkeping-keping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           59[Bukhari 65] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw menulis sepucuk surat - atau berhasrat untuk menulis surat--, lalu dikatakan kepada beliau bahwa para penguasa tidak mau membaca surat yang dikirimkan kepada mereka kecuali jika distempel. Maka Rasulullah Saw menjadikan sebuah cincin perak milik beliau sebagai stempel yang bertuliskan "Muhammad Rasulullah". Saya melihat seakan-akan ada cahaya putih dari cincin itu di jari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           60[Bukhari 66] Diriwayatkan dari Abu Waqid Al-Laitsiy ra, bahwa ketika Rasulullah Saw sedang duduk di masjid bersama orang banyak, tiba-tiba ada tiga orang datang, yang dua mendekat kepada Rasulullah Saw sedangkan yang satu pergi begitu saja. Dua orang tersebut berdiri di hadapan Rasulullah Saw sambil mencari tempat yang kosong untuk duduk, yang satu melihat tempat yang kosong di tengah orang banyak, lalu dia duduk di situ, sedangkan yang satu lagi duduk di belakang orang banyak. Adapun yang ketiga berlalu begitu saja. Ketika Rasulullah Saw selesai menyampaikan nasehat, beliau bertanya: "Sudikah kalian jika aku ceritakan kepada kalian mengenai tiga orang tadi? Orang yang pertama mendekat untuk berlindung kepada Allah, maka Allah memberikan perlindungan. Orang kedua merasa malu kepada Allah, maka Allah tidak mengazabnya, dan orang yang ketiga berpaling dari Allah, maka Allah berpaling darinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: SABDA NABI SAW: "BISA JADI ORANG-ORANG YANG MENERIMA AJARAN ISLAM SECARA TIDAK LANGSUNG, LEBIH PAHAM DARIPADA MEREKA YANG MENERIMANYA LANGSUNG (DARI NABI SAW)".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           61[Bukhari 67] Diriwayatkan dari Abu Bakrah ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw berada di atas ontanya dan ada seseorang yang memegang tali kekang onta tersebut, kemudian Rasulullah Saw bertanya: "Hari apa ini?" Kami semua diam, karena kami mengira bahwa beliau akan menamai hari itu dengan nama lain. Lalu beliau bertanya: "Bukankah ini hari Kurban?" Kami menjawab: "Memang ya". Rasulullah bertanya lagi: "Bulan apa ini?" Kami semua diam, karena kami mengira bahwa beliau akan memberi nama bulan itu dengan nama lain. Beliau bertanya: "Bukankah ini bulan Dzulhijjah?" Kami menjawab: "Memang ya". Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian, antara sesama kalian adalah haram (tidak boleh dilanggar) sebagaimana terlarangnya berbuat pelanggaran pada hari, bulan dan negeri yang mulia ini. Orang yang hadir hendaklah menyampaikan hal ini kepada orang yang tidak hadir, karena bisa jadi orang yang tidak turut hadir di sini pemahamannya lebih baiik daripada orang yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: NABI SAW TIDAK TERUS MENERUS DALAM MENYAMPAIKAN NASEHAT DAN ILMU TENTANG ISLAM AGAR ORANG-ORANG TIDAK PERGI (JEMU).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           62[Bukhari 68] Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ra, dia berkata: Nabi Saw tidak terus menerus dalam menyampaikan nasehat (ajaran Islam) kepada kami agar kami tidak merasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           63[Bukhari 69] Diriwayatkan dari Anas ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda  (mengenai penyampaian ajaran Islam): "Berikan kemudahan, jangan membuat kesulitan, sampaikan kabar gembira, jangan membuat orang-orang lari dari Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: SIAPA YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH MENDAPAT KEBAIKAN MAKA ALLAH MEMBUATNYA PAHAM TENTANG ISLAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           64[Bukhari 71] Diriwayatkan dari Mu'awiyah ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang dikehendaki oleh Allah mendapat kebaikan maka Allah memberinya pemahaman tentang Islam. Aku hanyalah orang yang menyampaikan, dan Allah-lah yang memberi petunjuk. Ketahuilah bahwa umat ini (mukmin sejati) akan tetap melaksanakan perintah Allah (agama Allah) dan mereka tidak terkalahkan oleh orang-orang yang menentang mereka sampai tibanya hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MEMAHAMI ILMU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           65[Bukhari 72] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Suatu saat kami berada di sisi Rasulullah Saw, kemudian ada seseorang membawa buah pohon kurma, kemudian Rasulullah Saw bersabda: "Di antara pepohonan ada sebuah pohon yang ..". (mengulangi hadis no 56 di depan dengan tambahan sebagai berikut): Ketika itu saya (Ibnu Umar) orang yang paling muda di majelis tersebut sehingga saya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: KEINGINAN YANG MENGGEBU UNTUK MERAIH ILMU DAN HIKMAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           66[Bukhari 73] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Tidak boleh diiri kecuali dua: 1) Orang yang diberi harta banyak oleh Allah lalu dia membelanjakannya sesuai dengan ajaran Islam. 2) Orang yang diberi hikmah (sikap dan perilaku yang bijak) oleh Allah, kemudian dia menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengajarkannya kepada orang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: DOA NABI SAW: "YA ALLAH, BERIKAN KEPADA IBNU ABBAS ILMU TENTANG AL-QURAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           67[Bukhari 75] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Suatu saat Rasulullah Saw merangkul saya serasa berdoa, "Ya Allah, berikan kepadanya (Ibnu Abbas) ilmu tentang Al-Quran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: PADA USIA BERAPA SEORANG ANAK BOLEH DIDENGAR DALAM MERIWAYATKAN HADIS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           68[Bukhari 76] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Saya pernah datang dengan menunggang seekor keledai betina, ketika itu saya telah menginjak usia dewasa. Pada saat itu Rasulullah Saw sedang melakukan salat di Mina tanpa ada dinding di depan beliau, lalu saya lewat menerobos di depan barisan beberapa  orang yang sedang melakukan solat dan keledai itu pun saya biarkan lepas melewati barisan tersebut, lalu saya masuk ke dalam barisan orang-orang yang sedang salat itu tanpa ada seorangpun yang menegur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           69[Bukhari 77] Diriwayatkan dari Mahmud bin Ar-Rabi' ra, dia berkata: Saya ingat bahwa dulu ketika saya berusia lima tahun, Nabi Saw pernah memerciki wajah saya dengan air kumur yang beliau ambil dari sebuah timba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: KEUTAMAAN ORANG YANG MEMAHAMI ISLAM DAN MENGAJARKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           70[Bukhari 79] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata, Nabi Saw pernah bersabda: "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan oleh Allah kepadaku adalah seperti hujan lebat yang turun ke bumi, lalu ada tanah yang subur yang menyerap air hujan sehingga bisa menumbuhkan rerumputan dengan subur, dan ada pula tanah yang keras yang bisa menyimpan air hujan yang Allah menjadikannya bermanfaat bagi umat manusia sebagai air minum dan untuk mengairi tanaman, serta ada pula tanah yang tandus yang tidak bisa menyimpan air, juga tidak bisa menumbuhkan rerumputan. Itulah (contoh pertama dan kedua) perumpamaan orang yang memahami Islam yang memperoleh keuntungan dari ajaran yang diberikan oleh Allah kepadaku, kemudian dia mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain, sedangkan (contoh ketiga) adalah perumpamaan orang yang tidak mau memperhatikan ajaran dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku bawa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: HILANGNYA ILMU DAN MUNCULNYA KEBODOHAN TENTANG ISLAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           71[Bukhari 80] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Sebagian tanda-tanda akan terjadinya kiamat adalah: 1) Hilangnya ilmu dan maraknya kebodohan tentang Islam. 2) Terbiasanya mengkonsumsi minuman yang memabukkan. 3) Perzinaan dianggap biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           72[Bukhari 81] Diriwayatkan dari Anas ra: Saya akan menyampaikan kepada kalian semua sebuah hadis yang tidak akan ada lagi orang lain yang menyampaikannya sesudah saya. Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Sebagian tanda-tanda akan terjadinya kiamat adalah: 1) Ilmu tentang Islam sangat langka. 2) Kebodohan terhadap Islam sangat marak. 3) Perzinaan dianggap biasa. 4) Banyaknya jumlah wanita dan sedikitnya jumlah laki-laki, sehingga prosentasinya lima puluh banding satu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: KEUTAMAAN ILMU TENTANG ISLAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           73[Bukhari 82] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi diberi segelas susu, lalu aku meminumnya hingga aku melihat percikannya menetes di ujung jari-jariku, kemudian sisanya aku berikan kepada Umar bin Khattab". Para sahabat bertanya, "Bagaimana anda menafsirkan mimpi itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Itulah ilmu tentang Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: MENYAMPAIKAN FATWA AGAMA SAMBIL MENUNGGANG HEWAN ATAU LAINNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           74[Bukhari 83] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash ra, bahwa Nabi Saw berhenti sejenak di Mina ketika haji Wada' untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang ingin bertanya kepada beliau, lalu ada seorang laki-laki datang seraya mengatakan: "Saya telah lupa sehingga saya mencukur rambut saya sebelum menyembelih hewan Kurban?" Rasulullah Saw menjawab: "Tidak apa-apa, sembelihlah sekarang". Datang lagi orang lain sambil bertanya: "Saya telah lupa sehingga saya menyembelih hewan Kurban sebelum melempar Jamrah?" Rasulullah Saw menjawab: "Tidak apa-apa, lemparlah sekarang". Ketika itu Rasulullah Saw tidaklah ditanya tentang sesuatu menegnai amalan haji yang diajukan sebelum waktunya atau ditunda pelaksanaannya melainkan beliau menjawab: "Tida apa-apa, kerjakan sekarang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: MENJAWAB PERTANYAAN TENTANG AGAMA DENGAN ISYARAT KEPALA ATAU TANGAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           75[Bukhari 85] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Ilmu tentang Islam kelak akan dicabut, kebodohan mengenai Islam dan berbagai fitnah[footnote 1] akan muncul, serta harj akan banyak terjadi". Ada orang bertanya: "Ya Rasulullah, apa harj itu?" Rasulullah Saw menjawab dengan isyarat gerakan tangan beliau bahwa harj adalah pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Bermacam-macam ujian, seperti kekacauan, peperangan sesama muslim dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           76[Bukhari 86] Diriwayatkan dari Asma' binti Abu Bakr ra, dia berkata: Saya pernah menemui Aisyah ra, ketika dia sedang salat, lalu saya bertanya, "Ada apa dengan orang-orang itu?" Aisyah menunjuk ke langit, tiba-tiba saya melihat orang-orang sedang salat di masjid. Aisyah mengucapkan, "Subhanallaah". Kemudian saya bertanya, "Apakah ada gerhana (sebagai tanda kebesaran Allah)?" Aisyah menjawab dengan isyarat anggukan kepalanya yang berarti 'ya'. Kemudian saya berdiri untuk melakukan salat gerhadan sehingga saya pingsan, lalu kepala saya dituangi air. Seurai salat, Nabi Saw memuji dan mengagungkan Allah 'Azza wa Jalla, lalu Nabi Saw bersabda, "Di tempat ini, tadi aku melihat sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya, termasuk juga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan dihadapkan kepada fitnah kubur yang sama atau mirip dengan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Di dalam kubur seseorang akan ditanya, 'Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini (yakni Muhammad)?' Orang yang beriman akan menjawab, "Laki-laki itu adalah Muhammad, dia adalah utusan Allah, yang datang kepada kami dengan membawa ajaran dan petunjuk yang benar, lalu kami menerima dan mengikuti seruannya, dia adalah Muhammad. Orang mukmin tersebut menjawab seperti itu tiga kali. Kemudian dikatakan kepadanya oleh malaikat, "Tidurlah dengan tenang, karena kami sudah tahu bahwa kamu benar-benar beriman kepada Muhammad Rasulullah". Adapun orang munafik atau orang yang ragu-ragu akan menjawab, "Saya tidak tahu, saya hanya mendengar orang-orang mengatakan tentang Muhammad, lalu saya hanya ikut-ikutan mengatakan seperti mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: PERGI UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH DAN MENGAJARKAN PENYELESAIANNYA KEPADA KELUARGANYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           77[Bukhari 88] Diriwayatkan dari Uqbah bin Al Harits ra, bahwa dia menikah dengan putri Abu Ihab bin Aziz, lalu Uqbah didatangi oleh seorang perempuan seraya mengatakan: "Saya pernah menyusui Uqbah dan perempuan yang dikawininya". Kemudian Uqbah mengatakan: "Saya tidak tahu bahwa anda pernah menyusui saya dan anda dulu tidak memberitahu saya". Kemudian Uqbah pergi untuk menemui Rasulullah Saw di Madinah untuk menanyakan hal itu kepada beliau, lalu Rasulullah Saw menjawab, "Mengapa kamu tetap memperistrinya, padahal sudah dikatakan kepadamu bahwa perempuan yang kamu kawini itu saudaramu (sesusuan)?" Maka Uqbah menceraikan istrinya lalu dia (mantan istrinya) menikah dengan laki-laki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: SALING BERGANTIAN DALAM MENERIMA DAN MEMBERI ILMU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           78[Bukhari 89] Diriwayatkan dari Umar ra, dia berkata: Saya dan tetangga saya, kaum Anshar dari Bani Umayyah bin Zayd, pernah menetap di perkampungan perbukitan Madinah. Kami pernah mengunjungi Rasulullah Saw secara bergantian, sehari dia dan sehari saya. Ketika saya pulang dari Rasulullah Saw, saya beritahukan kepada tetangga saya itu wahyu yang turun dan informasi lain. Ketika dia mengunjungi Rasulullah Saw, maka sepulangnya, dia juga menyampaikan kepada saya wahyu dan informasi lain yang dia peroleh. Suatu saat, ketika teman saya, seorang Anshar tersebut pulang dari Rasulullah Saw, diketuknya keras-keras pintu rumah saya sambil berteriak, "Apakah ada Umar di rumah ini?" Saya sangat terkejut, lalu saya keluar menemuinya. Kata dia, "Ada peristiwa besar hari ini". Kata Umar, "Saya menemui Hafshah, tiba-tiba dia sedang menangis, lalu saya bertanya kepadanya, 'Apakah kamu diceraikan oleh Rasulullah Saw?' Hafshah menjawab, 'Saya tidak tahu'. Kemudian saya masuk menemui Nabi Saw, lalu saya tanyakan sambil berdiri, "Apakah anda telah menceraikan istri-istri anda?" Nabi Saw menjawab, "Tidak". Saya (Umar) mengatakan, "Allahu Akbar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: MENYAMPAIKAN NASEHAT DAN AJARAN AGAMA DENGAN MARAH KETIKA MELIHAT HAL-HAL YANG TIDAK DIINGINKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           79[Bukhari 90] Diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al-Anshariy ra, dia berkata: Ada seseorang melaporkan, "Ya Rasulullah, saya hampir saja tidak kuat mengikuti salat jamaah karena imamnya (si Fulan) memanjangkan salat". Kata Abu Mas'ud: Saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw marah melebihi kemarahan beliau pada hari itu. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Wahai umatku, di antara kalian ada orang yang menjadi imam salat yang membuat makmumnya lari/tidak menyukai salat jamaah. Siapa yang menjadi imam dalam salat jamaah hendaklah dia tidak memperlama solatnya, karena diantara makmum ada orang yang sakit, ada orang yang lemah, dan ada orang yang akan menyelesaikan keperluannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           80[Bukhari 91] Diriwayatkan dari Zayd bin Khalid Al-Juhaniy ra, bahwa Nabi Saw pernah ditanya oleh seseorang mengenai luqathah (barang hilang yang ditemukan oleh orang yang bukan pemiliknya), kemudian Nabi Saw menjawab: "Ambillah, lalu kenalilah ciri-cirinya, kemudian umumkan kepada masyarakat selama setahun. Kalau tidak ada yang mengakuinya, kamu boleh memanfaatkannya, kemudian apabila setelah itu pemiliknya datang maka serahkanlah luqathah tersebut kepadanya". Orang tersebut bertanya lagi: "Bagaimana jika luqathah tersebut berupa onta?" Mendengar itu, Rasulullah Saw marah sehingga wajah beliau memerah, lalu Rasulullah Saw bersabda: "Jangan ambil onta tersebut, karena onta itu membawa perbekalan minum yang cukup dalam dirinya, kakinya cukup kuat, dan dia bisa mencari minum serta memakan dedaunan sendiri. Biarkan saja onta tersebut sampai pemiliknya menemukannya". Orang itu bertanya lagi: "Bagaimana jika luqathah tersebut berupa kambing?" Rasulullah Saw menjawab: "Kambing tersebut untukmu, atau untuk orang lain, atau untuk serigala".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Luqathah berupa kambing tersebut berada di padang pasir atau di tengah hutan - jika berada di lingkungan yang tidak seperti itu, maka lain lagi - Pen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           81[Bukhari 92] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw ditanya mengenai beberapa hal yang tidak beliau sukai. Ketika beliau terus ditanya, beliau marah, lalu beliau bersabda, "Tanyakan kepadaku apa saja yang ingin kalian tanyakan". Kemudian ada seorang laki-laki bertanya, "Siapa ayah saya?" Rasulullah Saw menjawab, "Ayahmu Hudzafah". Ada orang lain bertanya, "Ya Rasulullah, siapa ayah saya?" Rasulullah Saw menjawab, "Ayahmu Salim, mantan budak Syaibah". Ketika Umar ra, melihat tanda-tanda kemarahan di wajah Rasulullah Saw, dia berkata, "Ya Rasulullah, kami bertobat kepada Allah 'Azza wa Jalla".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: MENGULANGI UCAPAN TIGA KALI AGAR DIPAHAMI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           82[Bukhari 94] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa apabila Nabi Saw mengucapkan suatu ucapan, beliau biasanya mengulanginya tiga kali agar bisa dipahami, dan apabila beliau memina izin untuk memasuki rumah, beliau mengucapkan salam tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: LAKI-LAKI MENGAJARKAN AGAMA KEPADA BUDAK PEREMPUAN DAN KELUARGANYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           83[Bukhari 97] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Rasulullah aw pernah bersabda, "Terdapat tiga macam orang yang mendapat pahala ganda: 1) Orang ahli kitab yang beriman kepada Nabinya (orang Yahudi yang beriman kepada Nabi Musa atau orang Nasrani yang beriman kepada Nabi Isa), kemudian beriman kepada Nabi Muhammad Saw (dengan memeluk Islam). 2) Seorang budak yang melaksanakan kewajiban terhadap Allah dan terhadap majikannya. 3) Laki-laki yang memiliki budak perempuan yang halal disetubuhinya, lalu dia mendidiknya dengan baik dan mengajarinya tentang Islam dengan baik, kemudian memerdekakannya lalu dia menikahinya, maka dia mendapat pahala ganda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;BAB 22: NASEHAT IMAM/PEMIMPIN KEPADA KAUM WANITA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           84[Bukhari 98] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa pada suatu saat Rasulullah Saw keluar dengan disertai Bilal ra. Beliau mengerti bahwa sabda beliau tidak dapat di dengar oleh sekelompok wanita yang ada disitu, kemudian beliau mendekati mereka, lalu beliau menasehati mereka dan menganjurkan agar mereka bersedekah, maka mulailah mereka bersedekah, ada yang menyedekahkan anting-antingnya dan ada yang menyedekahkan cincinnya, sementara Bilal mengumpulkan dengan ujung pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: HASRAT YANG KUAT UNTUK MEMPELAJARI HADIS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           85[Bukhari 99] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling beruntung pada hari kiamat karena memperoleh syafaat (pertolongan) anda?" Rasulullah Saw menjawab, "Hai Abu Hurairah, aku telah menduga bahwa tidak ada orang yang bertanya kepadaku mengenai hal itu sebelum kamu, karena aku tahu hasratmu yang sangat kuat untuk mempelajari hadis. Orang yang paling beruntung pada hari kiamat karena memperoleh syafaatku adalah orang yang mengucapkan 'Laa ilaaha illallaah' (Tiada tuhan selain Allah) dengan setulus hatinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: BAGAIMANA ILMU AGAMA AKAN DICABUT (OLEH ALLAH).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           86[Bukhari 100] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu agama dengan cara mencabutnya dari hati manusia, tetapi Allah mencabut dengan cara mewafatkan para ulama, sehingga apabila sudah tidak ada lagi ulama yang tersisa, maka orang-orang akan menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pemimpin yang apabila ditanya mereka akan menjawab tanpa dasar ilmu agama, sehingga mereka tersesat dan menyesatkan semua orang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: APAKAH KAUM WANITA DIBERI WAKTU DAN TEMPAT KHUSUS YANG TERPISAH DENGAN LAKI-LAKI UNTUK MENERIMA AJARAN AGAMA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           87[Bukhari 101] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudriy ra, dia berkata: Beberapa orang mengadu kepada Nabi Saw, "Kaum laki-laki mengungguli kami dalam menerima ajaran agama dari anda. Karena itu, berilah kami kesempatan sehari untuk menerima ajaran agama yang anda sampaikan". Rasulullah Saw berjanji untuk bertemu dengan mereka pada suatu hari, lalu dalam pertemuan itu beliau memberikan nasehat dan ajaran kepada mereka. Ketika itu isi sabda beliau adalah, "Tidaklah seorang perempuan yang ketiga anaknya mati melainkan mereka akan menjadi perisainya dari api neraka". Ada seorang perempuan bertanya, "Kalau dua bagaimana?" Rasulullah Saw menjawab: "Dua anak juga akan menjadi perisai dari api neraka". Menurut riwayat lain dari Abu Hurairah ra: "Tiga anak yang mati tersebut sebelum usia baligh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 26: ORANG YANG MENDENGAR SUATU AJARAN LALU BERTANYA LAGI SEHINGGA AKHIRNYA AKAN MENGERTI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           88[Bukhari 103] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapapun yang diperhitungkan (dihisab) amal perbuatannya pasti akan disiksa". Aisyah berkata: Kemudian saya bertanya, "Tidakkah Allah Swt berfirman (yang artinya): "... maka dia akan diperhitungkan amal perbuatannya dengan mudah". (Al-Quran, surah Al-Insyiqaq:84)?" Rasulullah menjawab, "Ayat tersebut maksudnya sekedar diperlihatkan catatan amal perbuatannya, tapi siapapun yang dipanggil untuk diperhitungkan amal perbuatannya pasti dia akan celaka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 27: ORANG YANG HADIR DI MAJELIS NABI SAW HENDAKLAH MENYAMPAIKAN AJARAN YANG DITERIMANYA KEPADA ORANG YANG TIDAK TURUT HADIR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           89[Bukhari 104] Diriwayatkan dari Abu Syuraih ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda dalam perjalanan penaklukan Mekkah, saya mendengar dengan dua telinga saya, saya memahami dengan hati saya, dan saya melihat dengan dua mata saya ketika beliau bersabda pada saat itu. Beliau memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bersabda, "Sungguh Mekah telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah, bukan oleh manusia. Karena itu, orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh menumpahkan darah di Mekah dan tidak boleh menebang pohonnya. Jika ada orang yang beranggapan bahwa boleh berperang di Mekah dengan alasan Rasulullah Saw pernah memerangi Mekah, maka katakanlah, "Sesungguhnya Allah telah memberikan izin kepada Rasul-Nya, tetapi tidak memberikan izin kepadamu". Kata Rasulullah Saw, "Allah Swt memberikan izin kepadaku untuk memerangi Mekah hanya beberapa jam pada hari penaklukan itu, dan sekarang kesucian Mekah telah kembali lagi seperti sebelumnya. Orang yang hadir mendengar langsung sabdaku ini hendaklah menyampaikannya kepada orang yang tidak turut hadir sekarang ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 28: DOSA ORANG YANG BERKATA DUSTA TENTANG NABI SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           90[Bukhari 106] Diriwayatkan dari Ali ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Janganlah kamu berkata dusta tentang aku. Barangsiapa berkata dusta tentang aku, maka dia pasti akan memperoleh tempat di neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           91[Bukhari 109] Diriwayatkan dari Salamah bin Al-Akwa ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Siapapun yang mengatakan bahwa aku pernah mengatakan sesuatu padahal aku tidak pernah mengatakannya, maka dia pasti akan ditempatkan di dalam neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           92[Bukhari 110] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Namailah diri kalian dengan diriku, tetapi janganlah kalian menggunakan nama julukanku.[footnote 1] Siapa yang melihatku dalam mimpinya, maka dia benar-benar melihatku, karena setan tidak bisa menyerupai diriku. Siapapun yang berkata dusta tentang aku, maka dia pasti akan ditempatkan di dalam neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Julukan Rasulullah Saw adalah Abul Qasim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 29: PENULISAN ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           93[Bukhari 112] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menghalangi pembunuhan atau pasukan gajah (yang akan menghancurkan Ka'bah) di Mekah[footnote 1]. Allah telah mengizinkan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin untuk menaklukan kaum kafir Mekah. Perhatikanlah, siapapun tidak boleh bertempur di Mekah sebelum dan sesudah penaklukan yang aku lakukan ini. Penaklukan yang aku lakukan ini pun hanya diperbolehkan dalam beberapa jam. Perhatikanlah bahwa pada saat penaklukan ini Mekah tetap suci (Tanah Haram), tidak boleh dicabut tumbuh-tumbuhannya yang berduri, tidak boleh ditebang pepohonannya, dan tidak boleh dipungut luqathahnya kecuali oleh orang yang hendak mengumumkannya agar dimiliki kembali oleh pemiliknya. Jika seorang terbunuh, maka keluarganya berhak memilih dua pilihan: memperoleh diyat (denda yang dibayarkan oleh pihak pembunuh) atau menuntut balas hukuman bunuh terhadap pembunuh", ketika itu datanglah seorang laki-laki dari Yaman dan mengatakan, "Ya Rasulullah, tuliskanlah apa yang anda sampaikan itu untuk saya", kemudian Rasulullah Saw meminta salah seorang sahabat untuk menuliskannya. Seorang dari suku Quraisy bertanya, "Kecuali pohon Idzkhir, ya Rasulullah? Karena kami memanfaatkan pohon itu untuk rumah dan kubur kami?" Nabi Saw menjawab, "Kecuali pohon Idzkhir (yang boleh ditebang untuk dimanfaatkan)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Perawi ragu antara pembunuhan ataukah pasukan gajah, karena --- bisa bermakna dua-duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           94[Bukhari 114] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Ketika sakit Nabi Saw semakin berat, beliau bersabda, "Bawalah kemari kertas tulis, akan aku tuliskan untuk kalian suatu pesan yang kalian tidak akan tersesat dengan berpegang pada pesan tersebut". Kata Umar, "Sungguh, sakit Nabi Saw, semakin berat dan kita sudah memiliki Kitab Allah, bukankah itu sudah cukup bagi kita?" Para sahabat berselisih sehingga terjadi kegaduhan. Mendengar itu, Rasulullah Saw bersabda, "Pergilah kalian dari sini. Sungguh tidak pantas ada perselisihan di depanku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 30: MENGAJARKAN ILMU PADA MALAM HARI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           95[Bukhari 115] Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata: Pada suatu malam Nabi Saw bangun, kemudian beliau bersabda, "Subhanallah, betapa banyak fitnah (cobaan, bencana, peperangan, dan sebagainya) yang diturunkan malam ini dan betapa banyak isi bumi (harta) yang dibukakan. Bangunkanlah semua istri-istriku untuk solat. Banyak sekali orang yang berpakaian ketika di dunia tetapi telanjang ketika di Akhirat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 31: MENGAJARKAN ILMU PADA MALAM HARI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           96[Bukhari 116] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Nabi Saw pernah mengimami kami solat Isya pada hari-hari akhir hidupnya. Seusai salam beliau berdiri kemudian bersabda, "Apakah kalian memahami pentingnya malam ini? Seratus tahun setelah malam ini sudah tidak ada lagi seorangpun yang kini masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           97[Bukhari 117] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Pada suatu malam saya pernah berada di rumah bibi saya, Maimunah binti Al-Harits, istri Nabi Saw dan ketika itu Nabi Saw berada di rumah bibi saya itu. Nabi Saw melakukan solat Isya (di masjid), kemudian beliau pulang, lalu beliau mengerjakan solat sunat empat rakaat. Setelah itu beliau tidur, lalu beliau bangun dan bertanya, "Apakah anak laki-laki itu (Ibnu Abbas) sudah tidur?" atau beliau mengucapkan kalimat yang semakna dengan itu. Kemudian beliau berdiri untuk melakukan solat, lalu saya berdiri di sebelah kiri beliau untuk bermakmum, tetapi kemudian beliau meminta saya pindah ke sebelah kanan beliau. Beliau solat lima rakaat, kemudian solat lagi dua rakaat. Setelah itu beliau tidur, sehingga saya mendengar suara dengkurannya yang samar-samar. Sebentar kemudian beliau bangun, lalu pergi ke masjid untuk melakukan solat fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 32: MENGHAFAL ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           98[Bukhari 118] Diriwayatkan Abu Hurairah ra, dia berkata: Orang-orang mengatakan bahwa Abu Hurairah telah meriwayatkan hadis banyak sekali dari Rasulullah Saw. Kalau saja tidak ada dua ayat di dalam Al-Quran niscaya saya tidak menyampaikan hadis yang telah saya terima. Kemudian Abu Hurairah membacakan ayat (yang artinya): "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk-petunjuk sesudah Kami terangkan kepada mereka dalam Al-Kitab, mereka niscaya dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh orang-orang yang menjatuhkan laknat, kecuali orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri dan membutikannya. Merekalah yang Aku terima tobatnya. Dan Aku Maha Penerima tobat serta Maha Penyayang". (Al-Quran, surah Al-Baqarah: 159-160). Kata Abu Hurairah selanjutnya: Sesungguhnya saudara-saudara kami kaum Muhajirin sibuk berniaga di pasar-pasar, dan saudara-saudara kami kaum Anshar sibuk mengelola harta/tanah mereka, sedangkan saya (Abu Hurairah) senantiasa menyertai Rasulullah Saw untuk mengenyangkan perut saya. Saya hadir di majelis Rasulullah Saw ketika mereka tidak hadir, dan saya menghafal hadis yang tidak mereka hafal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           99[Bukhari 119] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah mengadu, "Ya Rasulullah, banyak hadis yang telah saya dengar dari anda namun saya lupa". Rasulullah Saw bersabda, "Bentangkan kain selendangmu". Saya pun kemudian membentangkan kain selendang saya. Kata Abu Hurairah: Kemudian Rasulullah Saw menggerakkan kedua tangannya seolah menciduk sesuatu, lalu beliau bersabda, "Ikatlah ini di dalam kain selendangmu". Sayapun melaksanakan perintah itu, sehingga saya tidak pernah lupa lagi sesudah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           100[Bukhari 120] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya telah menghafal dua macam ilmu dari Rasulullah Saw, yang satu sudah saya sampaikan, sedangkan yang satu lagi jika saya sampaikan leher saya pasti akan dipenggal.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Karena banyak orang yang tidak mampu memahaminya, sehingga mereka akan menuduh saya keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 33: DIAM UNTUK MENDENGARKAN FATWA ORANG BERILMU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           101[Bukhari 121] Diriwayatkan dari Jarir ra bahwa Nabi Saw bersabda kepadanya ketika haji Wada': "Suruh diam orang-orang itu dengan penuh perhatian". Kemudian Rasulullah Saw bersabda: "Janganlah kalian menjadi kafir lagi setelah wafatku nanti dengan saling membunuh di antara kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 34: JAWABAN YANG BAIK BAGI ORANG BERILMU KETIKA DITANYA: "SIAPA ORANG YANG PALING PANDAI?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           102[Bukhari 122] Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'b ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Suatu ketika, Nabi Musa berpidato di hadapan Bani Israil, kemudian dia ditanya, "Siapa orang yang paling banyak ilmunya?" Nabi Musa menjawab, 'Akulah orang yang paling banyak ilmunya'. Allah mencela Nabi Musa karena dia tidak memberikan jawaban bahwa Allah-lah Yang Maha Tahu. Kemudian Allah berfirman kepada Nabi Musa, 'Di pertemuan dua laut sana ada seorang hamba-Ku yang lebih banyak ilmunya daripada kamu'. Nabi Musa bertanya, "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa bertemu dengannya?" Allah menjawab, 'Bawalah seekor ikan di dalam keranjang. Jika ikan tersebut lepas, maka di situlah hamba-Ku berada'. Kemudian Nabi Musa pergi dengan ditemani oleh pelayannya, Yusya' bin Nun. Keduanya membawa seekor ikan di dalam keranjang. Sesampainya di sebuah batu karang, mereka berdua berbaring dan tidur. Maka ikan yang mereka bawa itu lepas dari keranjang, kemudian berenang di laut. Hal itu membuat Nabi Musa dan pelayannya heran. Keduanya melanjutkan perjalanan dalam sisa malam itu dan pada hari berikutnya. Setelah pagi, Nabi Musa berkata kepada pelayannya, 'Bawa kemari makanan kita, kita benar-benar lelah karena perjalanan kita'. Nabi Musa tidak merasa lelah kecuali setelah melewati tempat yang diperintahkan oleh Allah. Kata pelayan kepada Nabi Musa, 'Ingatkah anda ketika kita beristirahat di batu karang kemarin? Ketika itulah saya lupa dengan ikan yang kita bawa'. Kata Nabi Musa, 'Itulah yang sedang kita cari'. Kemudian keduanya kembali lagi menyusuri jejak yang telah mereka lewati sampai di batu karang. Sesampainya di batu karang itu ternyata ada seorang laki-laki yang tertutup oleh pakaiannya. Nabi Musa mengucapkan salam kepadanya. Laki-laki itu (Khadir) bertanya, 'Apakah orang-orang di daerahmu mengucapkan salam?' Kata Musa, 'Aku Musa'. Khadir bertanya, 'Musa di Bani Israil?' Nabi Musa menjawab, 'Ya'. Tanya Musa, 'Bolehkah aku mengikutimu agar engkau ajarkan kepadaku ilmu yang telah diberikan oleh Allah kepadamu?' Khadir menjawab, 'Sungguh kamu tidak akan bersabar mengikutiku. Wahai Musa, aku memiliki ilmu dari Allah yang telah diajarkan-Nya kepadamu yang tidak aku miliki'. Kata Nabi Musa, 'Jika Allah menghendaki, aku akan bersabar mengikutimu dan aku tidak akan melanggar perintahmu'. Kemudian Musa dan Khadir berjalan menyusuri pantai karena keduanya tidak menemukan perahu. Tiba-tiba ada sebuah perahu lewat, lalu mereka memohon agar mereka diizinkan turut menumpang di dalamnya. Rupanya Khadir sudah dikenali oleh para awak perahu itu, sehingga mereka mengangkut mereka berdua tanpa memungut upah. Ada seekor burung kecil hinggap di bagian pinggir perahu dengan sekali atau dua kali membasahi paruhnya dengan air laut. Kata Khadir, 'Hai Musa, ilmuku dan ilmumu tidaklah mengurangi ilmu Allah Yang Maha Luas, bagai tetes air di paruh burung itu dibanding dengan lautan'. Nabi Khadir segera mencabut sebatang papan kayu pada bagian perahu, lalu Nabi Musa bertanya, 'Pemilik perahu ini sudah berbuat baik dengan mengangkut kita tanpa ongkos, tetapi engkau malah merusak perahunya dan akan menyebabkan penumpangnya tenggelam?' Nabi Khadir menjawab, 'Bukankah sudah aku katakan bahwa kamu tidak akan mampu bersabar menyertai aku?''Kata Nabi Musa, ''aafkanlah aku, sebab aku lupa, dan izinkan aku tetap menyertaimu'. -Nabi Musa memang lupa--. Keduanya melanjutkan perjalanan lagi, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki sedang bermain bersama teman-temannya, kemudian Nabi Khadir segera memegang kepala anak itu dari arah atas dan memutuskan lehernya. Kata Nabi Musa, 'Mengapa engkau bunuh anak yang baik-baik tanpa dosa?' Nabi Khadir menjawab, 'Bukankah sudah aku katakan bahwa kamu tidak akan mampu bersabar menyertai aku?' Keduanya pergi lagi. Setelah sampai di suatu perkampungan keduanya meminta makanan kepada penduduk di situ, namun mereka menolak untuk memberikan makanan. Lalu keduanya mendapati sebuah rumah yang hampir roboh, kemudian Nabi Khadir menegakkannya dengan tangannya sendiri. Nabi Musa mengatakan, 'kalau kamu mau, kamu bisa memungut upah untuk menegakkan rumah itu.' Nabi Khadir menjawab, 'Sampai di sinilah perpisahan antara aku denganmu'. Sabda Nabi Muhammad Saw selanjutnya: "Semoga Allah memberikan rahmat kepada Nabi Musa. Seandainya Nabi Musa mampu bersabar (dalam menyertai Nabi Khidir) tentu akan lebih banyak lagi kisah tentang Nabi Musa dan Nabi Khadir yang sampai kepada kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 35: ORANG YANG BERTANYA SAMBIL BERDIRI KEPADA ULAMA YANG SEDANG DUDUK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           103[Bukhari 123] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw, kemudian dia bertanya, "Ya Rasulullah, apa kriteria perang karena membela agama Allah? Sebab diantara kami ada orang yang berperang karena marah dan ada orang yang berperang karena congkak?" Rasulullah Saw menjawab, "Siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah (Islam), maka dia benar-benar berperang karena Allah 'Azza wa Jalla".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 36: FIRMAN ALLAH: "DAN KAMU SEKALIAN TIDAKLAH DIBERI ILMU KECUALI HANYA SEDIKIT SEKALI"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           104[Bukhari 125] Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ra, dia berkata: Ketika saya berjalan bersama Nabi Saw menyusuri puing-puing di Madinah, sambil beliau bersandar pad asebatang pohon kurma, beberapa orang Yahudi lewat. Mereka satu sama lain saling mengatakan, "Tanyakan kepadanya (Nabi Muhammad Saw) tentang ruh'. Sebagian yang lain menjawab, "Jangan bertanya kepadanya, karena dia tidak akan memberikan jawaban yang membuat kalian tidak suka". Sebagian lagi mengatakan, "Kita harus bertanya kepadanya". Lalu seorang dari mereka mendekat untuk bertanya, "Hai Abul Qasim (panggilan Nabi Muhammad Saw), apakah ruh itu?" Nabi Saw diam. Kata Ibnu Mas'ud: Berarti beliau sedang menerima wahyu, maka sayapun tetap menunggu. Setelah wahyu selesai, beliau menuturkan wahyu tersebut (yang artinya): "Mereka bertanya kepadamu mengenai ruh. Jawablah bahwa ruh itu urusan Tuhanku, dan kamu sekalian tidaklah diberi ilmu kecuali hanya sedikit sekali". (Al-Quran, surah Al-Isra':85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 37: MEMILIH ORANG-ORANG TERTENTU UNTUK DIBERI ILMU, KARENA KHAWATIR TIDAK DIPAHAMI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           105[Bukhari 128] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda kepada Mu'adz ketika dia dibonceng oleh Nabi Saw di atas kendaraan: "Hai Mu'adz". Mu'adz menjawab: "Labbayk wa sa'dayk ya Rasulullah". Nabi Saw bersabda lagi: "Hai Mu'adz". Dia menjawab: Labbayk wa sa'dayk ya Rasulullah". Nabi Saw bersabda lagi: "Hai Mu'adz". Dia menjawab: "Labbayk w sa'dayk ya Rasulullah". Setelah tiga kali Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya: "Siapa yang bersaksi dengan tulus dan sepenuh hati bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan menghindarkannya dari api neraka". Mu'adz bertanya: "Ya Rasulullah, bolehkah saya beritahukan hadis ini kepada orang-orang agar mereka merasa senang?" Rasulullah Saw menjawab: "Kalau kamu beritahukan mereka hanya akan mengandalkan itu (tanpa beramal)".[footnote 1] Akhirnya Mu'adz menyampaikan hadis ini menjelang kematiannya karena takut berdosa (jika tidak disampaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: sedangkan pengucapan syahadat yang tulus adalah yang dibuktikan dengan amal perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 38: MERASA MALU SAAT MEMPELAJARI ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           106[Bukhari 130] Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata: Ummu Sulaym datang kepada Rasulullah Saw, lalu dia bertanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak merasa malu untuk menyampaikan kebenaran. Karena itu, saya bertanya, "Apakah seorang perempuan wajib mandi besar setelah bermimpi?" Nabi Saw menjawab, "Ya, jika keluar mani". Ummu Salamah menutupui wajahnya karena malu, lalu dia turut bertanya, "Ya Rasulullah, apakah perempuan juga mengeluarkan mani?" Rasulullah Saw menjawab, "Ya, mengapa tidak. Itulah sebabnya seorang anak mirip ibunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 39: ORANG YANG MERASA MALU LALU MEMINTA ORANG LAIN UNTUK MEWAKILINYA DALAM BERTANYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           107[Bukhari 132] Diriwayatkan dari Ali ra, dia berkata: Saya sering mengeluarkan madzi[footnote 1], kemudian saya meminta Al-Miqdad bin Al-Aswad untuk menanyakan hal itu kepada Nabi Saw. Setelah dia tanyakan kepada Nabi Saw, beliau menjawab, "cukup dengan  berwudu (yakni keluarnya madzi membatalkan wudhu, maka harus bersudu lagi jika hendak salat setelah disucikan najisnya, tanpa mandi besar)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Sejenis lendir yang keluar dari kemaluan akibat syahwat atau lainnya tanpa merasa nikmat karena memang bukan mani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 40: MENYAMPAIKAN ILMU DAN NASEHAT DI MASJID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           108[Bukhari 133] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ada seorang laki-laki berdiri di masjid, lalu dia bertanya: "Ya Rasulullah, dari mana kami memulai ihram?" Rasulullah Saw menjawab: "Orang Madinah memulai ihram dari Dzul Hulayfah, orang Syam dari Al-Juhfah, orang Nejed dari Qarn".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibnu Umar: Orang-orang mengatakan bahwa Rasulullah Saw juga bersabda, "Orang yaman memulai ihram dari Yalamlam". Sedangkan Ibnu Umar mengatakan: Saya tidak ingat pasti apakah tambahan yang akhir ini dari sabda Rasulullah Saw".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 41: MENJAWAB LEBIH DARIPADA YANG DITANYAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           109[Bukhari 134] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Saw: "Pakaian apa yang dikenakan oleh orang yang berihram?" Rasulullah Saw menjawab: "Orang yang berihram tidak boleh mengenakan baju, surban, celana panjang, penutup kepala, pakaian yang dicelup wars (jenis tumbuhan) atau za'faran (jenis wewangian). Jika dia tidak mendapatkan sepasang sandal, maka dia boleh memakai sepasang khuff (kaos kaki dari kulit) tetapi harus dipotong bagian atasnya sehingga tampak mata kakinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-3012733113571356863?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3012733113571356863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3012733113571356863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-ilmu.html' title='kitab Ilmu'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-2275493283339384785</id><published>2008-03-04T07:54:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T08:00:25.238-08:00</updated><title type='text'>kitab Wudu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: SOLAT TIDAK DITERIMA TANPA WUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           110[Bukhari 135] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw telah bersabda, "Sholat orang yang berhadas[footnote 1] tidak diterima sebelum dia berwudu". Seorang laki-laki dari Hadhramaut bertanya, "Hai Abu Hurairah, apa hadas itu?" Abu Hurairah menjawab, "kentut, bersuara atau tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Bukan hadas besar, misalnya: kentut, buang air besar, keluar madzi, kencing dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: KEUTAMAAN WUDU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           111[Bukhari 136] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Pada hari kiamat nanti umatku akan dipanggil dengan keadaan bersinar-sinar karena bekas wudu pada anggota tubuh mereka. Siapa yang melebihkan batas sinarnya, maka lakukanlah (yakni tidak hanya membasuh sampai pada batas minimal, tetapi dilebihkan sedikit agar lebih sempurna)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: TIDAK HARUS BERWUDU LAGI KARENA RAGU-RAGU ADANYA HADAS, KECUALI JIKA YAKIN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           112[Bukhari 137] Diriwayatkan dari Abdullah bin Yazid Al-Anshari ra, bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang seseorang yang merasa sepertinya dia kentut samar-samar ketika dia sedang solat. Rasulullah Saw bersabda: "Dia tidak perlu membatalkan solatnya, kecuali jika dia mendengar suara atau merasakan/ mencium kentutnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: KERINGANAN DALAM BERWUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           113[Bukhari 138] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi Saw pernah tidur sehingga terdenganr suara nafasnya, lalu beliau solat tanpa berwudu lagi. Atau Ibnu Abbas mengatakan: Rasulullah Saw berbaring sehingga terdengar suara nafasnya, lalu beliau bangun untuk solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MENYEMPURNAKAN WUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           114[Bukhari 139] Diriwayatkan dari Usamah bin Zayd ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw bertolak dari Arafah, setibanya di jalan perbukitan beliau berhenti, lalu beliau buang air kecil, kemudian beliau berwudu namun bukan wudu yang sempurna. Saya bertanya, "Apakah kita salat di sini, ya Rasulullah?" Rasulullah Saw menjawab, "Di depan sana nanti saja kita solat". Beliau kemudian naik kendaraan lagi. Ketika sampai di Muzdalifah Rasulullah Saw turun, kemudian berwudu dengan sempurna, lalu azan dan iqamat dikumandangkan, kemudian Rasulullah Saw melakukan salat Maghrib, dan setiap orang dalam kafilah itu menambatkan ontanya. Kemudian iqamat dikumandangkan lagi untuk solat Isya, lalu Rasulullah Saw mengerjakan solat Isya, tanpa solat sunat diantara dua solat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: MEMBASUH MUKA DENGAN AIR SEPENUH CIDUKAN DUA TELAPAK TANGAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           115[Bukhari 140] Diriwayatkan oleh Atha' bin Yasar bahwa Ibnu Abbas ra berwudu dengan membasuh muka sebagai berikut: Dia mengambil air dengan telapak tangan, lalu dia berkumur dan membersihkan lubang hidungnya dengan air itu. Setelah itu dia mengambil air lagi seperti itu kemudian dia basuhkan pada wajahnya. Dia mengambil air lagi lalu dia basuhkan pada tangan hingga lengan kanannya. Dia mengambil air lagi lalu dia basuhkan pada tangan hingga lengan kirinya. Kemudian dia mengusap kepalanya. Dia mengambil air lalu dia basuhkan pada kaki kanannya. Dia mengambil air lalu dia basuhkan pada kaki kirinya. Setelah itu dia mengatakan, "Seperti inilah saya melihat Rasulullah Saw berwudu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: BACAAN KETIKA MASUK KAMAR KECIL (WC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           116[Bukhari 142] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika masuk kamar kecil (wc) Rasulullah Saw membaca doa (yang artinya), "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MENYIAPKAN AIR DI WC/KAMAR KECIL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           117[Bukhari 143] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw masuk ke kamar kecil/wc, lalu saya menyampaikan airnya. Beliau bertanya: "Siapa yang telah menyiapkan air ini?" Setelah diberitahu bahwa saya yang menyiapkannya beliau bersabda: "Ya Allah, berikan kepadanya (Ibnu Abbas) kefahaman dalam ilmu keislaman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: BUANG AIR KECIL DAN BUANG AIR BESAR TIDAK BOLEH MENGHADAP KIBLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           118[Bukhari 144] Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari ra, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda, "Apabila seseorang berak janganlah dia menghadap atau membelakangi kiblat. Menghadaplah ke timur atau ke barat".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1] : Ka'bah ada di selatan Madinah, maka dengan menghadap ke timur atau ke barat berarti menghadap dan tidak membelakangi ka'bah. Demikian itu berlaku ketika seseorang buang air di tanah lapang tanpa tabir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: BUANG AIR BESAR DENGAN BERJONGKOK DI ATAS DUA BATU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           119[Bukhari 145] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Orang-orang mengatakan, "Jika kamu duduk untuk buang air janganlah kamu menghadap kiblat atau Bayt Al-Maqdis", padahal pada suatu hari saya naik ke atas rumah saya, ketika itu saya melihat Rasulullah Saw duduk berjongkok di atas dua batu untuk buang air dengan menghadap Bayt Al-Maqdis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: KELUARNYA WANITA UNTUK BUANG HAJAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           120[Bukhari 146] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa para istri Nabi Saw biasanya keluar ke tanah lapang yang luas untuk buang hajat (sebagaimana tradisi setempat saat itu). Umar pernah mengusulkan kepada Nabi Saw: "Buatkanlah tabir untuk buang hajat istri-istri anda". Tetapi Rasulullah Saw tidak melaksanakannya. Pada suatu malam sekitar Isya Saudah binti Zam'ah istri Nabi Saw keluar ke tanah lapang untuk buang hajat. Dia perempuan yang bertubuh tinggi, lalu Umar memanggilnya: "Aku mengenali anda, hai Saudah". Umar berbuat begitu karena mengharap agar turun ayat tentang hijab. Maka Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang hijab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: ISTINJA' (BERSUCI SEHABIS BUANG AIR) DENGAN AIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           121[Bukhari 150] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Apabila Rasulullah Saw keluar untuk buang hajat, saya dan anak-anak sebaya saya seringkali menyediakan satu wadah penuh air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: MEMBAWA 'ANAZAH BESERTA AIR UNTUK ISTINJA'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           122[Bukhari 152] Menurut riwayat lain dari Anas bin Malik ra juga: Apabila Rasulullah Saw keluar untuk buang hajat, saya dan anak-anak seusia saya seringkali menyediakan satu wadah penuh air beserta 'anazah (tongkat yang ujungnya bercabang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: LARANGAN ISTINJA' DENGAN TANGAN KANAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           123[Bukhari 153] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Apabila kamu minum janganlah bernafas di dalam wadah minuman, dan apabila kamu buang air janganlah menyentuh kemaluan dan beristinja' dengan tangan kanan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: ISTINJA' (BERSUCI SEHABIS BUANG AIR) DENGAN BATU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           124[Bukhari 155] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah menyertai Nabi Saw ketika beliau keluar untuk buang hajat. Nabi Saw berjalan lurus tanpa menoleh. Kemudian saya mendekati beliau, lalu beliau bersabda, "Carikan untukkku beberapa batu untuk aku gunakan istinja' - atau beliau bersabda semakna dengan itu - jangan kamu bawakan tulang atau kotoran hewan". Saya pun membawakan beberapa buah batu untuk beliau dengan menggunakan ujung jubah saya, lalu saya letakkan di samping Nabi Saw, kemudian saya menjauh. Setelah beliau selesai buang hajat, beliau pergunakan batu-batu tersebut untuk istinja'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: JANGAN BERISTINJA' (BERSUCI SEHABIS BUANG AIR) DENGAN KOTORAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           125[Bukhari 156] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw keluar untuk buang hajat, kemudian beliau meminta saya mencarikannya tiga buah batu. Saya hanya menemukan dua buah batu, saya tidak bisa mendapatkan sebuah batu lagi, kemudian saya mengambil kotoran hewan (yang kering sebagai pengganti batu tersebut), lalu saya membawanya kepada Nabi Saw. Beliau mengambil dua buah batu itu dan membuang kotoran tersebut seraya mengatakan, "ini adalah benda kotor".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: BERWUDU DENGAN MEMBASUH SEKALI SAJA PADA BAGIAN TUBUH YANG WAJIB DI BASUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           126[Bukhari 157] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah berwudu dengan membasuh bagian tubuh yang wajib dibasuh masing-masing hanya sekali basuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: BERWUDU DENGAN MEMBASUH DUA KALI PADA BAGIAN TUBUH YANG WAJIB DIBASUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           127[Bukhari 158] Diriwayatkan dari Abdullah bin Zayd Al-Anshari ra, bahwa Nabi Saw pernah berwudu dengan membasuh pada bagian tubuh yang wajib dibasuh masing-masing dua kali basuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: BERWUDU DENGAN MEMBASUH BAGIAN TUBUH YANG WAJIB DIBASUH MASING-MASING TIGA KALI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           128[Bukhari 159] Diriwayatkan dari Humran (pelayan Utsman bin Affan) bahwa dia pernah melihat Utsman bin Affan meminta satu wadah berisi air, kemudian dia tuangkan air itu ke kedua tangannya tiga kali untuk membasuhnya. Setelah itu dia memasukkan tangan kanannya ke dalam wadah tersebut untuk mengambil air untuk berkumur dan membersihkan lubang hidungnya. Lalu dia membasuh wajahnya tiga kali, kemudian dia membasuh kedua tangannya hingga siku tiga kali, kemudian dia mengusapkan air pada kepalanya, lalu dia membasuh kedua kakinya hingga mata kaki tiga kali. Setelah itu dia mengatakan: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Siapapun yang berwudu seperti wuduku ini, kemudian dia mengerjakan salat dua rakaat dengan khusyu', maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           129[Bukhari 160] Disebutkan dalam riwayat lain bahwa Utsman bin Affan pernah mengatakan: Saya akan menyampaikan sebuah hadis kepada kalian - seandainya tidak ada satu ayat di dalam Al-Quran niscaya hadis ini tidak akan saya sampaikan --, saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Seseorang yang berwudu dengan sempurna kemudian dia mengerjakan solat dua rakaat, niscaya diampuni dosa-dosanya antara wudu dan salat dua rakaat yang ia kerjakan itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Urwah (perawi): Satu ayat yang dimaksudkan oleh Utsman bin Affan di muka adalah, "Sungguh orang-orang yang menyembunyikan keterangan-keterangan yang jelas ......". (Al-Quran, surah Al-Baqarah:159).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: MEMBERSIHKAN LUBANG HIDUNG DENGAN AIR KETIKA BERWUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           130[Bukhari 161] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang bersudu hendaklah dia membersihkan lubang hidungnya (dengan menghirup air lalu menghembuskannya), dan siapa yang beristinja' dengan batu hendaklah dia ganjilkan bilangannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: ISTINJA' DENGAN BATU DENGAN BILANGAN GANJIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           131[Bukhari 162] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila seseorang berwudu hendaklah dia memasukkan air ke dalam lubang hidungnya kemudian menghembuskannya. Siapapun yang beristinja dengan batu hendaklah dia ganjilkan hitungannya. Apabila seseorang bangun dari tidur hendaklah dia membasuh tangannya sebelum dia memasukkan tangannya ke dalam tempat air, karena dia tidak tahu di mana semalam tangannya berada (mungkin tangannya menyentuh bagian tubuh yang kotor)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 22: MENGUSAP KAOS KAKI KULIT TANPA MELEPASNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           132[Bukhari 166] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa dia pernah ditanya oleh Ibnu Juraij: "Saya lihat engkau tidak mengusap dinding Ka'bah kecuali bagian yang menghadap ke selatan (rukun Yamani), saya lihat engkau mengenakan terompah kulit, saya lihat engkau mencelup rambut dengan shufrah (jenis pewarna), dan ketika engkau berada di Mekah saya lihat engkau tidak memulai ihram melainkan sesudah masuk hari Tarwiyah, padahal orang-orang sudah memulai ihram sejak tanggal 1 Dzulhijjah?" Abdullah bin Umar menjawab: "Mengenai rukun Yamani, karena saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw mengusap dinding Ka'bah kecuali pada rukun Yamani. Mengenai terompah/kaos kaki kulit, karena saya melihat Rasulullah Saw mengenakan kaos kaki kulit yang tidak berbulu dan beliau tidak melepasnya ketika berwudu, maka saya pun suka mengenakannya. Mengenai  pewarna rambut (shafrah), karena saya pernah melihat Rasulullah Saw menggunakannya, maka saya pun suka mencelup rambut saya dengan shafrah. Adapun mengapa saya tidak memulai ihram pada tanggal 1 Dzulhijjah, karena saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw memulai ihram melainkan setelah tiba saat berangkat menuju ibadah haji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: MENDAHULUKAN ANGGOTA TUBUH YANG KANAN KETIA BERWUDU DAN MANDI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           133[Bukhari 168] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Nabi Saw senantiasanya mendahulukan anggota tubuh yang kanan dalam memakai sepatu, menyisir rambut, bersuci (dari hadas atau dari najis), dan perbuatan baik yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: MENCARI AIR UNTUK WUDU KETIKA WAKTU SOLAT TIBA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           134[Bukhari 169] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Ketika waktu solat asar tiba saya melihat Nabi Saw, sementara orang-orang mencari air untuk wudu namun mereka tidak mendapatkannya. Setelah itu satu bejana berisi air dibawa Rasulullah Saw, kemudian beliau meletakkan tangannya di dalam bejana itu, lalu beliau menyuruh orang-orang agar berwudu dengan air tersebut. Kata Anas bin Malik: Saya melihat air memancar dari jari jemari Rasulullah Saw, sehingga semua orang bisa berwudu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: AIR UNTUK MEMBASUH RAMBUT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           135[Bukhari 171] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwa ketika Rasulullah Saw mencukur rambutnya, orang yang mula-mula memungut rambut tersebut adalah Abu Thalhah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 26: APABILA ANJING MINUM AIR DALAM BEJANA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           136[Bukhari 172] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila anjing minum air dalam bejanamu, basuhlah bejana itu tujuh kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           137[Bukhari 174] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Pada masa Rasulullah Saw seringkali anjing-anjing mondar-mandir di dalam masjid, sedangkan para sahabat tidak menyiram tempat bekas anjing-anjing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 27: TIDAK MENGULANG WUDU KECUALI ADA HADAS YANG KELUAR DARI KEMALUAN DAN DUBUR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           138[Bukhari 176] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda: "Seseorang yang berada di masjid untuk menunggu pelaksanaan solat, nilainya sama dengan melakukan solat selama dia belum berhadas dan tidak bercakap-cakap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           139[Bukhari 179] Diriwayatkan dari Zayd bin Khalid ra, dia berkata: Saya pernah bertanya kepada Utsman  bin Affan ra, "Bagaimana orang yang bersetubuh tetapi tidak sampai mengeluarkan mani?" Utsman menjawab, "Dia harus berwudu seperti wudu untuk solat dan dia harus membasuh zakarnya". Kata Utsman, "Demikian ini saya dengar dari Rasulullah Saw. Saya juga menanyakan hal itu kepada Ali, Zubair, Thalhah, dan Ubay bin Ka'b ra, mereka semua menjawab seperti itu".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Hadis ini telah dinasikh oleh hadis lain (hadis nomor 202) yang mewajibkan mandi besar karena persetubuhan meskipun tidak sampai mengeluarkan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           140[Bukhari 180] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bahwa Rasulullah Saw pernah mengutus seseorang untuk memanggil seorang Anshar, lalu dia datang dengan rambut yang masih basah. Nabi Saw bertanya: "Mungkin kami membuatmu tergesa-gesa?" Oran Anshar itu menjawab: "Ya". Kemudian Rasulullah Saw bersabda: "Apabila kamu bersetubuh lalu segera kamu hentikan sebelum mengeluarkan sperma, maka kamu harus berwudu".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Hadis ini telah dinasikh oleh hadis lain (hadis nomor 202) yang mewajibkan mandi besar karena persetubuhan meskipun tidak sampai mengeluarkan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 28: MEWUDUKAN ORANG LAIN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           141[Bukhari 182] Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra, bahwa dia pernah menyertai Rasulullah Saw dalam suatu perjalanan. Ketika itu Rasulullah Saw keluar untuk buang hajat. Setelah selesai beristinja, Al-Mughirah menuangkan air ke tangan Rasulullah Saw ketika beliau berwudu. Beliau membasuh wajahnya dan kedua tangannya, mengusap air pada kepalanya, dan sepasang terompahnya/kaos kaki kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 29: MEMBACA AL-QURAN DAN LAIN-LAIN SETELAH BERHADAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           142[Bukhari 183] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra bahwa pada suatu malam dia berada di rumah bibinya, yaitu Maymunah, istri Nabi Saw. Kata Abdullah bin Abbas: Saya berbaring di atas kasur kecil, sementara Rasulullah Saw juga berbaring dengan menjulurkan kakinya. Rasulullah Saw tidur. Ketika tengah malam atau kurang sedikit beliau bangun. Beliau duduk dan mengusap wajahnya untuk menghilangkan bekas tidurnya, kemudian beliau membaca sepuluh ayat di akhir surat Ali Imran. Kemudian beliau melangkah ke tempat air dari kulit yang tergantung, lalu beliau mempergunakan air itu untuk berwudu dengan sempurna, kemudian beliau mengerjakan solat. Kata Abdullah bin Abbas: Saya pun bangun dan mengerjakan seperti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw, lalu saya mendekat ke samping Rasulullah Saw, tetapi beliau kemudian meraba kepala saya dengan tangan kanannya dan menarik telinga saya yang kanan untuk menggeser posisi saya ke sebelah kanannya, kemudian beliau mengerjakan solat dua rakaat enam kali dan menggasalinya dengan satu rakaat lagi. Setelah itu beliau berbaring sampai terdenganr azan, kemudian beliau solat dua rakaat tidak terlalu lama, lalu beliau ke luar (ke masjid) untuk solat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 30: MENGUSAP SELURUH KEPALA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           143[Bukhari 185] Diriwayatkan dari Abdullah bin Zayd ra, bahwa seorang laki-laki memohon kepadanya: "Tunjukkan/peragakan kepada saya bagaimana Rasulullah Saw berwudu". Abdullah bin Zayd menjawab: "Baiklah". Dia meminta air, lalu dia membasuh tangannya dua kali, kemudian dia berkumur dan membersihkan lubang hidungnya dengan air masing-masing tiga kali. Setelah itu dia membasuh mukanya tiga kali, kemudian dia membasuh kedua tangannya sampai siku masing-masing tiga kali, lalu dia mengusap kepalanya dengan kedua tangannya yang basah, dimulai dari depan, lalu kedua tangannya digerakkan ke tengkuk, kemudian digerakkan lagi ke depan (perbatasan dahi). Setelah itu dia membasuh kedua kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 31: MENGGUNAKAN AIR SISA/BEKAS WUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           144[Bukhari 187] Diriwayatkan dari Abu Juhayfah ra, ketika tengah hari, Rasulullah Saw menemui kami, kemudian beliau diberi wadah berisi air, lalu beliau berwudu. Orang-orang segera mengambil air bekas/sisa wudu beliau, lalu mereka usapkan pada mereka[footnote 1]. Rasulullah Saw melakukan solat Zhuhur dan Asar masing-masing dua rakaat (qashar) dengan menancapkan sebatang azanah (tongkat yang ujungnya bercabang) di hadapan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: untuk tabarruk/mencari berkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           145[Bukhari 190] Diriwayatkan dari As-Sa'ib bin Yazid ra, dia berkata: Saya pernah diajak bibi saya berkunjung kepada Nabi Saw. Kata bibi saya: "Ya Rasulullah, kemenakan saya ini sakit kepala". Kemudian Rasulullah Saw mengusap kepala saya dan memohonkan keberkahan untuk saya. Setelah itu beliau berwudu, lalu saya minum air sisa/bekas wudunya. Kemudian saya berdiri di belakang beliau, sehingga saya melihat cap/stempel keNabian sebesar kancing tenda di antara dua pundak pada punggung beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 32: LAKI-LAKI BERWUDU BERSAMA ISTRINYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           146[Bukhari 193] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Pada masa Rasulullah Saw laki-laki dan wanita pernah berwudu bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 33: NABI SAW MENUANGKAN AIR BEKAS WUDUNYA KEPADA ORANG YANG TIDAK SADAR KARENA SAKIT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           147[Bukhari 194] Diriwayatkan dari Jabir ra, dia berkata: Rasulullah Saw membezuk/ menjenguk saya ketika saya sakit hingga tidak sadar. Rasulullah Saw berwudu, kemudian air bekas wudunya beliau oleskan pada tubuh saya sehingga saya menjadi sadar. Setelah itu saya bertanya: "Ya Rasulullah, siapa yang akan memiliki harta peniggalan saya karena saya tidak lagi memiliki orang tua dan keturunan?" Maka turunlah ayat tentang waris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 34: MANDI ATAU WUDU DENGAN AIR BELANGA/PERIUK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           148[Bukhari 195] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Suatu ketika waktu solat telah tiba, orang-orang yang tinggal di dekat masjid bergegas untuk berwudu, sementara sebagian yang lain tinggal diam. Kemudian sebuah periuk batu berisi air di bawa kepada Rasulullah Saw, namun periuk batu tersebut terlalu kecil untuk dimasuki oleh telapak tangan Rasulullah Saw (dengan mukjizat beliau) semua orang berwudu dengan air di dalam periuk yang kecil itu. Kami bertanya: "Berapa jumlah kalian ketika itu?" Anas menjawab: "80 orang lebih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           149[Bukhari 196] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, bahwa suatu ketika Nabi Saw meminta air dalam mangkok besar/belanga kecil, lalu beliau membasuh kedua tangan dan wajahnya, kemudian beliau semburkan lagi ke dalam wadah itu (sehingga air tersebut cukup untuk berwudu bagi puluhan atau ratusan orang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           150[Bukhari 198] Diriwayatkan dari Aisyah ra, ketika sakit Nabi Saw sudah sangat berat, beliau meminta izin kepada istri-istrinya agar beliau di rawat di rumah saya, dan merekapun setuju. Nabi Saw keluar dengan kakinya menyeret tanah dengan dipapah oleh dua orang, yaitu Abbas dan orang satu lagi (maksudnya Ali bin Abu Thalib). Aisyah menambahkan: Setelah Nabi Saw masuk rumah, beliau memohon, "Tuangi aku dengan air tujuh kantong kulit perlahan-lahan agar aku merasa segara sehingga aku bisa keluar menemui para sahabat". Rasulullah Saw didudukkan di atas periuk batu milik Hafsah, istri beliau. Kamipun segera menyiramkan sebagaimana permintaan beliau, sehingga beliau bisa memberikan isyarat kepada kami, lalu beliau keluar menemui para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           151[Bukhari 200] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi Saw pernah meminta bejana berisi air. Maka diambilkan sebuah gayung yang dasarnya lebar dengan berisi sedikit air. Beliau kemudian meletakkan jari jemarinya di dalam wadah itu. Kata Anas: Saya melihat air memancar dari sela-sela jari beliau. Saya perkirakan orang yang berwudu dengan air tersebut sekitar 70 hingga 80 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 35: BERWUDU DENGAN AIR SATU MUDD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           152[Bukhari 201] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Seringkali Nabi Saw mandi dengan air satu sha hingga lima mudd dan berwudu dengan air satu mudd. (1 sha = 4 mudd. 1 mudd = kira2 6 s/d 7.5 ons bila dengan ukuran timbangan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 36: MENGUSAP SEPASANG KHUFF (KAOS KAKI KULIT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           153[Bukhari 202] Diriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra, bahwa Nabi Saw pernah mengusap sepasang khuff (tanpa melepasnya ketika berwudu). Abdullah putra Umar bertanya kepada Umar (ayahnya) tentang hal itu, lalu Umar menjawab: "Ya, benar. Apabila kamu diberitahu oleh Sa'd tentang hadis dari Nabi Saw, janganlah kamu tanyakan lagi kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           154[Bukhari 204] Diriwayatkan dari Amru bin Umayyah Adh-Dhamiri ra, bahwa dia pernah melihat Nabi Saw mengusap sepasang khuff nya ketika berwudu tanpa melepasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           155[Bukhari 205] Diriwayatkan dari Amru bin Umayyah Adh-Dhamiri ra, bahwa dia pernah melihat Nabi Saw berwudu dengan mengusap surbannya dan sepasang khuffnya (tanpa dilepas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 37: MENGENAKAN SEPASANG KHUFF DALAM KEADAAN SUCI/TIDAK BERHADAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           156[Bukhari 206] Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra, dia berkata: Saya pernah menyertai Nabi Saw dalam perjalanan. Saya bergegas hendak melepas khuff beliau, namun beliau bersabda, "Biarkan saja, jangan dilepas, karena aku dalam keadaan suci (tidak berhadas) pada saat memakainya". Kata Mughirah: Ketika berwudu, Rasulullah Saw mengusapkan air dengan tangannya pada khuff tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 38: TIDAK BERWUDU LAGI SEHABIS MAKAN DAGING KAMBING DAN KUE SAWIQ (DARI GANDUM CAMPUR KURMA DAN GULA).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           157[Bukhari 208] Diriwayatkan dari Amru bin Umayyah ra, bahwa dia pernah melihat Rasulullah Saw makan daging dari lengan kambing, lalu tibalah waktu solat, kemudian beliau meletakkan pisaunya, lalu beliau mendirikan solat tanpa berwudu lagi (karena sebelumnya sudah berwudu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 39: BERKUMUR SEHABIS MAKAN KUE SAWIQ (DARI GANDUM CAPUR KURMA DAN GULA) TANPA PERLU MENGULANG WUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           158[Bukhari 209] Diriwayatkan dari Suwayd bin An-Nu'man ra, pada tahun berlangsungnya perang Khaybar dia pergi bersama Rasulullah Saw. Ketika sampai di sahba', suatu tempat di dekat Khaybar, Rasulullah Saw mendirikan solat Asar. Setelah itu beliau meminta diambilkan makanan namun tidak ada makanan kecuali Sawiq (kue gandum campur kurma dan gula). Rasulullah Saw memerintahkan agar kue tersebut dicuci dulu, baru kemudian beliau memakannya bersama kami. Setelah itu beliau berdiri hendak melakukan solat Maghrib. Beliau berkumur dan kami pun berkumur seperti beliau, kemudian beliau mendirikan solat tanpa berwudu ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           159[Bukhari 210] Diriwayatkan dari Maymunah ra, bahwa di rumahnya, Nabi Saw pernah makan daging dari lengan kambing, kemudian beliau solat tanpa berwudu ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 40: HARUSKAH BERKUMUR SETELAH MINUM SUSU?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           160[Bukhari 211] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah Saw pernah minum susu, kemudian beliau berkumur. Beliau bersabda: "Sesungguhnya susu itu mengandung lemak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 41: BERWUDU SETELAH TIDUR DAN ORANG YANG BERPENDAPAT TIDAK PERLU BERWUDU ULANG KARENA MENGANTUK SEKEJAP ATAU DUA KEJAP ATAU SANGAT SINGKAT DALAM BEBERAPA DETIK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           161[Bukhari 212] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila seseorang mengantuk ketika sedang solat hendaklah dia tidur dulu sampai rasa kantuknya hilang, karena jika seseorang solat sambil mengantuk mungkin maunya dia memohon ampunan tetapi karena mengantuk dia akan mengucapkan doa yang mencelakakan dirinya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           162[Bukhari 213] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Apabila seseorang mengantuk ketika sedang solat hendaklah dia tidur dulu sampai dia mengerti apa yang dia baca".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 42: BERWUDU MESKIPUN BELUM BERHADAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           163[Bukhari 214] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi Saw selalu berwudu sebelum mendirikan solat. Kata Anas: Sebagian kami melakukan solat lebih dari sekali hanya dengan satu wudu selama belum berhadas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 43: TERMASUK DOSA BESAR JIKA TIDAK MENGHINDARKAN TUBUH DAN PAKAIAN DARI AIR KENCING.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           164[Bukhari 216] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw melintasi suatu pekuburan di Madinah atau Mekah. Beliau mendengar dua orang yang sedang disiksa di dalam kuburnya, lalu beliau bersabda, "Dua orang ini disiksa karena telah melakukan dosa besar". Sabda beliau selanjutnya, "Memang benar, yang satu tidak membersihkan diri sehabis kencing, dan yang satu lagi selalu menyebarkan fitnah permusuhan". Kemudian Nabi Saw meminta sebatang pelepah kurma yang basah, lalu beliau memotongnya menjadi dua, kemudian beliau menancapkannya di masing-masing dua kubur tersebut. Ada seorang sahabat bertanya, "Mengapa anda melakukan itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Semoga siksa keduanya diringankan selama pelepah kurma tersebut masih basah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 44: MEMBASUH BAGIAN TUBUH YANG TERKENA AIR KENCING.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           165[Bukhari 217] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Apabila Nabi Saw pergi hendak buang hajat, saya biasanya membawakan air untuk beliau gunakan bersuci/beristinja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 45: NABI SAW DAN PARA SAHABAT MEMBIARKAN SEORANG ARAB PEDALAMAN KENCING DI MASJID SAMPAI TUNTAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           166[Bukhari 220] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ada seorang Arab pedalaman berdiri dan kencing di dalam masjid. Para sahabat segera menangkapnya, namun Nabi Saw bersabda, "Biarkan saja dia dan tungguhlah sampai dia kencing tuntas. Setelah itu siramkan sekantong atau setimba air pada bekas kencingnya, karena kalian diperintahkan untuk memberikan kemudahan, bukan untuk mempersulit".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Saat itu lantai masjid berupa tanah biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 46: AIR KENCING BAYI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           167[Bukhari 223] Diriwayatkan dari Ummu Qays binti Mihshan ra, bahwa dia membawa bayi laki-lakinya yang belum makan apa-apa kecuali air susu ibu (ASI) kepada Rasulullah Saw. Beliau meletakkan bayi itu pada pangkuan beliau, kemudian beliau meminta air, lalu beliau percikkan pada pakaian yang terkena kencing tersebut tanpa membasuhnya.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Demikian itu dengan syarat bagi bayi tersebut laki-laki/ bukan perempuan dan belum pernah makan atau minum apapun kecuali air susu ibu (ASI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 47: KENCING SAMBIL BERDIRI ATAU DUDUK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           168[Bukhari 224] Diriwayatkan dari Hudzayfah (laki-laki, bukan perempuan) ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw mendatangi tempat orang-orang membuang sampah, kemudian beliau kencing sambil berdiri. Setelah itu beliau meminta air, lalu saya membawakannya, kemudian beliau juga berwudu.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Kencing dengan berdiri pada saat itu (sekali itu saja) bagi Nabi Saw adalah wajib, dalam rangka menyampaikan ajaran dari Allah bahwa kencing dengan berdiri itu boleh, meskipun yang lebih baik adalah dengan jongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 48: KENCING DI DEKAT ORANG LAIN DENGAN DIBERI TABIR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           169[Bukhari 225] Diriwayatkan dari Hudzayfah ra, (seperti hadis sebelumnya dengan perbedaan sebagai berikut): .... Kemudian Nabi Saw sambil berdiri di balik sebuah dinding. Saya menjauh, namun beliau memanggil saya, lalu saya mendekat. Saya menunggu di sebelah beliau sampai beliau selesai kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 49: MEMBASUH DARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           170[Bukhari 227] Diriwayatkan dari Asma ra, dia berkata: Seorang perempuan datang kepada Nabi Saw lalu dia bertanya, "Apa yang harus dilakukan oleh seorang perempuan apabila pakaiannya terkena darah haid?" Rasulullah Saw menjawab, "Genggamlah bagian yang terkena darah (agar tidak meluas), kemudian gosoklah dan keriklah/ sikatlah dengan dituangi air. Setelah itu pakaian tersebut boleh dipakai untuk solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           171[Bukhari 228] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Fathimah binti Hubaisy datang kepada Rasulullah Saw, lalu dia bertanya, "Saya mengalami istihadhah (pendarahan dari dalam uterus di luar haid) sehingga saya tidak pernah suci, apakah saya tidak perlu solat?" Rasulullah Saw menjawab, "Tidak begitu. Darah tersebut berasal dari pembuluh darah, bukan darah haid. Jika kamu mengalami haid berhentilah solat, dan apabila haidmu selesai bersihkanlah darahmu (mandilah), lalu solatlah, kemudian berwudulah setiap kali akan solat sampai tiba lagi masa haid berikutnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 50: MEMBASUH DAN MENGGOSOK MANI PADA PAKAIAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           172[Bukhari 229] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Saya pernah membasuh mani pada pakaian Nabi Saw, kemudian beliau keluar (ke masjid) untuk melakukan solat, sementara pakaian beliau masih basah pada bekas cucian/basuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 51: KENCING ONTA, KAMBING, DAN HEWAN LAIN SERTA BEKAS TEMPAT HEWAN-HEWAN TERSEBUT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           173[Bukhari 233] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Sekelompok orang dari suku Ukayl dan Uraynah datang ke Madinah, namun kemudian mereka sakit karena tidak tahan dengan cuaca di situ. Lalu Nabi Saw menyuruh mereka mendatangi kawanan onta untuk meminum air kencing dan air susunya. Merekapun pergi sesuai perintah Nabi Saw. Setelah mereka sehat, mereka membunuh penggembala onta Nabi Saw tersebut dan melarikan onta-onta itu. Nabi Saw mendengar berita itu pagi hari berikutnya. Kemudian Nabi Saw menugaskan beberapa orang untuk menangkap mereka, lalu tangan dan kaki mereka di potong, serta mata mereka dicolok dengan besi panas. Mereka diletakkan di bawah terik matahari. Mereka minta minum namun tidak diberi.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: mereka orang-orang murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           174[Bukhari 234] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah melakukan solat di bekas tempat kambing sebelum masjid dibangun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 52: NAJIS YANG JATUH KE MENTEGA DAN BENDA ENCER.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           175[Bukhari 235] Diriwayatkan dari Maymunah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai tikus yang jatuh ke mentega. Rasulullah Saw menjawab: "Buanglah tikus itu dan buang pula mentega yang disekitar tubuh tikus itu, lalu makanlah sisa mentega yang tidak terkena tikus tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           176[Bukhari 237] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Setiap luka yang diderita oleh seorang muslim dalam pertempuran membela agama Allah kelak pada hari kiamat akan tampak sebagaimana keadaan di dunia ketika luka itu diderita pertama kali dengan memancarkan darah. Warnanya tetap seperti darah, tetapi baunya sewangi misk/minyak wangi kesturi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 53: KENCING DI AIR YANG TIDAK MENGALIR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           177[Bukhari 238] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Janganlah seseorang kencing di genangan air yang tidak mengalir kemudian dia mandi di situ atau dengan air itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 54: JIKA KOTORAN ATAU BANGKAI DILETAKKAN DI ATAS PUNGGUNG ORANG YANG SOLAT OLEH ORANG LAIN, MAKA SOLATNYA TIDAK BATAL.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           178[Bukhari 240] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, bahwa suatu ketika Nabi Saw solat di Baitullah, sementara Abu Jahl dan kawan-kawannya sedang duduk, tiba-tiba sesama mereka saling mengatakan: "Siapa di antara kalian yang sudi mengambil perut bangkai onta di tempat suku Fulan sana lalu meletakkannya di atas punggung Muhammad ketika dia bersujud?" Maka berangkatlah salah seorang yang paling celaka di antara mereka untuk mengambil perut bangkai onta tersebut, lalu dia menunggu hingga Nabi Saw bersujud, kemudian dia meletakkannya di atas punggung antara dua bahu Nabi Saw. Sementara saya melihat peristiwa itu namun saya tidak berani melawan. Ketika itu saya berharap agar ada orang-orang yang datang menyertai saya untuk melawan orang-orang kafir itu. Mereka semua tertawa terbahak-bahak dengan saling bersahutan, sedangkan Rasulullah Saw tetap saja bersujud tanpa mengangkat kepalanya sampai Fathimah datang lalu dia menyingkirkan perut bangkai onta itu dari punggung Rasulullah Saw, baru kemudian Rasulullah mengangkat kepalanya lalu berdoa: "Ya Allah, hukumlah orang-orang kafir Quraisy". Beliau berdoa tiga kali, sehingga orang-orang kafir itu merasa sedih setelah mendengar doa Rasulullah tersebut. Mereka mengerti bahwa doa yang diucapkan di kota itu (Mekah) akan dikabulkan oleh Allah. Rasulullah Saw melanjutkan doanya dengan menyebutkan beberapa nama: "Ya Allah, hukumlah Abu Jahl, Utbah bin Rabi'ah, Syaiban bin Rabi'ah, Al-Walid bin Utbah, Umayyah binKhalaf dan Uqbah bin Abu Mu'aith". Rasulullah Saw juga menyebut seorang lagi yang ketujuh, namun perawi tidak ingat namanya. Kata Abdullah bin Mas'ud: Demi Allah yang menguasai diri saya! Saya melihat mayat orang-orang yang disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam doa beliau itu dilemparkan ke dalam salah satu sumur di Badr.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: mereka terbunuh oleh pasukan muslimin dalam perang Badr lalu mayat mereka dilemparkan ke dalam sumur di Badr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 55: MELUDAH ATAU MEMBUANG INGUS DI PAKAIAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           179[Bukhari 241] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah meludah di pakaiannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 56: PEREMPUAN MEMBASUH DARAH PADA WAJAH AYAHNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           180[Bukhari 243] Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd As-Sa'idi ra, bahwa dia pernah ditanya oleh orang-orang: "Dengan apa luka Rasulullah Saw diobati (dalam perang Uhud)?" Sahl menjawab: "Tidak ada lagi orang yang lebih tahu daripada saya yang sekarang masih hidup. Ali membawa air dengan perisainya dan Fathimah membasuh darah pada wajah Nabi Saw dengan air tersebut (tetapi darah Nabi Saw semakin deras) lalu dibakarlah tikar jerami kemudian abunya ditaburkan pada luka Nabi Saw".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 57: SIWAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           181[Bukhari 244] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Suatu ketika saya mendatangi Nabi Saw. Saya melihat beliau menggenggam siwak di tangannya untuk menyikat giginya. Ketika siwak masih berada di dalam mulut Nabi Saw, beliau bersuara uk uk, seolah beliau hendak muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           182[Bukhari 245] Diriwayatkan dari Hudzayfah ra, dia berkata: Nabi Saw selalu menggosok giginya dengan siwak setiap bangun dari tidur pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 58: MENYERAHKAN SIWAK KEPADA ORANG YANG LEBIH TUA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           183[Bukhari 246] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Aku bermimpi membersihkan gigiku dengan siwak, kemudian aku didatangi oleh dua orang laki-laki, yang satu lebih tua daripada yang lain, lalu aku menyerahkan siwak kepada yang lebih muda, kemudian aku diberi petunjuk, "Berikanlah kepada yang lebih tua diantara dua orang itu". Maka akupun memberikannya kepada yang lebih tua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 59: KEUTAMAAN ORANG YANG TIDUR DENGAN MENYANDANG WUDU (TIDAK BERHADAS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           184[Bukhari 247] Diriwayatkan dari Al-Barra bin Azib ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Apabila kamu akan tidur berwudulah sebagaimana wudu untuk solat, kemudian berbaringlah dengan miring ke kanan, lalu ucapkanlah doa: Allaahumma .... s/d wa Nabiyyikalladzii arsalta (yang artinya): "Ya Allah, aku berserah diri kepadaMu. Aku bergantung kepadaMu. Aku serahkan segala urusanku kepadaMu. Aku bergantung kepadaMu dengan penuh harap dan rasa takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat mencari keselamatan dari murka dan siksaMu kecuali kepadaMu. Ya Allah, aku beriman kepada KitabMu yang telah Engkau turunkan dan kepada NabiMu yang telah Engkau utus". Jika kamu mati di malam itu, maka matimu dalam keadaan beriman. Jadikanlah ucapan/doa tersebut sebagai kata-katamu yang terakhir. Kata Al-Barra: Saya mengulang doa tersebut di hadapan Nabi Saw. Setelah sampai pada bacaan Allaahumma aamantu bikitaabikalladzii anzalta saya lanjutkan dengan wa rasuulika...., lalu Rasulullah Saw menegur saya, "Jangan begitu, ucapkanlah wa Nabiyyikalladzii arsalta".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-2275493283339384785?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2275493283339384785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2275493283339384785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-wudu.html' title='kitab Wudu'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-238243406399620585</id><published>2008-03-04T07:52:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T07:53:57.831-08:00</updated><title type='text'>Kitab Mandi Besar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: WUDU SEBELUM MANDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           185[Bukhari 248] Diriwayatkan dari Aisyah ra, istri Nabi Saw, bahwa apabila Nabi Saw mandi karena junub, beliau mula-mula membasuh kedua tangannya, kemudian beliau berwudu sebagaimana wudu untuk solat. Setelah itu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkan jari-jarinya dengan air pada pangkal rambutnya, lalu beliau tuangkan air tiga kali cidukan dengan tangannya, kemudian beliau siramkan air ke seluruh tubuhnya.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Sebelum berwudu terlebih dahulu membersihkan bagian-bagian tubuh yang terkena najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           186[Bukhari 249] Diriwayatkan dari Maymunah ra, dia berkata, (tentang mandi junub Rasulullah Saw): Rasulullah Saw berwudu seperti wudu untuk solat namun tanpa mebasuh kedua kakinya. Beliau membasuh kemaluannya dan bagian tubuh yang terkena najis (sebelum berwudu). Kemudian beliau menyiramkan air ke seluruh tubuhnya, lalu beliau melangkahkan kakinya dari tempat mandi. Setelah bergeser dari tempat itu beliau membasuh kedua kakinya.[footnote 1] Demikianlah mandi junub Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Mungkin untuk menghindari genangan air yang bercampur najis, sehingga perlu beranjak dari genangan air tersebut untuk melakukan siraman terakhir pada kedua kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SUAMI MANDI BERSAMA ISTRINYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           187[Bukhari 250] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Saya sering mandi bersama Nabi Saw dari satu bejana air yang disebut Al-Faraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: MANDI DENGAN SATU SHA' (SATU SHA'=4 MUDD. 1 MUDD=6 S/D 7.5 ONS) AIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           188[Bukhari 251] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa dia pernah ditanya mengenai mandi Nabi Saw, kemudian Aisyah meminta air kurang lebih satu sha', lalu dia mandi dengan menuangkan air tersebut ke seluruh tubuhnya dari bagian atas kepalanya. Saat peragaan itu terdapat tabir antara Aisyah dengan penanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           189[Bukhari 252] Diriwayatkan dari Jabir ra bahwa dia pernah ditanya oleh seseorang mengenai mandi. Jabir menjawab: "Cukup dengan air satu sha". Penanya tersebut menyangkal: "Tidak cukup bagi saya air satu sha". Kata Jabir: "Air satu sha sudah cukup untuk orang yang rambutnya lebih lebat daripada kamu dan lebih baik daripada kamu (yakni Rasulullah Saw), kemudian beliau berpakaian dan menjadi imam solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MENYIRAMKAN AIR TIGA KALI KE ATAS KEPALA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           190[Bukhari 254] Diriwayatkan dari Jubayr bin Muth'im ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Kalau aku mandi, aku siramkan air tiga kali ke atas kepalaku". Beliau memperagakan dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MENGGUNAKAN WEWANGIAN KETIKA MANDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           191[Bukhari 258] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Biasanya ketika Nabi Saw mandi, beliau meminta wewangian semacam al-hilab. Beliau meletakkannya pada telapak tangannya, kemudian beliau usapkan mula-mula pada kepalanya sebelah kanan, lalu sebelah kiri, dan beliau menggosokkannya dengan kedua tangan pada bagian tengah kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: MENGULANG PERSETUBUHAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           192[Bukhari ] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Saya pernah mengoleskan wewangian pada tubuh Nabi Saw kemudian beliau menggilir istri-istrinya. Pada pagi harinya Nabi Saw berihram dengan sisa bau harum yang masih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           193[Bukhari 268] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Pada suatu saat Nabi Saw pernah menggilir istri-istrinya dalam sehari semalam, sedangkan istri-istrinya sebanyak sebelas orang. Menurut riwayat lain: sembilan orang. Ditanyakan kepada Anas, "Apakah kuat Nabi Saw melakukan begitu?" Anas menjawab, "Kami pernah mengatakan bahwa Nabi Saw diberi kekuatan menyamai tiga puluh laki-laki".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Kata Sa'id dari Qatadah: Anas menuturkan bahwa istri-istri Nabi Saw sebanyak sembilan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: MEMAKAI WEWANGIAN KEMUDIAN MANDI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           194[Bukhari 271] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Sepertinya saya melihat cahaya wewangian pada rambut kepala Nabi Saw ketika beliau sedang berihram (yang beliau pergunakan sebelum memulai ihram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MENYELA-NYELA RAMBUT DENGAN JARI KETIKA MANDI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           195[Bukhari 272] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Ketika Rasulullah Saw mandi karena junub, beliau membasuh kedua tangannya, kemudian beliau berwudu seperti wudu untuk solat, lalu beliau mandi dengan menyela-nyela rambutnya dengan jari-jari tangannya sampai beliau yakin bahwa air sudah merata di kulit kepalanya. Beliau menyiramkan air tiga kali pada kepalanya, lalu beliau membasuh bagian tubuhnya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: JIKA SESEORANG BERADA DI DALAM MASJID KEMUDIAN TERINGAT BAHWA DIA SEDANG JUNUB HENDAKLAH DIA SEGERA KELUAR UNTUK MANDI, TIDAK BOLEH BERTAYAMUM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           196[Bukhari 275] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Suatu ketika iqamat didengungkan, lalu orang-orang segera mengisi shaf hendak solat, kemudian Rasulullah sw datang untuk mengimami kami. Setelah Rasulullah Saw berdiri di tempat solatnya, beliau teringat bahwa beliau sedang junub, lalu beliau mengatakna kepada kami, "Tetaplah kalian berada di tempat". Kemudian Nabi Saw pulang untuk mandi. Setelah itu beliau datang lagi kepada kami dengan rambut kepala yang masih basah, kemudian beliau bertakbir dan kami semua solat bersama beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: MANDI SENDIRIAN DENGAN TELANJANG TANPA ADA ORANG LAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           197[Bukhari 278] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Kaum Bani Israil dulu biasa mandi dengan telanjang dan saling melihat aurat sesama mereka, sedangkan Nabi Musa selalu mandi menyendiri. Mereka mengatakan, "Demi Allah, Musa tidak mau mandi telanjang bersama kita karena dia mempunyai penis atau testis yang besar". Suatu ketika Nabi Musa berangkat mandi, kemudian dia letakkan pakaiannya diatas batu, maka batu tersebut hanyut bersama pakaian Nabi Musa itu. Nabi Musa mengejar batu itu sambil berteriak, "Bajuku hai batu, Bajuku hai batu!" Sehingga orang-orang Bani Israil sempat melihat tubuh Nabi Musa. Kata mereka, "Demi Allah, tidak ada cacat pada tubuh Musa". Nabi Musa mengambil pakaiannya dan segera memukul batu tersebut. Kata Abu Hurairah: Demi Allah, bekas pukulan tersebut masih ada sebanyak enam atau tujuh bekas pukulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           198[Bukhari 279] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahw Nabi Saw pernah bersabda: "Ketika Nabi Ayyub mandi dengan telanjang, belalang emas berjatuhan mengenai dirinya. Nabi Ayyub segera menghimpun belalang-belalang tersebut dengan pakaiannya, kemudian dia ditegur oleh Tuhannya, "Hai Ayyub, bukankah Aku telah memberimu kecukupan sehingga kamu tidak perlu mengambil belalang yang kamu lihat itu?" Nabi Ayyub menjawab, "Ya. Demi Keagungan-Mu. Namun saya selalu membutuhkan berkah dari-Mu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: MEMAKAI TABIR KETIKA MANDI AGAR TIDAK TERLIHAT OLEH ORANG LAIN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           199[Bukhari 280] Diriwayatkan dari Ummu hani binti Abu Thalib ra, dia berkata: Saya menemui Rasulullah Saw pada tahun penaklukan Mekah, ketika itu Rasulullah Saw sedang mandi dengan ditabiri oleh Fathimah. Rasulullah Saw bertanya: "Siapa itu?" saya menjawab, "Saya Ummu Hani".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: KERINGAT ORANG JUNUB DAN KERINGAT ORANG MUKMIN TIDAKLAH NAJIS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           200[Bukhari 283] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa suatu ketika Nabi Saw berpapasan dengannya di salah atu jalan di Madinah ketika Abu Hurairah sedang junub. Kata Abu Hurairah: Saya menghindar dari Rasulullah Saw, kemudian saya pergi untuk mandi, baru kemudian saya datang menemui Rasulullah Saw. Rasulullah Saw bertanya: "Ke mana kamu tadi, hai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab: "Saya tadi masih junub, sehingga saya tidak mau menemani anda duduk, sementara saya tidak suci". Rasulullah Saw bersabda: "Subhanallah. Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: ORANG YANG JUNUB BOLEH TIDUR JIKA BERWUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           201[Bukhari 287] Diriwayatkan dari Umar Al-Khattab ra, bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw: Bolehkah seseorang tidur ketika sedang junub?" Rasulullah Saw menjawb: "Boleh. Apabila seseorang yang sedang junub sudah berwudu maka dia boleh tidur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: APABILA KEMALUAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERTEMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           202[Bukhari 291] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian tubuh istrinya kemudian menyetubuhinya, maka dia wajib mandi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-238243406399620585?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/238243406399620585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/238243406399620585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-mandi-besar.html' title='Kitab Mandi Besar'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-1636180448979208725</id><published>2008-03-04T07:49:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T07:51:54.054-08:00</updated><title type='text'>Kitab Haid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: HAID BAGI PEREMPUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           203[Bukhari 294] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Kami pergi untuk beribadah haji. Ketika saya sampai di Sarif (dekat Mekah), saya mengalami haid, lalu Rasulullah Saw mendatangi saya sementara saya sedang menangis. Rasulullah Saw bertanya, "Mengapa engkau menangis? Apakah kamu mengalami haid?" Saya menjawab, "Ya". Rasulullah Saw bersabda, "Haid itu sudah menjadi ketetapan Allah bagi wanita. Kerjakanlah amalan haji kecuali tawaf di Baitullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Aisyah: Rasulullah Saw berkurban sapi untuk istri-istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: PEREMPUAN YANG SEDANG HAID BOLEH MENCUCI DAN MENYISIR RAMBUT SUAMINYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           204[Bukhari 295] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: saya pernah menyisir rambut Rasulullah Saw ketika saya sedang mengalami haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           205[Bukhari 296] Menurut riwayat lain, namun dari Aisyah ra pula, Rasulullah Saw menjulurkan kepalanya kepada Aisyah ketika beliau beritikaf di masjid yang ketika itu Aisyah berada di biliknya, kemudian Aisyah menyisir rambut Rasulullah Saw sementara Aisyah saat itu sedang haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: LAKI-LAKI MEMBACA AL-QURAN DI KAMAR ISTRINYA YANG SEDANG HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           206[Bukhari 297] Diriwayatkan dari Aisyah  ra, dia berkata: suatu ketika Nabi Saw bersandar di pangkuan saya ketika saya sedang haid, kemudian beliau membaca Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MENYEBUT HAID DENGAN SEBUTAN NIFAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           207[Bukhari 298] Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata: Ketika saya sedang berbaring bersama Nabi Saw  dengan saya pergunakan kain selimut berbulu, tiba-tiba saya haid. Saya segera bangun lalu saya mengambil kain pembalut untuk haid. Rasulullah Saw bertanya, "Apakah kamu kedatangan nifas (maksudnya haid)?" Saya menjawab, "ya". Kemudian Rasulullah Saw memanggil saya, lalu saya berbaring bersama beliau dalam satu selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: BERCUMBU DENGAN ISTRI YANG SEDANG HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           208[Bukhari 299] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Saya pernah mandi bersama Nabi Saw dari satu bejana air, kami berdua ketika itu mandi junub. Nabi Saw menyuruh saya mengenakan kain pembalut ketika saya mengalami haid dan beliau mencumbuku (tanpa persetubuhan) ketika saya sedang haid. Ketika Nabi Saw sedang beri'tikaf di dalam masjid, beliau pernah menjulurkan kepalanya keluar masjid kepada saya dan ketika itu saya sedang haid, lalu saya mencuci kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           209[Bukhari 302] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Apabila salah seorang dari istri-istri Rasulullah Saw sedang mengalami haid, kemudian Rasulullah Saw ingin bercumbu rayu dengannya, maka beliau memerintahkannya membalut vaginanya, baru kemudian beliau bercumbu rayu dengannya tanpa persetubuhan. Kata Aisyah: Tidak ada siapapun di antara kalian yang mampu mengekang nafsu persetubuhan seperti Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: PEREMPUAN YANG SEDANG HAID TIDAK BOLEH BERPUASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           210[Bukhari 304] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, dia berkata: Rasulullah Saw datang ke tempat solat untuk mengimami kami dalam solat Idul Adha atau Idul Fitri. Beliau berpapasan dengan para wanita, lalu beliau bersabda, "Wahai kaum wanita, perbanyaklah bersedekah, karena aku diberitahu/diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita". Mereka bertanya, "Mengapa demikian, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Karena kalian banyak memaki dan tidak berterima kasih kepada suami, juga akal dan agama kalian kurang dibanding laki-laki". Mereka bertanya lagi, "Apa yang menyebabkan agama dan akal kami kurang, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukankah kesaksian dua orang wanita sebanding dengan kesaksian satu orang laki-laki?" Mereka menjawab, "Ya". Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya, "Itulah kekurangan akal wanita. Bukankah wanita itu tidak boleh solat dan berpuasa ketika sedang haid?" Mereka menjawab, "Ya". Sabda Nabi Saw, "Itulah kekurangan wanita dalam agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: I'TIKAF WANITA YANG SEDANG ISTIHADHAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           211[Bukhari 309] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Nabi Saw pernah beri'tikaf bersama salah seorang istrinya yang sedang mengalami istihadhah yang memang tahu bahwa ada darah yang keluar dari vaginanya. Mungkin dia mengenakan pembalut agar darah tidak menetes di masjid.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Istihadhah ialah darah yang keluar dari uterus akibat penyakit atau kondisi yang tidak normal, bukan karena haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MEMAKAI WEWANGIAN KETIKA MANDI SEHABIS HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           212[Bukhari 313] Diriwayatkan dari Ummu Athiyyah ra, dia berkata: Kami dilarang berkabung karena kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suami, yaitu selama 4 bulan 10 hari. Selama masa berkabung itu kami dilarang memakai celak mata dan wangi-wangian, juga dilarang memakai pakaian berwarna kecuali kain ushb (kasar dan bermutu rendah). Kami diperbolehkan memakai sekedar wewangian jenis kust azhfar ketika kami mandi sehabis haid. Kami juga dilarang mengiringkan jenazah ke tempat pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: PEREMPUAN MENGGOSOK TUBUHNYA KETIKA MANDI SEHABIS HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           213[Bukhari 314] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa ada seorang perempuan bertanya kepada Nabi Saw tentang cara mandi sehabis haid, kemudian beliau memberitahu bagaimana seharusnya dia mandi. Beliau bersabda: "Ambillah sobekan kain (lap) yang diolesi minyak wangi kesturi, kemudian gunakan lap itu untuk membersihkan dirimu". Perempuan itu bertanya lagi: "Bagaimana cara saya menggunakannya untuk bersuci?" Rasulullah Saw mengatakan: "Subhanallah, gunakan lap itu untuk bersuci". Kata Aisyah ra: Lalu saya menarik perempuan itu ke dekat saya, kemudian saya katakan kepadanya, "Gunakan kain lap itu untuk membersihkan bekas/sisa-sisa darah haid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: PEREMPUAN MENYISIR RAMBUT KETIKA MANDI SEHABIS HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           214[Bukhari 316] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Saya pernah memulai ihram bersama Nabi Saw pada haji wada dan ketika itu saya berniat memilih haji tamattu (beribadah umrah sebelum beribadah haji) tanpa membawa binatang qurban (hadyu). Aisyah mengatakan bahwa dia kedatangan haid dan tidak kunjung suci sampai malam Arafah. Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, sekarang sudah tiba malam Arafah, sedangkan saya telah berniat haji tamattu dengan mendahulukan umrah?" Rasulullah saw memberitahu Aisyah, "Uraikan rambutmu lalu sisirlah, serta tangguhkan umrahmu". Saya pun melaksanakan itu. Pada suatu malam di Al-Hashbah seusai saya merampungkan ibadah haji, Rasulullah Saw menugaskan Abdurrahman (saudara laki-laki saya) untuk mengantarkan saya memulai ihram umrah dari Tan'im sebagai pengganti umrah saya yang telah saya niatkan semula dengan tamattu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: PEREMPUAN HARUS MENGURAI RAMBUTNYA KETIKA MANDI SEHABIS HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           215[Bukhari 317] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Pada tanggal 1 Dzulhijjah kami berangkat untuk berhaji. Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang ingin berihram dengan mendahulukan umrah, silahkan. Seandainya aku tidak membawa hewan kurban (hadyu) niscaya aku mendahulukan ihram umrah". Sebagian rombongan berihram untuk umrah, dan sebagian yang lain berihram untuk haji. Aisyah mengatakan bahwa setelah berniat ihram untuk umrah, dia mengalami haid. kata Aisyah: Rasulullah Saw mengutus saudara laki-laki saya, Abdurrahman untuk mengantarkan saya ke Tan'im (setelah saya merampungkan ibadah haji), lalu saya berihram umrah (sebagai pengganti ihram umrah yang seharusnya dikerjakan sebelum haji). Demikian itu tanpa harus memberikan hadyu, tanpa puasa dan tanpa sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: PEREMPUAN YANG MENINGGALKAN SALAT KARENA HAID TIDAK PERLU MENG-QADHA SOLAT YANG DITINGGALKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           216[Bukhari 321] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa ada seorang perempuan bertanya: "Haruskah perempuan mengqadha solat yang ditinggalkannya semasa haid apabila dia telah suci?" Kata Aisyah: "Apakah kamu orang Haruri (nama kota di Irak)? Pada masa Nabi Saw ketika kami mengalami haid, beliau tidak menyuruh kami mengqadha solat yang kami tinggalkan". Atau Aisyah mengatakan, "... karena itu, kami tidak mengqadha solat yang kami tinggalkan semasa haid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: TIDUR BERSAMA ISTRI YANG SEDANG HAID DENGAN SATU SELIMUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           217[Bukhari 322] Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra, bahwa dia pernah berbaring bersama Nabi Saw dengan satu selimut ketika dia sedang haid. Dia menambahkan dalam riwayat ini pula: Nabi saw pernah menciumnya ketika beliau sedang berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: KEHADIRAN PEREMPUAN YANG SEDANG HAID DI TEMPAT SOLAT DUA HARI RAYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           218[Bukhari 324] Diriwayatkan dari Ummu Athiyyah ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Para gadis, para wanita dewasa, dan orang-orang perempuan yang sedang haid hendaknya turut hadir untuk ikut serta berbuat baik bersama-sama orang-orang mukmin dalam solat hari raya, tetapi orang-orang yang sedang haid harus memisahkan diri dari tempat solat.[footnote 1] Ditanyakan kepada Ummu Athiyyah: "Benarkah Rasulullah Saw menganjurkan perempuan-perempuan yang sedang haid turut menghadiri solat Hari Raya?" Ummu Athiyyah menjawab: "Bukankah perempuan-perempuan yang sedang haid juga turut hadir untuk wukuf di Arafah dan berbuat baik selain itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Maksudnya solat hari raya yang tidak di masjid sehingga perempuan yang sedang haid dianjurkan turut datang, namun tidak turut melakukan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: CAIRAN AGAK KUNING DI LUAR MASA HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           219[Bukhari 326] Diriwayatkan dari Ummu Athiyyah ra, dia berkata: Kami tidak menganggap cairan kekuning-kuningan (yang keluar di luar masa haid) sebagai haid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: PEREMPUAN YANG MENGALAMI HAID SESUDAH TAWAF IFADHAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           220[Bukhari 328] Diriwayatkan dari Aisyah ra, istri Nabi Saw bahwa dia pernah melapor kepada Rasulullah saw: "Ya Rasulullah, Shafiyyah binti Huyai mengalami haid?" Rasulullah saw menjawab: "Dia mungkin akan menyebabkan keberangkatan kita tertunda. Bukankah dia sudah melakukan tawaf ifadhah bersama kalian?" Orang-orang menjawab: "Ya, sudah". Rasulullah Saw bersabda kepada Shafiyyah: "Berangkatlah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: MENYOLATKAN JENAZAH PEREMPUAN YANG MENINGGAL KARENA MELAHIRKAN DAN KESUNATAN DALAM MENYOLATKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           221[Bukhari 332] Diriwayatkan dari Samurah bin Jundub ra, bahwa ada seorang perempuan meninggal karena melahirkan, kemudian Nabi Saw menyolatkan jenazahnya dengan berdiri di arah tengah jenazah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: SOLAT DI DEKAT WANITA YANG SEDANG HAID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           222[Bukhari 333] Diriwayatkan dari Maymunah ra, istri Nabi Saw, bahwa ketika dia sedang haid dan tidak mengerjakan solat, dia duduk di atas tikar di samping tempat sujud Nabi Saw yang ketika itu beliau sedang solat dengan beralas tilam. Ketika beliau bersujud, sebagian pakaian beliau menyentuh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-1636180448979208725?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/1636180448979208725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/1636180448979208725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-haid.html' title='Kitab Haid'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-2346415853184147731</id><published>2008-03-04T07:46:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T07:48:12.525-08:00</updated><title type='text'>Kitab Tayamum</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: JIKA KAMU TIDAK MENEMUKAN AIR .... (AL-QURAN, SURAH AL-MAIDAH:6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           223[Bukhari 334] Diriwayatkan dari AIsyah ra, istri Nabi Saw dia berkata: Kami pernah menyertai Nabi Saw dalam suatu perjalanan. Ketika kami sampai di Bayda atau di Dzatuljaisy, kalung saya putus sehingga hilang. Rasulullah Saw berhenti untuk mencari kalung saya dan orang-orang pun turut berhenti bersama Rasulullah Saw, padahal mereka tidak ada air di situ. Orang-orang menemui Abu Bakr Ash-Shiddiq, mereka melaporkan, "Tidakkah engkau tahu apa yang diperbuat oleh AIsyah? Dia membuat Rasulullah Saw dan semua orang terhenti, padahal di tempat ini tidak ada air dan air yang mereka bawa juga sudah habis?" Abu Bakr mendatangi saya ketika Rasulullah Saw membaringkan kepalanya di atas pangkuan saya dan beliau telah tertidur. Abu Bakr mengatakan kepada saya, "Kamu telah membuat Rasulullah Saw dan orang-orang dalam rombongan ini terhenti, padahal di tempat ini tidak ada air dan air yang mereka bawa juga sudah habis..". Kata AIsyah: Abu Bakr memaki dan mengungkapkan kemarahannya pada saya, serta menekankan tangannya pada lambung saya, sayapun tidak bisa bergerak karena paha saya tertindih oleh kepala Rasulullah Saw yang sedang tidur. Ketika fajar Rasulullah Saw bangun tanpa ada air, kemudian Allah menurunkan ayat tayammum. Usayd bin Hudhayr mengatakan, "Wahai keluarga Abu Bakr, ini bukanlah keberkahan yang pertama bagi kalian". Kata AIsyah: Kemudian orang-orang membangunkan onta yang telah menjadi tunggangan saya, ternyata mereka menemukan kalung saya di bawah onta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           224[Bukhari 335] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Aku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan kepada orang lain sebelum aku: 1) Aku diberi kemenangan dengan takutnya musuh-musuhku kepadaku dari jarak seukuran perjalanan satu bulan. 2) Bumi dijadikan untukku sebagai tempat bersujud/ tempat mendirikan solat dan sebagai sarana yang suci untuk bertayamum. Sehingga siapapun di antara umatku bisa mendirikan solat di manapun dia berada ketika tiba waktu solat. 3) Ghanimah (harta rampasan perang yang diambil dari musuh yang kafir) dihalalkan untukku, dan tidak pernah dihalalkan bagi siapapun sebelum aku. 4) Aku diberi hak untuk memberikan syafaat pada hari kiamat. 5) Nabi-Nabi yang lain hanya diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada semua umat manusia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: TAYAMUM BAGI ORANG YANG TIDAK BEPERGIAN APABILA TIDAK ADA AIR DAN DIA KHAWATIR WAKTU SOLAT LEWAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           255[Bukhari 337] Diriwayatkan dari Abu Juhaym bin Al-Harits Al-Anshari ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw datang dari arah Bi'r Jamal, kemudian ada seorang laki-laki menemui Nabi Saw dan mengucapkan salam kepada beliau, namun Nabi Saw tidak menjawab salam itu, hingga beliau pergi menuju suatu tembok lalu beliau menggosokkan kedua telapak tangannya untuk kemudian beliau usapkan pada wajah dan tangannya, baru kemudian beliau menjawab salam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: APAKAH ORANG YANG BERTAYAMUM MENIUP DEBU DI KEDUA TELAPAK TANGANNYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           226[Bukhari 338] Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir ra, bahwa dia pernah bertanya kepada Umar bin Khattab: "Ingatkah anda ketika saya dan anda sedang dalam perjalanan, lalu anda tidak solat (karena tidak ada air), sedangkan saya berguling-guling di atas tanah kemudian saya solat, lalu peristiwa itu saya laporkan kepada Nabi Saw, kemudian beliau bersabda, "kamu cukup melakukan seperti ini. Nabi Saw memperagakan dengan menepukkan kedua telapak tangannya pada tanah, lalu beliau meniupnya, kemudian beliau mengusapkannya pada wajah dan kedua tangannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: DEBU YANG SUCI SEBAGAI PENGGANTI WUDU BAGI SEORANG MUSLIM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           227[Bukhari 344] Diriwayatkan dari Imran bin Hushayn Al-Khuza'I ra, dia berkata: Kami pernah menyertai Nabi Saw dalam suatu perjalanan. Kami terus berjalan sampai dini hari, kemudian kami beristirahat di suatu tempat yang sangat cocok untuk musafir, sehingga kami tidur dengan pulas dan kami baru bangun setelah merasa hangat oleh sinar matahari. Pertama-tama yang bangun tidur adalah si Fulan, kemudian si fulan, lalu si fulan, dan yang keempat adalah Umar bin Al-Khattab ra. Biasanya kalau Nabi Saw tidur, kami tidak berani membangunkannya sampai beliau bangun sendiri, sebab kami tidak tahu apa yang sedang diwahyukan kepada beliau ketika beliau sedang tidur. Ketika Umar bangun dan melihat apa yang dialami oleh orang-orang dalam kafilah itu --- Umar adalah orang yang tegas --- dia bertakbir dengan suara keras dan terus saja dia bertakbir dengan suara keras sehingga membuat Nabi Saw bangun. Ketika Nabi Saw bangun tidur, orang-orang mengadukan kepada beliau apa yang telah mereka alami. Nabi Saw bersabda, "Tidak apa-apa, ayo berangkat saja". Mereka pun berangkat. Setelah berjalan tidak seberapa jauh, Rasulullah Saw berhenti, kemudian beliau meminta air, lalu beliau berwudu. Panggilan solat dikumandangkan, lalu Rasulullah Saw mengimami mereka solat. Seusai solat, Rasulullah Saw mendapati seorang laki-laki menyendiri yang tidak turut solat bersama-sama dengan para jamaah, beliau bertanya, "Mengapa kamu tidak turut solat dengan orang-orang tadi?" Laki-laki itu menjawab, "Saya mengalami junub, sedangkan air untuk mandi tidak ada". Rasulullah Saw bersabda, "Bertayamumlah dengan tanah/debu dan itu sudah cukup bagimu". Kemudian Nabi Saw melanjutkan perjalanan, lalu orang-orang mengadu kepada beliau karena haus. Beliau turun dari kendaraannya, kemudian beliau memanggil Ali ra. Beliau bersabda, "Pergilah kalian berdua untuk mencari air". Keduanya pergi, lalu mereka berdua bertemu dengan seorang perempuan yang menunggang onta dengan membawa dua kantong air. Si fulan dan Ali bertanya kepada perempuan itu, "Di mana ada air?" perempuan itu menjawab, "Di sana, pada jam seperti ini kemarin saya mengambil air dan teman-teman kami masih ada di belakang". Si fulan dan Ali berkata kepada perempuan itu, "Ayo pergi dengan kami". Tanya perempuan itu, "Ke mana?" keduanya menjawab, "Kepada Rasulullah Saw". Perempuan itu bertanya, "Apakah dia yang disebut Ash-Shabi' (Pembawa agama baru)?" Kedua laki-laki itu menjawab, "Ya, betul. Ayo berangkat". Si fulan dan Ali membawa perempuan kepada Rasulullah Saw dan menceritakan kepada beliau apa yang telah terjadi. Nabi Saw bersabda, "Bantulah perempuan itu turun dari ontanya". Nabi Saw meminta satu wadah, kemudian beliau menuangkan air ke wadah itu dari dua kantong air yang dibawa oleh perempuan tersebut. Beliau hanya menuangkan sedikit air dari salah satu kantong, kemudian beliau menutupnya lagi, kemudian beliau membuka kantong yang lain yang lebih kecil. Orang-orang dipanggil untuk minum dan memberi minum hewan tunggangan mereka, sehingga mereka beserta hewan tunggangan mereka bisa minum semua. Di akhir kesempatan, Rasulullah Saw memberikan satu bejana berisi air kepada orang yang mengalami junub semalam, seraya bersabda, "Bawalah air ini, lalu tuangkan ke seluruh tubuhmu". Sementara itu perempuan tersebut berdiri menyaksikan apa yang sedang dilakukan oleh Nabi Saw terhadap air miliknya. Demi Allah, ketika dua kantong milik perempuan itu dikembalikan, kamu seolah melihat airnya lebih penuh daripada semula, kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Kumpulkan makanan untuk perempuan itu". Orang-orang pun mengumpulkan kurma, gandum, dan Sawiq (jenis kue/roti) dengan dibungkus kain kemudian mereka letakkan di atas onta perempuan itu di bagian depan. Rasulullah Saw bersabda kepada perempuan itu, "Kamu tahu kan bahwa kami tidak mengurangi airmu sedikitpun, tetapi Allah lah yang telah memberi kami minum". Perempuan itu kemudian pulang ke warganya dengan terlambat. Warganya bertanya, "Mengapa kamu terlambat, hai fulanah?" Perempuan itu menjawab, "Ada peristiwa ajaib. Saya ditemui oleh dua orang laki-laki, kemudian mereka mengajak saya untuk menemui seseorang yang disebut Ash-Shabi' (pembawa agama baru), lalu dia melakukan begini dan begitu. Demi Tuhan! Dialah yang menguasai ilmu sihir". Perempuan itu bercerita dengan memperagakan dua jari tengahnya dan telunjuknya, lalu dia gerakkan ke atas, yakni ke langit dan juga ke bumi (dalam menirukan apa yang telah diperbuat oleh Rasulullah Saw), atau orang tersebut memang benar sebagai utusan Allah. Setelah itu pasukan kaum muslimin menyerang kaum musyrikin di sekitar perkampungan perempuan tersebut dengan membiarkan perkampungan yang dihuni oleh perempuan itu. Pada suatu hari perempuan itu berkata, "Menurut saya, kaum muslimin tidak menyerang perkampungan kita ini bukan tanpa sebab. Karena itu, sudikah kalian memeluk Islam?" Mereka mematuhi seruan perempuan itu dan mereka semua memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-2346415853184147731?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2346415853184147731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2346415853184147731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-tayamum.html' title='Kitab Tayamum'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-3899350934625941896</id><published>2008-03-04T07:37:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T07:44:10.785-08:00</updated><title type='text'>Kitab Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: BAGAIMANA SOLAT DIWAJIBKAN PADA MALAM ISRA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           228[Bukhari 349] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Abu Dzarr menuturkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, "Ketika aku berada di Mekah, atap rumahku terbuka, kemudian Jibril turun menemuiku, lalu dia membelah dadaku dan membasuhnya dengan air Zam Zam. Jibril membawa nampan emas berisi hikmah (kebijaksanaan) dan iman, lalu dia menuangkannya ke dalam dadaku, setelah itu dia menutup kembali dadaku. Kemudian Jibril memegang tanganku, lalu dia mengajakku naik ke langit yang terendah. Sesampaiku di langit pertama Jibril berkata kepada penjaga langit, "Bukakan pintu". Penjaga langit bertanya, "Siapa itu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril". Tanya penjaga langit selanjutnya, "Apakah ada seseorang yang menyertaimu?" Jibril menjawab, "Ya, aku bersama Muhammad Saw". Tanya penjaga langit, "Apakah Muhammad sudah diutus?" Jibril menjawab, "sudah". Setelah penjaga itu membukakan pintu langit pertama, aku dan Jibril memasukinya, tiba-tiba di situ ada seorang laki-laki sedang duduk dengan banyak orang di sebelah kanannya dan di sebelah kirinya. Ketika seorang laki-laki itu melihat ke kanan dia tertawa, namun ketika dia melihat ke kiri dia menangis. Kata seorang laki-laki itu, "Selamat datang seorang Nabi dan anakku yang baik". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa orang ini?" Jibril menjawab, "Dia ini Adam, sedangkan di sebelah kanan dan kirinya adalah arwah anak cucunya. Mereka yang di sebelah kanannya adalah penghuni surga, sedangkan yang disebelah kirinya adalah penghuni neraka, karena itu ketika dia melihat ke kanan dia tertawa dan ketika dia melihat ke kiri dia menangis". Kemudian Jibril mengajakku naik lagi ke langit kedua. Kata Jibril kepada penjaga langit, "Bukakan pintu". Penjaga langit kedua bertanya kepada Jibril sebagaimana yang ditanyakan oleh penjaga langit pertama. Penjaga langit keduapun membukakan pintu. Kata Anas: Rasulullah Saw menuturkan bahwa di langit beliau bertemu dengan Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim --- semoga Allah selalu menambahkan rahmat-Nya kepada mereka --- tanpa beliau jelaskan di langit ke berapa masing-masing mereka, namun beliau menuturkan bahwa beliau bertemu dengan Nabi Adam di langit terdekat/pertama dan bertemu Nabi Ibrahim di langit keenam. Kata Anas: Ketika Jibril bersama Nabi Muhammad Saw bertemu dengan Nabi Idris. Nabi Idris berkata, "Selamat datang, seorang Nabi dan saudaraku yang baik". Aku tanyakan kepada Jibril, "Siapa ini?" Jibril menjawab, "Dia ini Idris". Kemudian aku bertemu dengan Musa. Dia mengucapkan, "Selamat datang, seorang Nabi dan saudaraku yang baik". Aku tanyakan kepada Jibril, "Siapa ini?" Jibril menjawab, "Dia ini Musa". Kemudian aku bertemu dengan Isa, dia mengucapkan, "Selamat datang, seorang Nabi dan saudaraku yang baik". Aku tanyakan kepada Jibril, "Siapa ini?" Jibril menjawab, "Dia Isa". Kemudian aku bertemu dengan Ibrahim, dia mengucapkan, "Selamat datang, seorang Nabi dan saudaraku yang baik". Aku tanyakan kepada Jibril, "Siapa ini?" Jibril menjawab, "Dia ini Ibrahim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kata perawi: Ibnu Abbas dan Abu Habbah Al-Anshori ra mengatakan, "Nabi Saw bersabda, "Kemudian aku dinaikkan lagi sehingga aku sampai di Mustawa yang disitu aku bisa mendengar bunyi guratan pena. Kata Anas bin Malik: Nabi Saw bersabda, "Kemudian Allah mewajibkan kepada umatku 50 solat, lalu aku pulang dengan membawa perintah tersebut. Ketika aku bertemu dengan Musa, dia bertanya, "Apa yang telah diwajibkan oleh Allah kepada umatmu?" Aku menjawab, "Allah telah mewajibkan 50 solat". Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu (untuk meminta pengurangan) karena umatmu tidak akan mampu melaksanakan itu". Aku pun kembali menemui Allah untuk memohon pengurangan, lalu Allah mengurangi separohnya. Aku kembali lagi bertemu Musa. Lalu aku beritahukan bahwa Allah telah mengurangi separoh dari 50 solat. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu lagi untuk memohon pengurangan, karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya". Akupun kembali menemui Allah untuk memohon pengurangan, kemudian Allah mengurangi separohnya lagi. Aku kembali bertemu Musa, lalu aku ceritakan bahwa Allah telah mengurangi separohnya lagi. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu lagi untuk memohon pengurangan, karena umatmu tidak akan mampu melaksanakannya". Akupun kembali lagi menemui Allah untuk memohon pengurangan, dan untuk kesekian kalinya Allah berfirman, "Perintah solat tinggal lima waktu, namun nilainya sebanding dengan solat 50 waktu, karena ketetapan-Ku tidak akan berubah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian kembali bertemu Musa lagi. Kata Musa, "Kembalilah kepada Tuhanmu lagi untuk memohon pengurangan". Aku katakan, "Aku merasa malu terhadap Tuhanku". Setelah itu Jibril membawaku ke Sidratul Muntaha yang diselimuti oleh berbagai warna yang tidak dapat aku jelaskan dengan kata-kata, kemudian aku disilahkan masuk ke surga, yang di dalamnya terdapat dinding-dinding dari permata dan tanahnya sewangi minyak kesturi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           229[Bukhari 350] Diriwayatkan dari AIsyah, Ummul Mukminin ra, dia berkata: Ketika Allah pertama kali mewajibkan solat, Allah menentukan masing-masing solat dua rakaat, baik bagi orang yang tidak bepergian maupun bepergian, kemudian solat dua rakaat tersebut ditetapkan sebagai qashar ketiga bepergian, dan solat bagi orang yang tidak bepergian ditambah jumlah rakaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: KEWAJIBAN SOLAT DENGAN BERPAKAIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           230[Bukhari 354] Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah ra, bahwa Nabi Saw pernah solat dengan satu pakaian yang disilangkan antar dua ujungnya (agar menutupi kedua pundaknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: SOLAT DENGAN SATU PAKAIAN YANG MENUTUPI SELURUH TUBUH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           231[Bukhari 353] Diriwayatkan dari Ummu Hani binti Abu Thalib ra, dia berkata mengenai solat Nabi Saw pada hari penaklukan Mekah (Sebagaimana hadis nomor 199 di muka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           232[Bukhari 357] Diriwayatkan dari Ummu Hani binti Abu Thalib ra, tentang solat Nabi Saw yang disebutkan dalam riwayat di muka. Kata Ummu Hani: Rasulullah Saw mengerjakan solat 8 rakaat dengan menutup satu pakaian pada tubuhnya. Setelah beliau selesai, saya bertanya: "Ya Rasulullah, saudara laki-laki saya mengatakan bahwa dia akan membunuh seorang laki-laki yang saya lindungi, yaitu si fulan bin hubayrah". Rasulullah Saw bersabda, "Hai Ummu Hani, kami akan melindungi orang yang kamu lindungi". Kata Ummu Hani, "Peristiwa tersebut pada saat Dhuha (pagi sebelum tengah hari)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           233[Bukhari 358] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai solat dengan satu pakaian, kemudian Rasulullah Saw menjawab: "Apakah setiap orang pasti memiliki dua pakaian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: JIKA SESEORANG SOLAT DENGAN SATU PAKAIAN, SILANGKANLAH AGAR MENUTUPI DUA BAHUNYA/PUNDAKNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           234[Bukhari 359] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Seseorang tidak boleh solat dengan satu pakaian yang kedua pundaknya tidak tertutup sama sekali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           235[Bukhari 360] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya bersaksi bahwa saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Siapapun solat dengan satu pakaian, silangkanlah antara kedua ujungnya (agar menutupi kedua bahunya)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: APABILA PAKAIAN YANG DIKENAKAN SEMPIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           236[Bukhari 361] Diriwayatkan dari Jabir ra, dia berkata: Saya pernah menyertai Nabi Saw dalam suatu perjalanan. Pada suatu malam saya menemui beliau untuk suatu keperluan, namun ketika itu saya mendapati beliau sedang melakukan solat dan saya sedang mengenakan satu pakaian yang saya tutupkan ke tubuh saya, kemudian saya solat di samping beliau. Setelah selesai, beliau bertanya, "Hai Jabir, ada keperluan apakah kamu datang ke sini?" Saya menuturkan keperluan saya kepada beliau. Setelah saya selesai bicara, Rasulullah Saw bertanya, "Pakaian apa yang aku lihat menutupi tubuhmu?" Saya menjawab, "Ini pakaian sempit". Sabda Rasulullah Saw, "Jika pakaianmu longgar tutupkanlah (pada kedua bahumu), dan jika pakaianmu sempit sarungkanlah (pada pinggangmu)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           237[Bukhari 362] Diriwayatkan dari Sahl ra, dia berkata: Para lelaki solat bersama Nabi Saw dengan melilitkan pakaian mereka pada leher mereka sebagaimana cara anak-anak berpakaian, kemudian dikatakan oleh Nabi Saw kepada para wanita, "Janganlah kalian mengangkat kepala sebelum para lelaki duduk tegak setelah sujud".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: SOLAT DENGAN BERJUBAH BUATAN SYAM/SYRIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           238[Bukhari 363] Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra, dia berkata: Saya pernah menyertai Nabi Saw dalam suatu perjalanan, lalu Rasulullah Saw bersabda, "Hai Mughirah, ambilkanlah aku air dalam bejana. Lalu sayapun mengambilnya, kemudian Rasulullah Saw pergi menjauh sehingga tidak terlihat oleh saya untuk buang hajat dengan mengenakan jubah syria. Rasulullah Saw ingin mengeluarkan tangannya dari lengan jubah itu tetapi tidak bisa karena sempit, sehingga beliau mengeluarkan tangannya dari bagian bawah jubah. Seusai buang hajat saya menuangkan air kepada beliau, lalu beliau berwudu sebagaimana wudu untuk solat dengan mengusapkan air pada sepasang khuffnya, kemudian beliau melakukan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: LARANGAN TELANJANG KETIKA SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           239[Bukhari 364] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Bahwa Rasulullah Saw pernah mengangkut batu untuk memperbaiki Ka'bah dengan mengenakan kain sarung bersama orang banyak, lalu paman beliau, Abbas menyarankan: "Hai kemenakanku, sebaiknya engkau lepas saja kain sarungmu itu lalu lilitkan pada kedua pundakmu agar tidak mengganggumu ketika engkau membawa batu". Kata Jabir: Rasulullah Saw kemudian melepas kain sarungnya lalu beliau lilitkan pada kedua pundaknya, kemudian beliau jatuh sehingga pingsan. Setelah itu Rasulullah Saw tidak pernah lagi terlihat telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MENUTUP AURAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           240[Bukhari 367] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, dia berkata: Rasulullah Saw melarang menutupkan pakaian ke seluruh tubuh sehingga kedua tangan tidak bisa bergerak leluasa, juga melarang seseorang duduk dengan merangkul kedua lutut yang hanya berpakaian satu sehingga kemaluannya tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           241[Bukhari 368] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Nabi Saw melarang dua jual beli: 1) Jual beli dengan cara limas[footnote 1], dan 2) Jual beli anggur (atau bahan lain) yang sudah dijadikan minuman keras. Rasulullah Saw juga melarang seseorang menutup pakaian ke seluruh tubuh sehingga kedua tangannya tidak bisa bergerak leluasa, serta melarang seseorang yang hanya mengenakan satu pakaian duduk dengan merangkul kedua lutut sehingga kemaluannya terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Penjual mengatakan: "Jika kamu menyentuh pakaianku, maka kamu harus membeli barang daganganku (tanpa mengetahui kondisi barang tersebut)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           242[Bukhari 369] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Abu Bakr ra (sebagai ketua rombongan haji) menugasi saya bersama para petugas yang lain pada hari Nahr (10 Dzulhijjah sebelum haji wada) untuk mengumumkan di Mina, "Setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh berhaji dan orang yang telanjang tidak boleh tawaf di Baitullah. "Berikutnya Rasulullah Saw menugaskan Ali untuk memberitahukan surat Al-Baraa'ah kepada kaum muslimin. Kata Abu Hurairah: Ali bersama kami menyampaikan pemberitahuan pada hari Nahr, "Setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh berhaji dan orang yang telanjang tidak boleh tawaf di Baitullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: PAHA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           243[Bukhari 371] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa ketika Rasulullah Saw menyerang Khaybar, kami mengerjakan solat Subuh di sana ketika cuaca masih gelap. Nabi Saw menunggang hewan tunggangannya, begitu pula Abu Thalhah, sedangkan saya dibonceng Abu Thalhah. Nabi Saw melewati lorong-lorong Khaybar, dan lutut saya menyentuh paha Nabi Saw. Kemudian beliau menutup kembali pahanya namun saya sempat melihat putihnya paha Nabi Saw. Ketika Nabi Saw memasuki perkampungan, beliau mengucapkan: "Allahu Akbar! Hancurlah Khaybar. Sesungguhnya apabila kami memasuki halaman suatu kaum, maka sungguh sial pagi hari yang dialami oleh-oleh yang diperingatkan". Rasulullah Saw mengulang ucapan itu tiga kali. Kata Anas: Orang-orang khaybar mulai keluar menuju pencaharian mereka, tiba-tiba mereka berteriak, "Muhammad datang dengan pasukannya!" kata Anas: Kami akhirnya menaklukan Khaybar dan para tawanan pun dikumpulkan. Dhiyah mendatangi Nabi Saw. Kata dihyah, "Wahai Nabi, berilah saya seorang tawanan perempuan". Nabi Saw menjawab, "Pergilah, ambil mana yang kamu suka". Dihyah memilih shafiyyah binti Huyay. Kemudian ada seorang laki-laki melapor kepada Nabi Saw, "Wahai Nabi, mengapa anda berikan shafiyyah binti Huyay kepada Dihyah, padahal shafiyyah itu istri pemimpin Bani Qurayzhah dan Bani Nadhir yang hanya selayaknyalah anda miliki sendiri". Rasulullah Saw bersabda, "Panggilah kemari Dihyah dan Shafiyyah". Dihyah datang bersama Shafiyyah. Ketika Rasulullah Saw melihat Shafiyyah, beliau berkata kepada Dihyah, "Ambilah tawanan perempuan selain Shafiyyah". Kemudian beliau menikahinya dengan menjadikan pemerdekaan tersebut sebagai maskawinnya. Sementara Rasulullah Saw dalam perjalanan, Ummu Sulaym merias Shafiyyah, lalu pada malam harinya Ummu Sulaym mengantarkannya kepada Rasulullah Saw, sehingga keesokan harinya Rasulullah Saw menjadi pengantin. Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang memiliki makanan bawalah kemari". Rasulullah Saw membentangkan tikar kulit. Mulailah ada seorang yang datang membawa kurma, ada pula yang membawa mentega. Kata perawi: saya kira yang dimaksud Anas adalah kue Sawiq. Kata Anas: Orang-orang juga menyiapkan hays (jenis makanan yang bahannya dicampur dengan daging), dan berlangsunglah walimah pernikahan Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: PAKAIAN PEREMPUAN KETIKA SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           244[Bukhari 372] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Rasulullah Saw mengerjakan solat Subuh dengan disertai orang-orang perempuan yang beriman dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh mereka, lalu mereka pulang ke rumah tanpa bisa dikenali oleh siapapun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: ORANG YANG SOLAT DENGAN PAKAIAN BERGAMBAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           245[Bukhari 373] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw mengerjakan solat dengan mengenakan pakaian khamishah yang bergambar. Beliau sempat melihat gambar tersebut di dalam solat. Seusai solat  beliau bersabda: "Bawalah pakaian ini kepada Abu Jahm dan sebagai penggantinya bawakan untukku pakaian anbijaniyah[footnote 1] milik Abu Jahm, karena pakaian yang bergambar ini membuatku tidak konsentrasi dalam solatku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Wol polos tanpa gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: BATALKAH SOLAT ORANG YANG PAKAIANNYA BERGAMBAR SALIB ATAU GAMBAR LAIN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           246[Bukhari 374] Diriwayatkan dari Anas ra, AIsyah memiliki kain qiram (wol tipis bergambar) yang dia pergunakan untuk tabir pada bagian rumahnya, lalu Nabi Saw bersabda: "Singkirkanlah kain qiram itu, karena gambar-gambarnya mengganggu konsentrasiku dalam solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: SOLAT DENGAN FARRUJ (PAKAIAN LUAR DENGAN MODEL PUNGGUNG TERBUKA) DARI SUTERA, KEMUDIAN MELEPASNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           247[Bukhari 375] Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir ra, dia berkata: Nabi Saw mendapat hadiah farruj sutera, kemudian beliau memakainya untuk solat. Seusai solat beliau melepasnya dengan keras sepertinya beliau tidak menyukainya. Beliau bersabda, "Pakaian ini tidak pantas bagi orang-orang yang bertakwa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: SOLAT DENGAN PAKAIAN MERAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           248[Bukhari 376] Diriwayatkan dari Abu Juhayfah ra, dia berkata: Saya pernah melihat Rasulullah Saw berada di dalam tenda berwarna merah, saya juga melihat Bilal mengambil air sisa wudu Rasulullah Saw. Saya melihat orang-orang berebut mendapatkan air tersebut. Orang yang bisa mendapatkan sedikit air, dia mengusapkannya pada tubuhnya, dan orang yang tidak berhasil memperoleh air itu hanya menyentuh tangan temannya yang basah. Kemudian saya melihat Bilal mengambil azanah (tongka yang ujungnya bercabang), lalu dia menancapkannya di tanah (sebagai pembatas dalam solat). Nabi Saw keluar dengan mengenakan baju merah, kemudian beliau solat dua rakaat mengimami orang-orang dengan azanah di depan beliau. Saya melihat orang-orang dan hewan lalu lalang di luar batas azanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: SOLAT DI ATAS ATAP, MIMBAR ATAU KAYU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           249[Bukhari 377] Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd ra bahwa dia pernah ditanya: "Terbuat dari apa mimbar Rasulullah Saw?" Sahl menjawab: "Tidak ada orang yang lebih tahu daripada saya tentang mimbar itu yang sekarang masih hidup. Mimbar tersebut dibuat dari kayu hutan pilihan yang dikerjakan oleh si fulan budak si fulanah, atas permintaan Rasulullah Saw. Setelah selesai pengerjaannya dan diletakkan pada tempatnya, Rasulullah Saw berdiri untuk solat di atas mimbar itu dengan menghadap kiblat dan bertakbir, sementara orang-orang berdiri (solat) di belakang beliau. Rasulullah Saw  membaca surat Fatihah dan ayat-ayat lain, kemudian beliau ruku, orang-orang pun turut ruku di belakang beliau, kemudian beliau mengangkat kepala, lalu beliau mundur sedikit, kemudian beliau sujud di atas tanah, lalu beliau kembali lagi ke atas mimbar, kemudian beliau membaca surat Fatihah dan ayat-ayat lain, lalu beliau ruku, kemudian beliau mengangkat kepala, lalu beliau mundur sedikit, sampai beliau bersujud di atas tanah. Begitulah tentang mimbar Rasulullah Saw".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: SOLAT DI ATAS TIKAR DARI DAUN KURMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           250[Bukhari 380] Diriwayatkan dari Anas  bin Malik ra bahwa neneknya, Mulaykah ra pernah mengundang makan Rasulullah Saw dengan makanan yang dia masak sendiri. Rasulullah Saw memakan sebagian hidangan tersebut, kemudian beliau bersabda: "Berdirilah, aku akan mengimami kalian solat". Kata Anas: Saya berdiri untuk mengambil tikar dari daun kurma yang telah nampak agak hitam karena lamanya dipakai, kemudian saya mencucinya dengan air, lalu Rasulullah Saw berdiri di atas tikar itu, sementara saya dengan seorang anak yatim berdiri di belakang beliau, sedangkan nenek saya berdiri di belakang kami, lalu Rasulullah Saw mengimami kami solat dua rakaat, setelah itu beliau pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: SOLAT DI ATAS TEMPAT TIDUR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           251[Bukhari 382] Diriwayatkan dari AIsyah ra, istri Nabi Saw, dia berkata: Saya pernah tidur di hadapan Rasulullah Saw dengan posisi kedua kaki saya menghalangi kiblat beliau. Ketika Rasulullah Saw berwujud, beliau menyisihkan kaki saya lalu saya mengangkatnya. Ketika Rasulullah Saw berdiri, saya menjulurkan kaki saya lagi. Kata AIsyah: ketika itu di rumah tidak ada cahaya lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           252[Bukhari 38-] Diriwayatkan dari AIsyah ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw solat di atas tempat tidur saya, sedangkan saya ketika itu terbaring melintang bagai jenazah di antara beliau dengan kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: SUJUD DI ATAS PAKAIAN KETIKA CUACA SANGAT PANAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           253[Bukhari 385] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Suatu ketika kami solat dengan diimami oleh Nabi Saw dan salah seorang di antara kami menaruh ujung pakaiannya di tempat sujud (sebagai alas) karena cuaca sangat panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: SOLAT DENGAN BERALAS KAKI (SANDAL ATAU SEPATU)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           254[Bukhari 386] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa dia pernah ditanya: "Pernahkah Nabi Saw salat dengan memakai terompah?" Anas menjawab: "Ya pernah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: SOLAT DENGAN MEMAKAI KHUFF (KAOS KAKI KULIT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           255[Bukhari 387] Diriwayatkan dari Ibrahim bahwa Hammam bin Al-Harits mengatakan: Saya pernah melihat Jarir bin Abdullah kencing, setelah beristinja dia berwudu dengan mengusapkan air pada sepasang khuffnya, lalu dia berdiri untuk melakukan solat (tanpa melepas khuffnya). Kemudian dia ditanya mengenai wudu dan solat tersebut, lalu dia menjawb, "Saya pernah melihat Nabi Saw melakukan seperti ini". Para ulama hadis merasa kagum dengan riwayat Jariri ini, karena walaupun Jarir termasuk orang yang masuk Islam periode akhir namun dia sempat menyaksikan Nabi sa berwudu dan solat dengan memakai khuff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: MENAMPAKKAN KETIAK KETIKA BERSUJUD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           256[Bukhari 390] Diriwayatkan dari Abdullah bin Malik bin Buhaynah ra bahwa ketika Nabi Saw bersujud dalam solat, beliau merenggangkan kedua tangannya sehingga ketiaknya yang putih tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 22: KEUTAMAAN MENGHADP KIBLAT DALAM SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           257[Bukhari 391] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Siapa yang solat seperti kami dengan menghadap ke kiblat kami dan makan binatang dengan disembelih seperti cara kami, maka dia adalah seorang muslim yang berada dalam perlindungan Allah dan perlindungan Rasul-Nya, maka janganlah kalian mengkhianati Allah dengan mengkhianati orang dalam perlindungan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: FIRMAN ALLAH: "JADIKANLAH MAKAM IBRAHIM SEBAGAI TEMPAT SOLAT"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           258[Bukhari 395] Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra bahwa dia pernah ditanya mengenai orang yang sudah melakukan tawaf umrah namun dia belum melakukan sa'I antara shafa dan marwah, bolehkah orang tersebut melakukan persetubuhan? Ibnu Umar menjawab: "Ketika Nabi Saw tiba di mekah, beliau melakukan tawaf di Baitullah tujuh kali putaran, kemudian beliau mengerjakan solat dua rakaat di belakang makam Ibrahim, lalu beliau melakukan sa'I antar ashafa dan marwah, sedangkan pada diri Rasulullah Saw itu terdapat teladan yang baik bagi kalian (maksudnya: tidak boleh bersetubuh sebelum selesai mengerjakan sa'I).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           259[Bukhari 398] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw memasuki Baitullah, beliau berdoa pada tiap-tiap sudutnya dan beliau tidak melakukan solat sehingga beliau keluar dari Ka'bah. Setelah beliau keluar, beliau mengerjakan solat dua rakaat dengan menghadap Ka'bah dan bersabda, "Ini adalah kiblat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: MENGHADAP KE KIBLAT DI MANAPUN SESEORANG SEDANG SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           260[Bukhari 399] Diriwayatkan dari Al-Barra ra, dia berkata: Rasulullah Saw solat menghadap ke Bait Al-Maqdis selama 16 atau 17 bulan (sebelum turunnya ayat yang berisi perintah menghadap ke Ka'bah)". Ada perbedaan lafal antara hadis ini dengan hadis sebelumnya yang isinya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           261[Bukhari 400] Diriwayatkan dari Jabir ra, dia berkata: Ketika di atas kendaraan, Rasulullah Saw mengerjakan solat sunat dengan menghadap ke arah manapun sesuai dengan arah yang dituju oleh kendaraannya. Apabila beliau hendak melakukan fardu, beliau turun, kemudian beliau solat dengan menghadap kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           262[Bukhari 401] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw solat. Pada riwayat lain Ibrahim menuturkan dari Al-Qamah, dari Abdullah bin Mas'ud. Kata Abdullah bin Mas'ud: saya tidak tahu apakah Nabi Saw ketika itu menambah atau mengurangi salatnya. Setelah salam, Rasulullah Saw ditanya, "Ya Rasulullah, apakah ada ketentuan baru mengenai solat?" Rasulullah Saw bertanya, "Apa maksudnya?" Para sahabat mengatakan, "Tadi anda solat begini dan begini, tidak seperti biasanya". Kemudian Rasulullah Saw menekukkan kedua kakinya dengan menghadap ke kiblat, lalu beliau berwujud sahwi dua kali, setelah itu beliau melakukan salam, ketika Rasulullah Saw menghadapkan wajahnya ke arah kami sesudah salam, beliau bersabda, "Kalau ada ketentuan baru mengenai solat niscaya aku beritahukan kepada kalian, tetapi aku ini manusia seperti kalian, aku juga pernah lupa sebagaimana kalian. Karena itu jika aku lupa, maka ingatkanlah aku. Apabila seorang ragu-ragu (tentang hitungan rakaat atau rukun-rukun yang telah dilakukan) di dalam solat, hendaklah ia memastikan apa yang dia anggap benar[footnote 1], lalu hendaklah ia menyempurnakan apa yang dia anggap kurang, kemudian melakukan salam dan bersujud sahwi dua kali.[footnote 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Misalnya seseorang ragu-ragu dalam solat Asar,apakah dia usdah menjalani dua rakaat ataukah tiga rakaat, maka yang dianggap benar adalah dua rakaat, berarti masih kurang dua rakaat lagi dan dia disunatkan berwujud sahwi dua kali sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 2]: Sujud sahwi dilakukan seusai membaca tahiyat akhir. Jika sesudah salam baru teringat bahwa dia belum bersujud sahwi, maka sujud sahwi dilakukan sesudah salam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: AYAT TENTANG KIBLAT DAN MAKAM IBRAHIM, SERTA TIDAK MENGHADAP KIBLAT KETIKA SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           263[Bukhari 402] Diriwayatkan dri Umar ra, dia berkata: Tiga harapan saya diperkeankan oleh Tuhan: 1) Saya pernah mengusulkan, "Ya Rasulullah, sebaiknya makam Ibrahim kita jadikan tempat solat". Maka turunlah ayat (yang artinya), "Dan jadikanlah makam Ibrahim sebagai tempat solat (sunat dua rakaat saat tawaf)". (Al Quran, surah Al Baqarah: 125). 2) Ayat hijab. Saya pernah mengusulkan, "Ya Rasulullah, sebaiknya anda perintahkan istri-istri anda semua memakai hijab, karena laki-laki yang berbicara dengan istri-istri anda ada yang baik dan ada yang jahat. Maka turunlah ayat tentang hijab". 3) Suatu ketika para istri Nabi Saw bersekongkol untuk menentang beliau, kemudian saya berkata kepada mereka, "Jika Nabi Saw menceraikan kalian semua, semoga Allah memberi beliau istri-istri pengganti yang lebih baik daripada kalian". Maka turunlah ayat yang bunyinya seperti itu (di dalam surat At-Tahrim, ayat 5)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 26: MEMBUANG INGUS/DAHAK DARI MASJID DENGAN TANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           264[Bukhari 405] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa suatu ketika Nabi Saw melihat ludah/ingus/dahak di arah kiblat pada dinding masjid, hal itu membuat beliau tidak senang sehingga raut wajahnya tampak berubah. Kemudian beliau berdiri lalu membuang dahak/ludah/ingus tersebut dengan tangan beliau sendiri. Beliau bersabda: "Sesungguhnya seseorang yang berdiam dalam solat itu sedang berbicara dengan Tuhannya dan Tuhannya berada di antara orang yang solat tersebut dan kiblat (Tuhannya berada di depan orang yang solat), karena itu dia tidak boleh meludah ke arah kiblat, tetapi jika terpaksa, meludahlah ke arah kiri atau di bawah telapak kaki (saat itu lantai masjid berupa tanah biasa). Atau jika terpaksa meludahlah sebagai berikut: Rasulullah Saw memperagakan dengan memegang ujung pakaiannya, kemudian beliau meludah di ujung pakaian itu, lalu beliau melipat-lipatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 27: TIDAK BOLEH MELUDAH KE KANAN KETIKA SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           265[Bukhari 410] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dan Abu Sa'id ra: Sama dengan hadis sebelumnya tentang meludah di masjid, namun ada lanjutannya sebagai berikut: "... dan janganlah meludah ke arah kanan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 28: KAFFARAT MELUDAH DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           266[Bukhari 415] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Meludah di masjid adalah perbuatan dosa dan kaffaratnya (dendanga) adalah menguruk ludah tersebut (maksudnya: membuangnya)".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: saat itu lantai masjid berupa tanah biasa, maka ludah akan hilang dengan diuruk atau dipendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 29: NASEHAT UNTUK MENYEMPURNAKAN SOLAT DAN MENGINGATKAN TENTANG KIBLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           267[Bukhari 418] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda kepada peserta solat jamaah: "Apakah karena aku menghadap kiblat lalu kalian mengira aku tidak bisa melihat kalian? Demi Allah, aku mengetahui kekhusyu'an solat kalian, karena aku bisa melihat kalian meskipun kalian berada di belakangku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 30: BOLEHKAH MENYEBUT: "INI MASJID SUKU ANU".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           268[Bukhari 420] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah Saw pernah menganjurkan penyelenggaraan pacuan kuda. Kuda-kuda yang terlatih menempuh jarak dari Al-Hafya menuju Tsaniyyatul Wada', sedangkan kuda-kuda yang tidak terlatih menempuh jarak dari Tsaniyyah menuju masjid suku Zuraiq. Ketika itu Abdullah bin Umar turut dalam pacuan kuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 31: MEMBAGIKAN HARTA DAN MENGGANTUNGKAN TANDAN KURMA DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           269[Bukhari 421] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Sejumlah harta dari Bahrain diterimakan kepada Nabi Saw, kemudian beliau bersabda, "Bagikanlah harta itu di masjid". Harta tersebut terhitung paling banyak dibanding dengan harta lain yang pernah diterimakan kepada Nabi Saw. Kemudian Rasulullah Saw keluar untuk melakukan solat tanpa menoleh kepada harta itu. Seusai solat beliau mendekat dan duduk di samping harta itu. Setiap orang yang beliau lihat di masjid itu beliau beri jatah dari pembagian harta tersebut. Tiba-tiba Abbas datang, kemudian dia berkata, "Ya Rasulullah, berilah saya jatah, karena saya baru saja mengeluarkan uang untuk membayar tebusan diri saya dan Aqil". Rasulullah Saw menjawab, "Silahkan ambil". Abbas kemudian meletakkan harta yang diambilnya di dalam pakaiannya lalu dia hendak mengangkatnya untuk dibawa namun dia tidak kuat. Kata Abbas, "Ya Rasulullah, suruhlah seseorang untuk membantu saya". Rasulullah Saw menjawab, "Tidak usah. Angkat sja sendiri". Kata Abbas, "Kalau begitu anda saja yang membantu saya untuk mengangkat harta ini ke atas pundak saya". Rasulullah Saw menjawab, "Tidak usah". Kemudian Abbas mengurangi harta itu, sehingga dia mampu mengangkatnya sendiri dengan diletakkan di atas pundaknya, lalu dia membawa pergi harta itu. Pandangan Rasulullah Saw selalu mengikut kepergian Abbas sehingga dia tidak terlihat oleh kami. Rasulullah Saw merasa heran dengan kerakusan Abbas. Rasulullah Saw tidak beranjak dari tempat itu sampai kepingan mata uang terakhir habis dibagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 32: TEMPAT SOLAT DI DALAM RUMAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           270[Bukhari 425] Diriwayatkan dari Mahmud bin Ar-Rabi Al-Anshori ra, bahwa Itban bin Malik --- seorang sahabat Rasulullah Saw dan termasuk kaum Anshar yang turut dalam perang Badr --- datang kepada Rasulullah Saw, kemudian dia berkata: "Ya Rasulullah, saya menjadi imam solat di kampung saya, tetapi penglihatan saya sudah tidak normal. Ketika hujan turun dengan deras, saya tidak bisa datang ke masjid untuk mengimami solat karena terhalang oleh banjir. Karena itu, saya mohon agar anda berkenan datang ke rumah saya untuk solat, lalu tempat yang anda pergunakan untuk solat di dalam rumah saya itu akan saya jadikan sebagai mushalla (tempat solat)". Rasulullah Saw menjawab, "Insya Allah aku akan memenuhi permohonanmu". Kata Itban: "Esoknya Rasulullah Saw datang ke rumah saya bersama Abu Bakr sehabis tengah hari. Rasulullah Saw mohon izin untuk masuk, lalu saya pun menyilahkannya. Beliau tidak duduk sampai beliau masuk ke rumah, lalu beliau bertanya: "Mana tempat yang kamu inginkan untuk aku tempati solat di rumahmu ini?" Kata Itban: "Saya menunjuk ke salah satu sudut di dalam rumah saya, kemudian Rasulullah Saw berdiri lalu bertakbir, dan kamupun berdiri dengan membentuk shaf. Rasulullah Saw melakukan solat dua rakaat dan mengakhirinya dengan salam". Kata Itban: "Kami menyilakan Rasulullah Saw tinggal sejenak untuk mencicipi kharizah (jenis makanan) yang telah kami persiapkn untuk beliau". Kata Itban: "Beberapa orang anggota keluarga berkumpul di rumah kami, lalu salah seorang dari mereka menanyakan, "Mana Malik bin Dukhaisyin atau putra Dukhaisyin?" Ada seseorang yang menjawab, "Dia orang munafik yang tidak menyukai Allah dan rasulNya". Rasulullah Saw bersabda, "Jangan berkata seperti itu, bukankah Malik bin Dukhaisyin sudah mengucapkan Laa ilaaha illallaah dengan mengharap ridha Allah?". Orang tersebut menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih tahu". Kata Itban: "Kami menganggap Rasulullah Saw dengan nasehatnya itu menguntungkan orang-orang munafik. Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang telah mengucapkan Laa ilaaha illallaah dengan mengharap keridhaan Allah semata".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: indikatornya adalah menjalani semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 33: BOLEHKAH MEMBONGKAR KUBURAN ORANG-ORANG MUSYRIK MASA JAHILIYAH LALU DI TEMPAT ITU DIDIRIKAN MASJID?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           271[Bukhari 427] Diriwayatkan dari AIsyah ra, bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menuturkan gereja yang pernah mereka lihat di Ethiopia (Habasyah) yang di dalamnya terdapat beberapa gambar/lukisan. Keduanya menuturkan hal itu kepada Nabi Saw, kemudian beliau bersabda: "Apabila salah seorang pemimpin mereka mati, mereka mendirikan tempat peribadatan di atas kuburnya dan memasang gambar-gambar/ lukisan-lukisan tersebut di situ. Mereka adalah orang yang paling jelek pada hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           272[Bukhari 428] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw tiba di Madinah, beliau berhenti di tempat yang tinggi di Madinah di perkampungan suku Amru bin Auf. Nabi Saw menetap di situ selama 14 mlam. Setelah itu Nabi Saw mengirim utusan kepada Bani Najjar, lalu merekapun berdatangan dengan menyandang pedang. Sepertinya saya melihat Nabi Saw berada di atas ona dan di belakang beliau ada Abu Bakr (yang dibonceng oleh Nabi Saw), sedangkan orang-orang dari Bani Najjar berada di sekeliling beliau, sampai beliau menghentikan ontanya di halaman rumah Abu Ayyub. Nabi Saw selalu senang segera melakukan solat jika telah tiba waktunya. Beliau pernah melakukan solat di atas tanah bekas kandang kambing. Beliau menyuruh membangun masjid. Rasulullah Saw mengutus seseorang untuk mengundang orang-orang suku Najjar. Beliau bertanya: "Wahai suku Najjar, berilah harga tanah kalian ini untuk aku beli". Mereka menjawab: "Demi Allah, tidak usah. Kami tidak meminta harganya, kami hanya menginginkan ridha Allah". Kata Anas: Saya katakan kepada kalian bahwa di tanah tersebut banyak kuburan orang-orang musyrik, tanahnya tidak rata dan di situ terdapat pohon-pohohn kurma. Nabi Saw menyuruh membongkar kuburan orang-orang musyrik tersebut, lalu tanahnya yang terjal itu pun diratakan, dan pohon-pohon kurma di situ ditebangi, dan pohon-pohon kurma hasil tebangan itu dipergunakan untuk dinding masjid di arah kiblat, sedangkan dinding yang samping mereka buat dari batu. Mereka mengangkut batu bersama-sama dan Nabi Saw pun turut berpartisipasi sambil mendendangkan bait puisi (yang artinya): "Ya Allah, kebaikan sejati adalah kebaikan akhirat. Karena itu, ampunilah orang-orang Anshar dan orang-orang Muhajirin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 34: SOLAT DI TEMPAT PEMBERHENTIAN ONTA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           273[Bukhari 430] Diriwayatkan dari Nafi bahwa Abdullah bin Umar pernah melakukan solat dengan menambatkan ontanya di depannya. Kata Abdullah bin Umar ra: "Saya pernah melihat Nabi Saw melakukan solat seperti ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 35: TUNGKU ATAU SESEMBAHAN LAIN DITAMPAKKAN DI DEPAN ORANG YANG SEDANG SOLAT, NAMUN DIA TETAP BERNIAT SOLAT HANYA KARENA ALLAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           274[Bukhari 431] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Ketika aku sedang mengerjakan solat, api neraka diperlihatkan (oleh Allah) di depanku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 36: LARANGAN SOLAT DI KUBURAN (KECUALI SALAT JENAZAH).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           275[Bukhari 432] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Lakukanlah solat sunat di rumahmu dan janganlah kamu jadikan rumahmu seperti kuburan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 37: LAKNAT ALLAH BAGI ORANG YANG MENDIRIKAN TEMPAT IBADAH DI ATAS KUBUR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           276[Bukhari 435] Diriwayatkan dari AIsyah dan Abdullah bin Abbas ra, ketika Nabi Saw kesehatannya menurun pada saat-saat akhir hidupnya, Nabi Saw menutupkan kain khamishahnya (selimut wolnya) pada wajahnya, namun beliau melepas kain tersebut dari wajahnya ketika merasa nafasnya semakin teragnggu seraya bersabda: "Laknat Allah untuk orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat peribadatan". Rasulullah Saw memberi peringatan kepada kaum muslimin agar tidak meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 38: PEREMPUAN TIDUR DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           227[Bukhari 439] Diriwayatkan dari AIsyah ra, bahwa Walidah yang berkulit hitam adalah perempuan milik salah satu suku Arab, kemudian mereka memerdekakannya namun dia tetap tinggal bersama mereka. Kata AIsyah: Suatu ketika, ada seorang gadis kecil dari suku tersebut keluar dengan mengenakan selendang kulit berwarna merah dengan dihiasi batu-batu berharga. Kata AIsyah: Kemudian batu berharga tersebut di letakkan atau terjatuh, lalu ada seekor burung di dekat batu berharga yang terjatuh itu kemudian dia menyambarnya karena dikiranya daging. Kata AIsyah: Mereka mencari batu berharga tersebut namun tidak mereka temukan, lalu mereka menuduh Walidah mencuri batu itu. Mereka menggeledah bahkan sampai memeriksa kemaluan Walidah. Kata Walidah, Demi Allah, ketika saya masih berdiri bersama mereka, tiba-tiba burung yang telah menyambar batu tadi datang lagi dan menjatuhkan batu tersebut di depan mereka". Kata Walidah, "Inilah batu yang tadi kalian menuduh saya telah mencurinya dan sekiarang telah terbukti bahwa saya tidak mencurinya". Kata AIsyah: Setelah itu Walidah mendatangi Rasulullah Saw dan dia masuk Islam. Kata AIsyah ra: Walidah memiliki tenda atau bilik kecil di masjid. Kata AIsyah ra: Walidah sering datang ke tempat saya dan sayapun sering bercakap dengannya. Setiap kali Walidah duduk bersama saya, dia senantiasa mendendangkan seuntai bait puisi (yang artinya), "Peristiwa selendang kulit itu salah satu keajaiban Tuhanku. Dia telah menyelamatkan aku dari orang-orang kafir itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           AIsyah ra bertanya kepada Walidah: "Mengapa setiap kali kamu duduk bersama saya selalu kamu senandungkan bait puisi itu?" Kata AIsyah: Kemudian Walidah menceritakan kepada saya apa yang telah dialaminya seperti yang telah disebutkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 39: LAKI-LAKI TIDUR DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           278[Bukhari 441] Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw berkunjung ke rumah Fathimah, namun beliau tidak menemukan Ali di rumah itu. Rasulullah Saw bertanya: "Dimana suamimu?" Fathimah menjawab: "Ada masalah antara saya dengan dia, lalu dia marah kemudian keluar tanpa tidur siang di rumah ini". Rasulullah Saw mengutus seseorang: "Carilah Ali". Kemudian orang tersebut datang dengan berita: "Ya Rasulullah, Ali sedang tidur di masjid". Rasulullah Saw kemudian mendatangi Ali ketika dia sedang berbaring terkena debu dengan kain selendangnya yang lepas dari lambungnya. Rasulullah Saw segera membersihkan debu pada tubuh Ali dengan mengatakan: "Bangunlah, hai orang yang terkena debu. Banngunlah, hai orang yagn terkena debu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 40: APABILA SESEORANG MASUK MASJID, HENDAKLAH DIA KERJAKAN SOLAT SUNAT TAHIYYATUL MASJID DUA RAKAAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           279[Bukhari 444] Diriwayatkan dari Abu Qatadah As-Sulami ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila seseorang memasuki masjid hendaklah dia mengerjakan solat sunat tahiyyatul masjid dua rakaat sebelum dia duduk".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 41: BANGUNAN MASJID NABI SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           280[Bukhari 446] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Masjid pada masa Rasulullah Saw dibangun dari batu bata dengan atap dari daun-daun kurma dan tiangnya dari batang pohon kurma. Abu Bakr tidak mengubah masjid Nabi Saw itu sama sekali. Umar memperluasnya dengan menggunakan bahan-bahan bangunan seperti yang dipergunakan oleh Rasulullah Saw, yaitu batu bata, daun kurma dan tiangnya dari kayu. Kemudian Utsman mengubahnya dengan perluasan yang berarti dengan membuat dindingnya dari batu ukir dan kapur, tiangnya dari batu ukir, serta atapnya dari kayu jati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 42: GOTONG ROYONG DALAM MEMBANGUN MASJID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           281[Bukhari 447] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bahwa pada suatu hari dia bercerita sampai menuturkan pula tentang pembangunan masjid Nabi Saw. Kata Abu Said: Ketika itu kami masing-masing mengangkut batu bata satu-satu, sedangkan Ammar membawa batu bata dua-dua, lalu Ammar dilihat oleh Nabi Saw kemudian beliau membersihkan debu dari diri Ammar seraya bersabda, "Kasihan Ammar ini, dia akan dibunuh oleh kelompok orang-orang durhaka. Ammar mengajak mereka ke surga, tetapi mereka mengajak Ammar ke neraka". Kata Abu Sa'id: Ammar mengatakan, "Aku berlindung kepada Allah dari segala fitnah".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Fitnah dengan arti perang saudara sesama muslim, pembunuhan, malapetaka, dan ujian hidup yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 43: PAHALA ORANG YANG MEMBANGUN MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           282[Bukhari 450] Diriwayatkan dari Utsman bin Affan ra, dalam menanggapi komentar orang-orang ketika dia membangun masjid Rasulullah Saw. Kata Utsman: "Kalian berbicara terlalu berlebihan. Saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Siapa yang membangun masjid hanya karena mengharap ridha Allah, Allah akan membangunkan untuknya sebuah tempat yang serupa di surga"."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 44: MEMBAWA ANAK PANAH KETIKA LEWAT DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           283[Bukhari 451] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Ada seorang laki-laki lewat di masjid dengan membawa anak panah, kemudian Rasulullah Saw bersabda kepadanya, "Genggamlah/peganglah pada bagian ujungnya (agar tidak mencemaskan orang-orang di masjid)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 45: LEWAT DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           284[Bukhari 452] Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy'ari ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang lewat di masjid kami atau di pAsar-pAsar kami dengan membawa anak panah, hendaklah dia memegang anak panah itu pada bagian ujungnya agar dia tidak membuat cemas muslim yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 46: BERPUISI DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           285[Bukhari 453] Diriwayatkan dari Hassan bin Tsabit Al Anshari ra, bahwa dia pernah meminta kesaksian Abu Hurairah ra: "Saya meminta kesaksian darimu dengan nama Allah, apakah kamu pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Hai Hassan, lantunkan puisi untuk membela Rasulullah Saw dalam mengalahkan puisi orang-orang kafir. Ya Allah, dukunglah Hassan dengan Ruh Al-Qudus". Abu Hurairah ra menjawab, "ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 47: PELEMPAR TOMBAK HADIR DI MASJID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           286[Bukhari 545] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Pada suatu hari saya melihat Rasulullah Saw di depan pintu rumah saya yang ketika itu di masjid ada orang-orang Habasyah/Ethiopia, sementara Rasulullah Saw menutupi/meNabiri saya dengan kain selendangnya, sehingga saya dapat melihat permainan tombak mereka. Menurut riwayat lain: ... mereka bermain tombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 48: MENAGIH PIUTANG DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           287[Bukhari 457] Diriwayatkan dari Ka'b bin Malik ra, bahwa dia pernah menagih piutangnya kepada Ibnu Abi Hadrad di masjid. Kedua orang itu bersuara keras, sehingga terdengar oleh Rasulullah Saw yang sedang berada di rumah, kemudian Rasulullah Saw keluar mendatangi keduanya, sampai beliau membuka tabir kamarnya, lalu beliau bersabda: "Hai Ka'b!" Ka'b menjawab: "Labbasyk, ya Rasulullah!" Sabda beliau selanjutnya: "Kurangi tagihanmu sekian!" Rasulullah Saw berIsyarat yang maksudnya, kurangi separohnya! Ka'b menjawab: "Sudah saya lakukan, ya Rasulullah!" Rasulullah Saw bersabda kepada Ibnu Abi Hadrah: "Berdirilah, lalu lunasi hutangmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 49: MENYAPU MASJID, MEMBERSIHKAN VENTILASI, KOTORAN DAN SAMPAHNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           288[Bukhari 458] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa seorang laki-laki berkulit hitam atau seorang perempuan berkulit hitam yang biasanya membersihkan masjid, meninggal dunia. Rasulullah Saw bersabda kepada para jamaah: "Mengapa kalian tidak memberitahukanku tentang kematiannya?[footnote 1] Tunjukkan aku di mana kuburnya". Kemudian Rasulullah Saw mendatangi kuburnya lalu beliau menyolati jenazahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: sebagai penyapu yang tidak terhormat, sehingga mereka tidak melaporkan kematiannya kepada Rasulullah Saw, maka mereka ditegur oleh Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 50: MENYAMPAIKAN LARANGAN JUAL BELI KHAMAR (MINUMAN KERAS) DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           289[Bukhari 459] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Setelah diturunkan ayat-ayat tentang riba di surah Al Baqarah, Nabi Saw keluar ke masjid untuk menyampaikannya kepada kaum muslimin, kemudian beliau juga mengharamkan perdagangan khamer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 51: TAWANAN ATAU ORANG YANG MEMILIKI TANGGUNGAN UTANG DIIKAT DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           290[Bukhari 461] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Tadi malam jin ifrit mendatangiku untuk mengganggu solatku, -- atau Rasulullah Saw bersabda semakna dengan itu - namun Allah memberiku kemampuan untuk menundukkannya. Aku hendak mengikatnya di salah satu tiang masjid, agar paginya kalian bisa melihatnya, tetapi kemudian aku teringat doa saudaraku, Sulayman (dalam Al Quran yang artinya): "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan berilah aku kerajaan yang tidak layak dimiliki oleh seseorang sepeninggalku". (Shaad:35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 52: KEMAH DI MASJID UNTUK ORANG SAKIT DAN SEBAGAINYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           291[Bukhari 463] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Ketika berlangsung perang Khandaq, Sa'd terluka pad aurat lengannya, lalu Nabi Saw membuatkan tenda untuk merawatnya di masjid agar beliau bisa menjenguknya dari dekat. Di masjid juga ada tenda lain milik suku Ghifar, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh darah yang mengalir ke tenda mereka. Mereka bertanya, "Hai penghuni tenda, apa ini yang mengalir dari tenda kalian menuju kepada kami?" Ternyata darah mengucur deras dari luka Sa'd, dan Sa'd pun kemudian meninggal di tenda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 53: MEMBAWA ONTA KE MASJID KARENA PENUNGGANGNYA SAKIT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           292[Bukhari 464] Diriwayatkan dari Ummu Slamah ra, dia berkata: Saya mengadu kepada Rasulullah Saw karena sakit. Rasulullah Saw bersabda: "Lakukanlah tawaf di belakang orang-orang dengan naik onta". Saya pun melaksanakan tawaf sesuai perintah Rasulullah Saw. Ketika itu Rasulullah Saw solat di sisi Ka'bah dengan membaca surat Wath-Thuur wa kitaabin masthuur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 54: CAHAYA MENUNTUN DUA ORANG SAHABAT NABI SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           293[Bukhari 465] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa dua orang sahabat Nabi Saw keluar dari Nabi Saw pada malam yang gelap gulita, dengan disertai dua berkas cahaya yang menerangi jalan yang mereka lalui. Setelah keduanya berpisah, masing-masing dari dua itu diterangi oleh seberkas cahaya sampai tiba di rumah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 55: PINTU KECIL DAN JALAN DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           294[Bukhari 466] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw berkhotbah. Nabi Saw ketika itu bersabda: "Sesungguhnya Allah memberikan pilihan kepada hamba-Nya, kemudian seorang hamba tersebut memilih pahala di sisi Allah". Abu Bakr ra menangis. Saya berkata dalam hati: Mengapa Abu Bakr menangis? Jika Allah memberikan pilihan kepada hamba-Nya antara dunia dan pahala di sisi-Nya, lalu seorang hamba tersebut memilih pahala di sisi Allah, tentunya seorang hamba tersebut adalah Rasulullah Saw sendiri. Abu Bakr memang orang yang paling paham di antara kami mengenai Islam. Rasulullah Saw bersabda: "Hai Abu Bakr, jangan menangis. Karena orang yang paling dekat dalam persahabatan dengan aku dan dalam mencurahkan hartanya kepadaku untuk Islam adalah Abu Bakr. Seandainya aku menjadikan seorang kekasih dari umatku niscaya aku memilih Abu Bakr, tetapi persaudaraan dan kasih sayang seorang sesama muslim adalah lebih utama. Tutuplah semua pintu di masjid kecuali pintu Abu Bakr".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           295[Bukhari 467] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw sakit di akhir-akhir hayatnya, Rasulullah Saw keluar dengan menutupkan kain pada kepalanya, kemudian beliau duduk di atas mimbar. Setelah memuji dan menyanjung Allah, beliau bersabda, "Sungguh tidak ada orang yang paling setia kepadaku dalam persahabatan dan dalam mencurahkan hartanya selain Abu Bakr bin Abu Quhafah. Seandainya aku menjadikan seorang kekasih dari umat manusia niscaya aku memilih Abu Bakr sebagai kekasihku, tetapi kecintaan sesama muslim adalah lebih utama. Tutuplah semua pintu kecil di masjid ini, kecuali pintu untuk Abu Bakr".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 56: PINTU-PINTU DAN KUNCI-KUNCI KA'BAH SERTA MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           296[Bukhari 468] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ketika Nabi Saw tiba di mekah beliau memanggil Utsman bin Thalhah untuk membukakan pintu Ka'bah. Kemudian Nabi Saw masuk bersama Bilal, Usamah bin Zayd, dan Utsman bin Thalhah, lalu pintu Ka'bah dikunci. Nabi Saw berada satu jam di dalam Ka'bah, kemudian mereka keluar. Kata Abdullah bin Umar: Saya segera bertanya kepada Bilal (tentang apa yang diperbuat oleh Rasulullah Saw di Ka'bah). Bilal menjawab, "Rasulullah mengerjakan solat di dalamnya". Saya tanyakan lagi, "Di bagian mana?" Bilal menjawab, "Di antara dua pilar". Kata Abdullah bin Umar: Saya lupa, tidak menanyakan kepada Bilal berapa rakaat Rasulullah Saw melakukan solat di Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 57: MENGKAJI AGAMA DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           297[Bukhari 472] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Saw ketika beliau berada di atas mimbar, "Bagaimana solat sunat pada malam hari itu?" Rasulullah Saw menjawab, "Lakukanlah dua rakaat dua rakaat, dan apabila kamu khawatir tibanya waktu Subuh, maka lakukanlah solat sunat satu rakaat sebagai penutup dan penggasal solat sunat yang telah kamu lakukan". Abdullah bin Umar mengatakan: Akhirilah solat sunatmu di malam hari dengan witir (bilangan rakaat yang gasal), karena Nabi Saw mengajarkan demikian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 58: BERBARING DI MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           298[Bukhari 475] Diriwayatkan dari Abdullah bin Zayd Al-Anshary ra, bahwa dia pernah melihat Rasulullah Saw berbaring di masjid dengan menindihkan salah satu kakinya pada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 59: SOLAT DI MASJID PASAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           299[Bukhari 477] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Solat dengan berjamaah adalah 25 kali lipat dibanding dengan solat sendirian di rumah atau di pAsar. Apabila seseorang berwudu dengan menyempurnakan wudunya, kemudian dia pergi ke masjid tanpa tujuan lain kecuali solat, maka pada setiap langkahnya, Allah memberinya satu pahala dan menghapus satu dosanya sampai dia masuk ke masjid. Apabila dia sudah masuk ke masjid selama dia menunggu pelaksanaan solat jamaah dia dihitung sama dengan melakukan solat dan para malaikatpun memohonkan rahmat untuknya selama dia berada di tempat yang akan dia tempati untuk solat sambil menunggu pelaksanaan solat jamaah. Para malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah dia dan berilah dia rahmat". Demikian itu selama dia berhadas dan tidak bercakap-cakap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 60: MENANGKUPKAN JARI-JARI DI DALAM MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           300[Bukhari 481] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain bagaikan sebuah bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan". Beliau sambil menangkupkan jari-jari kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           301[Bukhari 482] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw mengimami kami solat Isya dan ketika baru mendapat dua rakaat beliau salam. Kemudian Rasulullah Saw berdiri dengan bersandar pada sebatang kayu yang melintang di dalam masjid dengan tampak marah. Rasulullah Saw meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dan menempelkan pipi kanannya pada punggung telapak tangan kirinya. Orang-orang pun segera keluar melalui pintu-pintu masjid sambil bertanya-tanya: "Apakah solat Isya dikurangi rakaatnya?" Di tengah orang-orang itu terdapat Abu Bakr dan Umar, namun keduanya merasa segan untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah Saw. Diantara orang-orang itu ada seorang yang bertangan panjang yang dijuluki Dzul yadayn. Dzul yadayn bertanya: "Ya Rasulullah, apakah anda tadi lupa ataukah memang solat Isya dikurangi rakaatnya?" Rasulullah Saw menjawab: "Aku tidak lupa dan solat Isya juga tidak dikurangi rakaatnya". Rasulullah Saw bertanya: "Benarkah kata Dzul yadayn?" Orang-orang menjawab: "Benar". Kemudian Rasulullah berdiri lagi untuk melengkapkan jumlah rakaat yang belum terjalani. Setelah salam beliau bertakbir untuk berwujud (sahwi) sebagaimana sujud biasanya atau lebih lama, lalu beliau mengangkat kepala dengan bertakbir, setelah duduk beliau bertakbir lagi untuk bersujud (sahwi yang kedua kalinya) seperti sujud biasanya atau lebih lama, kemudian beliau mengangkat kepala dengan bertakbir, lalu mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 61: MASJID DAN TEMPAT-TEMPAT SOLAT NABI SAW DI JALAN-JALAN MADINAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           302[Bukhari 483] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa dia mengerjakan solat di beberapa tempat dalam perjalanan. Abdullah bin Umar mengatakan bahwa dia pernah melihat Nabi Saw melakukan solat di tempat-tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           303[Bukhari 484] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa dalam perjalanan umrah dan haji Rasulullah Saw pernah singgah di Dzul Hulayfah di bawah pohon Samurah di sekitar tempat solat yang ada di Dzul Hulayfah. Ketika Rasulullah Saw pulang dari peperangan, umrah atau haji, beliau menuruni lembah di jalan itu. Sesudah sampai di lembah itu beliau menghentikan ontanya di aliran air di bagian timur lembah, lalu beliau beristirahat di situ sampai pagi. Di tempat itu tidak ada masjid yang dibangun dari batu dan tidak ada pula masjid di atas bukit. Di situ ada sebidang tanah yang menjorok yang ditengahnya ada tumpukan pasir yang ditempati oleh Abdullah bin Umar untuk solat. Rasulullah Saw pernah melakukan solat di tempat itu, namun tempat yang dipergunakan solat oleh Abdullah bin Umar itu akhirnya hanyut dan tenggelam karena terkena aliran air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           304[Bukhari 485] Abdullah bin Umar ra, menuturkan bahwa Nabi Saw pernah mengerjakan solat di suatu masjid kecil, lebih kecil daripada masjid yang ada di bagian atas Rawha. Abdullah bin Umar mengetahui tempat yang dipergunakan solat oleh Nabi Saw tersebut. Kata Abdullah bin Umar: Di sanalah masjid itu, di sebelah kananmu ketika kamu mengerjakan solat di masjid dalam perjalanan ke mekah, yaitu di tepi jalan bagian kanan jarak antara masjid yang lebih besar yang biasa kamu tempati untuk solat dalam perjalanan ke mekkah itu dengan mesjid kecil yang pernah ditempati solat oleh Rasulullah Saw sejauh lemparan batu atau semisal dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           305[Bukhari 486] Abdullah bin Umar ra pernah mengerjakan solat di suatu bukit di pinggiran Rahwa. Bukit tersebut ujungnya berada di tepi jalan yang didekatnya ada sebuah masjid antara bukit dengan pinggiran Rawha ketika kamu pergi ke mekkah. Di tempat itu telah dibangun sebuah masjid, namun Abdullah bin Umar tidak mengerjakan solat di mesjid itu. Abdullah bin Umar meninggalkan masjid itu dari arah kiri dan belakangnya, lalu dia mengerjakan solat di depan masjid itu, yakni di atas bukit. Ketika pulang dari Rawha Abdullah bin Umar tidak melakukan solat Zhuhur di situ. Apabila Abdullah bin Umar pulang dari Mekkah melalui jalan itu sebelum Subuh atau menjelang fajar, dia beristirahat di tempat itu sampai dia melakukan solat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           306[Bukhari 487] Abdullah bin Umar ra, menuturkan bahwa Nabi Saw pernah singgah di bawah pohon besar di dekat Ruwaytsah di sebelah kanan jalan dan menghadap ke jalan yang lebar di tempat yang lapang. Rasulullah Saw melanjutkan perjalanan hingga meninggalkan perbukitan sejauh 2 mil dari ruwaytsah. Tempat itu bagian atasnya telah pecah sehingga miring ke jurangnya dengan berada di atas saluran air yang di dalamnya terdapat gundukan pasir yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           307[Bukhari 488] Abdullah bin Umar ra, menuturkan bahwa Nabi Saw pernah mengerjakan solat di ujung suatu saluran air di belakang Arj dalam perjalanan menuju Hadhbah. Di dekatnya ada 2 atau 3 kuburan. Di atas kuburan tersebut ada tumpukan batu di sebelah kanan jalan yang di dekatnya ada bebatuan. Ketika Abdullah bin Umar ra pulang dari Arj setelah matahari condong sedikit ke barat, dia beristirahat di bebatuan di jalan itu, kemudian dia mengerjakan solat zhuhur di siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           308[Bukhari 489] Abdullah bin Umar ra, menuturkan: Rasulullah Saw pernah singgah di pepohonan di sebelah kiri jalan di saluran air dekat Harsya. Saluran air tersebut bersambung dengan ujung Harsya yang jaraknya dengan jalan kira-kira satu lemparan anak panah. Abdullah bin Umar ra pernah mengerjakan solat di bahwa sebuah pohon yang tertinggi, yaitu pohon yang terdekat dengan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           309[Bukhari 490] Abdullah bin Umar ra, menuturkan bahwa Nabi Saw pernah singgah di saluran air di dekat Marr Azh Zhahran yang menghadap ke Madinah. Ketika beliau pulang dari Shafrawat, beliau singgah di lembah sebelah kiri jalan di saluran air tesebut pada jalur menuju ke mekah, jarak antara tempat  persinggahan Rasulullah Saw tersebut dengan jalan sejauh lemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           310[Bukhari 491] Abdullah bin Umar ra, menuturkan: Ketika Rasulullah Saw mendekati mekkah, beliau singgah di Dzi Thuwa dan bermalam di situ sampai pagi, kemudian beliau mengerjakan solat Subuh di situ pula. Tempat solat Rasulullah Saw tersebut berada di atas bukit besar, bukan di lokasi yang di hari kemudian id bangun masjid, melainkan di tempat yang lebih rendah, di atas bukit besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           311[Bukhari 492] Abdullah bin Umar ra menuturkan bahwa Nabi Saw menghadap kedua celah sebuah gunung yang mengarah ke Ka'bah yang celah tersebut terletak di antara Nabi Saw dengan gunung yang tinggi, Rasulullah Saw menjadikan tempat itu untuk solat yang di hari kemudian  di situ dibangun mesjid di sebelah kiri tempat solat Rasulullah aaw tersebut di ujung bukit. Tempat solat Rasulullah Saw lebih rendah daripada lokasi masjid yang dibangun itu yang berada di atas bukit hitam. Jarak antara tempat solat Rasulullah Saw tersebut dengan bukit kira-kira 10 hasta. Lakukanlah solat di situ dengan menghadap kedua celah gunung yang berada di antara kamu dengan arah Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-3899350934625941896?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3899350934625941896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3899350934625941896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-shalat.html' title='Kitab Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-386026909050579936</id><published>2008-03-04T07:34:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T07:37:11.671-08:00</updated><title type='text'>Kitab Tabir Pembatas Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: TABIR PEMBATAS DI DEPAN IMAM SEKALIGUS BAGI MAKMUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           312[Bukhari 494] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ketika Rasulullah Saw berangkat untuk melaksanakan solat hari raya (di tanah lapang) beliau menyuruh kami menancapkan tombak di hadapannya, kemudian Nabi Saw solat dengan menghadap ke arah tombak itu, sementara orang-orang solat dengan bermakmum di belakangnya. Rasulullah Saw juga berbuat seperti itu ketika beliau solat dalam perjalanan, kemudian para pemimpin kaum muslimin mengikuti ajaran Rasulullah Saw tersebut (yakni dengan menancapkan tabir pembatas di depan orang yang solat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           313[Bukhari 495] Diriwayatkan dari Abu Juhayfah ra, bahwa Nabi Saw pernah mengimami solat Zuhur dua rakaat dan solat Asar dua rakaat di Bath-ha ketika dalam perjalanan, dengan menancapkan anazah (tongkat yang ujungnya bercabang) di depannya, sementara di luar batas anazah tersebut ada perempuan dan keledai berlalu lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: JARAK ANTARA ORANG YANG SOLAT DENGAN TABIR PEMBATAS DIDEPANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           314[Bukhari 496] Diriwayatkan dari Sahl ra, dia berkata: Jarak antara tempat solat Rasulullah Saw dengan tabir pembatas di depannya adalah seukuran lewatan kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: SOLAT DENGAN MENGHADAP KE 'ANAZAH (TONGKAT YANG UJUNGNYA BERCABANG)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           315[Bukhari 500] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Ketika Rasulullah Saw keluar untuk buang hajat, kami senantiasa menyertainya dengan seorang anak laki-laki lain. Kami membawakan tongkat atau anazah dan sewadah air. Apabila Rasulullah Saw selesai dari buang hajat, kami membawa air tersebut kepadanya (untu bersuci).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: SOLAT DENGAN MENGHADAP KE TIANG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           316[Bukhari ] Diriwayatkan dari Salamah bin Al Akwa ra, bahwa dia pernah melakukan solat di belakang tiang tempat mushhaf, kemudian ada orang bertanya: "Hai Abu Muslim (panggilan Salamah bin Al-Akwa), mengapa kamu memilih tempat seperti itu untuk solat?" Dia menjawab: "Karena saya pernah melihat Nabi Saw melakukan solat dengan memilih tempat seperti ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: SOLAT SENDIRIAN DI ANTARA TIANG-TIANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           317[Bukhari 505] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra mengatakan tentang masuknya Nabi Saw ke dalam Ka'bah, "Saya bertanya kepada bBilal ketika dia keluar dari dalam Ka'bah menyertai Nabi Saw: "Bagaimana Nabi Saw melakukan solat di dalam Ka'bah?" Bilal menjawab: "Rasulullah Saw mengerjakan solat dengan satu tiang di sebelah kirinya, satu tiang di sebelah kanannya dna tiga tiang di belakangnya. Ka'bah ketika itu tiangnya ada enam". Menurut riwayat lain: "... dengan dua tiang di sebelah kanannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: SOLAT DENGAN MENGHADAP KE KUDA, ONTA, POHON ATAU PELANA SEBAGAI PEMBATAS DI BAGIAN DEPAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           318[Bukhari 507] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa Nabi Saw menghentikan hewan tunggangannya, kemudian beliau solat dengan menghadap ke arah hewan itu. Saya (peawi) bertanya kepada Abdullah bin Umar: "Bagaimana jika hewan tersebut bangkit/bergerak-gerak?" Abdullah bin Umar menjawab: "Rasulullah Saw mengambil pelananya kemudian beliau letakkan di depannya sebagai pembatas ketika beliau melakukan solat". Abdullah bin Umar juga melakukan solat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: SOLAT DENGAN MENGHADAP KE TEMPAT TIDUR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           319[Bukhari 508] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Apakah kalian menganggap kami sama dengan anjing atau keledai? Suatu ketika saya berbaring di atas tempat tidur, kemudian Nabi Saw datang, lalu beliau solat dengan menghadap ke bagian tengah tempat tidur. Saya merasa tidak enak berada di depan Nabi Saw yang sedang melakukan solat, kemudian saya beranjak perlahan-lahan dari arah kaki tempat tidur, sehingga saya beranjak dari selmut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: ORANG YANG SEDANG MENGERJAKAN SOLAT HENDAKLAH MENDORONG/MENGHALANGI ORANG YANG LEWAT DI DEPANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           320[Bukhari 509] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri ra, bahwa suatu ketika dia mengerjakan solat pada hari jumat dengan meletakkan sesuatu di depannya sebagai pembatas agar tidak dilewati orang. Kemudian ada seorang pemuda dari suku Abu Mu'aith ingin lewat di depan Abu Sa'id. Abu Sa'id mendorongnya di bagian dadanya. Pemuda itu mencari jalan lain untuk lewat namun tidak ada kecuali di depan Abu Sa'id. Pemuda itu hendak lewat lagi di depan Abu Sa'id tetapi Abu Sa'id mendorongnya lebih keras daripada semula. Pemuda itu merasa jengkel kemudian dia melaporkan hal itu kepada Marwan (selaku khalifah) atas perlakuan Abu Sa'id tersebut. Rupanya Abu Sa'id juga mendatangi Marwan di belakang pemuda itu. Marwan bertanya: "Hai Abu Sa'id, mengapa kamu memperlakukan pemuda ini sedemikian itu?" Abu Sa'id menjawab: "Saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Apabila seseorang di antara kamu melakukan sholat dengan menghadap sesuatu pembatas agar tidak dilewati orang, kemudian ada seseorang yang hendak lewat di depannya, maka hendaklah dia mendorongnya. Jika dia tetap saja ingin lewat, maka halangilah/doronglah sekuat tenaga, karena dia itu sebenarnya adalah setan"."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: DOSA ORANG YANG LEWAT DI DEPAN ORANG YANG MENGERJAKAN SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           321[Bukhari 510] Diriwayatkan dari Abu Juhaim ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Seandainya orang yang lewat di depan orang yang sedang mengerjakan solat mengetahui seberapa besar dosanya, niscaya dia akan memilih menunggu selama 40 daripada dia lewat di depan orang yang sedang mengerjakan solat". Kata perawi: Saya tidak ingat pasti, apakah Rasulullah Saw bersabda 40 hari ataukah 40 bulan ataukah 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           322[Bukhari 512] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Nabi Saw pernah melakukan solat, sementara saya tidur melintang di atas tempat tidur beliau. Apabila beliau hendak melakukan solat witir, beliau membangunkan saya, kemudian saya mengerjakan solat witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: SOLAT DENGAN MENGGENDONG ANAK PEREMPUAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           323[Bukhari 516 Diriwayatkan dari Abu Qatadah Al Anshari ra, bahwa Rasulullah Saw pernah mengerjakan solat dengan menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah Saw. Zainab adalah istri Abul Ash bin Ar-Rabi bin Abdi Syams. Ketika Rasulullah Saw bersujud, Umamah diletakkannya dan ketika Rasulullah Saw berdiri, Umamah digendongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: PEREMPUAN MEMBUANG KOTORAN YANG MENIMPA ORANG YANG SEDANG MELAKUKAN SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           324[Bukhari 520] Hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, mengenai doa Nabi Saw, agar Allah menghukum orang-orang quraisy ketika mereka meletakkan perut bangkai onta ke atas punggung Nabi Saw sebagaimana hadis terdahulu nomor: 178. Di bagian akhir hadis ini Abdullah bin Mas'ud menuturkan bahwa orang-orang Quraisy yang dimaksud tersebut akhirnya terbunuh dalam perang Badr dan mayat mereka diseret ke dalam sebuah sumur di Badr, lalu Rasulullah Saw bersabda: "Laknat Allah telah ditimpakan kepada penghuni sumur ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-386026909050579936?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/386026909050579936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/386026909050579936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-tabir-pembatas-shalat.html' title='Kitab Tabir Pembatas Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-7059153648609840192</id><published>2008-03-04T06:22:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T06:26:17.664-08:00</updated><title type='text'>Kitab Waktu Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: KEUTAMAAN MENGERJAKAN SOLAT TEPAT PADA WAKTUNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           325[Bukhari 521] Diriwayatkan dari Abu Mas'ud Al Anshari ra, bahwa dia menemui Al Mughirah bin Syu'bah yang pada suatu hari ketika berada di Irak Al Mughirah pernah mengakhirkan solat. Abu Mas'ud mengatakan kepada Al Mughirah: "Mengapa ini engkau lakukan, hai Mughirah? Bukankah engkau sudah mengerti bahwa Jibril as datang untuk mengerjakan solat Subuh, maka Rasulullah Saw pun mengerjakan solat Subuh begitu tiba waktunya, kemudian Jibril as mengerjakan solat Zuhur begitu tiba waktunya, lalu Jibril mengerjakan solat Asar, maka Rasulullah Saw pun mengerjakan solat Asar begitu tiba waktunya, kemudian Jibril as mengerjakan solat Maghrib, maka Rasulullah Saw pun mengerjakan solat Maghrib begitu tiba waktunya, lalu Jibril as mengerjakan solat Isya, maka Rasulullah Saw pun mengerjakan solat Isya begitu tiba waktunya? Setelah itu Jibril as mengatakan: "Aku diperintahkan untuk mengajarkan solat seperti ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SOLAT SEBAGAI KAFFARAH (PENEBUS DOSA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           326[Bukhari 525] Diriwayatkan dari Hudzaifah ra, dia berkata: Kami pernah duduk bersama Umar ra kemudian dia bertanya: "Siapa salah seorang diantara kalian yang hafal sabda Rasulullah Saw tentang fitnah?"b Saya (Hudzaifah) menjawab: "Saya hafal sabda Rasulullah itu". Lanjut Umar: "Kamu benar-benar tegas dan tegar". Saya menuturkan sabda Rasulullah Saw: "Fitnah seseorang dalam urusan istrinya, hartanya, anaknya dan tetangganya bisa dilebur oleh solat, puasa, zakat/sedekah, amar ma'ruf dan nahi munkar". Kata Umar ra: "Bukan fitnah itu yang saya maksudkan, melainkan fitnah yang sedahsyat gelombang lautan". Kata Hudzaifah: "Wahai Amirul Mukminin, anda tidak perlu gusar dengan fitnah tersebut, karena antara anda dengan fitnah tersebut, terdapat pintu yang terkunci". Umar ra bertanya: "Apakah pintu tersebut akan rusak atau terbuka?" Hudzaifah menjawab: "Ya". Umar ra berkata: "Kalau pintu tersebut rusak maka selamanya tidak akan bisa terkunci lagi". Hudzaifah ditanya oleh seseorang: "Apakah Umar mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan pintu itu?" Hudzaifah menjawab: "Ya, dia tahu sebagaimana dia mengetahui bahwa sebelum pagi ada malam. Saya menyampaikan kepadanya suatu hadis yang dia tidak salah dalam memahaminya". Hudzaifah ditanya lagi: "Siapa yang dilambangkan dengan pintu tersebut?" Hudzaifah menjawab: "Umar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           327[Bukhari 526] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra bahwa ada seorang laki-laki mencium seorang perempuan, kemudian laki-laki itu datang kepada Nabi Saw untuk menuturkan dosa yang telah diperbuatnya itu, maka Allah menurunkan ayat (yang artinya): "Dirikanlah solat pada kedua ujung siang dan pada permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan yang baik bisa menghapus perbuatan dosa". (Al Quran, surah Huud:114). Laki-laki itu bertanya: "Ya Rasulullah, apakah ayat ini juga berlaku untuk saya?" Rasulullah Saw menjawab: "Untuk semua umatku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           328[Bukhari 526] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, sama dengan hadis di atas melalui jalur periwayatan lain dengan bunyi hadis di bagian akhir sebagai berikut: ... Rasulullah Saw menjawab: "Untuk umatku yang berbuat dosa seperti itu (dosa mencium perempuan)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: KEUTAMAAN MENGERJAKAN SOLAT TEPAT PADA WAKTUNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           328[Bukhari 527] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Saya pernah bertanya kepada Nabi Saw, "Apa perbuatan yang paling disukai oleh Allah?" Rasulullah Saw menjawab, "Solat tepat pada waktunya". Abdullah bin Mas'ud bertanya lagi, "Berikutnya apa?" Rasulullah Saw menjawab, "Berbakti kepada kedua orangtua". Abdullah bin Mas'ud bertanya lagi, "Selanjutnya apa?" Rasulullah Saw menjawab, "Berjihad di jalan Allah". Kata Abdullah bin Mas'ud: Semua itu dituturkan kepada saya oleh Rasulullah Saw. Seandainya saya terus bertanya, niscaya Rasulullah Saw juga akan terus menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: SOLAT LIMA WAKTU ADALAH KAFFARAH (PELEBUR DOSA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           330[Bukhari 528] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Jika ada suatu sungai di depan rumah seseorang yang di situ dia mandi lima kali dalam sehari, masihkah ada kotoran pada dirinya?" Para sahabat menjawab: "Tidak ada sedikitpun kotoran yang tersisa pada dirinya". Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya: "Begitulah perumpamaan solat lima waktu yang dengannya Allah menghapus dosa orang yang mengerjakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: ORANG YANG SEDANG MELAKSANAKAN SOLAT ITU BERCAKAP LIRIH MENGHADAP TUHANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           331[Bukhari ]. Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Sempurnakanlah sujudmu, jangan menyentuhkan kedua hasta pada tanah. Apabila orang yang sedang melaksanakan solat terpaksa ingin meludah, janganlah dia meludah ke depan atau ke kanan, karena dia sedang bercakap lirih dengan Tuhannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: MENUNGGU CUACA SEDIKIT TEDUH UNTUK MELAKSANAKAN SOLAT ZUHUR DALAM MUSIM PANAS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;`           332[Bukhari 536/537] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Apabila cuaca sangat panas, tangguhkan sebentar pelaksanaan solat Zuhur, karena udara panas yang sangat menyengat itu berasal dari uap neraka. Api neraka mengadu kepada Tuhannya: "Ya Tuhan, bagian-bagian kami saling menghancurkan". Maka Allah mengizinkan untuk melakukan dua kali hembusan, sekali hembusan pada musim dingin dan sekali hembusan pada musim panas. Hembusannya pada musim panas adalah cuaca panas yang engkau rasakan paling menyengat, dan hembusannya pada musim dingin adalah cuaca dingin yang engkau rasakan paling mencekam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           333[Bukhari 535] Diriwayatkan dari Abu Dzarr Al Ghifari ra, dia berkata: Kami pernah menyertai Nabi Saw dalam suatu perjalanan, kemudian muazzin akan menyerukan azan Zuhur, namun Nabi Saw bersabda, "Tunggulah sampai cuaca agak teduh". Muazzin tersebut kembali akan menyerukan azan Zuhur, namun Nabi Saw bersabda lagi, "Tunggulah sampai kita melihat bayangan bukit".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: WAKTU SOLAT ZUHUR ADALAH SETELAH MATAHARI CONDONG SEDIKIT KE BARAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           334[Bukhari 540] Diriwayatkan dari Anas ra bahwa suatu ketika Rasulullah Saw keluar menuju ke masjid ketika matahari condong sedikit ke barat untu melaksanakan solat Zuhur. Setelah itu beliau berdiri di atas mimbar. Beliau menuturkan tentang hari kiamat. Beliau menyebutkan bahwa pada hari kiamat nanti  terdapat berbagai kesulitan yang amat dahsyat. Nabi Saw mengatakan: "Siapa saja yang ingin menanyakan sesuatu, tanyakanlah! Apapun yang kalian tanyakan akan aku jawab selama aku masih berdiri di tempat ini". Banyak orang menangis, Rasulullah Saw mengulang-ulang ucapannya: "Bertanyalah kepadaku!" Kemudian Abdullah bin Hudzafah As Sahmi berdiri sambil bertanya: "Siapa ayah saya?" Rasulullah Saw menjawab: "Ayahmu adalah Hudzafah". Rasulullah Saw terus mengulang-ulang ucapannya: "Bertanyalah kepadaku!" kemudian Umar bertanya di hadapan Rasulullah Saw dengan mengucapkan: "Kami rela bahwa Allah adalah Tuhan kami, dan Muhammad adalah Nabi kami". Rasulullah Saw diam sesaat, kemudian beliau bersabda: "Baru saja surga dan neraka diperlihatkan kepadaku di dinding ini. Aku tidak pernah melihat apapun seindah/sebaik surga dan sejelek/sengeri neraka". Hadis yang semakna dengan ini sudah disebutkan di muka pada kitab tentang ilmu yang diriwayatkan dari Abu Musa, hanya saja pada riwayat ini ada penambahan dan perbedaan lafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           335[Bukhari 541] Diriwayatkan dari Abu Barzah ra, dia berkata: Rasulullah Saw biasa melaksanakan solat Subuh dengan membaca 60 hingga 100 ayat al Quran yang ketika itu seseorang bisa mengenali orang yang ada di sampingnya (yakni tidak terlalu gelap). Rasulullah Saw melaksanakan solat Zuhur ketika matahari condong sedikit ke barat. Rasulullah Saw melaksanakan solat Asar dalam waktu kira-kira seseorang pergi ke bagian Madinah yang terjauh lalu pulang kembali, sementara matahari masih terasa panas. Perawi hadis lupa entang batasan waktu solat Maghrib yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw. Rasulullah Saw tidak keberatan menunda pelaksanaan solat Isya hingga 1/3 malam atau 1/2 malam yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MENGAKHIRKAN SOLAT ZUHUR HINGGA WAKTU ASAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           336[Bukhari 543] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, bahwa Nabi Saw ketika di Madinah pernah mengerjakan solat delapan rakaat untuk Zuhur dan Asar, serta tujuh rakaat untuk Maghrib dan Isya.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Rakaat untuk dua kali solat secara terpisah, yakni dengan dua salam, begitu pula yang tujuh rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: WAKTU SOLAT ASAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           337[Bukhari 541] Hadis yang diriwayatkan dari Abu Barzah di muka (nomor hadis 335), sudah menuturkan tentang wktu solat. Hanya saja dalam riwayat ini perawi menuturkan mengenai solat Isya bahwa Rasulullah Saw tidak suka tidur sebelum melakukan solat Isya dan tidak suka berbincang-bincang sesudah solat Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           338[Bukhari 548] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Kami melakukan solat Asar, kemudian ada seseorang yang pergi ke suku Amru Bin Auf mendapati mereka juga sedang melakukan solat Asar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           339[Bukhari 550] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Biasanya Rasulullah Saw mengerjakan solat Asar ketika matahari masih terasa panas. Kemudian ada seseorang pergi ke Al-Awali (seusai solat Asar), dia tiba di sana ketika matahari masih agak tinggi, sedangkan jarak antara Al-Awali dengan Madinah kira-kira 4 mil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: ORANG YANG KEHILANGAN SOLAT ASAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           340[Bukhari 552] Diriwayatkan dari Abdullah bin Uma ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Orang yang kehilangan solat Asar bagaikan orang yang kehilangan keluarga dan harta kekayaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: ORANG YANG TIDAK MENGERJAKAN SOLAT ASAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           341[Bukhari 553] Diriwayatkan dari Buraidah ra bahwa dia mengatakan kepada kaum muslimin ketika cuaca berawan: Kerjakanlah solat Asar di awal waktu, karena Nabi Saw pernah bersabda, "Orang yang meninggalkan solat Asar hilanglah semua amal baiknya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: KEUTAMAAN SOLAT ASAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           342[Bukhari 554] Diriwayatkan dari Jarir ra, dia berkata: Suatu ketika kami bersama Nabi Saw, kemudian pada suat umalam beliau melihat bulan purnama, lalu beliau bersabda: "Kalian kelak akan melihat Tuhan sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, tanpa ada sesuatu yang menghalangi penglihatan kalian. Karena itu, jangan sampai kalian lewatkan solat sebelum matahari terbit (solat Subuh) dan solat sebelum matahari terbenam (solat Asar)". Kemudian Rasulullah Saw membaca ayat (yang artinya): "... dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam". (Al Quran surah Qaaf:39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           343[Bukhari 555] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Para malaikat datang kepada kalian secara bergantian malam dan siang. Mereka berkumpul pada waktu solat Subuh dan solat Asar. Mekrea yang sudah selesai bertugas, naik ke langit, kemudian mereka ditanya oleh Allah meskipun Allah lebih tahu daripada mereka, ""agaimana keadaan hamba-hambaKu ketika kalian tinggalkan?""Mereka menjawab, ""ami meninggalkan hamba-hambaMu ketika mereka sedang mengerjakan solat dan ketika kami mendatangi hamba-hambaMu, mereka juga sedang mengerjakan solat"."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: ORANG YANG MENGERJAKAN SOLAT ASAR BARU MENDAPAT SATU RAKAAT, MATAHARI TERBENAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           344[Bukhari 556] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan solat Asar lalu matahari terbenam ketika baru mendapat satu rakaat, hendaklah dia sempurnakan solatnya, dan apabila salah seorang dari kamu mengerjakan solat Subuh, lalu matahari terbit ketika baru mendapat satu rakaat, hendaklah ia menyempurnakan solatnya"."[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Yakni dengan meneruskannya hingga jumlah rakaatnya sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           345[Bukhari 557] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Masa hidup kalian (umat Muhammad) dibanding dengan umat-umat terdahulu seperti waktu antara solat Asar hingga terbenamnya matahari. Ahli Taurat telah diberi Taurat, kemudian mereka mengamalkannya hingga tengah hari, namun setelah itu mereka tidak mampu mengamalkannya. Ahli Injil telah diberi Injil, lalu mereka mengamalkannya hingga Asar, namun setelah itu mereka tidak mampu mengamalkannya. Masing-masing mereka diberi satu qirath.[footnote 1] Kemudian kita diberi Al Quran, lalu kita mengamalkannya hingga matahari terbenam, lalu kita diberi dua qirath. Ahli Taurat dan Ahli Injil mengadu: "Ya Tuhan, Engkau berikan dua qirath kepada umat Muhammad, sedangkan kami hanya Engkau beri satu qirath, padahal kami berbuat lebih banyak? Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka: "Apakah ada sedikitpun pahala kalian yang Aku kurangi?" Mereka menjawab: "Tidak". Allah Azza wa Jalla berfirman: "Itulah kemurahan-Ku yang Aku berikan kepada siapapun yang Aku kehendaki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: satu qirath sepadan dengan segunung Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: WAKTU MAGHRIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           346[Bukhari 559] Diriwayatkan dari Rafi bin Khadij ra, dia berkata: Biasanya kami melaksanakan solat Maghrib bersama Nabi Saw. Kemudian sepulang dari solat salah seorang dari kami masih bisa melihat di mana tempat jatuhnya anak panahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           347[Bukhari 560] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Nabi Saw melaksanakan solat Zuhur pada tengah hari, solat Asar ketika matahari masih bersinar agak terik, dan solat Maghrib ketika matahari terbenam. Adapun solat Isya waktunya tidak pasti. Apabila Rasulullah Saw melihat orang-orang sudah berkumpul, beliau segera melaksanakan solat Isya, apabila orang-orang tidak segera berkumpul, beliau menunda solat Isya sampai orang-orang datang. Para sahabat atau Nabi Saw biasanya melaksanakan solat Subuh ketika hari masih gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: SOLAT MAGHRIB DISEBUT SOLAT ISYA ADALAH TIDAK DISUKAI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           348[Bukhari 563] Diriwayatkan dari Abdullah bin Al-Muzani ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Janganlah kalian terpengaruh oleh orang-orang Arab pedalaman (Baduwi) yang menyebut solat Maghrib dengan sebutan solat Isya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: KEUTAMAAN SOLAT ISYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           349[Bukhari 566] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Pada suatu malam Rasulullah Saw tidak segera melaksanakan solat Isya ketika Islam belum tersebar. Rasulullah Saw tidak kunjung datang ke masjid, sehingga Umar ra mengatakan kepada Nabi Saw bahwa orang-orang perempuan dan anak-anak sudah tidur, kemudian Rasulullah Saw keluar menuju ke masjid, lalu beliau bersabda kepada orang-orang di masjid, "Tidak ada siapapun penghuni bumi yang menanti solat Isya selain kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           350[Bukhari 567] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Suatu ketika saya dan orang-orang yang bersama saya dalam satu perahu mendarat di Baqi' Buthhan, sementara Nabi Saw berada di madinah. Setiap malam ada perwakilan dari kami untuk menemui Nabi Saw ketika solat Isya. Suatu ketika, saya sendiri bersma beberapa orang teman saya menjadi wakil untuk menemui Nabi Saw yang ketika itu beliau sedang sibuk dengan suatu urusan, sehingga beliau tidak segera melaksanakan solat Isya sampai tengah malam. Kemudian Nabi Saw keluar ke masjid untuk mengimami orang-orang solat Isya. Seusai solat, beliau bersabda kepada orang-orang yang turut berjamaah, "Jangan beranjak dulu, ada kabar gembira. Di antara nikmat Allah yang diberikan kepada kalian adalah bahwa tidak ada orang yang melaksanakan solat pada waktu seperti ini kecuali kalian", atau Rasulullah bersabda, "Pada saat ini tidak ada yang melaksanakan solat kecuali kalian". Perawi tidak ingat pasti yang mana salah satu dari dua kalimat tersebut yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. kata Abu Musa: Kemudian kami pulang dengan merasa senang setelah mendengar sabda Rasulullah Saw tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: TIDUR SEBELUM SOLAT ISYA BAGI ORANG YANG MAMPU BANGUN UNTUK MELAKSANAKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           351[Bukhari 571] Sudah disebutkan pada hadis di muka bahwa Rasulullah Saw pernah tidak segera melaksanakan solat Isya sehingga Umar memamnggil beliau. Dalam riwayat ini ada tambahan bahwa AIsyah mengatakan: Nabi Saw bersama para sahabat melaksanakan solat Isya dalam waktu antara hilangnya mega merah hingga sepertiga malam yang pertama. Dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Abbas ra mengatakan: Kemudian Nabi Saw keluar ke masjid - seolah-olah sekarang saya masih melihatnya - dengan air yang menetes dari kepalanya sambil meletakkan telapak tangan di atas kepalanya, kemudian Nabi Saw bersabda, "Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku, tentu aku perintahkan mereka mengerjakan solat Isya dalam waktu seperti ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           352[Bukhari 571] Abdullah bin Abbas ra, menuturkan bagaimana Nabi Saw meletakkan tangannya di atas kepalanya (seperti yang disebukan dalam hadis nomo 351): Perawi memperagakan hal itu dengan agak merenggangkan jari-jari tangannya, kemudian dia letakkan ujung jari-jari tangannya pada pelipis kepalanya, lalu dia merapatkan jari-jari tangannya dengan bergeser sedikit sehingga ibu jari tangannya menyentuh pula bagian jenggotnya dengan gerakan yang tidak lambat dan tidak cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: WAKTU SOLAT ISYA HINGGA TENGAH MALAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           353[Bukhari 572] Anas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah menangguhkan pelaksanaan solat Isya hingga tengah malam. Kata Anas: Saya melihat seakan ada lingkaran cahaya dari cincin Rasulullah Saw di malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: KEUTAMAAN SOLAT SUBUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           354[Bukhari 574] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, bahwa rasululah Saw pernah bersabda: "Siapa yang melaksanakan dua solat yang dingin,[footnote 1] maka dia akan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Yang satu adalah solat Subuh, sedangkan satunya lagi adalah solat selain Zuhur dan Subuh dengan penafsiran yang berbeda-beda. Sebagian ulama menafsirkannya Subuh dan Asar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: WAKTU SOLAT SUBUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           355[Bukhari 575] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Zaid bin Tsabit mengatakan kepadanya: "Para sahabat makan sahur bersama Nabi Saw, kemudian mereka melaksanakan solat Subuh". Saya bertanya: "Berapa jarak waktu antara makan sahur dengan solat Subuh?" Zaid bin Tsabit menjawab: "Kira-kira baaan 50 atau 60 ayat Al Quran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           356[Bukhari 577] Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd ra, dia berkata: Saya mengakhirkan makan sahur bersama keluarga saya, sehingga setelah itu saya segera melaksanaan solat Subuh bersama Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: SOLAT SUNAT SESUDH SOLAT SUBUH ADALAH SETELAH MATAHARI AGAK MENINGGI SEDIKIT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           357[Bukhari 581] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Beberapa orang laki-laki yang baik bersaksi di dekat saya dan di antara mereka itu yang paling saya senangi adalah Umar: "Bahwa Nabi Saw melarang solat sunat sesudah solat Subuh hingga matahari agak meninggi sedikit, juga setelah solat Asar hingga matahari terbenam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           358[Bukhari 582] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Janganlah kamu melaksanakan solat sunat ketika matahari terbit dan ketika matahari terbenam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           359[Bukhari 583] Abdullah bin Umar ra, mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila busur tepian matahari mulai terbit tangguhkanlah solat sampai matahari agak meninggi sedikit, dan apabila busur tepian matahari mulai terbenam tangguhkanlah solat hingga matahari benar-benar terbenam seluruhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           360[Bukhari 584] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw melarang dua macam jual beli dan dua macam pakaian, seperti hadis yang telah disebutkan di muka, sedangkan pada riwayat ini ada tambahan: ....... Rasulullah Saw juga melarang dua macam solat, yaitu solat sunat sesudah solat Subuh hingga matahari agak meninggi sedikit, dan solat sunat setelah Asar hingga matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 22: TIDAK BOLEH SOLAT SUNAT SEBELUM MATAHARI TERBENAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           361[Bukhari 587] Diriwayatkan dari Mu'awiyah ra, dia berkata: Kalian mengerjakan solat yang kami tidak pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakannya selama kami menyertai beliau, sedangkan beliau melarang solat tersebut, yaitu solat sunat dua rakaat sesudah solat Asar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: MENGQADHA SOLAT YANG TERLEWATKAN DENGAN DILAKSANAKAN SESUDAH SOLAT ASAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           362[Bukhari 590] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Demi Allah yang telah mewafatkan Rasulullah Saw, Rasulullah Saw tidak meninggalkan solat dua rakaat samai beliau wafat, dan beliau tidaklah wafat melainkan setelah tidak mampu solat dengan berdiri, sehingga beliau sering mengerjakan solat dengan duduk. dUa rakaat tersebut maksud AIsyah adalah sesudah solat Asar yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw namun beliau tidak melaksanakannya di masjid karena khawatir akan memberatkan umatnya. Rasulullah Saw memang menyukai apa yang mudah bagi umatnya.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Jumhur ulama berpendapat bahwa solat dua rakaat sesudah solat Asar seperti yang diriwayatkan oleh AIsyah ra tersebut adalah sebagai pengganti (qadha) solat sunat yang terlewatkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           363[Bukhari 592] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Solat dua rakaat tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah Saw, baik dengan diam-diam maupn terang-terangan, yaitu dua rakaat sebelum solat Subuh dan dua rakaat sesudah Asar.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Jumhur ulama berpendapat bahwa solat dua rakaat sesudah solat Asar seperti yang diriwayatkan oleh AIsyah ra tersebut adalah sebagai pengganti (qadha) solat sunat yang terlewatkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: AZAN SESUDAH WAKTU SOLAT LEWAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           364[Bukhari 595] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, dia berkata: Pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi Saw. sebagian orang mengatakan: "Ya Rasulullah, sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini". Rasulullah Saw bersabda: "Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan solat Subuh". Kata Bilal: "Saya akan membangunakn kalian". Mereka semua akhirnya tidur, sementara Bilal menyandarkan punggungnya pada hewan tunggangannya, namun Bilal akhirnya tertidur juga. Nabi Saw bangun ketika busur tepian matahari sudah muncul. Kata Nabi Saw: "Hai Bilal mana bukti ucapanmu?" Bilal menjawab: "Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini". Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal, bangunlah dan suarakan azan". Rasulullah Saw berwudu, setlah matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih, Rasulullah Saw berdiri untuk melaksanakan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: MENGIMAMI SOLAT JAMAAH SETELAH LEWAT WAKTUNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           365[Bukhari 596] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra bahwa pada saat perang Khandaq Umar bin Khattab datang setelah matahari terbenam. Umar mencaci maki orang-orang kafir quraisy. Kata Umar: "Ya Rasulullah, saya hampir saja tidak melaksanakan solat Asar sampai matahari hampir terbenam". Nabi Saw bersabda: "Demi Allah, aku belum melaksanakan solat Asar". Kata Jabir: Kami pergi ke Buthan, kemudian Nabi Saw berwudu untuk solat dan kamipun berwudu, lalu Nabi Saw melaksanakan solat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan solat Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 26: SIAPA YANG LUPA TIDAK SOLAT, SEGERA LAKSANAKAN KETIKA INGAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           366[Bukhari 597] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang lupa untuk melaksanakan solat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan solat tersebut". Kemudian rasululah Saw membaca ayat (yang artinya): "... dan dirikanlah solat untuk mengingat Aku". (Al Quran surah Thaahaa, ayat 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 27: MENUNGGU SOLAT SENILAI DENGAN SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           367[Bukhari 600] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Kalian dinilai sama dengan melaksanakan solat pada saat kalian menunggu pelaksanaan solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 28: MEMBAGIKAN MAKANAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           368[Bukhari 601] Telah disebutkan pada hadis terdahulu bahwa seratus tahun mendatang orang yang sekarang hidup ini sudah tidak ada lagi. Ada hadis lain yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi Saw bersabda: "Orang yang hidup di muka bumi sekarang ini tidak ada seorangpun yang masih hidup, maksudnya, setelah berlalu satu abad".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           369[Bukhari 602] Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abu Bakr ra, bahwa para sahabat dari golongan Shuffah adalah orang-orang miskin. Berkaitan dengan kondisi mereka itu Nabi Saw bersabda: "Siapa yang memiliki makanan untuk dua orang harus mengundang seorang dari kelompok Shuffah, dan siapa yang memiliki makanan untuk 4 orang harus mengundang seorang atau 2 orang dari kelompok Shuffah. Abu Bakr mengundang 3 orang, sedangkan Nabi Saw mengundang 10 orang". Kata Abdurrahman: Saya, ayah dan ibu berada di rumah. Kata perawi: Saya tidak ingat pasti apakah Abdurrahman juga mengatakan, "Di rumah saya juga ada istri saya dan seorang pembantu yang bekerja di rumah saya dengan merangkap di rumah Abu Bakr. Abu Bakr makan malam bersama Nabi Saw dan dia tetap berada di rumah Nabi Saw sampai usai solat Isya. Setelah solat Isya, Abu Bakr duduk kembali bersama Nabi Saw, sampai Nabi Saw mengambil makanannya. Abu Bakr pulang setelah lewat sebagian malam. Abu Bakr ditanya oleh istrinya, "Ada apa sehingga engku pulang terlambat, padahal para tamu yang kamu undang sudah lama menunggumu?" Abu Bakr bertanya kepada istrinya, "Belumkah kamu menjamu para tamu itu?" Istrinya menjawab, "Makanan sudah dihidangkan sejak tadi, tetapi mereka menunggu sampai kamu datang, sehingga mereka tidak mau menyantap makanan itu". Kata Abdurrahman: Saya menyingkir untuk menghindar, lalu Abu Bakr memanggil saya, "Kemarilah kamu hai Ghuntsar!"[footnote 1] Abu Bakr marah dan berkata dengan kAsar kepada keluarganya, "Makanlah, Demi Allah saya tidak akan menyantap makanan ini". Kata Abdurrahman: Demi Allah, setiap kali kami bersama para tamu mengambil makanan itu, maka saat itu pula makanan menjadi semakin banyak sehingga semuanya merasa kenyang bahkan makanan menjadi lebih banyak daripada sebelumnya. Ketika Abu Bakr melihat makanan itu menjadi semakin banyak, dia bertanya kepada istrinya, "Ada keajaiban apa ini?" Istrinya menjawab, "Memang, sayangku, makanan kini menjadi tiga kali lipat lebih banyak". Abu Bakr akhirnya turut mencicipi makanan tersebut dengan mengatakan, "Sumpah saya untuk tidak menyantap makanan ini adalah sumpah dari setan". Setelah Abu Bakr mencicipi makanan itu, sisanya ia bawa kepada Nabi Saw untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Kami mengadakan perjanjian dengan sejumlah orang. Setelah perjanjian itu sudah lewat masanya, Nabi Saw membagi kami menjadi 12 kelompok dan masing-masing dipimpin oleh 1 orang. Hanya Allah Yang Maha Tahu berapa jumlah orang dalam tiap kelompok, kemudian mereka seluruhnya menyantap makanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: kata yang kAsar untuk memanggil seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-7059153648609840192?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/7059153648609840192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/7059153648609840192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-waktu-shalat.html' title='Kitab Waktu Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-5028813904561812343</id><published>2008-03-04T06:14:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T06:21:53.574-08:00</updated><title type='text'>kitab Azan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: ASAL USUL AZAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           370[Bukhari 604] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Ketika kaum muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul untuk melaksanakan solat dengan menggunakan hitungan waktu tanpa azan. Pada suatu hari mereka berdiskusi mengenai panggilan solat. Sebagian mereka mengusulkan penggunaan lonceng seperti yang dipergunakan oleh orang-orang Kristen. Sebagian lain mengusulkan penggunaan terompet bagai tanduk yang dipergunakan oleh orang-orang Yahudi. Umar mengusulkan, "Sebaiknya tugaskanlah seseorang untuk menyerukan panggilan solat". Maka Rasulullah Saw bersabda, "Hai Bilal, berdirilah, lalu kumandangkan azan untuk panggilan solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: KALIMAT AZAN, MASING-MASING DUA KALI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           371[Bukhari 605] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Bilal diperintahkan mengulang kalimat azan masing-masing dua kali, sedangkan kalimat iqamat masing-masing satu kali, kecuali qad qaamatish shalaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: KEUTAMAAN AZAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           372[Bukhari 608] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila azan dikumandangkan, setan lari terbirit-birit hingga terkentut-kentut sampai dia tidak mendengar azan. Ketika azan sudah selesai, setan datang lagi. Ketika iqamat disuarakan, setan lari menyingkir, dan apabila iqamat sudah selesai, setan datang lagi untuk menggoda orang yang sedang melaksanakan solat agar tidak khusyu dan membuatnya teringat apa yang tidak diingatnya di luar solat, sehingga orang tersebut tidak tahu berapa jumlah rakaat yang telah dijalaninya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MENGERASKAN SERUAN AZAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           373[Bukhari 609] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda (mengenai perintah mengeraskan seruan azan), "Siapapun yang mendengar suara azan, baik jin, manusia, dan makhluk lain, akan menjadi saksi bagi muazzin (penyeru azan) pada hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MENANGGUHKAN PERTEMPURAN KETIKA MENDENGAR AZAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           374[Bukhari 610] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa ketika Nabi Saw bertemur bersama kami melawan suatu kaum, beliau tidak menyerang sebelum Subuh, lalu beliau memperhatikan suara azan. Jika beliau mendengar suara azan beliau menghentikan serangan, dan jika beliau tidak mendengar suara azan beliau terus menggempur mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: BACAAN KETIKA MENDENGAR AZAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           375[Bukhari 611] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila kalian mendengar azan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muazzin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           376[Bukhari 612] Diriwayatkan dari Mu'awiyah ra: Sama dengan hadis di muka (nomr 375) sampai pada kalimat "Wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Ketika muazzin menyerukan hayya alashshalaah, pendengar hendaklah mengucapkan "Laa haula walaa quwwata illa billaah". Kata Mu'awiyah: Demikianlah apa yang pernah saya dengar dari Nabi Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: DOA SESUDAH AZAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           377[Bukhari 614] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Siapa yang berdoa setelah mendengar azan dengan doa sebagai berikut, "Allaahumma ... wa'adtah maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat". (Makna doa tersebut: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini dan solat yang akan didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: UNDIAN UNTUK AZAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           378[Bukhari 615] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Seandainya orang-orang tahu betapa besar pahala azan dan solat berjamaah pada shaf pertama, lalu mereka tidak bisa melksanakannya kecuali melalui undian, niscaya mereka akan melakukan undian itu. Seandainya orang-orang tahu betapa besar pahala solat Zuhur tepat waktu, tentu mereka akan berlomba melaksanakannya. sEandainya orang-orang tahu betapa besar pahala solat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak (yakni melaksanakan solat-solat tersebut dengan berjamaah di masjid)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: AZAN ORANG BUTA JIKA ADA ORANG LAIN YANG MEMBERITAHUKAN KEPADANYA TENTANG TIBANYA WAKTU SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           379[Bukhari 617] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Bilal menyerukan azan pada malam hari, kalian masih boleh makan dan minum sampai Ibnu Ummi Maktum menyerukan azan Subuh". Kata Abdullah bin Umar: Ibnu Ummi Maktum seorang laki-laki buta, dia tidak menyerukan azan kecuali setelah diberitahu bahwa Subuh telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: AZAN SETELAH FAJAR TERBIT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           380[Bukhari 618] Diriwayatkan dari Hafshah ra, bahwa ketika muazzin menyerukan azan Subuh dan waktu Subuh telah tiba, Rasulullah Saw melaksanakan solat sunat dua rakaat dengan tidak terlalu lama, sebelum iqamat disuarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: AZAN SEBELUM FAJAR TERBIT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           381[Bukhari 621] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, Nabi Saw pernah bersabda: "Janganlah seseorang berhenti makan sahur karena mendengar azan Bilal, karena Bilal menyerukan azan pada malam hari agar orang yang bertahajjud segera menyelesaikan tahajjudnya, dan orang yang masih tidur agar segera bangun, karena azan Bilal bukanlah terbit fajar atau tibanya waktu Subuh". Abdullah bin Mas'ud  memperagakan bagaimana Nabi Saw menggerakkan jari-jari tangannya dan mengangkatnya ke atas, kemudian menurunkannya ke bawah seperti ini, (kata perawi): Abdullah bin Mas'ud memperagakan dua jari (telunjuk dan jari tengah) dengan menindihkan salah satunya pada yang lain, kemudian dia menggerakkanny ke kanan dan ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: ANTARA AZAN DAN IQAMAT ADA SOLAT SUNAT BAGI ORANG YANG MAU MENGERJAKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           382[Bukhari 627] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Di antara azan dan iqamat terdapat solat sunat", -- beliau mengatakannya tiga kali --, setelah itu beliau melanjutkan: "Bagi orang yang mau mengerjakannya". Menurut riwayat lain, sabda Rasulullah Saw tersebut berbunyi: "Antara azan dan iqamat terdapat solat sunat. Antara azan dan iqamat terdapat solat sunat". Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: "Bagi orang yang mau mengerjakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: MENUGASI SEORANG MUAZZIN DALAM PERJALANAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           383[Bukhari 628] Diriwayatkan dari Malik bin Al Huwairits ra, dia berkata: Saya bersama beberapa orang dari suku saya mendatangi Nabi Saw, kemudian kami tinggal bersama beliau selama 20 malam. Beliau sangat menyayangi dan berbelas kasih kepada kami. Setelah Rasulullah Saw memahami bahwa kami merindukan keluarga kami, beliau bersabda: "Silahkan kalian pulang dan tinggal bersama keluarga kalian. Ajarkan Islam kepada mereka dan dirikanlah solat. Apabila waktu solat tiba hendaklah salah seorang dari kalian menyerukan azan, lalu orang yang paling tua di antara kalian hendaklah menjadi imam solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           384[Bukhari -] Diriwayatkan dari Malik bin Al Huwairits ra, dalam riwayat lain: Dua orang laki-laki datang kepada Nabi Saw, keduanya akan menempuh perjalanan, kemudian Nabi Saw bersabda: "Apabila kalian berdua menempuh perjalanan dan waktu solat tiba maka serukanlah azan, kemudian iqamat, dan orang yang lebih tua hendaklah menjadi imam solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: AZAN DAN IQAMAT DALAM PERJALANAN JIKA HENDAK SOLAT JAMAAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           385[Bukhari 632] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa dalam suatu perjalanan pada malam yang dingin dan turun hujan, Rasulullah Saw menyuruh seseorang menyerukan azan, dengan menambahkan kalimat sesudah azan (yang artinya): Kerjakanlah solat di tempat (tenda) masing-masing".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: UCAPAN SESEORANG: KITA TERTINGGAL SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           386[Bukhari 635] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, dia berkata: Ketika kami sedang melaksanakan solat bersama Nabi Saw tiba-tiba beliau mendengar suara gaduh beberapa orang (yang berlarian). Seusai solat, Rasulullah Saw bertanya: "Mengapa tadi kalian membuat gaduh?" Mereka menjawab: "Kami terburu-buru agar bisa mengikuti solat". Rasulullah Saw bersabda: "Jangan begitu, apabila kalian hendak melakukan solat, tenanglah. Kerjakanlah solat yang bisa engkau dapatkan bersama imam, dan sempurnakanlah sendiri rakaat yang tertinggal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: KAPAN MAKMUM HARUS BERDIRI KETIKA MEREKA MELIHAT IMAM PADA SAAT IQAMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           387[Bukhari 673] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila iqamat telah diserukan maka janganlah kalian berdiri sehingga melihatku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: IMAM YANG TERHALANG OLEH SUATU URUSAN SETELAH IQAMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           388[Bukhari 642] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Suatu ketika iqamat diserukan, sementara Nabi Saw sedang berbisik dengan seorang laki-laki di samping masjid, maka Nabi Saw tidak segera mengimami solat sehingga beberap aorang tertidur sekejap (sambil duduk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: WAJIBNYA SOLAT JAMAAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           389[Bukhari 644] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Demi Allah yang menguasai diriku, ingin rasanya aku perintahkan pengumpulan kayu bakar lalu aku perintahkan seseorang menyerukan azan untuk solat, kemudian aku tugasi seseorang menjadi imam, sementara aku berangkat mendatangi orang-orang yang tidak menghadiri solat jamaah lalu aku bakar rumah-rumah mereka sekaligus dengan mereka. Demi Allah yang menguasai diriku, Seandainya salah seorang dari mereka mengetahui pahala solat jamaah tentu dia akan menghadiri solat jamaah Isya bagaikan seseorang yang memperoleh keratan tulang yang diliputi daging yang amat banyak atau dua kerat tulang rusuk dengan diliputi daging yang bagus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: KEUTAMAAN SOLAT JAMAAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           390[Bukhari 645] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Solat jamaah lebih utama 27 kali lipat daripada solat sendirian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: KEUTAMAAN SOLAT SUBUH DENGAN BERJAMAAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           391[Bukhari 648] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Solat jamaah pahalanya 25 kali lipat daripada solat sendirian. Para malaikat yang bertugas pada malam hari berkumpul dengan malaikat yang bertugas pada siang hari ketika solat Subuh". Kemudian Abu Hurairah mengatakan: Jika kamu mau, perhatikanlah ayat (yang artinya): "Sesungguhnya solat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat". (Al Quran, surah Al-Isra:78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           392[Bukhari 651] Diriwayatkan dari Abu Musa ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Peserta solat jamaah yang lebih besar pahalanya adalah orang yang lebih jauh perjalanannya ke masjid, semakin jauh semakin besar pahalanya. Orang yang menunggu pelaksanaan solat sehingga dia melaksanakannya denga nberjamaah lebih besar pahalanya daripada orang yang melaksanakan solat tanpa menunggu, kemudian tidur".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: KEUTAMAAN MELAKSANAKAN SOLAT ZUHUR TEPAT WAKTU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           393[Bukhari 652] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Ketika seseorang menyusuri jalan, dia mendapati sebatang kayu berduri, kemudian dia menyingkirkannya dari jalan, lalu Allah membalas perbuatan baiknya dan mengampuni dosanya". Sabda Nabi Saw selanjutnya: "Mati syahid itu lima macam: 1) Orang yang mati karena wabah ganas.[footnote 1] 2) Orang yang mati karena sakit perut. 3) Orang yang mati tenggelam. 4) Orang yang mati karena terbentur/ tertimbun sesuatu. 5)orang yang mati dalam peperangan membela agama Allah". Bagian akhir hadis ini sudah disebutkan terdahulu di muka (nomor hadis 378) yang menyebutkan keutamaan solat Zuhur tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1] : atau orang yang mati tertikam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 22: PERHITUNGAN TIAP LANGKAH MENUJU KEBAIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           394[Bukhari 656] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa suku Salimah ingin meninggalkan rumah-rumah mereka, lalu mereka berpindah ke tempat yang dekat dengan Nabi Saw. kata anas: Rasulullah Saw tidak setuju bila mereka mengosongkan wilayah Madinah yang mereka tempati. Rasulullah Saw bersabda, "Perhatikanlah bahwa terdapat perhitungan pahala pada setiap langkah kalian menuju masjid Nabawi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: KEUTAMAAN SOLAT ISYA DENGAN BERJAMAAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           395[Bukhari 657] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw telah bersabda, "Solat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah solat Subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui betapa besar pahala kedua solat tersebut dengan berjamaah niscaya mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: DUDUK DI MASJID MENUNGGU PELAKSANAAN SOLAT JAMAAH DAN KEUTAMAAN MASJID.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           396[Bukhari 660] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Ada tujuh golongan yang akan diberi naungan oleh Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: 1) Pemimpin yang adil. 2) Anak muda yang menjalani hidup untuk beribadah kepada Allah. 3) Orang yang hatinya terikat dengan masjid. 4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah. 5) Laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh perempuan yang terpandang dan jelita, lalu laki-laki tersebut menjawab, "Saya takut kepada Allah". 6) Orang yang bersedekah dengan merahasiakannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. 7) Orang yang mengingat Allah dalam kesunyian sehingga air matanya bercucuran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: KEUTAMAAN ORANG YANG MONDAR-MANDIR KE MASJID UNTUK SOLAT JAMAAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           397[Bukhari 662] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Orang yang pergi ke masjid setiap pagi dan sore hari untuk solat jamaah, Allah akan mempersiapkan untuknya tempat di surga setiap kali ia pergi pada pagi dan sore hari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 26: APABILA IQAMAT SUDAH DISUARAKAN MAKA TIDAK ADA SOLAT KECUALI SOLAT WAJIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           398[Bukhari 663] Diriwayatkan dari Abdullah bin Malik bin Buhainah ra, seorang laki-laki dari suku Azd bahw ketika iqamat telah diperdengarkan, rasululah Saw melihat seorang laki-laki melaksanakan solat dua rakaat. Setelah Rasulullah Saw mengimami solat Subuh, beliau dierumuni oleh para jamaah, kemudian beliau menegur laki-laki yang melaksanakan solat dua rakaat tadi: "Apakah solat Subuh itu empat rakaat? Apakah solat Subuh itu empat rakaat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 27: BATAS ORANG SAKIT DALAM MENGIKUTI SOLAT JAMAAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           399[Bukhari 664] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Ketika sakit Rasulullah Saw semakin parah dan ketika itu waktu solat tiba serta azanpun sudah dikumandangkan, beliau bersabda, "Suruh Abu Bakr mengingami solat". Rasulullah Saw diberitahu bahwa Abu Bakr adalah orang yang berhati lunak sehingga dia tidak akan mampu mengganti Nabi Saw sebagai imam solat. Rasulullah Saw mengulangi perintahnya yang ketiga kalinya seraya mengatakan: "Kalian seperti perempuan-perempuan yang terlibat dalam peristiwa Yusuf. Perintahkan Abu Bakr untuk mengimami solat!" Abu Bakr keluar ke masjid untuk melaksanakan solat, sementara sakit Nabi Saw terasa reda, lalu beliau keluar ke masjid dengan dipapah oleh dua orang laki-laki. Sepertinya saya melihat kedua kaki beliau menyeret tanah. Begitu melihat Nabi Saw datang ke masjid, Abu Bakr ingin mundur, namun Nabi Saw berIsyarat agar Abu Bakr tetap berada di depan. Nabi Saw terus dipapah, sehingga beliau duduk di samping Abu Bakr. Rasulullah Saw melaksanakan solat, sementara Abu Bakr mengerjakan solat di belakang beliau, sedangkan para jamaah mengikuti solat Abu Bakr ra. Riwayat lain menyebutkan: Rasulullah Saw solat dengan duduk di sebelah kiri Abu Bakr, sementara Abu Bakr solat dengan berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           400[Bukhari 665] Diriwayatkan dari AIsyah ra --- pada jalur periwayatan yang berbeda---, dia berkata: Ketika sakit Nabi Saw semakin berat, beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di rumah saya, lalu mereka pun setuju. Lanjutan hadis ini sama dengan hadis di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 28: APAKAH IMAM MELAKSANAKAN SOLAT DENGAN MAKMUM SEADANYA DAN APAKAH IA BERKHOTBAH PADA HARI JUMAT KETIKA HUJAN TURUN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           401[Bukhari 668] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, bahwa suatu ketika dia berkhotbah pada hari turun hujan dan berlumpur. Ketika muazzin semestinya mengucapkan hayya 'alash shallah, Abdullah bin Abbas menyuruh muazzin mengucapkan ashashalaah firrihaal (laksanakan solat di tempat/tenda masing-masing). Orang-orang saling berpandangan seolah menemukan kejanggalan, kemudian Abdullah bin Abbas berkata: "Sepertinya kalian menemukan kejanggalan pada ucapan muazzin tadi?" Demikian itu pernah dilakukan oleh orang yang belih baik daripada saya - yakni Nabi Muhammad Saw. - "Sesungguhnya solat adalah perintah yang tidak bisa ditawar dan saya tidak suka menyulitkan kalian".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Karena jika orang-orang keluar dari tenda akan mendapat kesulitan, sebab tanah ketika itu berlumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           402[Bukhari 670] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata kepada Nabi Saw, "Saya tidak mampu mengikuti solat jamaah dengan anda". Laki-laki tersebut bertubuh gemuk. Dia menyiapkan makanan lalu mengundang Nabi Saw ke rumahnya. Dia membentangkan tikar dan membersihkan salah satu sisinya dengan air. Rasulullah Saw mengerjakan solat dua rakaat di atas tikar tersebut. Seorang laki-laki dari keluarga Jarud bertanya kepada Anas, "Apakah Nabi Saw senantiasa melakukan solat Dhuha?" Anas menjawab, "Saya tidak pernah melihat beliau mengerjakan solat Dhuha kecuali pada hari itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 29: APABILA MAKANAN TELAH DIHIDANGKAN SEMENTARA IQAMAT DISUARAKAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           403[Bukhari 672] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila makan sore/makan malam telah dihidangkan, maka santaplah dulu sebelum melaksanakan solat Maghrib dan janganlah makan dengan terburu-buru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 30: KELUAR UNTUK SOLAT KETIKA ADA KESIBUKAN DI RUMAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           404[Bukhari 676] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia pernah ditanya mengenai apa yang diperbuat oleh Nabi Saw di rumah. AIsyah ra menjawab: "Nabi Saw melaksanakan tugas-tugas untuk keperluan rumah tangga dan apabila waktu solat tiba beliau keluar ke masjid untuk melaksanakan solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 31: SOLAT DI DEPAN ORANG BANYAK UNTUK MENGAJARKAN SOLAT KEPADA MEREKA SESUAI DENGAN SOLAT NABI SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           405[Bukhari 677] Diriwayatkan dari Malik bin Al Huwairits ra, dia berkata: Saya melaksanakan solat di depan kalian bukan bertujuan menjadi imam, melainkan untuk memperlihatkan bagaimana solat Nabi Saw yang pernah saya lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 32: ORANG YANG BERILMU DAN MEMPUNYAI KEUTAMAAN LEBIH BERHAK MENJADI IMAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           406[Bukhari 679] Diriwayatkan dari AIsyah ra: bunyi hadis ini seperti yang telah disebutkan di muka, "Perintahkan kepada Abu Bakr untuk mengimami solat". Pada riwayat ini AIsyah menuturkan sanggahannya kepada Nabi Saw, "Abu Bakr tidak akan mampu menggantikan anda menjadi imam, karena dia pasti akan menangis sehingga tidak bisa mengeraskan bacaan solat. Sebaiknya anda perintahkan Umar saja untuk mengimami solat". Kata Hafshah, "Saya meminta Hafshah untuk mengatakan hal yang serupa kepada Nabi Saw bahwa Abu Bakr tidak akan mampu menggantikan Nabi Saw mengimami solat karena dia pasti akan menangis sehingga tidak bisa mengeraskan bacaannya, karena itu sebaiknya Nabi Saw menyuruh Umar untuk mengimami solat". Hafshah melaksanakan permintaan AIsyah tersebut, kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Diamlah, kalian ini seperti perempuan-perempuan yang terlibat dalam peristiwa Yusuf. Suruhlah Abu Bakr untuk mengimami solat". Hafshah mengatakan kepada AIsyah, "Saya tidak beruntung dalam melaksanakan permintaanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           407[Bukhari 680] Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Abu Bakr ra mengimami solat kaum muslimin ketika Rasulullah Saw sakit menjelang wafat. Pada hari senin itu para jamaah sudah berbaris hendak melaksanakan solat, lalu Nabi Saw membuka tirai kamarnya sambil berdiri melihat ke arah kami. Wajahnya bersinar seolah lembaran mushhaf dengan senyuman riang. Kami semua merasa senang melihat Nabi Saw. Abu Bakr ra melangkah mundur karena menyangka Nabi Saw akan keluar ke masjid mengimami solat, namun beliau beIsyarat agar kami menyempurnakan solat kami. Nabi Saw menutupkan tirai kamarnya lagi. Pada hari itulah beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 33: SESEORANG SIAP MENJADI IMAM PENGGANTI KEMUDIAN IMAM ASLINYA DATANG.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           408[Bukhari 684] Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd As-Sa'idy ra, bahwa Rasulullah Saw pergi untuk mendamaikan suku "Amru bin Auf. Ketika itu waktu solat tiba. Seusai menyerukan azan, muazzin mendatangi Abu Bakr dengan mengatakan: "Sudikah anda mengimami kami solat sehingga akan saya serukan iqamat?" Abu Bakr menjawab: "Ya". Abu Bakr mengimami solat. Ketika orang-orang sedang melaksanakan solat, Rasulullah Saw datang kemudian beliau menerobos hingga berada di baris depan. Orang-orang menepukkan tangan, tetapi Abu Bakr tetap tidak menoleh. Ketika orang-orang terus menepukkan tangan, Abu Bakr menoleh sehingga dia melihat Rasulullah Saw, namun beliau memberi Isyarat kepada Abu Bakr agar tetap berada di tempatnya. Abu Bakr mengangkat tangannya dan memuji Allah atas apa yang diperintahkan kepadanya oleh Rasulullah Saw, kemudian dia melangkah mundur ke shaff terdepan, lalu Rasulullah Saw maju menjadi imam. Seusai solat, Rasulullah Saw bertanya: "Hai Abu Bakr, mengapa engkau tidak mau tetap berada di tempatmu sebagai imam solat ketika aku perintahkan demikian tadi?" Abu Bakr menjawab: "Putra Abu Quhafah (yakni Abu Bakr) tidak berani menjadi imam solat sementara Rasulullah Saw berada di belakangnya sebagai makmum". Rasulullah Saw bersabda: Mengapa tadi aku melihat kalian banyak menepukkan tangan? Siapa yang mengalami sesuatu dalam solat (lalu ingin memberikan peringatan kepada imam), maka ucapkanlah Subhaanallaah, maka dengan begitu imam akan mengerti, karena tepukan tangan itu hanya untuk kaum wanita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 34: IMAM DITUNJUK UNTUK DIIKUTI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           409[Bukhari 687] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: ketika sakit Rasulullah Saw sangat parah, beliau bertanya, "Apakah orang-orang sudah melaksanakan solat?" Kami menjawab, "Belum, ya Rasulullah. Mereka menunggu anda". Kata beliau, "Siapkanlah air untukku". Kata AIsyah: Kamipun menyiapkannya, kemudian Rasulullah Saw mandi. Setelah itu beliau hendak berdiri, namun beliau pingsan. Setelah sadar beliau bertanya, "Apakah orang-orang sudah solat?" Kami menjawab, "Belum, ya Rasulullah, mereka menunggu anda". Kata beliau, "Siapkan lagi air untukku". Kata AIsyah: Kemudian Rasulullah Saw duduk lalu mandi. Setelah itu beliau hendak berdiri, namun beliau pingsan lagi. Setelah sadar beliau bertanya, "Apakah orang-orang sudah solat?" Kami menjawab, "Belum, ya Rasulullah, mereka menunggu anda". Kata beliau: "Siapkan lagi air untukku" kemudian Rasulullah Saw duduk lalu mandi. Setelah itu beliau hendak berdiri, namun beliau pingsan lagi (yang ketiga kalinya). Setelah sadar beliau bertanya, "Apakah orang-orang sudah solat?" Kami menjawab, "Belum, ya Rasulullah". Ketika orang-orang masih saja menunggu Rasulullah Saw di masjid untuk mengimami solat Isya, Rasulullah Saw mengutus seseorang untuk menemui Abu Bakr untuk menyampaikan pesan agar Abu Bakr mengimami solat. Abu Bakr -- yang berhati lunak - mengatakan, "Hai Umar, engkau saja yang menjadi imam solat". Kata Umar, "Kau saja yang menjadi imam solat". Kata Umar, "Kau lebih berhak", maka Abu Bakr menjadi imam solat selama beberapa hari. Bagian akhir hadis ini sudah disebutkan di muka (hadis nomor 399).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           410[Bukhari 688] Diriwayatkan dari AIsyah ra, mengenai solat Nabi Saw di rumah ketika beliau sakit parah seperti hadis yang disebutkan di muka. Dalam hadis ini disebutkan bahwa apabila imam solat dengan duduk, maka makmum harus solat dengan duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 35: KAPAN MAKMUM BERSUJUD?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           411[Bukhari  Diriwayatkan dari Al-Barra ra, dia berkata: Ketika Rasulullah Saw mengucapkan di dalam solat Sami'Allaahu liman hamidah tidak ada seorang makmum pun bersujud sampai Nabi Saw bersujud. Setelah Nabi Saw bersujud maka kami bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 36: DOSA MAKMUM YANG BANGUN DARI SUJUD MENDAHULUI IMAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           412[Bukhari 691] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Tidak takutkah seseorang (seorang makmum) yang bangun dari sujud mendahului imam kelak di akhirat kepalanya diubah oleh Allah menjadi kepala keledai, atau rupanya diubah oleh Allah menjadi rupa keledai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 37: BUDAK LAKI-LAKI ATAU ANAK LAKI-LAKI YANG BELUM BALIGH MENJADI IMAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           413[Bukhari 693] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Dengarkan dan patuhilah imammu, walaupun dia seorang Habasyi (Ethiopia) yang rambutnya seperti kismis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 38: APABILA IMAM TIDAK SEMPURNA DALAM MENGERJAKAN SOLAT, SEDANGKAN MAKMUM MENGERJAKAN SOLAT DENGAN SEMPURNA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           414[Bukhari 694] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila imam mengerjakan solat dengan sempurna, maka makmum dan imam sama-sama mendapat pahala. Jika imam melakukan kesalahan, maka makmum tetap mendapat pahala, sedangkan kesalahan tersebut menjadi tanggungan imam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 39: MAKMUM BERADA DI SEBELAH KIRI IMAM AGAK SEJAJAR APABILA IMAM HANYA DIIKUTI OLEH SEORANG MAKMUM (YANG BUKAN LAIN JENIS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           415[Bukhari 698] Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, sebgaimana hadis yang telah disebutkan di muka ketika Ibnu Abbas bermalam di rumah bibinya (yaitu Maimunah, istri Nabi Saw). Dalam hadis ini Ibnu Abbas mengatakan: ... kemudian Rasulullah Saw tidur sehingga suara nafasnya terdengar - biasanya ketika beliau tidur, suara nafasnya terdengar - lalu beliau dijemput oleh muazzin, kemudian beliau keluar ke masjid untuk melaksanakan solat Subuh tanpa berwudhu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 40: IMAM YANG SOLAT DENGAN LAMA SEHINGGA ADA MAKMUM YANG KELUAR LALU SOLAT SENDIRIAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           416[Bukhari 701] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra bahwa Mu'adz bin Jabal mengerjakan solat bersama Nabi Saw. setelah itu dia pulang untuk menjadi imam solat di kaumnya. Mu'adz mengimami solat Isya dengan membaca surah Al Baqarah, kemudian ada seorang makmum meninggalkan solat jamaah. Mu'adz merasa tidak enak dengan ulah seorang makmum tersebut. Setelah informasi tersebut kepada Nabi Saw beliau bersabda kepada Mu'adz: "kamu pemicu fitnah, kamu pemicu fitnah, kamu pemicu fitnah". Beliau bersabda seperti itu tiga kali. Nabi Saw menyuruh Mu'adz untuk membaca dua surah yang tidak panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 41: IMAM TIDAK MEMPERLAMA BERDIRI, DAN MENYEMPURNAKAN RUKU SERTA SUJUD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           417[Bukhari 702] Diriwayatkan dari Abu Mas'ud ra, bahwa ada seorang laki-laki melaporkan kepada Rasulullah Saw: "Demi Allah, ya Rasulullah, saya tidak mau mengikuti solat jamaah Subuh karena si fulan yang menjadi imam memperpanjang solat". Kata Abu Mas'ud: Saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw marah sekeras marah beliau ketika itu dalam menyampaikan nasehat. Beliau bersabda, "Di antara kalian ada orang yang menjadi imam yang membuat makmum berlari menghindari salat jamaah. Siapapun yang menjadi imam hendaklah ia melaksanakan solat dengan singkat (tidak lama-lama), karena ada makmum yang lemah, ada yang sudah tua, dan ada makmum yang akan menyelesaikan keperluannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           418[Bukhari 705] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra mengenai hadis Mu'adz di muka (nomor 416) bahwa Rasulullah Saw bersabda kepada Mu'adz: "Mengapa kamu tidak membaca surah Al A'laa, Asy Syams, atau Al Lail ketika kamu menjadi imam solat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 42: MEMPERPENDEK SOLAT JAMAAH TANPA MENGURANGI KESEMPURNAANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           419[Bukhari 706] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Nabi Saw senantiasa memendekkan solat jamaah namun tetap menyempurnakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 43: MEMENDEKKAN SOLAT KETIKA TERDENGAR TANGIS BAYI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           420[Bukhari 707] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Ketika aku berdiri menjadi imam solat dan aku ingin memanjangkannya, tiba-tiba aku mendengar tangis bayi, lalu aku memendekkan solat karena aku tidak mau memberatkan ibu bayi tersebut (yang menjadi makmum)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 44: MELURUSKAN BARISAN SETELAH IQAMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           421[Bukhari 717] Diriwayatkan dari An-Nu'man bin Basyir ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Luruskan barisan kalian. Kalau tidak, maka Allah akan membuat kalian berselisih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 45: IMAM MENGHADAP KE MAKMUM KETIKA MELURUSKAN BARISAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           422[Bukhari 719] Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Nabi Saw bersabda: "Luruskan dan rapatkan barisan kalian, karena aku bisa melihatmu walaupun aku membelakangimu (Beliau mengatakan itu sehabis iqamat dengan menghadap ke makmum)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 46: ADA DINDING ATAU TABIR ANTARA IMAM DAN MAKMUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           423[Bukhari 729] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw melaksanakan solat malam di kamarnya, sedangkan dinding kamarnya rendah sehingga orang-orang bisa melihat Rasulullah Saw, lalu mereka turut bermakmum mengikuti solat Rasulullah Saw itu. Paginya, orang-orang berbincang-bincang mengenai hal itu, sehingga pada malam kedua semakin banyak orang yang mengikuti solat. Mereka melakukan solat seperti dua atau tiga malam. Setelah itu Rasulullah Saw tidak melakukan solat malam, juga tidak keluar ke masjid untuk solat malam. Setelah pagi, orang-orang bertanya, lalu Rasulullah Saw menjawab, "Aku khawatir solat malam diwajibkan kepada kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 47: SOLAT MALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           424[Bukhari 731] Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, seperti hadis sebelumnya (nomor:423) dengan tambahan sabda Nabi Saw sebagai berikut: "Aku memahami apa yang kalian perbuat seperti yang aku lihat sendiri. Kerjakanlah solat sunat di rumah kalian masing-masing, karena solat sunat yang paling utama bagi seseorang adalah yang dikerjakan di rumahnya sendiri, kecuali solat wajib".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-5028813904561812343?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/5028813904561812343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/5028813904561812343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-azan.html' title='kitab Azan'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-752991798026047257</id><published>2008-03-04T06:08:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T06:13:45.153-08:00</updated><title type='text'>Kitab Sifat-Sifat Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: MENGANGKAT KEDUA TANGAN SAMA TINGGI DALAM TAKBIR KETIKA MEMULAI SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block; color: rgb(51, 153, 153);" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           425[Bukhari 735] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa ketika memulai solat, Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya setinggi kedua pundaknya, begitu pula ketika bertakbir hendak ruku dan ketika mengangkat kepala pada saat bangun dari ruku dengan mengucapkan Sami'allaahu liman hamidah, robbanaa walakalhamdu (artinya: Allah menjawab orang yang memuji-Nya, ya Tuhan kami, segala puji hanya bagi-Mu). Rasulullah Saw tidak mengangkat kedua tangan ketika sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: MELETAKKAN TANGAN KANAN DI ATAS TANGAN KIR&lt;/span&gt;I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           426[Bukhari 740] Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd ra, dia berkata: Di dalam solat orang-orang diperintahkan meletakkan tangan kanan di atas hasta kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: UCAPAN SETELAH TAKBIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           427[Bukhari 743] Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Nabi Saw dan Abu Bakr ra memulai solat (sesudah takbiratul ihram) dengan bacaan Alhamdulillaahi robbil'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           428[Bukhari 744] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw diam beberapa saat antara takbiratul ihram dengan bacaan Fatihah. Seusai solat saya bertanya, "Demi ayah dan ibu, ya Rasulullah, selama anda diam antara takbiratul ihram dengan bacaan Fatihah tadi, apa yang anda bacam?" Rasulullah Saw menjawab, "Aku membaca Allaahumma baa'id ... walbaradi (artinya: Ya Allah, jauhkanlah aku dari dosa seperti Engkau jauhkan timur dengan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari dosa seperti pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkanlah dosaku dengan air, salju dan hujan)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: SOLAT GERHANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           429[Bukhari -] Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakr ra, mengenai solat gerhana seperti hadis yang telah disebutkan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           430[Bukhari 745] Asma menambahkan dalam riwayat ini bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Surga di dekatkan kepadaku sehingga seandainya aku memberanikan diri aku bisa memetik buah-buahannya untuk kalian. Neraka pun didekatkannya kepadaku sehingga aku bertanya, Ya Tuhan, apakah aku akan bersama orang-orang ini? Tiba-tiba aku melihat seorang perempuan di dalam neraka dicabik-cabik oleh seekor kucing dengan cakarnya, lalu aku bertanya, "Apa dosa perempuan ini?" Para malaikat menjawab, "Perempuan ini pernah mengurung kucing sehingga mati kelaparan karena tidak diberinya makan  dan tidak melepasnya untuk mencari makanan di muka bumi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MELIHAT IMAM DI DALAM SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           431[Bukhari 746] Diriwayatkan dari Abu Ma'mar ra, bahwa Khabbab ditanya: "Apakah Rasulullah Saw membaca surah Al Quran pada salat zhuhur dan Asar?" Dia menjawab: "Ya". Dia ditanya lagi: "Bagaimana anda bisa tahu?" Dia menjawab: "Dengan melihat gerakan dagunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: MELIHAT KE ATAS KETIKA SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           432[Bukhari 750] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Mengapa orang-orang itu melihat ke atas ketika solat?" Rasulullah Saw bersabda dengan suara keras sampai beliau menambahkan: "Mereka harus menghentikan itu atau jika tidak, maka biar mata mereka dicabut saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: MENOLEH KETIKA SOLAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           433[Bukhari 751] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang menoleh ketika solat, kemudian beliau menjawab, "Itulah upaya setan mencuri solat seseorang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: IMAM DAN MAKMUM WAJIB MEMBACA FATIHAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           434[Bukhari 755] Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah ra, dia berkata: Penduduk Kufah melaporkan Sa'd ra, kepada Umar ra, kemudian Umar memecatnya dari jabatan gubernur/walikota dan menggantinya dengan Ammar. Isi laporan mereka antara lain bahwa Sa'd tidak melaksanakan solat dengan sebaik mungkin. Umar memerintahkan agar Sa'd dipanggil, Umar bertanya, "Hai Abu Ishaq (yakni Sa'd)! penduduk Kufah mengatakan bahwa kamu tidak mengerjakan solat dengan baik?" Sa'd menjawab, "Demi Allah, saya mengimami solat mereka sesuai dengan solat Rasulullah Saw tanpa menguranginya. Saya memanjangkan dua rakaat pertama dalam solat Isya dan memendekkan dua rakaat yang kedua". Kata Umar, "Itulah yang menjadi pemikiran saya tentang kamu". Umar mengutus seorang atau lebih menyertai Sa'd ke Kufah untuk menanyakan langsung kepada penduduk di sana perihal Sa'd. Utusan tersebut bertanya kepada oarng-orang di setiap masjid dan mereka semua memuji Sa'd karena kebaikannya. Sesampainya utusan tersebut di masjid Bani Abbas ada seorang laki-laki bernama Usamah bin Qatadah yang dijuluki Abu Sa'dah berdiri dengan mengatakan kepada utusan Umar, "Karena anda menyuruh kami bersumpah, saya beritahukan bahwa Sa'd tidak tidak turut serta dalam pasukan, tidak meratakan pembagian rampasan perang dan tidak adil dalam memberikan keputusan". Sa'd mengatakan, "Demi Allah, saya akan mendoakan orang ini tiga hal: "Ya Allah, jika orang ini berdusta dan tampil untuk popularitas maka, 1) Panjangkan umurnya. 2) Lestarikan kemiskinannya. 3) Timpakan fitnah kepadanya". Lama setelah itu laki-laki tersebut ditanya, jawabnya, "Saya sekarang sudah tua dan selalu tertimpa fitnah akibat terkabulnya doa Sa'd". Perawi menuturkan ucapan Jabir: Lama setelah peristiwa itu saya melihat laki-laki tersebut matanya tertutup oleh alisnya karena sangat tua dan dia menggoda gadis-gadis kecil di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           435[Bukhari 756] Diriwayatkan dari 'Ubadah bin Ash Shamit ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Tidak sah solat orang yang tidak membaca Fatihah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           436[Bukhari 757] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa suatu ketika Rasulullah Saw masuk ke masjid, kemudian ada seorang laki-laki masuk pula ke masjid, kemudian dia melakukan solat. Setelah itu dia mengucapkan salam kepada Nabi Saw dan beliaupun menjawabnya, lalu beliau bersabda: "Ulangi solatmu, karena kamu tadi belum solat". Laki-laki tersebut melakukan solat lagi seperti semula, kemudian dia mendekati Nabi Saw dan mengucapkan salam. Kata Nabi Saw: "Ulangi lagi solatmu, karena kamu tadi belum mengerjakan solat". Demikian itu sampai tiga kali, kemudian laki-laki itu berkata: "Demi Allah yang telah mengutus anda dengan kebenaran, saya tidak bisa melakukan solat lebih baik lagi, maka ajarilah saya". Rasulullah Saw bersabda: "Apabila kamu  berdiri hendak mengerjakan solat, bertakbirlah, lalu bacalah surah Al Quran yang kamu anggap mudah, kemudian ruku'lah dengan thuma'ninah, lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah dengan thuma'ninah, lalu bangunlah hingga engkau duduk dengan thuma'ninah. Lakukanlah seperti itu pada setiap solatmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: BACAAN AL QURAN PADA SOLAT ZHUHUR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           437[Bukhari 759] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, dia berkata: Ketika solat Zuhur, Nabi Saw membaca dua surah Al Quran pada dua rakaat pertama setelah bacaan Fatihah. Surah yang dibaca pada rakaat pertama lebih panjang daripada surah yang dibaca pada rakaat kedua. Kadang-kadang ayat yang dibaca bisa terdengar. Pada saat solat Asar Rasulullah Saw membaca dua surah Al Quran pada dua rakaat pertama setelah bacaan Fatihah. Surah yang dibaca pada rakaat pertama lebih panjang daripada surah yang dibaca pada rakaat kedua. Pada saat solat Subuh Rasulullah Saw membaca surah Al Quran pada rakaat pertama lebih panjang daripada surah yang dibaca pada rakaat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: BACAAN SURAH PADA SOLAT MAGHRIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           438[Bukhari 763] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, bahwa Ummul Fadhl mendengarnya ketika ia membaca surah "Walmursalaati urfaa", kemudian Ummul Fadhl mengatakan: "Wahai anakku, surah yang kamu baca ini mengingatkanku, karena surah tersebut adalah apa yang terakhir kalinya aku dengar dari Rasulullah Saw, yang beliau baca dalam solat Maghrib".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           439[Bukhari 764] Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw membaca dalam solat Maghrib dua surah yang panjang (maksudnya surah Al-A'raaf dan Al-Maaidah atau Al-A'raaf dan Al-An'aam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: MEMBACA SURAH ALQURAN DENGAN SUARA KERAS PADA SOLAT MAGHRIB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           440[Bukhari 765] Diriwayatkan dari Jubair bin Muth'im ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw membaca surah Ath-Thuur pada solat Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: MEMBACA SURAH DENGAN AYAT SAJDAH PADA SOLAT ISYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           441[Bukhari 768] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Saya pernah melakukan solat Isya dengan bermakmum kepada Abul Qasim (yakni Nabi Muhammad) Saw. beliau membaca surah Idzassamaa'un syaqqat, kemudian beliau bersujud, sejak itu saya selalu bersujud ketika membaca ayat sajdah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: BACAAN SURAH PADA SOLAT ISYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           442[Bukhari 769] Diriwayatkan dari Al-Barra ra, bahwa suatu ketika Nabi Saw berada dalam perjalanan, kemudian pada solat Isya beliau membaca surah Wattiini wazzaituun, pada salah satu rakaat. Disebutkan pada riwayat lain bahwa Al-Barra mengatakan: Saya tidak pernah mendengar orang yang suaranya atau bacaannya lebih bagus daripada Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: BACAAN SURAH PADA SOLAT SUBUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           443[Bukhari 772] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: AlQuran dibaca pada setiap solat. Bacaan yang dikeraskan oleh Rasulullah Saw kamipun mengeraskannya ketika kami menjadi imam, dan bacaan yang tidak dikeraskan oleh Rasulullah Saw kami pun tidak mengeraskannya. jIka kamu tidak menambha bacaan surah selain Fatihah, maka itu sudah cukup, dan jika kamu menambah bacaan surah selain Fatihah, maka itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: MENGERASKAN BACAAN SURAH PADA SOLAT SUBUH&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           444[Bukhari 773] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw bersama sekelompok sahabatnya berangkat menuju Suq 'Ukazah (pAsar 'Ukazah) yang ketika itu ada penghalang bagi para setan dari bangsa jin untuk memperoleh kabar dari langit dan mereka dilempari nyala api. Para setan tersebut kembali ke kaum mereka, lalu mereka ditanya oleh kaumnya, "Mengapa kalian kembali tanpa memperoleh berita dari langit?" Mereka menjawab, "Ada penghalang sehingga kami tidak bisa memperoleh berita dari langit dan kami dilempari nyala api". Kata kaum mereka, "Pasti ada sesuatu yang baru saja terjadi sehingga kalian terhalang untuk mendapatkan berita dari langit, karena itulah pergilah ke arah timur dan barat, lalu perhatikan apa sebenarnya yang menghalangi kalian untuk mendapatkan berita dari langit". Mereka yang menuju ke arah Tihamah, ketika mereka kembali, mereka berpapasan dengan Nabi Saw di Nakhlah, suatu tempat menuju pAsar Ukazh yang ketika itu Nabi Saw sedang melaksanakan solat Subuh bersama para sahabatnya. Ketika mereka (para jin) mendengar Al Quran, mereka memperhatikannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, pasti ini yang menghalangi kalian untuk memperoleh berita dari langit". Mereka kembali ke kaumnya dengan mengatakan, "Hai kaum kami, Sesungguhnya kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan (yakni AlQuran) yang menuntun ke jalan kebenaran, kemudian kami beriman dengan AlQuran dan kami tidak akan pernah mempersekutukan sesuatu dengan Tuhan kami. Kemudian Allah menurunkan kepada Nabi-Nya ayat-ayat (yang artinya): Katakanlah Muhammad: Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengar AlQuran ... (lihat surah Jin)". Apa yang diwahyukan kepada Nabi Saw tersebut adalah mengenai perbincangan para jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           445[Bukhari 774] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Nabi Saw membaca surah dengan suara keras sesuai apa yang diperintahkan kepada beliau dan beliau tidak mengeraskan bacaan surah juga sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada beliau. "Dan Tuhanmu tidak pernah lupa" (Maryam:19). "Sungguh pada diri Rasulullah Saw terdapat suri teladan yang baik bagimu" (Al-Ahzab:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: DALAM SATU RAKAAT MEMBACA DUA SURAH ATAU MEMBACA AYAT-AYAT TERAKHIR ATAU MEMBACA SURAH LAIN SEBELUM SELESAI SURAH YANG SATU ATAU MEMBACA PERMULAAN SURAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           446[Bukhari 775] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra bahwa dia didatangi oleh seorang laki-laki, kemudian laki-laki itu mengatakan: "Saya pernah membaca surah Al-Mufashshal dalam satu rakaat pada malam hari". Kata Abdullah bin Mas'ud: Demikian itu terlalu cepat seperti pembacaan syair. Saya tahu bahwa surah-surah yang sama dengan itu pernah dibaca oleh Rasulullah Saw dengan digabung dalam satu rakaat. Kemudian Abdullah bin Mas'ud menyebutkan 20 surah kelompok Al-Mufashshal yang mana Rasulullah Saw membaca dua surah dari sekian surah tersebut pada satu rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: HANYA MEMBACA FATIHAH (TANPA SURAH LAIN) PADA DUA RAKAAT TERAKHIR DALAM SOLAT YANG RAKAATNYA EMPAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           447[Bukhari 776] Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, bahwa pada solat Zuhur Nabi Saw membaca Fatihah dan surah lain pada dua rakaat pertama, sedangkan dalam rakaat yang akhir beliau hanya membaca Fatihah. Ayat-ayat yang beliau baca kadang terdengar. Surah yang beliau baca pada rakaat yang pertama lebih panjang daripada surah yang beliau baca pada rakaat kedua, begitu pula dalam solat Asar dan Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: IMAM MENGERASKAN BACAAN AAMIIN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           448[Bukhari 780] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: ""pabila imam mengucapkan aaminn, maka ketika itulah ucapkan aamiin pula, karena siapa yang ucapan aamiinnya bersamaan dengan aamiin yang diucapkan oleh para malaikat, maka dosanya di masa lalu akan diampuni"."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: KEUTAMAAN UCAPAN AAMIIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           449[Bukhari 781] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Siapa yang di dalam solatnya mengucapkan aamiin dan pada saat itu pula para malaikat di langit mengucapkan aamiin sehingga aamiin orang tersebut bersamaan dengan aamiin para malaikat, maka dosa orang itu di masa lalu akan diampuni".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: RUKU SEBELUM MASUK KE SHAFF.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           450[Bukhari 783] Diriwayatkan dari Abu Bakrah ra, bahwa dia mendekat kepada Nabi Saw ketika beliau sedang ruku, lalu dia pun segera turut ruku sebelum memasuki shaff. Hal itu disampaikannya kepada Nabi Saw, lalu beliau bersabda: "Semoga Allah menambah kecintaanmu terhadap kebaikan, tetapi janganlah kamu mengulangi ruku dengan cara seperti itu lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: BERTAKBIR DENGAN SEMPURNA KETIKA RUKU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           451[Bukhari 784] Diriwayatkan dari Imran bin Hushain ra, bahwa dia pernah solat di Bashrah dengan bermakmum kepada Ali ra. Kata Imran: "Orang ini (yakni Ali ra) mengingatkan kami terhadap solat yang pernah kami laksanakan bersama Rasulullah Saw". Imran menuturkan bahwa Ali ra bertakbir setiap kali bangun dari ruku dan akan ruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 22: BERTAKBIR KETIKA BANGUN DARI SUJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           452[Bukhari 789] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika berdiri untuk memulai solat, Rasulullah Saw bertakbir. Ketika ruku beliau juga bertakbir, dan ketika bangung dari ruku beliau membaca Sami'allaahu liman hamidahu (artinya: Allah menjawab orang yang memuji-Nya). Ketika berdiri setelah ruku beliau membaca Rabbanaa walakalhamdu (artinya: Ya Tuhan kami, segala puji hanya bagi-Mu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: MELETAKKAN TELAPAK TANGAN DI ATAS LUTUT KETIKA RUKU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           453[Bukhari 790] Diriwayatkan dari Sa'd bin Abi Waqqas ra bahwa putranya, Mush'ab melakukan solat di sampingnya. Kata Mush'ab: "Ketika ruku saya meletakkan kedua telapak tangan saya di atas kedua paha saya dengan merapatkan antara keduanya, kemudian ayah saya melarang saya ruku seperti itu. Kata ayah saya: "Dulu kami pernah mengerjakan ruku dengan cara seperti itu, kemudian kami dilarang oleh Rasulullah Saw lalu kami diperintahkan untuk meletakkan telapak tangan di atas lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: MELURUSKAN PUNGGUNG KETIKA RUKU DENGAN THUMA'NINAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           454[Bukhari 792] Diriwayatkan dari Al-Barra ra, dia berkata: Durasi ruku Nabi Saw hampir sama dengan durasi sujudnya, dengan durasi duduk antara dua sujud, begitu pula dengan durasi berdiri setelah ruku, kecuali berdiri sebelum ruku dan duduk tahiyyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: DOA KETIKA RUKU&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           455[Bukhari 794] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Ketika ruku dan sujud Nabi Saw mengucapkan: Subhaanakallaahumma rabbanaa wabihamdika allaahummaghfirlii (Artinya: Maha Suci Engkau, ya Allah, ya Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, ya Allah, ampunilah aku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           456[Bukhari -] Pada riwayat lain, AIsyah ra menuturkan bahwa Nabi Saw membaca AlQuran di dalam solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 26: KEUTAMAAN UCAPAN: ALLAAHUMMA ROBBANAA LAKALHAMDU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           457[Bukhari 796] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Apabila imam telah mengucapkan: Sami'allaahu liman hamidahu (artinya: Allah menjawab orang yang memuji-Nya), maka makmum hendaklah mengucapkan Allaahumma robbanaa lakalhamdu (artinya: Ya Tuhan kami, segala puji hanya bagi-Mu), karena siapa yang mengucapkannya bersamaan dengan para malaikat dengan ucapan yang sama, maka dosanya di masa lalu akan diampuni".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 27: QUNUT DALAM SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           458[Bukhari 797] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Sungguh solat saya seperti solat Nabi Saw. Abu Hurairah ra pernah membaca doa qunut pada rakaat akhir dalam solat Zuhur, Isya dan Subuh seusai membaca sami'allaahu liman hamidahu. Abu Hurairah memohonkan kebaikan bagi orang-orang mukmin dan laknat bagi orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           459[Bukhari 798] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: doa qunut biasanya pada solat Maghrib dan Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           460[Bukhari 799] Diriwayatkan dari Rifa'ah bin Rafi Az-Zuraqi ra, dia berkata: Pada suatu hari saya melaksanakan solat dengan bermakmum kepada Nabi Saw. Ketika bangun dari ruku beliau mengucapkan Sami'allaahu liman hamidahu (artinya: Allah menjawab orang yang memuji-Nya), kemudian seorang makmum di belakang beliau mengucapkan Rabbanaa walakalhamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiihi (artinya: Ya Tuhan kami, segala puji hanya bagi-Mu yang penuh kebaikan dan keberkahan). Seusai solat, Rasulullah Saw bertanya, "Siapa yang mengucapkan ucapan tadi?" Orang tersebut menjawab, "Saya". Rasulullah Saw bersabda, "Aku melihat 30 malaikat lebih, masing-masing berlomba mencatat lebih awal pahala ucapan tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 28: BERDIRI TEGAK DENGAN THUMA'NINAH SESUDAH RUKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           461[Bukhari 800] Diriwayatkan dari Tsabit ra, bahwa Anas ra pernah memberikan contoh solat Nabi Saw kemudian Anas melaksanakan solat. Setelah bangun dari ruku Anas berdiri lama sehingga kami menyangka dia lupa untuk bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 29: BERTAKBIR KETIKA HENDAK BERSUJUD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           462[Bukhari 804] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika bangun dari ruku Rasulullah Saw mengucapkan Sami'allaahu liman hamidahu Rabbanaa walakalhamdu (artinya: Allah menjawab orang yang memuji-Nya, ya Tuhan kami, segala puji hanya bagi Mu), kemudian beliau mendoakan beberapa orang dengan menyebut nama-nama mereka. Beliau berdoa (dalam qunut yang artinya): "Ya Allah, selamatkan Al-Walid bin Al-Wlid, Salamah bin HIsyam, Ayyasy bin Abi Rabi'ah dan orang-orang mukmin yang lemah. Ya Allah, keraskan siksa-Mu terhadap suku Mudhar dan biarkan mereka dalam kelaparan bertahun-tahun seperti tahun-tahun Yusuf. Ketika itu suku Mudhar di timur memmusuhi Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 30: KEUTAMAAN SUJUD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           463[Bukhari 806] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa orang-orang bertanya: "Ya Rasulullah, apakah kelak pada hari kiamat kami akan melihat Tuhan kami?" Rasululah Saw balik bertanya: "Apakah kalian meras sulit melihat bulan purnama tanpa awan?" Mereka menjawab: "Tidak, ya Rasulullah". Rasulullah Saw bertanya lagi: "Apakah kalian merasa sulit melihat matahari tanpa awan?" Mereka menjawab: "Tidak, ya Rasulullah". Rasulullah Saw bersabda: "Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Pada hari kiamat umat manusia dikumpulkan, lalu Allah berfirman, "Siapa yang menyembah sesuatu, maka ikutilah apa yang disembahnya. Ada orang yang mengikuti matahari, ada orang yang mengikuti bulan, ada orang yang mengikuti Thaghut (tuhan palsu), dan tinggallah umat yang beriman ini, termasuk mereka yang munafik, kemudian Allah mendatangi mereka lalu berfirman, "Akulah Tuhan kalian". Kata mereka, "Kami akan tetap tinggal di tempat ini sampai Tuhan kami menemui kami, kami pasti mengenal-Nya". Kemudian Allah mendatangi mereka, lalu Allah berfirman, "Akulah Tuhan kalian". Kata mereka, "Engkaulah Tuhan kami, Allah akan memanggil mereka, kemudian Ash Shirah (jembatan) dibentangkan di atas neraka, maka aku (Muhammad Saw) adalah orang pertama di antara para rasul yang menyeberangi jembatan itu bersama umatku yang bertakwa. Pada hari itu tidak ada seorangpun yang bisa berbicara kecuali para rasul. Ucapan para rasul ketika itu adalah, "Ya Allah, selamatkanlah kami. Di dalam neraka terdapat benda-benda runcing dan tajam (pengait) yang mirip dengan duri Sa'dan. Pernahkah kalian melihat duri Sa'dan?" Mereka menjawab, "Ya". Sabda Rasulullah Saw selanjutnya, "Pengait-pengait di neraka tersebut seperti duri Sa'dan, namun tidak ada yang mengetahui seberapa ukuran besarnya melainkan Allah. Pengait-pengait tersebut akan menusuk tubuh orang-orang sesuai dengan amal perbuatan mereka. Ada orang yang jatuh tersungkur lalu mendekam di situ selamanya. Ada orang yang disiksa sehingga tubuhnya berserakan namun akhirnya dibebaskan dari neraka, sehingga tibalah saatnya Allah berkenan memberikan kasih sayang-Nya kepada penghuni neraka yang dikehendaki-Nya, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat, "Keluarkanlah orang-orang yang ketika di dunia menyembah Allah. Para malaikatpun mengeluarkan orang-orang tersebut dengan mengenali bekas sujud mereka, karena Allah melarang api neraka untuk melahap bekas sujud pada tubuh mereka, sehingga akhirnya mereka keluar dari neraka. Seluruh tubuh manusia akan dilalap oleh api neraka kecuali bekas sujudnya. Mereka dikeluarkan dari neraka berupa kerangka hangus, kemudian mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka tumbuh bertahap seperti biji yang tumbuh di pinggir aliran air. Setelah Allah menuntaskan hukuman terhadap hamba-hamba-Nya, tinggallah satu orang yang berada di antara surga dan neraka, dan dia adalah orang terakhir dari penghuni neraka yang akan dimasukkan ke surga. Orang tersebut wajahnya menghadap ke neraka, dia berkata, "Ya Tuhan, palingkan wajahku dari api neraka, karena anginnya membuat tubuhku kering dan uapnya membuat tubuhku terbakar". Allah bertanya kepada orang tersebut, "Jika permintaanmu itu dipenuhi, apakah kamu akan meminta selain itu?" Orang itu menjawab, "Demi ke-Agungan-Mu, aku tidak akan meminta selain itu". Kemudian Allah memberikan apa yang diinginkan oleh orang tersebut sesuai dengan permintaan dan janjinya, lalu Allah memalingkan wajah orang itu dari apa neraka. Begitu wajah orang tersebut dihadapkan ke surga, dia tertegun - dengan kehendak Allah - karena melihat keindahan surga, kemudian dia berkata, "Ya Tuhan, dekatkanlah aku ke pintu surga". Allah menjawab, "Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permintaan lagi?" Kata orang itu, ya Tuhan, janganlah Engkau membiarkanku menjadi makhluk-Mu yang paling sial". Allah Swt bertanya lagi, "Apakah kamu akan mengajukan permintaan lagi nanti setelah permintaan ini terpenuhi?" Orang itu menjawab, "tidak. Demi ke-Maha Kekuasaan-Mu, aku tidak akan mengajukan permintaan lagi setelah ini". Kemudian Allah meenuhi orang tersebut sesuai dengan keinginan janjinya, sehingga Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah sampai di pintu surga orang tersebut tertegun karena melihat beragam keindahan dan kesenangan di dalam surga, atas kehendak Allah, kemudian orang itu berkata, "Ya Tuhan, masukkanlah aku ke dalam surga". Allah Swt berfirman, "Kamu ini memang selalu mengingkari janji. Bukankah sebelumnya kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permintaan lagi selain apa yang telah diberikan kepadamu?" Kata orang itu, "Ya Tuhan, janganlah Engkau membiarkanku menjadi makhluk-Mu yang paling sial". Allah 'Azza wa Jalla tertawa mendengarnya, kemudian Allah 'Azza  wa Jalla mengizinkannya masuk surga. Allah Swt berfirman, "Ajukan permintaanmu". Maka orang tersebut mengajukan segala permintaannya. Setelah semua permintaannya terpenuhi, Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Ajukan lagi permintaanmu lebih dari itu". Allah 'Azza wa Jalla mengingatkan segala keinginan orang itu. Setelah semua keinginannya terpenuhi, Allah Swt berfirman, "Semua itu untukmu ditambah lagi sebanyak itu"."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Abu Sa'id Al Khudri kepada Abu Hurairah ra: Rasulullah Saw bersabda, "Allah Swt berfirman kepada orang tersebut, "Semua itu untukmu ditambah sepuluh kali lipat lagi". Kata Abu Hurairah: Yang aku ingat hanyalah sabda Rasulullah Saw, "Semua itu untukmu ditambah lagi sebanyak itu". Kata Abu Sa'id: Aku mendengar  Rasulullah Saw bersabda, "Semua itu untukmu ditambah sepuluh kali lipat lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 31: TUJUH BAGIAN TUBUH YANG BERSUJUD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           464[Bukhari 812] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Aku diperintahkan bersujud di atas tujuh bagian tubuh; kening/dahi - beserta ujung hidung --, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung telapak jari kaki, tanpa tertutup pakaian dan rambut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 32: DUDUK DENGAN THUMA'NINAH ANTARA DUA SUJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           465[Bukhari 821] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Saya akan berupaya keras memberikan contoh kepada kalian solat Nabi Saw sebagaimana yang pernah saya lihat. Sebagian hadis ini sudah disebutkan di muka (nomor 461).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 33: TIDAK BOLEH BERSUJUD DENGAN MELETAKKAN HASTA DI ATAS TANAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           466[Bukhari 822] Diriwayatkan dari Anas ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Luruslah ketika bersujud dan janganlah kamu meletakkan hasta di atas tanah seperti anjing yang berjongkok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 34: DUDUK TEGAK SEBELUM BANGKIT BERDIRI DALAM SOLAT YANG RAKAATNYA GASAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           467[Bukhari 823] Diriwayatkan dari Malik bin Al Huwairits ra, bahwa dia pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakan solat. Pada rakaat gasal (rakaat pertama dan ketiga). Rasulullah Saw tidak langsung bangkit berdiri sehingga beliau duduk tegak sejenak (duduk istirahah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 35: BERTAKBIR KETIKA BANGUN DARI DUA SUJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           468[Bukhari 825] Diriwayatkan dari Sa'id bin Al-Harits ra bahwa Abu Sa'id Al Khudri mengimami solat dengan mengeraskan ucapan takbir ketika bangun dari sujud, ketika akan bersujud, ketika bangun lagi, dan ketika berdiri dari rakaat kedua. Setelah itu Abu Sa'id berkata: "Seperti inilah saya melihat Rasulullah Saw melakukan solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 36: CARA DUDUK KETIKA TASYAHUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           469[Bukhari 827] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa dia menyilangkan kakinya ketika duduk dalam solat dan dia melihat anaknya duduk dalam solat seperti itu juga, kemudian dia melarangnya. Kata Abdullah bin Umar: Sesungguhnya cara duduk di dalam solat adalah dengan menegakkan telapak kaki kanan dan membengkokkan telapak kaki yang kiri. Anaknya bertanya: Mengapa anda melakukannya seperti itu (yakni tidak duduk dengan cara yang benar)? Abdullah bin Umar menjawab: Karena kedua kakiku tidak kuat lagi menahan tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           470[Bukhari 828] Diriwayatkan dari Abu Humaid As Sa'di ra, dia berkata: Saya adalah orang yang paling hafal diantara kalian tentang tata cara solat Rasulullah Saw. saya melihat Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya ketika bertakbir. Ketika ruku beliau meletakkan telapak tangannya di atas lutut dengan membungkukkan punggung dengan lurus. Setelah bangun dari ruku beliau berdiri tegak sehingga ruas-ruas tulang punggungnya kembali seperti semula. Ketika bersujud beliau tidak menempelkan hastanya di atas tanah dan merenggangkan lengannya dari tubuhnya, dengan menghadapkan ujung-ujung jari kakinya ke arah kiblat. Ketika duduk pada rakaat kedua, beliau duduk di atas telapak kaki kirinya dengan menegakkan telapak kaki kanannya. Ketika duduk pada rakaat akhir, beliau menjorokkan telapak kaki kirinya ke depan sedikit dengan menegakkan telapak kaki kanannya dan duduk di atas pantat kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 37: ORANG YANG BERPENDAPAT BAHWA TASYAHUD AWAL TIDAK WAJIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           471[Bukhari 829] Diriwayatkan dari Abdullah bin Buhainah ra, dari suku Azd Syanu'ah, sekutu suku Abdi Manaf, juga seorang sahabat Nabi Saw bahwa suatu ketika Nabi Saw menjadi imam dalam solat Zuhur bersama mereka, kemudian pada akhir rakaat kedua Rasulullah Saw tidak duduk tasyahud dan orang-orang pun turut berdiri. Seusai tasyahud akhir orang-orang menunggu-nunggu Rasulullah Saw mengucapkan salam, namun kemudian beliau bertakbir sambil duduk hendak bersujud sahwi dua kali sebelum salam. Setelah itu beliau mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 38: TASYAHUD DI RAKAAT AKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           472[Bukhari 831] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Suatu ketika kami solat di belakang Rasulullah Saw dan pada saat duduk tasyahud kami mengucapkan salam kepada Allah, kepada malaikat Jibril, Mikail, dan kepada si fulan serta si fulan. Seusai solat Rasulullah Saw menoleh kepada kami, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah sendiri adalah As-Salam (pangkal keselamatan). Apabila seseorang melaksanakan solat, maka dalam tasyahud hendaklah dia mengucapkan Attahiyatu lillaahi washshalawaatu waththayyibaatu. Assalaamu 'alaika ayyuhaanNabiyyu warahmatullaahi wabarakatuhu assalaamu 'alainaa wa'alaa 'ibaadillaahishshaalihiin (artinya: Segala puji, solawat dan kebaikan adalah milik Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah Allah semoga tetap kepadamu wahai Nabi. Keselamatan semoga tetap terlimpah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh). aPabila kalian mengucapkan itu, maka akan tertuju kepada semua hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. Lanjutannya: Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu warasuuluhu (artinya: Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya/utusan-Nya)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 39: BERDOA SEBELUM SALAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           473[Bukhari 832] Diriwayatkan dari AIsyah ra, istri Nabi Saw bahwa Rasulullah Saw senantiasa berdoa di dalam solat sebelum salam: Allaahumma innii a'udzuubika min 'adzaabil qabri wa a'uudzubika min fitnatilmasiihiddajjaali wa a'uudzubika min fitnatil mahyaa wa fitnatil mamaati. Allaahumma innii a'uudzubika minal maktsami wal maghrami (artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih ad-Dajjal. Aku berlindung kepada Mu dari fitnah hidup dan fitnah mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utang). Ada orang yang bertanya kepada beliau: "Mengapa anda selalu berlindung kepada Allah dari utang?" Rasulullah Saw menjawab: "Karena yang menanggung utang cenderung berkata dusta dan mengingkari janji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           474[Bukhari 834] Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash Shiddiq ra bahwa dia pernah meminta kepada Rasulullah Saw: "Ajarilah saya suatu doa yang akan saya baca dalam solat saya"."Rasulullah Saw bersabda: "Ucapkanlah, Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsirann walaa yaghfirudzdzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min 'indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiimu (artinya: Ya Allah, aku telah banyak berbuat zalim terhadap diriku sendiri, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau, maka ampunilah dosaku dan berikan kasih sayang kepadaku, karena Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 40: DOA YANG DIPILIH SESUDAH TASYAHUD AKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           475[Bukhari 835] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, mengenai tasyahud seperti hadis yang telah disebutkan di muka. Dalam riwayat ini dia mengatakan: Setelah mengucapkan wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhuu warasuuluhu di dalam tasyahud akhir, seseorang boleh memilih doa yang dia senangi untuk dia ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 41: SALAM (DI AKHIR SOLAT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           476[Bukhari 837] Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra, dia berkata: Ketika Rasulullah Saw selesai mengucapkan salam di akhir solat, kaum wanita berdiri, sementara Rasulullah Saw duduk sejenak sebelum beliau berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 42: SALAM MAKMUM SETELAH SALAM IMAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           477[Bukhari 838] Diriwayatkan dari Itban ra, dia berkata: Kami melaksanakan solat bersama Nabi Saw. kami mengucapkan salam ketika beliau telah mengucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 43: BERZIKIR SEUSAI SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           478[Bukhari 841] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra bahwa mengeraskan suara dalam berzikir seusai orang-orang melaksanakan solat wajib dengan berjamaah sudah menjadi kebiasaan pada masa Nabi Saw. kata Abdullah bin Abbas: Ketika saya mendengar zikir tersebut saya tahu bahwa orang-orang sudah selesai melaksanakan solat jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           479[Bukhari 843] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Beberapa orang fakir miskin datang kepada Nabi Saw, kemudian mereka mengadu, "Orang-orang yang kaya harta mencapai derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi, karena mereka mengerjakan solat sebagaimana kami dan berpuasa sebagaimana kami, namun mereka memiliki kelebihan harta yang mereka pergunakan untuk berhaji, berumrah, berperang membela agama Allah dan bersedekah". Rasulullah Saw bersabda, "Sudikah kalian aku beritahu suatu amalan yang jika kalian mengamalkannya kalian bisa menyamai derajat orang-orang yang mengungguli kalian dan derajat kalian tidak bisa tertandingi oleh siapapun kecuali oleh orang yang mengamalkan amalan serupa, serta kalian akan menjadi orang yang terbaik? Yaitu ucapan Subhanallah, alhamdulillah, dan Allahu Akbar, masing-masing 33 kali setiap selesai solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawi hadis ini mengatakan: Kami berbeda pendapat mengenai hitungan tersebut. Sebagian kami mengatakan bahwa bacaan Subhanallah adalah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. Kemudian saya menemui Rasulullah Saw lagi, lalu beliau bersabda, "Subhanallah adalah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           480[Bukhari 844] Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah ra, bahwa setiap kali sehabis solat wajib Nabi Saw mengucapkan: "Laa ilaaha illaallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul mulku walahulhamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadirun. Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita walaa mu'thiya limaa mana'ta walaa yanfa'u dzaal jaddi minkal jaddu (artinya: Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, Pemilik Kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang bisa menghalangi pemberian-Mu, tidak ada yang mampu memberikan apa yang Engkau halangi serta kekayaan seseorang tidaklah berarti baginya dibanding dengan besarnya kemurahan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 44: IMAM MENGHADAP KE MAKMUM SEUSAI SALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           481[Bukhari 845] Diriwayatkan dari Samurah bin Jundab ra, dia berkata: Biasanya Nabi Saw menghadapkan wajahnya ke arah kami (makmum) ketika beliau selesai solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           482[Bukhari 846] Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani ra, dia berkata: Ketika turun hujan pada suatu malam, Rasulullah Saw mengimami kami solat Subuh. Seusai solat beliau menghadap ke arah makmum, kemudian beliau bertanya, "Tahukah kalian apa yang telah difirmankan oleh Allah 'Azza wa Jalla?" Mereka menjawab, "Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu". Rasulullah Saw bersabda, "Firman Allah 'Azza w Jalla tersebut sebagai berikut: Pada pagi ini ada hamba-hamba-Ku yang beriman dan ada hamba-hamba-Ku yang kafir. Orang yang berkata bahwa turunnya hujan adalah karena kemurahan dan rahmat Allah, maka dialah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir terhadap bintang, sedangkan orang yang berkata bahwa turunnya hujan adalah karena bintang ini dan itu, maka dialah orang yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 45: IMAM YANG SESUDAH SALAM BERGEGAS MENINGGALKAN MAKMUM KARENA SUATU KEPERLUAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           483[Bukhari 851] Diriwayatkan dari Uqbah ra, dia berkata: Suatu ketika saya melaksanakan salat Asar di Madinah dengan bermakmum kepada Nabi Saw. sesudah salam, Rasulullah Saw bergegas berdiri meninggalkan makmum menuju rumah salah seorang istrinya, sehingga orang-orang terkejut karena begitu cepatnya beliau meninggalkan mereka. Setelah itu Rasulullah Saw kembali lagi dan beliau mengetahui bahwa orang-orang terkejut karena apa yang beliau lakukan tersebut, lalu beliau bersabda, "Aku teringat ada emas sedikit di rumahku, dan aku tidak suka emas tersebut mengganggu ibadahku, maka aku perintahkan untuk menyedekahkannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 46: BERANJAK SESUDAH SOLAT DARI ARAH KANAN ATAUKAH KIRI?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           484[Bukhari 852] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Janganlah seseorang memberikan sebagian solatnya kepada setan dengan menganggap bahwa beranjak sesudah solat adalah dari arah kanan, padahal saya seringkali melihat Nabi Saw beranjak seusai solat dari arah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 47: BAWANG PUTIH, BAWANG MERAH, DAN BAWANG PERAI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           485[Bukhari 854] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Siapa yang makan tumbuhan ini (bawang putih) menjauhlah dari masjid kami". Kata perawi: Saya tanyakan kepada Jabir: Apa maksud sabda Nabi Saw tersebut? Jabir menjawab: Bawang putih yang mentah. Menurut pendapat lain: karena baunya tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           486[Bukhari 855] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang makan bawang putih atau bawang merah menjauhlah dari kami atau dari masjid kami dan duduk sajalah di rumah". Suatu ketika Nabi Saw disodori hidangan sayur mayur yang diberi bawang dalam sebuah periuk, kemudian beliau mencium bau yang tidak sedap, lalu beliau bertanya, kemudian beliau diberitahu bahwa hidangan tersebut memang diberi campuran bawang, maka beliau  bersabda, "Hidangkan saja kepada para sahabat itu". Begitu tahu bahwa hidangan tersebut mengandung bawang, Rasulullah Saw tidak mau mencicipinya. Beliau bersabda kepada para sahabatnya, "Makanlah, karena aku bercakap-cakap dengan malaikat yang kamu tidak melakukannya (sehingga aku menghindari makan sesuatu yang baunya tidak enak)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           487[Bukhari 855] Disebutkan pada riwayat lain bahwa Rasulullah Saw diberi hidangan sayur mayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 48: WUDHU ANAK KECIL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           488[Bukhari 857] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, bahwa Nabi Saw pernah melewati suatu kuburan yang terpisah dengan kuburan-kuburan lainnya, kemudian beliau mengimami solat jenazah dan orang-orangpun bermakmum kepada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           489[Bukhari 858] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Mandi (seperti cara mandi junub) adalah wajib bagi orang yang sudah baligh pada hari Jum'at (ketika hendak berangkat ke solat Jum'at)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           490[Bukhari 863] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, ketika dia ditanya oleh seseorang: "Pernahkah kamu turut hadir ke solat 'Id (hari raya) bersama Rasulullah Saw?" Abdullah bin Abbas ra menjawab: "Ya. Kalau bukan karena aku mempunyai kedudukan di sisi Nabi Saw tentu aku tidak bisa mengikuti solat 'Id, karena ketika itu aku masih kecil. Rasulullah Saw datang ke suatu tempat di dekat rumah Katsir bin sh Shalt, kemudian beliau berkhotbah, lalu beliau menghampiri kaum wanita untuk memberi mereka nasehat dan peringatan. Rasulullah Saw menganjurkan mereka bersedekah, maka orang-orang perempuan itu bergegas melepas kalung mereka, kemudian mereka letakkan di pakaian Bilal (Bilal sebagai petugas penghimpun sedekah), setelah itu Rasulullah Saw pulang ke rumah beserta Bilal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 49: PEREMPUAN KELUAR KE MASJID PADA MALAM HARI DAN PADA DINI HARI YANG MASIH GELAP.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           491[Bukhari 865] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Apabila istri-istrimu mohon izin untuk pergi ke masjid pada malam hari, maka izinkanlah mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-752991798026047257?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/752991798026047257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/752991798026047257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-sifat-sifat-shalat.html' title='Kitab Sifat-Sifat Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-2433616589944647032</id><published>2008-03-04T06:00:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T07:14:53.120-08:00</updated><title type='text'>Kitab Shalat Jumat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: FARDHU JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           492[Bukhari 876] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Kita ini umat yang terakhir tetapi paling unggul pada hari kiamat, meskipun umat-umat terdahulu telah diberi kitab. Hari ini (Jum'at) adalah hari diwajibkannya suatu ibadah oleh Allah kepada umat manusia, tetapi mereka berbeda pendapat, lalu Allah membimbing kita kepada kebenaran untuk beribadah pada hari yang paling mulia ini, kemudian banyak orang yang mengikuti kita, sedangkan orang-orang Yahudi hari sucinya adalah besok (Sabtu), dan orang-orang Nasrani hari sucinya adalah besok lusa (Minggu)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: WEWANGIAN UNTUK SOLAT JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           493[Bukhari 880] Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri ra, dia berkata: Saya bersaksi bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda, "Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh, begitu juga menggosok gigi dan memakai wewangian jika bisa mendapatkannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: KEUTAMAAN SOLAT JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           494[Bukhari 881] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at seperti cara mandi junub, kemudian pergi seawal mungkin untuk melaksanakan solat Jumat seolah ia berkurban seekor onta. Siapa yang pergi untuk melaksanakan solat jumat pada waktu yang kedua, maka seolah dia berkurban seekor sapi. Siapa yang pergi pada waktu yang ketiga, maka seolah dia berkurban seekor kambing. Siapa yang pergi pada waktu yang keempat, maka seolah dia berkurban seekor ayam. Siapa yang pergi pada waktu yang kelima, maka dia seolah berkurban sebutir telur. Apabila imam sudah berada di atas mimbar, para malaikat berkumpul untuk mendengarkan khotbahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MEMINYAKI RAMBUT UNTUK SOLAT JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           495[Bukhari 883] Diriwayatkan dari Salman Al Farisi ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Siapapun yang mandi pada hari jumat, membersihkan diri semampunya, meminyaki rambutnya dan memakai wewangian yang ia dapatkan di rumahnya, kemudian dia pergi ke tempat solat jumat tanpa menerobos antara dua orang yang duduk di masjid, lalu dia melaksanakan solat seperti yang diwajibkan kepadanya, dan diam ketika imam berkhotbah, niscaya diampuni dosanya antara jumat itu dengan jumat sebelumnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           496[Bukhari -] Diriwayatkan dari Thawus bahwa Abdullah bin Abbas ra, ditanya tentang penuturan orang-orang bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Mandilah pada hari jumat dan basuhlah kepala/rambut kalian meskipun tidak junub, kemudian pakailah wewangian". Abdullah bin Abbas menjawab: Mengenai mandi tersebut memang benar, sedangkan mengenai wewangian itu saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MENGENAKAN PAKAIAN TERBAIK YANG DIMILIKI UNTUK SOLAT JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           497[Bukhari 886] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Umar bin Khattab ra, melihat jubah sutera dijual di pintu masjid. Kata Umar: "Ya Rasulullah, sebaiknya anda membeli jubah ini untuk anda pakai pada solat jumat dan untuk menemui delegasi yang mendatangi anda". Rasulullah Saw menjawab: "Pakaian seperti itu hanya patut dipakai oleh orang yang tidak memperoleh bagian di akhirat". Pada hari berikutnya pakaian-pakaian seperti itu dihadiahkan kepada Rasulullah Saw, kemudian beliau memberikan salah satunya kepada Umar. Umar bertanya: "Ya Rasulullah, anda memberikan pakaian seperti ini untuk saya pakai, padahal kemarin anda bersabda bahwa pakaian sutera seperti ini hanya layak dipakai oleh orang yang tidak mendapat bagian di akhirat?" Rasulullah Saw bersabda: "Aku memberikan pakaian ini bukan untuk kamu pakai sendiri". Maka Umar ra memberikannya kepada saudara laki-lakinya yang musyrik di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: BERSIWAK KETIKA SOLAT JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           498[Bukhari 887] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Seandainya aku tidak khawatir akan memberatkan umatku atau umat manusia, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak melakukan solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           499[Bukhari 888] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, "Seringkali aku anjurkan kepada kalian untuk bersiwak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: SURAH YANG DIBACA KETIKA SOLAT SUBUH PADA HARI JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           500[Bukhari 891] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Ketika solat Subuh pada hari jumat, Nabi Saw membaca surah Alif lam mim tanziilu ... (surah As-Sajdah) dan surah Hal ataa 'alaalinsaani (surat Ad-Dahr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: SOLAT JUMAT DI DESA DAN KOTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           501[Bukhari 893] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Kamu semua adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban dalam kepemimpinannya. Imam (penguasa) adalam pemimpin dan dia akan dimintai pertanggungjawaban dalam memimpin rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin/ penanggungjawab dalam urusan keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban dalam kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin/ penanggungjawab dalam mengurus rumah tangga suaminya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban dalam kepemimpinannya. Seorang pelayan/ pembantu adalah pemimpin/ penanggungjawab dalam mengurus harta majikannya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban dalam kepemimpinannya". Kata Abdullah bin Umar: Saya kira Rasulullah Saw bersabda, "Seorang laki-laki adalah pemimpin/ penanggung jawab dalam mengurus harta ayahnya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban dalam kepemimpinannya. Kamu semua adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban dalam kepemimpinannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: APAKAH MANDI PADA HARI JUMAT ITU WAJIB BAGI ORANG YANG TIDAK WAJIB MELAKSANAKAN SOLAT JUMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           502[Bukhari 897] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Kita ini umat yang terakhir tetapi paling unggul kelak di akhirat". (Sebagaimana hadis yang telah disebutkan di muka, nomor 492. Kemudian ditambahkannya pada bagian akhirnya): "Setiap muslim wajib mandi sehari dalam setiap tujuh hari, dengan membasuh kepala/rambutnya dan seluruh tubuhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: SEJAUH MANA SOLAT JUMAT WAJIB DIHADIRI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           503[Bukhari 902] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Pada hari jumat orang-orang keluar meninggalkan rumah dan Awaliy[footnote 1] menuju ke masjid. Mereka datang menempuh jalan yang berdebu sehingga tubuh mereka terselimuti debu dengan keringat bercucuran. Salah seorang dari mereka menemui Rasulullah Saw yang ketika itu beliau berada di rumah saya, kemudian beliau bersabda kepada orang itu, "Pada hari yang menjadi milikmu (umat Islam) ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Awaliy berada di luar Madinah kira-kira sejauh 6.5 km saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           504[Bukhari 903] Diriwayatkan dari AIsyah ra, dia berkata: Orang-orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan ketika itu mereka pergi untuk melaksanakan solat jumat dengan keadaan diri sebagaimana mreka pergi bekerja, kemudian diperintahkan kepada mereka, "Sebaiknya kalian mandi (pada hari jumat ini)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           505[Bukhari 905] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, bahwa Nabi Saw melaksanakan solat jumat ketika matahari condong sedikit ke barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: KETIKA CUACA SANGAT PANAS PADA HARI JUMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           506[Bukhari 906] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Ketika cuaca sangat dingin Nabi Saw melaksanakan solat jumat di awal waktu, dan ketika sangat panas, beliau melaksanakan solat jumat dengan menunda sedikit agar tidak terlalu panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: BERJALAN KAKI UNTUK SOLAT JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           507[Bukhari 907] Diriwayatkan dari Abu Abbas ra, dia berkata ketika dia pergi untuk melaksanakan solat jumat: Saya pernah mendengar Nabi Saw bersabda, "Siapa yang kakinya berdebu[footnote 1] dalam menempuh jalan Allah, Allah akan membebaskannya dari api neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Maksudnya, bersabar dalam mengalami penderitaan dan kesulitan di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: TIDAK BOLEH MENGGUSUR ORANG YANG SUDAH DUDUK DI SHAFF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           508[Bukhari 911] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Nabi Saw melarang seseorang membangkitkan orang lain dari tempat duduknya kemudian tempat tersebut ditempatinya. Ditanyakan: Apakah itu ketika solat jumat? Dia menjawab: pada solat jumat dan solat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: AZAN SOLAT JUMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           509[Bukhari 912] Diriwayatkan dari As-Sa'ib bin Yazid ra, dia berkata: pada awalnya, azan solat jumat dikumandangkan ketika imam sudah duduk di atas mimbar, pada masa  Nabi Saw, Abu Bakr ra, dan Umar ra. Pada masa Utsman ra, jumlah umat islam semakin banyak, kemudian Utsman ra menambahkan azan ketiga di Az-Zaura (sebuah tempat di pAsar Madinah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 15: SEORANG MUAZZIN PADA HARI JUMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           510[Bukhari 913] Diriwayatkan dari As-Sa'ib ra, dalam riwayat lain, dia berkata: Nabi Saw tidak memiliki muazzin melainkan seorang dan pada hari jumat azan diserukan ketika imam duduk di atas mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: IMAM DI ATAS MIMBAR HARUS MENIRUKAN UCAPAN MUAZZIN (DENGAN SUARA PELAN).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           511[Bukhari 914] Diriwayatkan dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan ra, bahwa ketika azan diserukan dan Mu'awiyah (sebagai khotib) duduk di atas mimbar, lalu muazzin menyerukan: Allahu Akbar Allaahu Akbar Muawiyah mengucapkan Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Ketika muazzin mengucapkan: Asyhadu allaa ilaaha illaallaahu (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah), Muawiyah mengucapkan wa anaa (begitu pula aku). Ketika muazzin mengucapkan: Asyhadu anna Muhammadan rasuulullaahu (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah), Muawiyah mengucapkan wa anaa (begitu pula aku). Setelah azan selesai, Muawiyah mengatakan: Wahai kaum muslimin, aku pernah mendengar Rasulullah Saw dengan duduk di atas mimbar seperti ini ketika muazzin menyerukan azan, beliau mengucapkan seperti apa yang telah aku ucapkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: KHOTBAH DI ATAS MIMBAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           512[Bukhari 917] Hadis yang diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd ra, mengenai mimbar telah disebutkan di muka (nomor 249( yang menerangkan bahwa Rasulullah Saw mengerjakan solat di atas mimbar, kemudian beliau mundur ke belakang. Dalam riwayat ini ada tambahan: Sesudah solat, Rasulullah Saw menghadap ke para jamaah kemudian beliau bersabda: "Saudara-saudara, sesungguhnya aku melakukan hal ini agar kalian mengikuti dan mempelajari bagaimana aku mengerjakan solat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           513[Bukhari 918] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Sebatang pohon kurma biasanya disandari oleh Rasulullah Saw ketika beliau berkhotbah. Setelah mimbar selesai dibuat (dan beliau khotbah di atas mimbar) kami mendengar dari pohon kurma tersebut tangis seperti suara onta bunting, sehingga Rasulullah Saw turun dari mimbar untuk mengelus pohon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: BERKHOTBAH DENGAN BERDIRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           514[Bukhari 920] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Nabi Saw berkhotbah sambil berdiri, kemudian beliau duduk sejenak, lalu berdiri lagi, seperti khotbah yang kalian lakukan sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: MENGUCAPKAN AMMAA BA'D DALAM KHOTBAH SETELAH MEMUJI ALLAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           515[Bukhari 923] Diriwayatkan dari Amru bin Taghlib ra, bahwa suatu ketika sejumlah harta atau tawanan perang wanita di bawa kepada Rasulullah Saw, kemudian beliau membagi-bagikannya. Ada orang-orang yang beliau beri dan ada orang-orang yang tidak beliau beri. Pada hari berikutnya Rasulullah Saw mendengar bahwa beliau dicela oleh orang-orang yang tidak memperoleh pembagian harta, kemudian beliau berpidato/ berkhotbah. Setelah mengagungkan dan memuji Allah, Rasulullah Saw mengucapkan ammaa ba'd. Demi Allah, ada orang yang aku beri jatah dan ada orang yang tidak aku beri. Orang yang tidak aku beri lebih aku senangi daripada orang yang aku beri. Orang-orang yang aku beri jatah itu karena kamu tahu bahwa ada ketidaksabaran dan ketidakpuasan dalam hati mereka mengenai harta, sementara aku tidak memberikan jatah kepada sejumlah orang karena Allah telah memberikan kekayaan dan kebaikan dalam hati mereka, termasuk 'Amru bin Taghlib. Demi Allah, kata-kata Rasulullah Saw tersebut lebih aku senangi daripada aku memperoleh onta-onta merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           516[Bukhari 925] Diriwayatkan dari Abu Humaid As Sa'idi ra, bahwa suatu ketika sesudah solat Isya, Rasulullah Saw berdiri. Setelah emngagungkan dan memuji Allah Swt sebagaimana layaknya, beliau mengucapkan ammaa ba'd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           517[Bukhari 927] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw naik ke mimbar dan itu adalah saat-saat terakhir beliau berkumpul bersama kami, dengan menutupkan jubah lebar di atas pundaknya dan mengikat kepalanya dengan perban yang diminyaki. Setelah mengagungkan dan memuji Allah, beliau melanjutkan pidatonya: "Saudara-saudara mendekatlah". Orang-orang pun mendekat, lalu beliau mengucapkan ammaa ba'd. sekarang ini masyarakat Anshar semakin berkurang, sementara yang lainnya semakin bertambah. Siapapun yang menjadi penguasa atas umat Muhammad, lalu dia berkuasa untuk mencelakai atau berbuat baik kepada seseorang, maka terimalah kaum Anshar yang berbuat baik dan maafkanlah mereka yang bersalah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: IMAM YANG SEDANG BERKHOTBAH MELIHAT SEORANG MAKMUM DATANG, LALU IMAM MENYURUHNYA SOLAT DUA RAKAAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           518[Bukhari 930] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw sedang berkhotbah pada hari jumat, ada seorang laki-laki masuk ke masjid langsung duduk, kemudian Rasulullah Saw bertanya, "Apakah kamu sudah melaksanakan solat tahiyyatul masjid?" Dia menjawab, "Belum". Rasulullah Saw bersabda, "Berdirilah, lalu solatlah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: MEMOHON HUJAN DALAM KHOTBAH JUMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           519[Bukhari 933] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Pada masa Nabi Saw orang-orang pernah tertimpa kekeringan lama. Ketika sedang berkhotbah pada hari jumat, ada seorang Arab pedalaman berdiri seraya berkata, "Ya Rasulullah, tanaman kami rusak dan keluarga kami kelaparan, berdoalah kepada Allah untuk kami". Rasulullah Saw kemudian mengangkat kedua tangannya. Saat itu kami tidak melihat segumpal awanpun di langit. Demi Allah yang menguasai diriku. Rasulullah Saw belum menurunkan kedua tangannya muncullah awan yang menggunung. Rasulullah Saw belum turun dari mimbarnya, aku lihat hujan sudah turun membasahi janggutnya. Hujan turun pada hari itu, hari berikutnya, lusanya dan berikutnya lagi sampai jumat berikutnya. Seorang Arab pedalaman yang sama atau lainnya berdiri lagi sambil mengatakan, "Ya Rasulullah, banyak rumah yang rusak dan tanaman yang tenggelam. Berdoalah kepada Allah untuk kami". Kemudian Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya untuk berdoa, "Ya Allah, simpangkanlah hujan ke sekeliling kami, janganlah di atas kami". Setiap awan yang ditunjuk  oleh tangan Rasulullah Saw menghilang dan cuaca Madinah menjadi cerah. Selama sebulan lembah Qanat terlanda banjir, dan setiap orang yang datang selalu memperbincangkan hujan yang amat deras tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 22: MENYURUH DIAM ORANG LAIN YANG BERBICARA KETIKA IMAM SEDANG BERKHOTBAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           520[Bukhari 934] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Pada hari jumat ketika imam sedang berkhotbah, jika kamu katakan kepada orang lain "diamlah", maka sia-sialah (pahala solat jumatmu)".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Menyuruh orang lain agar diam, itupun dilarang, apalagi berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: SAAT-SAAT ISTIMEWA PADA HARI JUMAT&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           521[Bukhari 935] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw pernah menuturkan hari jumat. Beliau bersabda: "Pada hari jumat terdapat suatu saat yang apabila tepat pada saat itu seorang muslim berdiri melaksanakan solat dan memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya. Rasulullah Saw berIsyarat dengan tangannya bahwa saat-saat istimewa tersebut amat singkat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 24: LARINYA MAKMUM MENINGGALKAN IMAM DALAM SOLAT JUMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           522[Bukhari 936] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Ketika kami sedang melaksanakan solat jumat bersama Nabi Saw, tiba-tiba datanglah kafilah beronta membawa bahan makanan (sebagai barang dagangan), kemudian orang-orang meninggalkan solat menuju kafilah itu, sehingga tinggal 12 orang yang masih tetap bersama Nabi Saw, maka turunlah ayat (yang artinya): "Apabila mereka melihat perniagaan yang menguntungkan atau permainan yang menyenangkan, mereka bubar menuju ke arah itu dengan meninggalkanmu tegak berdiri. Katakanlah, karunia Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan itu. Allah sebaik-baik pemberi rizki". (Al-Jumu'ah:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 25: SOLAT SUNAT SESUDAH DAN SEBELUM SOLAT JUMAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           533[Bukhari 937] Diriwayatkan dari Abdulla bin Umar ra, bahwa Rasulullah Saw biasanya melakukan solat sunat: Dua rakaat sebelum solat Zuhur. Dua rakaat sesudah solat Zuhur. Dua rakaat di rumah sesudah solat Maghrib. Dua rakaat sesudah solat Isya, dan beliau tidak mengerjakan solat sunat sesudah solat jumat sehingga beliau pulang, kemudian beliau solat sunat di rumah dua rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-2433616589944647032?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2433616589944647032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2433616589944647032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-sjalat-jumat.html' title='Kitab Shalat Jumat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-1704977440298738319</id><published>2008-03-04T05:57:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:58:56.259-08:00</updated><title type='text'>Kitab Shalat Khauf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB1: SOLAT KHAUF (DALAM KEADAAN GENTING)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           524[Bukhari 942] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Saya turut serta bersama Rasulullah Saw dalam peperangan di Najd. Kami berhadap-hadapan dengan musuh dan membentuk barisan. Kemudian Rasulullah Saw mengimami solat kami (solat khauf). Makmum kelompok satu mengikuti solat bersama Rasulullah Saw, sementara makmum kelompok dua berjaga-jaga menghadapi musuh. Setelah Rasulullah Saw bersama kelompok satu mendapat satu rakaat dengan sekali ruku dan dua kali sujud, maka makmum kelompok satu ini menambah satu rakaat lagi (qashar) tanpa bermakmum kepada Rasulullah Saw. setelah solat, mereka menggantikan posisi kelompok dua untuk berjaga menghadapi musuh, kemudian kelompok dua yang belum solat itu memulai solat dengan bermakmum (makmum masbuq) kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw melaksanakan solat pada rakaat kedua dengan satu ruku dan dua kali sujud bersama kelompok dua, kemudian beliau salam. Setelah Rasulullah Saw salam, kelompok dua ini menambah satu rakaat lagi sendiri-sendiri dengan satu kali ruku dan dua kali sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SOLAT KHAUF DENGAN BERDIRI ATAU BERKENDARAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           525[Bukhari 943] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata dalam riwayat lain bahwa Nabi Saw pernah bersabda (mengenai solat khauf): "Apabila musuh sangat banyak, maka lakukanlah solat dengan berdiri atau dengan berkendaraan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: JIKA PASUKAN MUSLIM SEDANG MEMBURU ATAU SEDANG DIBURU, BOLEH SOLAT DENGAN BERKENDARAAN ATAU ISYARAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           526[Bukhari 946] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Ketika pulang dalam perang Ahzab, Nabi Saw bersabda, "Jangan ada yang melaksanakan solat Asar kecuali sesudah sampai di perkampungan suku Quraizhah". Di tengah perjalanan tibalah waktu Asar, maka sebagian mereka mengatakan, "Kita tidak boleh mengerjakan solat Asar sebelum sampai di perkampungan suku Quraizhah". Sementara sebagian yang lain mengatakan, "Kita laksanakan saja solat Asar sekarang juga dalam perjalanan, karena Nabi Saw tidak bermaksud melarang kita seperti itu". Mereka mengadukan perselisihan paham tersebut kepada Nabi Saw namun beliau tidak menyalahkan seorangpun dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-1704977440298738319?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/1704977440298738319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/1704977440298738319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-shalat-khauf.html' title='Kitab Shalat Khauf'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-2781577592802124983</id><published>2008-03-04T05:56:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:57:29.063-08:00</updated><title type='text'>Kitab Dua Hari Raya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB1: SOLAT KHAUF (DALAM KEADAAN GENTING)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           524[Bukhari 942] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Saya turut serta bersama Rasulullah Saw dalam peperangan di Najd. Kami berhadap-hadapan dengan musuh dan membentuk barisan. Kemudian Rasulullah Saw mengimami solat kami (solat khauf). Makmum kelompok satu mengikuti solat bersama Rasulullah Saw, sementara makmum kelompok dua berjaga-jaga menghadapi musuh. Setelah Rasulullah Saw bersama kelompok satu mendapat satu rakaat dengan sekali ruku dan dua kali sujud, maka makmum kelompok satu ini menambah satu rakaat lagi (qashar) tanpa bermakmum kepada Rasulullah Saw. setelah solat, mereka menggantikan posisi kelompok dua untuk berjaga menghadapi musuh, kemudian kelompok dua yang belum solat itu memulai solat dengan bermakmum (makmum masbuq) kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw melaksanakan solat pada rakaat kedua dengan satu ruku dan dua kali sujud bersama kelompok dua, kemudian beliau salam. Setelah Rasulullah Saw salam, kelompok dua ini menambah satu rakaat lagi sendiri-sendiri dengan satu kali ruku dan dua kali sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SOLAT KHAUF DENGAN BERDIRI ATAU BERKENDARAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           525[Bukhari 943] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata dalam riwayat lain bahwa Nabi Saw pernah bersabda (mengenai solat khauf): "Apabila musuh sangat banyak, maka lakukanlah solat dengan berdiri atau dengan berkendaraan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: JIKA PASUKAN MUSLIM SEDANG MEMBURU ATAU SEDANG DIBURU, BOLEH SOLAT DENGAN BERKENDARAAN AT&lt;/span&gt;AU ISYARAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           526[Bukhari 946] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Ketika pulang dalam perang Ahzab, Nabi Saw bersabda, "Jangan ada yang melaksanakan solat Asar kecuali sesudah sampai di perkampungan suku Quraizhah". Di tengah perjalanan tibalah waktu Asar, maka sebagian mereka mengatakan, "Kita tidak boleh mengerjakan solat Asar sebelum sampai di perkampungan suku Quraizhah". Sementara sebagian yang lain mengatakan, "Kita laksanakan saja solat Asar sekarang juga dalam perjalanan, karena Nabi Saw tidak bermaksud melarang kita seperti itu". Mereka mengadukan perselisihan paham tersebut kepada Nabi Saw namun beliau tidak menyalahkan seorangpun dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-2781577592802124983?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2781577592802124983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2781577592802124983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-dua-hari-raya.html' title='Kitab Dua Hari Raya'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-1919817060804062888</id><published>2008-03-04T05:54:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:55:55.311-08:00</updated><title type='text'>Kitab Shalat Witir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: KETERANGAN TENTANG SOLAT WITR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           539[Bukhari 990] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai solat sunat pada malam hari, kemudian Rasulullah Saw menjawab: "Solat sunat pada malam hari itu dua rakaat-dua rakaat (diakhiri dengan salam pada setiap dua rakaat), kemudian jika seseorang khawatir tibanya waktu Subuh, maka hendaklah dia mengerjakan solat satu rakaat sebagai Witr (penggasal) solat sunat yang telah dia kerjakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           540[Bukhari 994] Diriwayatkan dari AIsyah ra, bahwa Rasulullah Saw melaksanakan solat sunat 11 rakaat dan itulah solat sunat yang beliau kerjakan pada malam hari. Dalam salat tersebut lama setiap sujudnya kira-kira bacaan 50 ayat. Beliau juga melaksanakan solat sunat dua rakaat sebelum solat Subuh, kemudian beliau berbaring dengan miring ke kanan (sebelum berangkat untuk mengimami solat Subuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: WAKTU SOLAT WITR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           541[Bukhari 996] Diriwayatkan Dari AIsyah ra, dia berkata: Setiap malam Rasulullah Saw melaksanakan solat Witr dan solat Witr tersebut berakhir sampai saat sahur/ menjelang Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: MENGAKHIRI SOLAT MALAM DENGAN WITR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           542[Bukhari 998] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Akhirilah solat sunat kalian pada malam hari dengan Wtr (bilangan rakaat yang gasal)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: SOLAT WITR DI ATAS HEWAN TUNGGANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           543[Bukhari 999] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah Saw pernah melakukan solat Witr dengan naik onta (ketika dalam perjalanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MEMBACA QUNUT SEBELUM ATAUKAH SESUDAH RUKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           544[Bukhari 1000] Diriwayatkan dari Anas ra bahwa dia pernah ditanya apakah Nabi Saw pernah melakukan qunut pada solat Subuh? Anas menjawab: Ya. Dia ditanya lagi: Apakah Rasulullah Saw berqunut sebelum ruku? Dia menjawab: Rasulullah Saw berqunut sesudah ruku tidak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           545[Bukhari 1002] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa dia pernah ditanya mengenai doa qunut, kemudian dia menjawab: Doa qunut memang ada. Anas ditanya lagi: Apakah sebelum ataukah sesudah ruku? Anas menjawab: Sebelum ruku. Anas ditanya lagi: Si fulan memberitakan bahwa kamu mengatakan bahwa doa qunut itu sesudah ruku? Anas menjawab: Dia berdusta. Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah berqunut sesudah ruku selama sebulan. Rasulullah Saw pernah mengutus 70 orang qari' yang hafal AlQuran untuk menemui orang-orang musyrik (di Najd) yang jumlahnya lebih sedikit daripada mereka dan ketika itu ada perjanjian damai antara orang-orang musyrik tersebut dengan Rasulullah Saw. Tetapi mereka berkhianat lalu mereka membunuh 70 orang qari' itu, kemudian Rasulullah Saw membaca doa qunut selama sebulan untuk memohonkan laknat bagi mereka, yaitu suku Ri'l dan suku Dzakwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           546[Bukhari -] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa dia berkata: Doa qunut pernah dibaca pada solat Maghrib dan Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-1919817060804062888?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/1919817060804062888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/1919817060804062888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-shalat-witir.html' title='Kitab Shalat Witir'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-3313266637600830525</id><published>2008-03-04T05:50:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:52:35.846-08:00</updated><title type='text'>Kitab Istisqa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: ISTISQA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           547[Bukhari 1005] Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid ra, dia berkata: Nabi Saw pernah pergi untuk melakukan solat Istisqa dengan membalik posisi kain selendangnya. Disebutkan dalam riwayat lain: Rasulullah Saw melaksanakan solat Istisqa dua rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: DOA NABI SAW, "JADIKAN SUKU MUDHAR TERLANDA KELAPARAN BERTAHUN-TAHUN SEPERTAI TAHUN-TAHUN YUSUF".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           548[Bukhari 1006] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, seperti hadis sebelumnya tentang doa Nabi Saw yang memohonkan rahmat bagi orang-orang mukmin dan memohonkan laknat bagi suku Mudhar (lihat hadis nomor 462). Ada tambahan di akhir hadis ini: Nabi Saw berdoa, "Semoga Allah mengampuni suku Ghifar dan menyelamatkan suku Aslam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           549[Bukhari 1007] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw melihat orang-orang musyrik menolak Islam, beliau berdoa, "Ya Allah, limpahkanlah kepada mereka kelaparan selama tujuh tahun seperti yang telah terjadi pada masa Yusuf". Kemudian mereka terlanda kelaparan dan kekeringan yang menghancurkan segala sesuatu sampai mereka memakan kulit, bangkai dan dan daging hewan yang membusuk. Salah seorang dari mereka memandang ke langit seolah terbayang ada kabar ada kabut karena begitu laparnya. Kemudian Abu Sufyan menemui Nabi Saw. Kata Abu Sufyan, "Hai Muhammad, anda memrintahkan taat kepada Allah dan menyambung sanak keluarga. Sekarang ini kaum anda terlanda kelaparan. Karena itu, saya mohon agar anda berdoa kepada Allah untuk mereka". Maka Allah Swt menurunkan ayat (yang artinya): "Maka nantikanlah hari ketika langit mengeluarkan kabut yang nyata", sampai dengan akhir ayat: " ... kamu akan kembali ingkar. Ingatlah, Hari ketika Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras". (Ad-Dukhan:10-16). Abdullah bin Mas'ud menambahkan: "Hantaman Allah tersebut terjadi pada perang Badr, sedangkan peristiwa kabut, al-batsyah (hantaman lain), al-lizaam, dan ayat-ayat pada surah Ar-Ruum, semuanya sudah diturunkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           550[Bukhari 1009] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Ketika saya melihat wajah Nabi Saw pada saat beliau berdoa memohonkan hujan yang akhirnya hujan turun mengguyur semua atap sebelum beliau duduk, saya teringat sebait puisi yang pernh dilantunkan oleh Abu Thalib mengenai Nabi Saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkulit putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena doanya, hujan diturunkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengasihi anak-anak yatim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan melindungi janda-janda miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           551[Bukhari 1010] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa ketika orang-orang terlanda kekeringan, Umar bin Khattab berdoa memohon turunnya hujan dengan menyebut Abbas bin Abdul Mutthalib ra. Umar ra berdoa: "Ya Allah, kami pernah bertawassul dengan paman Nabi kami (yakni Abbas bin Abdul Mutthalib), maka turunkanlah hujan kepada kami". Kata Anas ra: Maka hujan pun turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: MEMOHON HUJAN DI MASJID&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           552[Bukhari 1013] Diriwayatkan dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir bahwa dia pernah mendengar Anas bin Malik ra berkata: Ketika Rasulullah Saw sedang berkhotbah jumat, seorang laki-laki masuk ke masjid, kemudian dia memohon kepada Rasulullah Saw agar beliau berdoa kepada Allah memohon turunnya hujan. Kemudian Rasulullah Saw mengulang-ulnag doanya: "Ya Allah, turunkan hujan kepada kami". (Saat itu belum ada awan sedikitpun, tiba-tiba muncul ... Lihat hadis di muka nomor 519 dan banyak hadis-hadis lain). Disebutkan dalam riwayat ini: ... sehingga kami tidak melihat matahari selama enam hari (karena hujan turun terus menerus). Pada solat jumat berikutnya ketika Rasulullah Saw sedang berdiri menyampaikan khotbah, orang laki-laki yang disebutkan di muka masuk ke masjid melalui pintu yang sama, lalu dia berkata: "Ya Rasulullah, banyak binatang dan tanaman mati serta jalan-jalan terputus/tidak bisa dilalui. Karena itu, berdoalah kepada Allah agar Allah menghentikan hujan ini". Kata Anas ra: Kemudian Rasulullah Saw berdia denan mengangkat kedua tangannya, "Ya Allah, simpangkan hujan ke sekitar kami, jangan di atas kami. Ya Allah, turunkan hujan di dataran tinggi, gunung-gunung, lembah-lembah, dan pepohonan yang memerlukan siraman". Kata Anas ra: Maka hujan pun terhenti dan kami berjalan di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MEMOHON HUJAN KETIKA SEDANG BERKHOTBAH JUMAT TANPA MENGHADAP KIBLAT (YAKNI MENGHADAP KE ARAH MAKMUM).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           533[Bukhari 1014] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, seperti hadis sebelumnya dengan tambahan: Kemudian Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya dengan berdoa, "Ya Allah, turunkan hujan kepada kami, Ya Allah, turunkan hujan kepada kami. Ya Allah, turunkan hujan kepada kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           554[Bukhari 1024] Hadis ini seperti riwayat dari Abdullah bin Zaid yang telah disebutkan di muka. Abdullah bin Zaid menambahkan: Kemudian Rasulullah Saw membalikkan posisinya dengan membelakangi makmum, lalu beliau berdoa dengan menghadap ke kiblat (di tengah khotbah solat Istisqa), kemudian beliau membalikkan posisi kain selendangnya, lalu beliau melaksanakan solat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan surah pada masing-masing rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: IMAM MENGANGKAT KEDUA TANGAN KETIKA SEDANG BERDOA PADA SALAT ISTISQA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           555[Bukhari 1031] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dia berkata: Nabi Saw tidak pernah mengangkat kedua tangannya dalam berdoa kecuali pada solat Istisqa. Beliau mengangkat kedua tangan sehingga terlihat putihnya kedua ketiak beliau.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Demikian itu sejauh pengetahuan Anas. Pada saat-saat lain Rasulullah Saw juga pernah mengangkat tangan ketika berdoa, seperti hadis nomor 857 dan 1667 mendatang (penerjemah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;DOA KETIKA HUJAN TURUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           556[Bukhari 1032] Diriwayatkan dari AIsyah ra bahwa ketika melihat hujan turun, Rasulullah Saw berdoa: "Ya Allah, jadikan hujan ini siraman yang bermanfaat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: KETIKA ANGIN BERTIUP AMAT DAHSYAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           557[Bukhari 1034] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika angin bertiup dengan dahsyat, terlihat tanda-tanda keprihatinan di wajah Nabi Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: SABDA NABI SAW: "AKU DIBERI KEMENANGAN KARENA ALLAH MENIUPKAN ANGIN SHABA"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           558[Bukhari 1035] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, bahw Rasulullah Saw bersabda: "Aku diberi kemenangan karena Allah meniupkan angin Shaba (angin timur yang membuat musuh-musuh Allah merasa takut), sedangkan kaum 'Ad dihancurkan oleh Dabur (angin barat yang amat dahsyat)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: DOA KETIKA GEMPA DAN TANDA-TANDA KIAMAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           559[Bukhari 1037] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Nabi Saw pernah berdoa: "Ya Allah, berkahilah orang-orang Syam dan Yaman". Sahut para sahabat: "Mengapa orang-orang Jajd tidak?" Rasulullah Saw berdoa lagi: "Ya Allah, berkahilah orang-oang Syam dan Yaman". Para sahabat bertanya lagi: "Mengapa orang-orang Jajd tidak anda doakan?" Rasulullah Saw bersabda: "Di sana akan terjadi kegoncangan/ gempa dan berbagai fitnah[footnote 1], serta akan muncul pula di sana tanduk setan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Fitnah meliputi kekerasan, kekacauan, perang saudara sesama muslim, dan cobaan-cobaan berat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           560[Bukhari 1039] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra dia berkata: Rasulullah Saw bersabda, "Ada lima macam kegaiban yang hanya diketahui oleh Allah saja: 1) Seseorang tidak tahu apa yang akan terjadi besok. 2) Seseorang tidak tahu apa yang akan muncul di dalam rahim. 3) Seseorang tidak tahu apa yagn akan dia peroleh besok. 4) Seseorang tidak tahu di mana dia akan mati. 5) Seseorang tidak tahu kapan hujan akan turun".[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Jika Allah 'Azza wa Jalla Yang Maha Penyayang berkenan memberikan sebagian ilmu-Nya mengenai hal-hal tersebut kepada sebagian hamba-Nya, maka ia (hamba) akan mengetahui hal itu meskipun amat terbatas (penerjemah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-3313266637600830525?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3313266637600830525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3313266637600830525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-istisqa.html' title='Kitab Istisqa'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-2579905310347840935</id><published>2008-03-04T05:44:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:49:32.929-08:00</updated><title type='text'>Kitab Sujud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: BERSUJUD KETIKA TERJADI MEMBACA/MENDENGAR AYAT-AYAT SAJDAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          569[Bukhari 1067] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw membaca surah An-Najm di Mekah, kemudian beliau bersujud ketika sampai pada bacaan ayat Sajdah dengan diikuti oleh orang-orang yang bersama beliau ketika itu, kecuali seorang laki-laki tua (yang tidak turut bersujud) yang mengambil segegam kerikil atau tanah, kemudian dia angkat untuk disentuhkannya pada dahi/keningnya seraya berkata: "Saya cukup melaksanakan seperti ini saja". Di kemudian hari saya melihat laki-laki tua itu terbunuh dalam keadaan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SUJUD PADA BACAAN SURAH SHAAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          570[Bukhari 1069] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Sujud ketika membaca/mendengar surah Shaad adalah tidak wajib, namun saya pernah melihat Nabi Saw bersujud ketika beliau pada bacaan ayat Sajdah dalam surah Shaad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: SUJUD ORANG-ORANG ISLAM BERSAMA ORANG-ORANG MUSYRIK. ORANG-ORANG MUSYRIK ITU NAJIS/KOTOR KARENA TIDAK BERWUDU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          571[Bukhari 1071] Hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra di depan, menyebutkan: Nabi Saw bersujud ketika sampai pada bacaan ayat Sajdah pada surah An-Najm. Pada riwayat ini ada tambahan: Sujud Nabi Saw tersebut diikuti pula oleh orang-orang muslim, orang-orang musyrik, jin dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: MEMBACA (MENDENGAR) AYAT SAJDAH TANPA BERSUJUD.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          572[Bukhari 1073] Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra bahwa dia pernah membaca surah An Najm di hadapan Rasulullah Saw namun beliau tidak bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: SUJUD KETIKA ADA BACAAN AYAT SAJDAH PADA SURAH IDZAASSAMAAUN SYAQQAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          573[Bukhari 1074] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa dia pernah membaca surah Idzaassamaaun syaqqat kemudian dia bersujud ketika sampai pada ayat Sajdah, lalu dia ditanya mengenai hal itu, kemudian dia menjawab: Kalau saya tidak pernah melihat Nabi Saw bersujud (dalam bacaan ini) tentu saya tidak akan bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: TIDAK MENEMUKAN TEMPAT UNTUK BERSUJUD KARENA PENUH SESAK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          574[Bukhari 1079] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi membacakan kepada kami surah yang berisi ayat Sajdah, lalu beliau bersujud dan kami pun turut bersujud, sehingga sebagian kami tidak menemukan tempat untuk bersujud karena banyaknya orang-orang yang bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-2579905310347840935?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2579905310347840935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/2579905310347840935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/bab-1-bersujud-ketika-terjadi.html' title='Kitab Sujud'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-3495979078295936152</id><published>2008-03-04T05:40:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:42:46.372-08:00</updated><title type='text'>Kitab Mengqashar Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: BERAPA LAMA SESEORANG MENETAP DENGAN MENGQASHAR SOLAT?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           575[Bukhari 1080] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Nabi Saw pernah menetap selama 19 hari dengan mengqashar solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           576[Bukhari 1081] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Kami pernah menyertai Nabi Saw menempuh perjalanan dari Madinah ke Mekah. Ketika itu beliau melaksanakan solat selalu dua rakaat (yang aslinya 4 rakaat) sehingga kami kembali ke Madinah. Saya (perawi) bertanya kepada Anas, "Berapa lama anda tinggal di Mekah?" Dia menjawab, "Kami tinggal di sana selama sepuluh hari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SOLAT QASHAR DI MINA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           577[Bukhari 1082] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra dia berkata: Saya melaksanakan solat qashar (dua rakaat) di Mina bersama Nabi Saw, bersama Abu Bakr dan Umar, begitu pula bersama Utsman pada awal masa-masa kekhalifahannya, tetapi pada tahun-tahun berikutnya Utsman menyempurnakan solat (dengan empat rakaat tanpa qashar) ketika berada di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           578[Bukhari 1083] Diriwayatkan dari Haritsah bin Wahb ra, dia berkata: Nabi Saw mengimami kami solat di Mina dua rakaat (qashar) selama pelaksanaan haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           579[Bukhari 1084] Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Yazid bahwa Abdullah bin Mas'ud mengucapkan istirja (innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji'uun). Ketika dikatakan kepadanya bahwa Utsman bin Affan ra melaksanakan solat di Mina empat rakaat (tanpa qashar). Setelah itu Abdullah bin Mas'ud mengatakan: Saya telah engikuti solat dua rakaat (qashar) di Mina bersama Rasulullah Saw, juga bersama Abu Bakr dan Umar bin Khattab ra di tempat yang sama dengan qashar pula. Sungguh saya beruntung dengan melaksanakan solat qashar dua rakaat yang diterima oleh Allah yang aslinya empat rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: BERAPA JARAK TEMPUH DIPERBOLEKAN QASAR[FOOTNOTE 1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           580[Bukhari 1088] Diriwayatkan dari Abu Huraira ra, dia berkata: Nabi Saw pernah bersabda, "Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari Akhir tidak boleh bepergian sejauh perjalanan sehari semalam tanpa sisertai muhrimnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Abdullah bin Mas'ud dan Abdullah bin Abbas mengqashar solat jika telah menempuh perjalanan sejauh empat burud (kira2 48 mil atau kira2 80 km).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: SOLAT MAGHRIB TETAP TIGA RAKAAT DALAM PERJALAAN JAUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           581[Bukhari 1091] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra dia berkata: Ketika Nabi Saw tidak sempat berhenti dalam perjalanan, saya melihat beliau mengerjakan solat maghrib dengan jamak ta'khir dalam waktu isya, kemudian beliau salam setelah melaksanakannya tiga rakaat. Sebentar kemudian iqamat diperdengarkan, lalu Rasulullah Saw melaksanakan solat isya dua rakaat (dengan qashar), kemudian beliau salam. Sesudah solat isya, Rasulullah Saw tidak melaksanakan solat tahajjud kecuali setelah pertengahan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           582[Bukhari 1094] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra dia berkata: Nabi Saw biasanya melaksanakan solat sunat di atas kendaraan tanpa menghadap ke kiblat (yakni menghadap ke depan sesuai arah kendaraannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: SOLAT SUNAT DI ATAS KELEDAI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           583[Bukhari 1100] Diriwayatkan dari Anas ra, bahwa dia pernah melakukna solat sunat di atas keledai dengan wajahnya menghadap  ke arah kiri kiblat, lalu ditanya: "Mengapa anda mengerjakan solat dengan tidak menghadap ke kiblat?" Anas menjawab: "Kalau saya tidak pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakan solat sunat seperti itu, niscaya saya tidak akan mengerjakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: TIDAK MELAKSANAKAN SOLAT SUNAT SETELAH SOLAT WAJIB KETIKA DALAM PERJALANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           584[Bukhari 1101] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra dia berkata: Saya pernah menyertai Rasulullah Saw dalam perjalanan dan selama itu saya tidak pernah melihat beliau mengerjakan solat sunat (sebelum dan sesudah solat wajib), sedangkan Allah 'Azza wa Jalla berfirman (artinya): "Sungguh pada diri Rasulullah Saw terdapat suri teladan yang baik bagimu". (AlQuran surah Al-Ahzab:21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: MENGERJAKAN SOLAT SUNAT DALAM PERJALANAN DI LUAR QABLIYAH DAN BA'DIYYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           585[Bukhari 1104] Diriwayatkan dari Amir bin Rabi'ah ra, bahwa dia pernah melihat Nabi Saw mengerjakan solat sunat di malam hari ketika dalam perjalanan, dengan menunggang onta dan menghadapkan wajahnya ke arah manapun ssuai arah perjalanan ontanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: MENJAMAK SOLAT MAGHRIB DAN ISYA KETIKA DALAM PERJALANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           586[Bukhari 1107] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Ketika dalam perjalanan, Rasulullah Saw menjamak solat Zuhur dengan Asar, dan solat maghrib dengan isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: APABILA SESEORANG TIDAK MAMPU SOLAT DENGAN DUDUK, DIA BOLEH SOLAT DENGAN BERBARING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           587[Bukhari 1117] Diriwayatkan dari Imran bin Hushain ra, dia berkata: Saya menderita sakit bawasir, kemudian saya bertanya kepada Nabi Saw mengenai solat saya, lalu Rasulullah Saw bersabda: "Kerjakan solat dengan berdiri, jika tidak mampu solatlah dengan duduk, dan jika tidak mampu solatlah dengan berbaring".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: ORANG YANG MELAKSANAKAN SOLAT DENGAN DUDUK, TIBA-TIBA DI TENGAH SOLAT MERASA SEMAKIN SEHAT, MAKA DIA HARUS MENYELESAIKAN SOLAT DENGAN BERDIRI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           588[Bukhari 1188] Diriwayatkan dari Aisyah, Ummul Mukminin ra bahwa dia tidak pernah melihat Rasulullah Saw melaksanakan solat sunat di malam hari dengan duduk kecuali pada usia tuanya. Ketika itu Rasulullah Saw membaca Fatihah dengan duduk, lalu menjelang ruku beliau berdiri dengan membaca surah kira-kira 30 atau 40 ayat, kemudian beliau ruku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           589[Bukhari 1119] Diriwayatkan dari Aisyah ra, seperti hadis nomor 588, namun dalam riwayat ini ada tambahan sebagai berikut: Pada rakaat kedua Rasulullah Saw berbuat seperti itu pula. Ketika Rasulullah Saw telah menyelesaikan solatnya, beliau bercakap-cakap dengan saya jika saya sudah bangun, dan jika saya masih tidur beliau berbaring.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-3495979078295936152?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3495979078295936152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/3495979078295936152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-mengqashar-shalat.html' title='Kitab Mengqashar Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-6319569419655868753</id><published>2008-03-04T05:36:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:40:04.519-08:00</updated><title type='text'>Kitab Tahajud</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: SOLAT TAHAJJUD DI MALAM HARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           590[Bukhari 1120] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Setiap kali Nabi Saw bangun di malam hari, beliau melakukan solat tahajud dengan membaca doa (yang artinya): "Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkaulah Pembuat dan Pengatur langit serta bumi seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah cahaya langit dan bumi seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah Penguasa langit dan bumi seisinya. Segala puji bagi-Mu. Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu pun benar, pertemuan dengan-Mu memang benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para Nabi adalah benar, Muhammad Saw adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu aku bergantung kepada-Mu, aku bertobat kepada-Mu, dengan pertolongan-Mu aku membantah orang-orang kafir, dengan Hukum-Mu aku mengambil keputusan, ampunilah dosaku yang telah berlalu dan yang mendatang, ampunilah dosaku yang aku sembunyikan dan yang aku ungkapkan. Engkaulah yang mengajukan dan yang mengakhirkan. Tiada Tuhan selain Engkau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: KEUTAMAAN SOLAT TAHAJJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           591[Bukhari 1121] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Ketika Rasulullh Saw masih hidup, jika seseorang melihat sesuatu dalam mimpinya, dia menceritakannya kepada Rasulullah Saw. sayapun berharap melihat sesuatu dalam mimpi saya lalu saya ceritakan kepada Rasulullah Saw. pada masa Rasulullah Saw ketika masih muda, saya pernah tidur di masjid, kemudian saya bermimpi: Saya ditangkap oleh dua malaikat, keduanya membawa saya ke neraka, di dalamnya terdapat api yang melingkar seperti sumur dengan dua tonjolan seperti tanduk. Di dalamnya terdapat orang-orang yang saya kenali, maka saya segera berdoa, "Saya berlindung kepada Allah dari api neraka". Kata Abdullah bin Umar selanjutnya: Kemudian saya ditemui oleh satu malaikat lagi yang mengatakan kepada saya, "Jangan takut". Saya menceritakan mimpi saya kepada Hafsah, kemudian Hafsah menceritakannya kepada Rasulullah Saw, lalu beliau bersabda, "Abdullah bin Umar adalah orang yang lebih baik, sebaiknya dia selalu bertahajjud di malam hari". Semenjak itu Abdullah bin Umar hanya tidur sebentar di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: MENINGGALKAN TAHAJJUD KARENA SAKIT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           592[Bukhari 1124] Diriwayatkan dari Jundab bin Abdullah ra, dia berkata: Suatu ketika Nabi Saw sakit, sehingga beliau tidak bertahajjud selama satu atau dua malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: ANJURAN NABI SAW UNTUK MELAKSANAKAN SOLAT TAHAJJUD DAN NAWAFIL TANPA MEWAJIBKANNYA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           593[Bukhari 1127] Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib ra, bahwa pada suatu malam Rasulullah Saw mengetuk pintu kamar Ali bin Abu Thalib untuk membangunkannya beserta Fathimah, putri Nabi Saw, kemudian Rasulullah Saw menganjurkan: "Mengapa kalian berdua tidak melaksanakan solat tahajjud?" Ali ra menjawab: "Ya Rasulullah, diri kami dalam genggaman Allah. Apabila Allah berkehendak untuk membangunkan kami, Dia pasti membuat kami bangun". Ketika saya mengatakan seperti itu, Rasulullah Saw kembali tanpa berkata apa-apa, kemudian ketika Rasulullah Saw berpaling, saya mendengar beliau membaca ayat AlQuran sambil menepuk pahanya: " ... manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah". (AlKahfi:54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           594[Bukhari 1128] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Jika Rasulullah Saw meninggalkan suatu bentuk ibadah, padahal beliau ingin melaksanakannya, itu adalah karena beliau khawatir ibadah tersebut dilaksanakan oleh kaum muslimin yang berakibat diwajibkannya ibadah tersebut kepada mereka. Rasulullah Saw tidka pernah melaksanakan solat dhuha, tetapi saya melaksanakannya.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah melaksanakan solat dhuha. Lihat hadis di muka nomor 232.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: NABI SAW BERTAHAJJUD DI MALAM HARI SAMPAI TELAPAK KAKINYA BENGKAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           595[Bukhari 1130] Diriwayatkan dari AlMughirah bin Syu'bah ra, dia berkata: Nabi Saw berdiri (sangat lama) dalam solat sunat di malam hari sehingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkak, kemudian Rasulullah Saw ditanya mengenai hal itu,[footnote 1] maka beliau menjawab, "Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Rasulullah Saw ditanya, "Mengapa anda masih juga beribadah seperti itu, padahal Allah Swt sudah menjamin anda dengan surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 6: TIDUR DI AKHIR MALAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           596[Bukhari 1131] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash ra, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda kepadanya: "Solat sunat yang paling disenangi oleh Allah adalah solat Dawud as dan puasa sunat yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Dawud as. Dawud tidur hingga pertengahan malam, kemudian bangun untuk bertahajjud selama sepertiga malam, lalu tidur lagi selama seperenam malam. Dawud berpuasa sunat dengan selang sehari/sehari berpuasa sehari tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           597[Bukhari 1132] Diriwayatkan dari Masruq: Saya bertanya kepada Aisyah ra, mengenai amal soleh yang paling disukai oleh Rasulullah Saw, kemudian Aisyah ra menjawab: Amal baik yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw adalah amal amal baik yang dikerjakan secara rutin. Aisyah ra ditanya lagi: Kapan Rasulullah Saw bangun di malam hari untuk bertahajjud? Aisyah menjawab: Rasulullah Saw bangun ketika mendengar ayam jantan mulai berkokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           598[Bukhari 1132] Hadis riwayat lain (dari Al-Asy-ats) berbunyi sebagai berikut: Ketika Rasulullah Saw mendengar ayam jantan mulai berkokok, beliau bangun kemudian melaksanakan solat tahajjud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           599[Bukhari 1133] Riwayat lain dari Aisyah ra, dia mengatakan: ketika di rumah saya, Nabi Saw tidaklah menjalani bagian akhir malamnya kecuali dengan tidur (sebentar seusai tahajjud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 7: BERDIRI LAMA PADA SOLAT SUNAT DI MALAM HARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           600[Bukhari 1135] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Pada suatu malam saya mengikuti solat tahajjud bersama Nabi Saw, beliau berdiri lama sehingga saya berniat tidak baik. Ditanyakan kepada Abdullah bin Mas'ud: "Anda berniat apa?" Dia menjawab: "Saya rasanya ingin duduk dan membiarkan Nabi Saw berdiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 8: BAGAIMANA DAN BERAPA SOLAT NABI SAW DI MALAM HARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           601[Bukhari -] Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra, dia berkata: Solat Nabi Saw di malam hari adalah 13 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           602[Bukhari 1140] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Nabi Saw mengerjakan solat suna di malam hari sebanyak 13 rakaat, yang mencakup satu rakaat penggasal (witr) dan dua rakaat solat sunat fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 9: BANGUN NABI SAW DI MALAM HARI UNTUK SOLAT DAN TIDURNYA, SERTA BERAPA KALI BELIAU TIDAK MENGERJAKAN SOLAT TAHAJJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           603[Bukhari 1141] Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah tidak berpuasa sunat berhari-hari dalam sebulan, sehingga kami mengira bahwa beliau tidak berpuasa sunat pada bulan itu. Rasulullah Saw juga pernah berpuasa sunat berhari-hari dalam sebulan, sehingga kami mengira bahwa beliau selalu berpuasa pada bulan tersebut. Jika kamu ingin melihat Rasulullah Saw melaksanakan solat tahajjud pada malam hari pasti kamu bisa melihatnya, dan jika kamu ingin melihat Rasulullah Saw tidur di malam hari pasti kamu bisa melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 10: SETAN MENGIKATKAN BUHUL PADA BAGIAN BELAKANG KEPALA ORANG YANG TIDAK BANGUN UNTUK SOLAT MALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           604[Bukhari 1142] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Setan mengikatkan tiga ikatan buhul pada bagian belakang kepala orang yang tidur tanpa solat malam. Pada setiap ikatan setan membisikkan, "malam masih panjang, teruskan tidurmu!" Jika seseorang bangun di malam hari kemudian dia mengingat Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudu lepaslah ikatan yang kedua, kemudian jika dia melaksanakan solat tahajjud, maka lepaslah ikatan yang ketiga, sehingga dia menyapa pagi dengan semangat dan hati yang bening. Jika dia tetap tidur, maka dia akan menempuh pagi dengan hati yang keruh dan malas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 11: SETAN KENCING PADA TELINGA ORANG YANG TIDUR TANPA BANGUN UNTUK SOLAT DI MALAM HARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           605[Bukhari 1144] Diriwayatkan dari Abdullah ra: Di hadapan Nabi Saw diceritakan perihal seseorang yang tidur pada malam hari sampai subuh tanpa bangun untuk solat sunat/tahajjud, kemudian Rasulullah Saw bersabda, "Setan telah mengencingi telinga orang tersebut".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 12: BERDOA DAN SOLAT DI AKHIR MALAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           606[Bukhari 1145] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: "Tuhan kami Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun ke langit yang paling bawah setiap sepertiga malam yang akhir. Ketika itu Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 13: TIDUR SEJAK AWAL MALAM, KEMUDIAN BANGUN DI AKHIR MALAM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           607[Bukhari 1146] Diriwayatkan dari Al-Aswad dia bertanya kepada Aisyah ra tentang solat sunat Nabi Saw di malam hari? Aisyah menjawab: "Nabi Saw biasanya tidur sejak awal malam, kemudian beliau bangun di akhir malam untuk bertahajjud, setelah itu beliau berbaring lagi. Ketika muazin menyerukan azan, beliau segera bangun. Jika merasa perlu, beliau mandi. Jika tidak beliau berwudu, kemudian keluar untuk melaksanakan solat subuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 14: SOLAT SUNAT NABI SAW PADA MALAM RAMADHAN DAN BULAN LAIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           608[Bukhari 1147] Diriwayatkan dari Abu Salamah bin Abdurrahman ra, dia bertanya kepada Aisyah ra mengenai solat sunat Nabi Saw pada malam Ramadhan? Aisyah ra menjawab: "Rasulullah Saw tidak ernah melaksanakan solat sunat di malam hari lebih dari sebelas rakaat, baik pada bulan Ramadhan maupun bulan lain. Rasulullah Saw melaksanakan solat empat rakaat, jangan engkau tanyakan betapa baik dan lamanya, lalu beliau mengerjakan solat lagi empat rakaat, jangan engkau tanyakan betapa baik dan lamanya. Setelah itu beliau melakukan solat tiga rakaat.[footnote 1] Kata Aisyah ra: Saya tanyakan, 'Ya Rasulullah, apakah anda tidur sebelum melakukan solat Witr?" Rasulullah Saw menjawab, "Hai Aisyah, mataku memang terpejam tetapi hatiku terjaga.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Sebagian ulama berpendapat bahwa empat rakaat tersebut dengan dua kali salam, sedangkan tiga rakaat tersebut dengan dua kali salam atau sekali salam dengan cara memadukan penuturan Aisyah ra ini dengan sabda Nabi Saw pada bab witr di muka nomor hadis 539. Maksudnya: Dua termin masing-masing empat rakaat dengan sekali salam pada setiap dua rakaat, dan sekali termin sebanyak tiga rakaat dengan dua kali salam atau sekali salam, sesuai pertanyaan Aisyah ra pada hadis di atas, "Ya Rasulullah, apakah anda tidur sebelum mengerjakan solat witr?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB15: BERIBADAH DENGAN MEMAKSAKAN DIRI TIDAKLAH DISUKAI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           609[Bukhari 1150] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra dia berkata: suatu ketika Nabi Saw masuk ke masjid, tiba-tiba ada tali yang dibentangkan di antara dua tiang masjid, lalu Rasulullah Saw bertanya. "Tali untuk apa ini?" Orang-orang menjawab, "ini tali untuk Zainab, ketika di lemas, dia bersandar pada tali itu agar bisa tetap berdiri dalam solat". Rasulullah Saw bersabda: "Tidak usah. Lepas saja tali itu. Lakukan solat sesuai kemampuanmu. Jika kamu lemas duduklah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 16: MENINGGALKAN TAHAJJUD YANG SEMULA PERNAH DIKERJKAAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           610[Bukhari 1152] Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra,dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda kepada saya, "Hai Abdullah, janganlah kamu seperti si fulan itu yang dulu pernah bertahajjud tetapi kemudian meninggalkannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 17: KEUTAMAAN ORANG YANG BANGUN PADA MALAM HARI UNTUK BERTAHAJJUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           611[Bukhari 1154] Diriwayatkan dari 'Ubadah bin Ash-Shamit ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Siapa yang bangun pada malam hari kemudian mengucapkan bacaan (yang artinya), "Tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dia memiliki kerajaan, segala puji bagi-Nya, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah". Kemudian dia berdoa, "Ya Allah, ampunilah dosaku", atau berdoa selain itu, maka akan dikabulkan. Jika dia berwudu kemudian mengerjakan solat, maka solatnya diterima".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           612[Bukhari 1155] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa dalam satu penuturannya dia menyebutkan sabda Rasulullah Saw: "Saudaramu, Abdullah bin Rawahah, tidak berkata cabul". Abu Hurairah mengutip bait-bait puisi karya Abdullah bin Rawahah (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kami terdapat Rasulullah Saw yang membacakan kitab suci di kala fajar menyingsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pembawa cahaya penghindar kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami beriman pada kebenaran yang ia sabdakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya ia habiskan tanpa rebah di tempat peraduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang-orang musyrik tetap tidur di pembaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           613[Bukhari 1156] Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: Ketika Nabi Saw masih hidup, saya bermimpi menggenggam sehelai kain sutera. Kemanapun tempat di surga yang hendak saya tuju, kain sutera itu membawa saya terbang ke sana. Saya juga bermimpi didatangi oleh dua malaikat ... (lanjutan hadis ini seperti di muka, nomor 591).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 18: SOLAT SUNAT DENGAN SALAM SETIAP DUA RAKAAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           614[Bukhari 1166] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Rasulullah Saw mengajarkan kepada kami solat istikharah dalam segala persoalan, sebagaimana beliau mengajarkan surah AlQuran kepada kami. Rasulullah Saw bersabda, "Apabila seseorang mempunya isuatu keinginan hendaklah dia mengerjakan solat sunat dua rakaat, dengan bersoa (yang artinya): "Ya Allah, aku beristikharah/ memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu, karena Engkau Maha Mengetahui. Aku memohon kekuatan kepada-Mu karena Engkau Maha Kuasa. Aku memohon kepadaMu kemurahan dariMu, karena Engkau Maha Pemurah dan Engkaulah Yang memiliki kekuasaan, sedangkan aku tiak memiliki kekuasaan sama sekali. Engkaulah Yang Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui apapun dan Engkau Maha Mengetahui kegaiban. Ya Allah, jika apa yang aku maksudkan ini menurut Engkau baik bagi diriku, bagi agamaku, bagi kehidupanku kini dan nanti sesudah mati, maka berilah aku kemampuan dan kemudahan untuk mencapainya, namun jika apa yang aku maksudkan ini menurut Engkau buruk bagi diriku, bagi agamaku, bagi kehidupanku kini dan nanti sesudah mati, maka hindarkanlah hal itu dari aku dan hindarkan pula aku darinya. Ya Allah, berilah aku pilihan yang terbaik dan legakan hatiku dengan pilihan itu. Rasulullah Saw bersabda, "Ketika berdoa tersebut seseorang hendaklah menyebutkan keperluannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 19: MEMBIASAKAN SOLAT SUNAT DUA RAKAAT SEBELUM SOLAT SUBUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           615[Bukhari 1163] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Tidak ada solat sunat yang lebih dibiasakan dan dilaksanakan lebih giat oleh Rasulullah Saw daripada solat sunat dua rakaat fajar (sebelum solat subuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 20: BACAAN DALAM SOLAT SUNAT DUA RAKAAT FAJAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           616[Bukhari 1165] Diriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata: Nabi Saw biasanya melaksanakan solat sunat dua rakaat sebelum solat subuh dengan cepat, sehingga saya bertanya (dalam hati), apakah Rasulullah Saw hanya membaca fatihah/ tanpa membaca surah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 21: SOLAT DHUHA KETIKA TIDAK BEPERGIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           617[Bukhari 1178] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Orang yang saya sayangi (Nabi Saw) berpesan tiga hal kepada saya agar saya tidak meninggalkannya sampai saya mati, 1) berpuasa sunat tiga hari setiap bulan. 2) solat dhuha. 3) Solat witr sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           618[Bukhari 1182] Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa Nabi Saw tidak pernah meninggalkan solat sunat empat rakaat sebelum solat Zuhur, solat sunat dua rakaat sebelum solat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 23: SOLAT SUNAT SEBELUM SOLAT MAGHRIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           619[Bukhari 1183] Diriwayatkan dari Abdullah Al Muzani ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Kerjakanlah solat sunat sebelum solat maghrib". Beliau mengulangi sabdanya tiga kali, dan pada pengulangan yang ketiga beliau menambahkan: "Bagi orang yang suka melaksanakannya", karena beliau khawatir menjadikannya sebagai ajaran (yang diwajibkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-6319569419655868753?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/6319569419655868753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/6319569419655868753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-tahajud.html' title='Kitab Tahajud'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-4323605942182861547</id><published>2008-03-04T05:13:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:27:12.089-08:00</updated><title type='text'>Kitab Tempat Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: KEUTAMAAN DOLAT DI MASJID MEKAH DAN MADINAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          620[Bukhari 1189] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Tidak boleh menempuh perjalanan (yang diprioritaskan) ke masjid manapun kecuali tiga, 1) Masjidil Haram. 2) Masjid Rasulullah Saw/ Masjid Nabawi, 3) Masjidil Aqsha".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          621[Bukhari 1190] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Satu kali solat di Masjidku ini lebih utama dibanding dengan 1000 kali solat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: MASJID QUBA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          622[Bukhari 1192] Diriwayatkan dari Nafi bahwa Abdullah bin Umar ra, tidak pernah mengerjakan solat dhuha kecuali pada dua waktu: 1) Setiap kali ia tiba di Mekah. Dia biasanya tiba di Mekah pada saat dhuha[footnote 1], lalu dia melaksanakan tawaf, kemudian dia mengerjakan solat dua rakaat di dekat maqam Ibrahim. 2) Setiap kali dia menatangi Masjid Quba, dia berkunjung ke Masjid Quba setiap hari sabtu. Apabila dia masuk ke Masjid Quba dia tidak ingin keluar sebelum melaksanakan solat di tempat itu. Kata perawi: Abdullah bin Umar menurutkan bahwa Rasulullah Saw mengunjungi masjid Quba kadang-kadang dengan menunggang hewan dan kadang-kadang dengan berjalan kaki. Kata Abdullah bin Umar: Sesungguhnya saya melaksanakan apa yang dilaksanakan oleh sahabat-sahabat saya dan saya tidak melarang siapapun untuk melaksanakan solat kapanpun pada malam dan siang hari, kecuali ketika matahari terbit dan terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Waktu dhuha adalah sejak kira2 25 menit setelah matahari terbit, kira2 matahari meninggi seukuran galah sampai dengan menjelang tengah hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: KEUTAMAAN TEMPAT ANTAR AMAKAM NABI SAW DENGAN MIMBAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          623[Bukhari 1196] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw pernah bersabda: "Di antara rumahku dan mimbarku terdapat suatu raudhah (taman) dari sekian banyak taman surga, sedangkan mimbarku berada di atas haudhku (telagaku".[footnote 1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Rumah Rasulullah Saw tersebut akhirnya menjadi tempat pemakaman beliau, sedangkan haudh adalah telaga di akhirat yang diberikan oleh Allah Sawt kepada Nabi Muhammad Saw, yang airnya bila diminum akan menghilangkan dahaga selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-4323605942182861547?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/4323605942182861547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/4323605942182861547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-shalat-di-mekah-madinah.html' title='Kitab Tempat Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-8175634704663309696</id><published>2008-03-04T05:09:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:12:29.437-08:00</updated><title type='text'>Kitab Larangan Dalam Shalat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: UCAPAN YANG DILARANG DI DALAM SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           624[Bukhari 1199] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Kami pernah mengucapkan salam kepada Rasulullah Saw ketika beliau sedang melaksanakan solat, kemudian beliau menjawab salam kami. Keika kami pulang dari An Najasyi (penguasa Ethiopia), kami mengucapkan salam kepada Rasulullah Saw ketika beliau sedang mengerjakan solat, namu beliau tidak menjawab salam kami. Seusai solat, Rasulullah Saw bersabda, "Ketika sedang solat, seseorang sibuk dalam bermunajat kepada Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           625[Bukhari 1200] Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam ra, dia berkata: Pada masa Rasulullah Saw seseorang yang sedang melaksanakan solat berbicara kepada temannya, sehingga turunlah ayat (yang artinya), "Peliharalah solat dan solat Wustha (Asar) dan berdirilah di hadapan Allah dengan khusyu". (Al Baqarah 238). Dengan itu kami diperintahkan diam ketika sedang mengerjakan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: MENYINGKIRKAN KERIKIL KETIKA SEDANG SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           626[Bukhari 1207] Diriwayatkan dari Mu'aiqib ra bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda mengenai seseorang yang menepis dbeu/kerikil ketika sedang atau sehabis bersujud: "Jika kamu melakukan itu, maka usaplah sekali saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 3: BINATANG YANG MELARIKAN DIRI KETIKA PEMILIKNYA SEDANG SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           627[Bukhari 1211] Diriwayatkan dari Abu Barzah Al Aslami ra, bahwa pada suatu peperangan dia melaksanakan solat sambil memegang tali kekang ontanya, tiba-tiba onta itu berontak/ ingin lepas, kemudian dia mengikuti ontanya. Setelah itu dia ditanya seseorang mengenai solatnya tesebut, lalu dia (Abu Barzah) menjawab: Saya sudah enam kali atau tujuh kali atau delapan kali mengikuti perang bersama Rasulullah Saw dan saya menyaksikan beliau memberikan kemudahan. Saya lebih suka mengikuti onta saya daripada onta saya lepas menuju tempat yang diinginkannya yang akhirnya menyulitkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           628[Bukhari 1212] Diriwayatkan dari Aisyah ra, mengenai gerhana seperti hadis yang telah disebutkan di muka (nomor 562). Sesudah sabda Rasulullah Saw: "Aku melihat neraka, apinya bersautan saling melalap", terdapat lanjutan hadis sebagai berikut: "Di neraka aku melihat Amru bin Luhai yang merintis As Sawa'ib (yaitu melepas onta untuk merumput dengan berhala atau tuhan selain Allah)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 4: TIDAK MENJAWAB SALAM KETIKA SEDANG SOLAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           629[Bukhari 1217] Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, dia berkata: Saya pernah diutus oleh Rasulullah Saw untuk suatu tugas, kemudian saya berangkat. Setelah tugas saya selesaikan, saya pulang, lalu saya menemui Nabi Saw. saya mengucapkan salam kepada beliau, namun beliau tidak menjawabnya, sehingga saya merasa sedih yang Allah lebih tahu dengan kesedihan itu. Saya berkata dalam hati: Mungkin Rasulullah Saw tidak menyukai saya karena saya datang terlambat. sAya mengucapkan salam lagi yang kedua kalinya kepada beliau, namun beliau tetap tidak menjawabnya, sehingga saya merasa lebih sedih daripada sebelumnya. Kemudian saya mengucapkan salam lagi yang ketiga kalinya kepada beliau, lalu beliau menjawabnya, kemudian beliau bersabda, "Tadi aku tidak menjawab salammu karena aku sedang mengerjakan solat". Kata Jabir: Ketika itu Rasulullah Saw berada di atas ontanya sambil menghadap ke arah selain kiblat.[footnote 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[footnote 1]: Keterangan: Rasulullah Saw ketika itu sedang melaksanakan solat sunat di atas kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 5: MELETAKKAN TANGAN DI PINGGUL/ PANGKAL PAHA KETIKA SEDANG SOLAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           630[Bukhari 1220] Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw melarang seseorang meletakkan tangan di pinggul/ pangkal paha ketika sedang mengerjakan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-8175634704663309696?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/8175634704663309696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/8175634704663309696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-larangan-dalam-shalat.html' title='Kitab Larangan Dalam Shalat'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-6250646588208584992</id><published>2008-03-04T05:06:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:08:26.322-08:00</updated><title type='text'>Kitab Sujud Sahwi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: MELAKSANAKAN SOLAT ZUHUR LIMA RAKAAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           631[Bukhari 1226] Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dia berkata: Bahwa suatu ketika Rasulullah Saw mengerjakan solat Zuhur lima rakaat, kemudian beliau ditanya, "Apakah rakaat solat zhuhur memang ditambah?" Rasulullah Saw balik bertanya, "Apa maksudmu?" Penanya mengatakan, "Tadi anda melaksanakan solat Zuhur lima rakaat". Maka Rasulullah Saw bersujud sahwi dua kali seusai salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 2: SESEORANG DITANYA KETIKA DIA SEDANG SOLAT, KEMUDIAN DIA BERISYARAT DENGAN TANGAN DAN MENDENGARKAN PERTANYAAN TERSEBUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           632[Bukhari 1233] Diriwayatkan dari Ummu Salamah ra (istri Rasulullah Saw): Saya pernah mendengar Nabi Saw melarang solat sunat dua rakaat sesudah solat Asar, kemudian saya melihat beliau mengerjakannya. Ketika itu ada beberapa wanita anshar bersama saya, kemudian saya mengutus pelayan perempuan saya untuk bertanya kepada Rasulullah Saw: Mendekatlah kepada Rasulullah Saw, dan katakan kepada beliau, "Ya Rasulullah", kata Ummu Salamah, "Anda pernah melarang solat sunat dua rakaat sesudah solat Asar, tetapi sekarang saya melihat anda mengerjakannya?" Jika Rasulullah Saw memberi isyarat dengan tangan, maka tunggulah". Pelayan perempuan tersebut melaksanakan perintah Ummu Salamah. Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah Saw memberi isyarat dengan tangan, maka pelayan tersebut menunggu sampai Rasulullah Saw selesai solat. Sesudah solat Rasulullah Saw bersabda, "Hai putri Abu Umayyah, tadi kamu bertanya mengenai solat sunat dua rakaat yang aku kerjakan sesudah solat Asar. Tadi siang aku dikunjungi oleh beberapa orang dari suku Abdul Qais, sehingga aku tidak sempat melaksanakan solat dua rakaat sesudah solat Zuhur, maka aku melaksanakannya (dengan qadha) sesudah solat Asar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2638155486615050454-6250646588208584992?l=hadit-s.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/6250646588208584992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2638155486615050454/posts/default/6250646588208584992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hadit-s.blogspot.com/2008/03/kitab-sujud-sahwi.html' title='Kitab Sujud Sahwi'/><author><name>PTT.shafiq</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_PlRHow9r3UM/R82m4XlGYFI/AAAAAAAAAAw/-3BkDXTrqEM/S220/haqcircle+b.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2638155486615050454.post-2153845965746304985</id><published>2008-03-04T04:59:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T05:06:00.025-08:00</updated><title type='text'>Kitab Jenazah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;BAB 1: ORANG
